Sabtu, 04 November 2017

Forum Warga NU Surakarta Latihan Jadi Fasilitator

Solo, Haedar Nashir. Forum Silaturrahmi Warga Nahdlatul Ulama Surakarta (Fosminsa) belum lama ini mengadakan pelatihan kefasilitatoran. Hal tersebut diungkapkan salah satu penggerak Fosminsa, Tohar Muhlasin, saat ditemui Haedar Nashir, Jumat (27/9) lalu.

Forum Warga NU Surakarta Latihan Jadi Fasilitator (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Warga NU Surakarta Latihan Jadi Fasilitator (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Warga NU Surakarta Latihan Jadi Fasilitator

“Tujuan pelatihannya agar kader NU bisa memfasilitasi sebuah forum, juga dapat menjadi leading di dalamnya,” kata Tohar.

Para peserta yang mendapatkan pelatihan itu yakni para anggota Banom NU, di antaranya IPNU, IPPNU, Fatayat dan PMII. Pascapelatihan mereka diharapkan dapat memegang sendiri sebuah forum.

Haedar Nashir

Di dalam pelatihan tersebut, Tohar yang juga menjadi pemateri memaparkan teknik untuk menjadi seorang fasilitator yang handal. “Seorang fasilitator, dia harus banyak menggali pertanyaan dan mendata dari forum,” terang Tohar yang juga kader PMII Solo.

Haedar Nashir

Selain diberikan teori, para peserta juga diberikan kesempatan untuk praktik langsung ilmu yang baru didapatkan. Sebagian dari mereka ditunjuk, maju ke depan untuk belajar memfasilitasi forum.

Salah satu peserta, Habibi, menuturkan mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan tersebut. Ketua IPNU Solo itu mengatakan untuk menjadi fasilitator handal mesti banyak jam terbang dan sering dilatih. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Warta, AlaSantri, Kiai Haedar Nashir

Jumat, 03 November 2017

"Ngunduh Mantu", NU Sawit Raih Dana 80 Juta

Boyolali, Haedar Nashir - Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, dalam rangka pembangunan gedung SD NU Terpadu (Boarding School), yang berlokasi di Desa Gombang, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sawit. Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah menyelenggarakan acara ngunduh mantu, Ahad (8/1).

Konsep ngunduh mantu? adalah acara budaya lokal dalam penggalangan dana organisasi sehingga membuat masyarakat dari luar NU juga tertarik mengikutinya.

Ngunduh Mantu, NU Sawit Raih Dana 80 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Ngunduh Mantu, NU Sawit Raih Dana 80 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

"Ngunduh Mantu", NU Sawit Raih Dana 80 Juta

Meski demikian, di Boyolali sendiri, konsep ngunduh mantu ini bukanlah yang pertama kali diselenggarakan. Acara serupa, juga pernah dilakukan pengurus MWCNU Musuk, saat membangun gedung NU setempat, beberapa tahun yang lalu.

Haedar Nashir

Layaknya acara ngunduh mantu yang sesungguhnya, acara ngunduh mantu di NU Sawit pun dilaksanakan dari pagi hingga malam. Para tamu yang datang, silih berganti, mengalir seperti air, mulai pagi hingga malam. Layaknya acara ngunduh mantu mereka memasukkan amplop sumbangan ke dalam kotak yang telah disediakan.

Sebelumnya, panitia telah membagikan ulem (undangan) kepada calon tamu, yang di dalamnya telah tertera infaq minimal Rp. 50.000,- beserta jam undangan. Para tamu yang hadir, juga disuguhi penampilan 3 tim hadrah dan juga mendengarkan pengajian yang digilir selama 3 sesi.

“Pengajian dilaksanakan dalam 3 sesi, yaitu pagi pada pukul 09.00 - 12.00, siang pada pukul 13.00 - 15.00 dan malam pada pukul 19.30 sd 21.30. Pembicaranya pun ada 3, yakni Kiai Budi Santoso, Kiai Sujarwadi dan Rais Syuriah MWCNU Sawit, KH Joko Parwoto,” papar salah satu panitia yang juga Ketua PAC GP Ansor Sawit, Munshorif.

Haedar Nashir

Di akhir acara, setelah dihitung dana yang masuk ke kotak, terkumpul kurang lebih Rp. 80 juta.

Ketua panitia, Inpurwanta, berharap meski perolehan dana sedekah jariah cukup besar, tapi masih jauh dari kebutuhan untuk pembangunan, yakni Rp. 120 juta.

”Hingga saat ini pembangunannya baru dapat 45% dan masih membutuhkan bantuan dana yang besar,” terang Inpur, yang juga Sekretaris MWCNU Kecamatan Sawit itu. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Amalan, Kajian, Santri Haedar Nashir

Muslimat NU Bogor Santuni 400 Anak Yatim Tiap Bulan

Bogor, Haedar Nashir. Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Bogor mengelar acara santunan kepada anak yatim di Pesantren Sunanul Huda, Kecamatan Lewiliang, Bogor, Jawa Barat, Ahad (5/7). Kegiatan sosial ini merupakan agenda rutin Muslimat NU Bogor.

Muslimat NU Bogor Santuni 400 Anak Yatim Tiap Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Bogor Santuni 400 Anak Yatim Tiap Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Bogor Santuni 400 Anak Yatim Tiap Bulan

“Kegiatan ini kami lakukan rutin hampir setiap bulan di kediaman ayah kami dan kami merasa senang bisa berbagi dengan sesama. Kami mengundang hampir 400 anak yatim di setiap kegiatan,” kata Ketua PC Muslimat NU Bogor Nita Sari.

Nita berharap kegiatan ini bisa juga dilaksanakan oleh setiap Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU yang ada di Kabupaten Bogor. Pihaknya mengajak kepada masyarakat Muslim di bulan yang penuh rahmat ini untuk selalu ingat dengan mereka yang kurang beruntung.

Haedar Nashir

Program yang digagas H Sasmita, ayah kandung Nita Sari, ini dinilai cukup meringankan beban mereka yang kurang mampu secara ekonomi. Kegiatan digelar di kediaman H Sasmita di Pesantren Sunanul Huda.

Haedar Nashir

Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Kabupaten Bogor Lukmanul Hakim yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, selaku pengusaha ia mendorong agar kegiatan mencintai anak yatim ini tidak hanya berlangsung di bulan Ramadhan dan bersifat ceremonial belaka. Tetapi, lebih mengarah kepada jangka panjang misalnya melalui beasiswa atau yang lainya.

Selain ketua HPN Bogor, hadir pula Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nu (IPNU), tokoh masyarakat, dan aparat pemerintah setempat. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya, Makam, Ulama Haedar Nashir

Kamis, 02 November 2017

Innalillahi, Mustasyar PBNU KH Syatibi Syarwani Tutup Usia

Jakarta, Haedar Nashir

Innalillahi wainna ilaihi raji’un. Kabar duka datang dari Banten. Salah seorang Mustasyar PBNU, KH Syatibi Syarwani meninggal dunia, Jumat (15/9), sekitar pukul 12.00 WIB. Rumah duka beralamat di Kampung Langana, Desa Sukaharja, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak.

Innalillahi, Mustasyar PBNU KH Syatibi Syarwani Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillahi, Mustasyar PBNU KH Syatibi Syarwani Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillahi, Mustasyar PBNU KH Syatibi Syarwani Tutup Usia

Informasi tersebut disampaikan staf Syuriyah PBNU Mahbub Ma’afi. Kabar duka yang menyebar ke berbagai media sosial ini pun mengundang ungkapan belasungkawa dan doa warga NU.

Kiai Syatibi termasuk di antara nama-nama yang pernah direkomendasikan masuk dalam daftar anggota Ahlul Halli wal Aqdi pada Muktamar Ke-33 NU di Jombang, 2015 lalu. Ulama kharismatik ini aktif di NU sejak muda.

Haedar Nashir

Atas kiprah dan jasanya, ia disebut-sebut sebagai salah satu “paku bumi” atau penyangga NU Banten. Meski usia melebihi 80 tahun, Kiai syatibi hampir tak pernah absen di acara-acara penting yang diadakan NU.

Kiai Syatibi mengemban amanah sebagai mustasyar PBNU hasil Muktamar Ke-33 NU untuk periode 2015-2020. Namun, perjalanan tugas mesti terhenti di tengah jalan karena pulang ke rahmatullah. Lahul fatihah. (Mahbib)



Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Santri, Fragmen, Khutbah Haedar Nashir

Ansor Pekalongan Terus Kembangkan Usaha Biro Travel Umroh

Pekalongan, Haedar Nashir - Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Pekalongan melakukan soft opening Kantor Cabang PT Sorban Nusantara Tourism. Acara bertempat di Gedung Sentral Bisnis Ansor (SBA) Jalan Raya Karangdowo nomor 10, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan Minggu, kemarin (12/2).

Peresmian kantor cabang perusahaan travel umroh dan haji plus resmi milik GP Ansor tersebut ditandai dengan pemotongan pita dan tumpeng yang dilakukan oleh Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, M. Azmi Fahmi.

Ansor Pekalongan Terus Kembangkan Usaha Biro Travel Umroh (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Pekalongan Terus Kembangkan Usaha Biro Travel Umroh (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Pekalongan Terus Kembangkan Usaha Biro Travel Umroh

Acara peresmian berlangsung cukup meriah dengan dihadiri oleh Manajemen Sorban Nusantara Kabupaten Pekalongan, PCNU Kabupaten Pekalongan, PW GP Ansor Jawa Tengah, PC GP Ansor, Dewan Penasihat PC GP Ansor, pengurus MWCNU, PAC GP Ansor se-Kabupaten Pekalongan, segenap marketing Sorban Nusantara serta sejumlah calon jamaah umroh.

Haedar Nashir

Mewakili Manajemen PT Sorban Nusantara, H.M. Sholahudin Zuhdi menjelaskan bahwa PT Sorban Nusantara Tourism yang secara resmi beroperasi secara nasional sejak Oktober 2016 hingga Februari 2017 ini telah memberangkatkan jamaah umroh sebanyak 11 kloter dengan jumlah lebih dari 1000 jamaah dengan mengutamakan pelayanan prima dan sepenuhnya dikelola oleh kader-kader Ansor baik ketika pengurusan jamaah di tanah air sampai dengan pelaksanaan umroh di Arab Saudi.

Lebih lanjut, Gus Sholah memaparkan bahwa PT Sorban Nusantara Tourims Cabang Kabupaten Pekalongan menawarkan program umroh reguler selama 12 hari dengan biaya Rp25 jutaan. PT Sorban Nusantara juga menawarkan program Haji Plus 1 tahun berangkat.

Haedar Nashir

Selain itu juga menjalin kerja sama dengan KSPPS Ankasa dengan membuka tabungan umroh dengan setoran ringan hanya Rp 550.000,- per bulan selama 36 kali/ 3 tahun dan akan diberangkatkan pada tahun 2019 sekaligus umroh bersama Pengurus PC GP Ansor.

Sementara itu dalam sambutannya, ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, M. Azmi Fahmi menyampaikan bahwa peresmian PT Sorban Nusantara Tourims merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi GP Ansor yakni pemberdayaan potensi kader dan mewujudkan kemandirian ekonomi kader dan organisasi.

"Untuk mewujudkan kemandirian ekonomi, PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan telah membentuk pusat bisnis Ansor yang mewadahi tiga kegiatan sekaligus yakni KSPPS Ankasa, Sentral Bisnis Ansor sebagai media promosi dan transaksi produk-produk kader Ansor serta Sorban Nusantara Tourism yang hari ini secara resmi kita launching," terang Azmi.

Pada kesempatan peresmian tersebut juga dibuka pendaftaran tabungan umroh yang mendapat sambutan antusias dari calon jamaah. Hanya dalam waktu kurang dari 1 jam telah resmi mendaftar 40 orang calon peserta tabungan umroh. Suasana peresmian bertambah semarak dengan adanya pengundian Doorprize berupa berbagai macam hadiah hiburan dan hadiah utama berupa "Umroh Gratis" untuk calon jamaah yang telah mendaftar. (Alim Mustofa/Mahbib]Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan, Daerah Haedar Nashir

Pemerintah Sebaiknya Segera Akui Kemerdekaan Kosovo

Jakarta, Haedar Nashir. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menyatakan sebaiknya pemerintah Indonesia segera mengakui kemerdekaan Kosovo dari Serbia agar masyarakat muslim di sana bisa hidup damai dan dapat membangun negerinya.

Kosovo diperintah oleh misi PBB sejak pertengahan 1999, ketika bom-bom Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menghalau pasukan Serbia yang setia pada almarhum Presiden Slobodan Milosevic yang melakukan penumpasan brutal terhadap etnik Albania yang mayoritas Muslim di Kosovo.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi juga menyatakan simpatinya atas kemerdekaan Kosovo yang dinilainya dapat mengatasi krisis kemanusiaan yang sudah terjadi selama satu dekade. PBNU juga akan mengundang para ulama Kosovo untuk mengikuti forum ICIS III Juli mendatang.

Pemerintah Sebaiknya Segera Akui Kemerdekaan Kosovo (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Sebaiknya Segera Akui Kemerdekaan Kosovo (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Sebaiknya Segera Akui Kemerdekaan Kosovo

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Senin (18/2) menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia masih menunggu pembahasan di Dewan Keamanan (DK) PBB untuk menentukan sikap atas kemerdekaan Kosovo.

"Kami masih terus memantau situasi yang berkembang, tidak hanya pemerintah pusat di Eropa namun juga sebagai anggota tidak tetap DK PBB," kata Presiden, merujuk pada deklarasi kemerdekaan Kosovo, yang ditanggapi dengan sikap pro dan kontra oleh dunia internasional.

Haedar Nashir

Sementara itu Menlu Hassan Wirajuda pernyataan tidak perlu tergesa-gesa ini jangan diartikan bahwa Pemerintah Indonesia menutup peluang untuk mengakui kemerdekaan Kosovo, karena pemerintah akan melihat Kosovo berdasarkan pengalaman dari lepasnya negara-negara bagian Yugoslavia lain seperti Slovenia, Bosnia, Kroasia, dan Montenegro.

"Kita melihat apakah pernyataan kemerdekaan itu akan menyelesaikan masalah, khususnya mengenai ketegangan atau konflik yang diharapkan tidak terjadi. Sejak awal kita mendorong penyelesaian kasus Kosovo dilakukan secara dialog dan negosiasi. Kita tidak inginkan ada konflik lain," katanya.

Haedar Nashir

Pakar politik dan peneliti dari LIPI, Dr Hermawan Sulistio, di Jakarta, Rabu, menyatakanbahwa Kosovo adalah isu ’ethno nationalism’, bukan agama. Agama dipakai hanya sebagai instrumen perjuangan, bukan tujuan.

Bagi Hermawasan Sulistio, Kosovo sudah ’de facto’. "Cepat atau lambat, kita harus akui," tambahnya. Karena itu, lanjutnya, Indonesia sebaiknya ambil momentum sebelum ’telat’.

"Percayalah, (sikap kita) tidak akan berpengaruh terhadap (keutuhan) NKRI, sejauh kita bisa adil untuk Papua dan provinsi lainnya di Nusantara," kata Hermawan Sulistio meyakinkan. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, Berita Haedar Nashir

Ulama Thailand Ungkap Hubungan Erat Islam di Indonesia dan Thailand

Jakarta, Haedar Nashir. Ulama Thailand Ali Matih menjelaskan bahwa Indonesia memiliki hubungan panjang dengan Thailand terkait dengan sejarah Islam di Nusantara. Bahkan, ia mengatakan bahwa salah satu guru Wali Songo Sunan Gresik adalah orang Campa Thailand.

“Sunan Gresik dari Surabaya gurunya di Gresik Pattani (Thailand), namanya Syekh Said Al Basisa. Makamnya masih di sana,” kata Ustadz Ali.

Ulama Thailand Ungkap Hubungan Erat Islam di Indonesia dan Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Thailand Ungkap Hubungan Erat Islam di Indonesia dan Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Thailand Ungkap Hubungan Erat Islam di Indonesia dan Thailand

Hal tersebut disampaikan Ali Matih saat ikut menghadiri International Summit of the Moderate Islamic Leaders (Isomil) kepada Haedar Nashir di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (10/5).

Ia menduga bahwa nama Gresik yang ada di Indonesia dan yang ada di Thailand merupakan yang dicetuskan oleh Sunan Gresik dan Gurunya tersebut. Saat terjadi peperangan, ia mengatakan bahwa ada orang Indonesia yang juga ikut berjuang bersama kaum muslim di sana.?

“Yaitu Syaikh Abdussomad Al Falimbani. Syahidnya di Pattani. Dia adalah seorang ulama yang mengarang kitab Hidayatus Solihin,” jelas laki-laki yang mahir berbahasa Thailand, Arab, dan Melayu tersebut.

Haedar Nashir

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa banyak orang Thailand yang pindah ke Indonesia setelah kaum muslim sana dikalahkan oleh Kerajaan Siam. “Ke Demak, ke Kudus, ke Aceh, dan wilayah-wilayah lainnya,” terangnya

“Ada juga pahlawan yang hebat Cut Nyak Dien, dia itu ayahnya dari Gresik Pattani,” lanjutnya.

Haedar Nashir

Laki-laki yang juga aktif menjadi Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Thailand ini berharap hubungan yang sudah lama terjalin antara Indonesia dan Thailand tersebut bisa terus dijaga dan diperkuat ke depannya dengan melakukan beberapa kerja sama.

“Diantaranya satu memberikan beasiswa kepada pelajar-pelajar Pattani atau Thailand Selatan untuk belajar di Indonesia,” katanya.

Karena dengan semakin banyaknya pelajar Islam Thailand yang belajar ke Indonesia, ia yakin bahwa Islam moderat Ahlussunnah wal Jamaah sebagaimana yang Nahdlatul Ulama praktikkan bisa menyebar di Thailand. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian, Santri Haedar Nashir