Senin, 11 September 2017

Hari Kartini, IPPNU Bandung Deklarasi Pelajar Anti Narkoba

Bandung, Haedar Nashir. Dalam peringatan Hari Kartini, Selasa (21/4) kemarin, Pimpinan Cabang IPPNU kota Bandung menyatakan Deklarasi Pelajar Anti Narkoba di MTs Sirnamiskin, Kopo, kota Bandung, Barat. Deklarasi ini diikuti oleh seratusan pelajar dari tingkat MTs, MA dan SMK beserta para staf guru yang berada dalam satu Yayasan Sirnamiskin itu.

“Yang melatarbelakangi deklarasi pelajar adalah sebagaimana diketahui narkoba kini marak di kalangan pelajar, banyak pelajar yang sudah mengkonsumsi narkoba, sehingga IPPNU bertekad untuk mendeklarasikan bahwa pelajar (NU) di kota bandung bebas dan tidak akan mengenal narkoba,” kata Ketua IPPNU kota Bandung Dhilla Nuraeni Az-Zuhri kepada Haedar Nashir.

Hari Kartini, IPPNU Bandung Deklarasi Pelajar Anti Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Kartini, IPPNU Bandung Deklarasi Pelajar Anti Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Kartini, IPPNU Bandung Deklarasi Pelajar Anti Narkoba

Dhilla nama sapaannya memandang penting bagi pelajar, khususnya IPPNU untuk menyikapi permasalahan narkoba, karena narkoba bukanlah budaya dari bangsa Indonesia di samping itu juga dapat menyengsarakan rakyat Indonesia.

Haedar Nashir

“Narkoba juga kejahatan yang luar biasa di mana kita sebagai pelajar harus menjauhi narkoba,” ujarnya.

Deklarasi Anti Narkoba, lanjut Dhilla, berupaya untuk berkomitmen bahwa pelajar di kota Bandung selamanya tidak akan mengenal narkoba serta menyatakan perang terhadap narkoba. “Tidak akan melakukan kegiatan penyalahgunaan narkoba dan akan menciptakan generasi Indonesia yang aktif, kreatif, inovatif dan berprestasi tanpa narkoba,” tambah dia.

Haedar Nashir

Dengan pengawalan yang rapi dan tertib dari Banser kota Bandung, sosialisasi tentang bahaya narkoba dan deklarasi yang dihadiri oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Bandung itu berjalan dengan lancar. Sementara yang memimpin pembacaan teks Deklarasi Anti Narkoba adalah salah satu staf BNN dari bagian Tim Pencegahan, lalu teks deklarasi yang dibacakan diikuti serentak oleh peserta deklarasi. 

Menurut Dhilla, tindak lanjut dari deklarasi tersebut pihak IPPNU dan  BNN Kota Bandung akan melibatkan sekolah-sekolah dengan secara rutin tiap bulan memberikan penyuluhan serta aksi untuk tidak mengkonsumsi narkoba.

Dhilla berharap dengan diadakannya deklarasi tersebut dapat menjadikan pelajar Indonesia khususnya kota Bandung semakin sadar bahwa narkoba itu sangat brbahaya. “Pelajar Indonesia harus terbebas dari narkoba, karena narkoba akan merusak generasi penerus bangsa dan agama,” harap alumni Universitas Islam Nusantara itu.

Selain sosialisasi tentang bahaya narkoba dan deklarasi pelajar anti narkoba, dalam acara yang berlangsung sehari itu PC IPPNU juga menggelar Semarak Hari Kartini dengan mengadakan kompetisi pemilihan Mojang Jajaka yang ikuti oleh para siswa-siswi di kota Bandung. (M Zidni Nafi’/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaNu, Kiai, Pertandingan Haedar Nashir

Minggu, 10 September 2017

IPNU-IPPNU Buka Puasa dan Tarawih bersama Jamaah Ahmadiyah

Wonosobo, Haedar Nashir

Sejumlah pemuda yang tergabung dalam organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Watumalang, Wonosobo, Jawa Tengah, Ahad (19/6), menggelar acara buka puasa dan tarawih bersama jamaah Ahmadiyah di Masjid Al-Mubarok Dusun Sumber, Desa Lumajang, Kecamatan Watumalang yang merupakan basis terbesar jamaah Ahmadiyah di Kabupaten Wonosobo.

IPNU-IPPNU Buka Puasa dan Tarawih bersama Jamaah Ahmadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Buka Puasa dan Tarawih bersama Jamaah Ahmadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Buka Puasa dan Tarawih bersama Jamaah Ahmadiyah

Ketua Pengurus Takmir Masjid Al-Mubarok Satoto, yang mewakili jamaah Ahmadiyah memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan yang dilakukan oleh kader IPNU-IPPNU Watumalang tersebut. Ia mengaku bangga bahwa kader IPNU-IPPNU mau menjaga silaturahim dengan umat Islam lain meskipun mempunyai perbedaan secara ideologis. Selain itu, ia juga memuji Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas Islam yang memegang erat nilai-nilai toleransi.

"Dalam keadaan bangsa Indonesia yang sedang dilanda krisis moral ini, kami merasa bangga memiliki Nahdlatul Ulama yang merupakan ormas Islam yang sangat toleran terhadap kelompok lain, bukan hanya dalam internal Islam saja. Akan tetapi kepada umat agama lain," tambahnya.

Haedar Nashir

Sementara itu, M. Sairin, senior IPNU Watumalang, mengungkapkan bahwa acara tersebut merupakan upaya untuk menjaga tali silaturahim dan kesatuan serta persatuan umat Islam yang akhir-akhir ini banyak diwarnai dengan perpecahan.

"Dengan acara ini kami berharap kerukunan antarumat Islam selalu terjaga, perbedaan bukanlah alasan untuk saling berpecah-belah. Saling menghargai perbedaan adalah hal yang sangat penting untuk selalu dilakukan," tuturnya.

Haedar Nashir

Bukan hanya itu, dalam acara tersebut IPNU-IPPNU Kecamatan Watumalang memberikan sejumlah Al-Quran kepada Masjid Al-Mubarok sebagai kenang-kenangan yang diharapkan dapat dipergunakan untuk kemanfaatan jamaah Ahmadiyah di sana. Acara tersebut ditutup dengan taushiyah yang disampaikan Ketua Tanfidziyah MWCNU Watumalang Kiai Mansyur. Ia menekankan pentingnya bersyukur kepada Allah dan hikmah di balik bulan Ramadhan.

Acara buka dan tarawih bersama tersebut merupakan rangkaian kegiatan Ramadhan yang secara rutin dilakukan oleh IPNU-IPPNU Kecamatan Watumalamg yang selanjutnya akan disusul dengan kegiatan serupa serta santunan anak yatim di daerah Watumalang pada Sabtu (25/6), sebagai acara puncak dari rangkaian kegiatan tersebut. (Bujang Fajar Al-fatih/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pemurnian Aqidah, Pondok Pesantren, Berita Haedar Nashir

Konfercab IPNU-IPPNU Malang Disambangi Kiai Tolhah Hasan

Malang, Haedar Nashir. Menjadi sangat lengkap dan hangat suasana Konferensi Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Malang ke XIV-XIII ketika hadir sang tokoh sekaligus pakar Pendidikan Nahdlatul Ulama’ Prof Dr KH M Tolhah Hasan.?

Konfercab IPNU-IPPNU Malang Disambangi Kiai Tolhah Hasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab IPNU-IPPNU Malang Disambangi Kiai Tolhah Hasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab IPNU-IPPNU Malang Disambangi Kiai Tolhah Hasan

Di sela-sela kesibukan beliau yang sangat padat, ia berkenan menghadiri undangan panitia untuk memberikan semangat dan wawasan pada generasi muda NU agar menjadi kader yang professional dan berdedikasi tinggi untuk kemajuan bangsa Indonesia. ?

Kehadiran Mantan Menteri Agama RI 1999-2001 ini diharapkan bisa menambah wawasan kepada seluruh yang hadir pada kegiatan konferensi tersebut tentang pentingnya berorganisasi khususnya IPNU-IPPNU dan perannya dalam mewujudkan Indonesia yang maju.?

Haedar Nashir

Mantan wakil rais aam ini berpesan “Kader IPNU-IPPNU harus tamat pendidikannya menjadi generasi emas 10 tahun mendatang untuk menghadapi dampak arus globalisasi yang mana kita dihadapkan dengan masyarakat yang terbuka dan berpendidikan sehingga berpikir rasionalis dan kritis, serba bersaing serta materialis menggeser nilai-nilai moral dan berbuat semaunya tanpa mempertimbangkan nilai-nilai agama”.?

Haedar Nashir

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ika Rosaria?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pendidikan, Kyai, IMNU Haedar Nashir

Petani Dominasi Calhaj Brebes

Brebes, Haedar Nashir 

Seperti tahun-tahun sebelumnya, semangat kalangan petani untuk melaksanakan rukun Islam kelima paling tinggi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tercatat yang bekerja sebagai petani ada 190 orang (22,11%).

Hal itu diterangkan Sekretaris Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1434 H/2013 M H Moh Aqso, usai pemberangkatan kloter 14 Calhaj Brebes di halaman Islamic Center, Jalan Yos Sudarso Brebes Jumat (13/9).

Petani Dominasi Calhaj Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Petani Dominasi Calhaj Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Petani Dominasi Calhaj Brebes

Kalangan pegawai negeri menempati urutan kedua yaitu 188 orang (21,88%) dan pegawai swasta 172 orang (20,02%). “Pegawai Negeri mulai ada peningkatan yang mayoritas dari kalangan PNS guru, barangkali ini dari meningkatnya tunjangan sertifikasi guru,” terang Aqso. 

Haedar Nashir

Pada tahun ini, sekitar 859 jamaah calon haji (Calhaj) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah berangkat ke Saudi Arabia dari halaman Islamic Center Brebes. Mereka dibagi dalam tiga tahap, yakni kelompok terbang (kloter) 12,13, dan 14 menuju embarkasi Adi Soemarmo Solo. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Pendidikan, Internasional, Makam Haedar Nashir

Jumat, 08 September 2017

Mbah Moen Sebut Kitab Kuning Paling Banyak Dibaca di Indonesia

Rembang, Haedar Nashir

Dalam sebuah taushiyah, Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair mengajak untuk meningkatkan belajar kitab kuning. Hal ini disampaikannya saat mengisi acara taushiyah dan Doa Bersama Masyarakat di Desa Gandrirojo Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Kamis (14/4) lalu.

Mbah Moen mengungkapkan, Indonesia adalah negara dengan jumlah muslim terbesar juga masih banyak orang yang peduli mengaji kitab. Ia juga mengatakan bahwa di pondok pesantren Sarang Rembang mulai ramai tahun 1800-an hingga saat ini. Dan tetap menjunjung tinggi budaya ngaji kitab kuningnya.

Mbah Moen Sebut Kitab Kuning Paling Banyak Dibaca di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Moen Sebut Kitab Kuning Paling Banyak Dibaca di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Moen Sebut Kitab Kuning Paling Banyak Dibaca di Indonesia

"Saya melihat di pondok yang maju dan ramai, tapi masih sulit ngaji kitabnya. Tapi alhamdulillah di Indonesia masih banyak orang yang belajar kitab. Inilah keindahan Indonesia," jelas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Desa Karangmangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang tersebut.

Ia juga mengatakan, bahwa kemarin salah satu putranya mewakili Asia untuk bertemu dengan tokoh-tokoh agama, yakni agama Islam dan Kristiani di Maroko dan Prancis. Ini menunjukkan bahwa tidak ada organisasi besar di dunia seperti Nahdlatul Ulama. "Yang masih banyak ngaji kitab kuning itu hanya ada di Indonesia. Itu saja masih membuat saya kaget dan merasa aneh. Kalau dulu anak kiai masih suka ngaji, tapi sekarang sudah tidak lagi," terang Mbah Moen.

Haedar Nashir

Di pondok Al-Anwar, lanjut Mbah Moen, ada yang khusus belajar latin. Ada juga yang ngaji arab. Yang ngaji arab ini semakin habis peminatnya. Padahal tulisan yang dipakai di surga itu tulisan Arab. "Di surga gak ada abjad a, b, c, d. Walaupun agama Islam semakin ramai, tapi sulit untuk mengembalikan manusia ke asal keislamannya. Yakni kitab Quran sebagai panutan," terangnya.

Mbah Moen mengajak, walaupun sekolahnya formal tetap diajarkan kitab-kitab yang menggunakan makna kembali kepada madzhab empat, yaitu Hanafi, Maliki, Syafii dan Hambali. "Itu harus dibudayakan, belajar kitab-kitab yang ditulis dengan bahasa Arab. Sebab besok di surga itu gak ada jalannya kecuali menggunakan bahasa Arab," tutupnya. (Aan Ainun Najib/Fathoni)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pendidikan, Kyai, Doa Haedar Nashir

PWNU NTT Berbagi Daging Kurban kepada Nonmuslim

Kupang, Haedar Nashir. Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Timur membagikan 200 kantong Daging Kurban Idul Adha 1437 H pada Selasa, (13/9) di Sekretariat PWNU.

Ketua PWNU NTT Jama Ahmad mengatakan, bentuk perhatian NU dalam berkurban tidak memandang latar belakang perbedaan agama. Daging kurban PWNU NTT diberikan juga kepada umat nonmuslim.

PWNU NTT Berbagi Daging Kurban kepada Nonmuslim (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU NTT Berbagi Daging Kurban kepada Nonmuslim (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU NTT Berbagi Daging Kurban kepada Nonmuslim

Sementara itu Sekretaris PWNU NTT Abdullah P. Ulumando mengatakan, PWNU dalam momen Idul Adha menyembelih dua ekor sapi dan dua ekor Kambing.

Haedar Nashir

"Kita korban dua ekor sapi dan dua ekor kambing. Ini bagian dari bentuk perhatian NU kepada masyarakat pinggiran Kota Kupang maupun umat nonmuslim," katanya.

Hadir saat pembagian hewan kurban, Rais Syuriyah PWNU NTT KH Abdul Kadir Makarim, Waki Rais Syuriyah H. Mandar Langi Pua Upa, H. Ali Rosidi dan Banom NU NTT, GP Ansor dan Banser, serta beberapa banom lainnya. (Ajhar Jowe/Abdullah Alawi)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya, Kajian, Kajian Islam Haedar Nashir

Dari Yaman sampai NTT, Nahdliyin Gelar Tahlil Kiai Sahal

Jakarta, Haedar Nashir. Suasana duka masih dirasakan oleh warga dan pengurus NU setelah meninggalnya Rais Aam KH Sahal Mahfudh. Bacaan Yasin dan tahlil terus dikumandangkan oleh warga NU dari seluruh pelosok tanah air dan di belahan dunia lainnya.

Jajaran PWNU Nusa Tenggara Timur bersama imam masjid se-kota Kupang menggelar tahlil dan Yasin bersama peringati malam ketujuh meninggalnya KH Sahal Mahfudh di Masjid At-taqwa Naikoten Koten Kota Kupang, Kamis (30/1).?

Hadir dalam tahlil dan yasisnan bersama, pengurus Wilayah NU NTT, Imam Masjid se-kota Kupang dan seluruh banom NU NTT. Yakni, GP Ansor, Banser, IPNU, PMII Kupang dan sejumlah Alumni PMII.?

Dari Yaman sampai NTT, Nahdliyin Gelar Tahlil  Kiai Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Yaman sampai NTT, Nahdliyin Gelar Tahlil Kiai Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Yaman sampai NTT, Nahdliyin Gelar Tahlil Kiai Sahal

Ketua PW NU NTT Jamaludin Ahmad dalam sambutan mengatakan tokoh ulama dan tokoh negara seperti almarhum KH Sahal Mahfudh harus sudah menjadi dia sebagai panutan umat dan panutan bangsa karena ia adalah ulama dan tokoh negarawan.

Di Pekalongan, PCNU Kota juga menggelar tahlil pada Rabu (29/1). Acara yang berlangsung di Gedung Aswaja Jalan Sriwijaya 2 Pekalongan dihadiri oleh jajaran pengurus cabang, lembaga, badan otonom, pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) dan Ranting NU se Kota Pekalongan diisi dengan pembacaan surat Yasin dan tahlil.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

"Kegiatan peringatan tujuh hari wafatnya mbah Sahal merupakan inisiatif kami warga Nahdliyin sebagai bentuk rasa cinta dan hormat kepada beliau sebagai pemimpin tertinggi di Nahdlatul Ulama," ujar Sekretaris PCNU Kota Pekalongan H Muhtarom.

Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Kota Pekalongan KH Zainuri Zainal Mustofa melihat sosok Mbah Sahal adalah figur yang sangat moderat dan tidak kaku dalam menerapkan hukum Islam.

Menurutnya, KH Sahal disamping disiplin dalam penerapan hukum Islam juga toleran terhadap masalah lain seperti dalam pendirian Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang pertama ia mendirikan BPR syariah karena menganggap praktek bank konvensional dianggap riba dan BPR syariah sebagai solusi agar masyarakat terhindar dari transaksi ribawi yang memang dilarang dalam Islam.?

Akan tetapi di lain waktu, ujar Kiai Zainuri, Mbah Sahal juga mendirikan BPR konvensional, karena untuk melayani masyarakat yang masih belum percaya penuh terhadap lembaga keuangan berlabel syariah, apalagi memang hukum bank di dalam Nahdlatul Ulama sendiri masih terdapat perbedaan pendapat, ada yang menghukumi haram ada pula yang menghukumi mubah.?

Tahlil juga digelar di Gedung PCNU Pringsewu, Lampung Jum’at (31/01) oleh pengurus cabang beserta perangkat organisasi NU lainnya.

Hadir pada kegiatan tersebut Bupati Pringsewu KH Sujadi yang merupakan Mustasyar PCNU Pringsewu, Ketua MUI Kabupaten KH. Hambali Para Pengasuh Pondok Pesantren dan segenap Pengurus dari MWC dan Ranting NU di Kabupaten Pringsewu?

Tak ketinggalan, Kamis (30/1) malam, Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Plosorejo, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan menggelar tahlilan di rumah Fatoni, salah satu warga NU setempat yang dipimpin oleh Kiai Zuhdi, Wakil Ketua Ranting NU Plosorejo.?

Dalam tausiahnya ia mengatakan, “Bisa kita lihat sosok Mbah Sahal yang bisa kita ambil ibaroh, ia telah meninggalkan kenangan indah bagi bangsa ini. Disana-sini silih berganti, tak henti-hentinya bangsa ini mendoakannya.”

Di Probolinggo, kegiatan silaturahim yang bertajuk turba (turun ke bawah) yang digelar oleh Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo di Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPPNU Kecamatan Sumberasih, Ahad (26/1) juga sekaligus diisi dengan digelar tahlil untuk mendiang KH Sahal Mahfudh.? “Kami disini berdoa bersama-sama agar almarhum Mbah Sahal diterima segala amal sholehnya dan diampuni sebala kekhilafannya serta ditempatkan di surganya Allah SWT. Hal ini sepada dengan perjuangan beliau terutama dalam membesarkan NU untuk kemaslatan seluruh umat Islam,” kata Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Shofia.

Di Yaman Pengurus Cabang Istimewa (PCI-NU) Yaman menggelar khataman Al-Qur’an dan tahlil pada hari ketiga wafatnya KH Sahal Mahfudh, Senin (27/1) di kampus Universitas Darul Ulum As-Syar’iyyah Hudaidah-Yaman.?

Acara tersebut dihadiri oleh ratusan pelajar Indonesia, Malaysia, Kamboja dan Thailand dimulai dengan pembukaan, yang dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an 30 juz secara seksama, kemudian dilanjutkan dengan tahlil yang diteruskan dengan doa.?

Muhammad Fathullah selaku Ketua PCI-NU,berpesan kepada warga Nahdiyin untuk melanjutkan cita-cita dan pemikiran yang sudah diajarkan oleh KH MA Sahal Mahfudh.?

Usai acara prakata dan sambutan, acara di isi dengan pemutaran video prosesi pemakaman KH Sahal Mahfud. Walaupun tidak bisa hadir mengantar jenazah, namun pemutaran video menjadi pelepas kerinduan akan sosoknya.(mukafi niam/ajhar/muiz/samsul/muslih/faizin/najih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaSantri Haedar Nashir