Jumat, 01 Desember 2017

Kiai Ma’ruf Amin: Kelompok Ekstrem Banyak Tak Paham Soal Sumber Syariah

Jombang, Haedar Nashir - Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menyebut gerakan kelompok ekstrem baik ekstrem kanan atau kiri penting untuk diperhatikan. Kelompok ini berpotensi memicu perpecahan antarsesama, sebab secara umum kelompok ini tak bisa menerima terhadap perbedaan khususnya di tanah air, terutama soal syariah.

Kiai Maruf Amin mengimbau agar para ulama dan kiai hendaknya bisa menjaga generasi bangsa dari kelompok-kelompok tersebut. "Para kiai dan ulama harus menjaga dari pikiran-pikiran yang menyimpang," kata Kiai Ma’ruf saat menghadiri haul ke-38 almaghfurlah KH Bisri Syansuri di halaman Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang, Selasa (28/3) malam.

Kiai Ma’ruf Amin: Kelompok Ekstrem Banyak Tak Paham Soal Sumber Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ma’ruf Amin: Kelompok Ekstrem Banyak Tak Paham Soal Sumber Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ma’ruf Amin: Kelompok Ekstrem Banyak Tak Paham Soal Sumber Syariah

Ia menjelaskan, sikap kelompok ekstrem yang cenderung keras terhadap kelompok yang tidak sepaham ini diakibatkan oleh minimnya pemahaman terhadap syariah. Mereka hanya berpegang teguh pada teks sebagai sumber syariah, dan menyampingkan upaya ijtihad para ulama dalam merespon setiap persoalan aktual.

"Kelompok-kelompok itu hanya kedepankan teks-teks saja, jika persoalan tidak ada nashnya maka dianggap bidah. Jika sudah bidah maka mereka menganggap tempatnya di neraka dan dimusuhi," jelasnya.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

Dengan mengutip pendapat Imam Haramain, Kiai Ma’ruf menegaskan bahwa syariah kebanyakan diperoleh dari proses ijtihad para ulama atas setiap masalah yang terjadi, dan nash tidak dijelaskan secara detail.

"Imamul Haramain dalam salah satu kitabnya menjelaskan, sebagian besar syariah itu lahir dari ijtihad bukan dari nash yang langsung ditafsirkan secara tekstual," kata Kiai Ma’ruf.

Hal itu menunjukkan bahwa masalah-masalah keumatan terus berkembang hingga saat ini. "Al-Quran hanya 30 juz, sementara kejadian-kejadian itu terus berkembang. Makanya itu semua harus disikapi dengan ijtihad-ijtihad," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam, AlaSantri, Nahdlatul Ulama Haedar Nashir

Merasa Dizalimi, Aktivis PMII Jember Laporkan Satpol PP

Jember, Haedar Nashir. Pembongkaran  tenda kemah aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan kantor Pemkab Jember, Jawa Timur, yang disertai kekerasan oleh aparat Satpol PP, Rabu lalu berbuntut panjang.

Jumat (15/8), sejumlah aktivis Pengurus Cabang PMII Jember melaporkan Satpol PP ke Mapolres Jember. Menurut salah seorang pengurus PMII, Adil Satria Putra, pihaknya melaporkan Satpol PP karena telah memukuli sejumlah aktivis PMII  yang menolak pembongakran tenda itu.

Merasa Dizalimi, Aktivis PMII Jember Laporkan Satpol PP (Sumber Gambar : Nu Online)
Merasa Dizalimi, Aktivis PMII Jember Laporkan Satpol PP (Sumber Gambar : Nu Online)

Merasa Dizalimi, Aktivis PMII Jember Laporkan Satpol PP

“Kami harus melaporkan ini agar tidak tidak terjadi lagi kekerasan lagi kepada siapapun ingin menyampaikan aspirasi. Apalagi yang kami lakukan adalah aksi damai. Hanya menggelar tenda,” ujarnaya.

Haedar Nashir

Seperti diketahui, Rabu lalu sejumlah PMII menggelar tenda kemah di depan kantor Pemkab Jember. Mereka mendesak Bupati Djalal segera mengesahkan rancangan peraturan daerah mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Mereka bertekad akan berkemah di situ sampai Djalal menemui mereka dan menyetujui pengesahan RTRW dimaksud. Tapi menjelang sore sebanyak 30 Satpol PP dibantu 50 aparat polisi membongkar paksa tenda tersebut, sehingga terjadi bentrokan.

Haedar Nashir

Sejumlah aktivis mengalami luka, di antaranya adalah Malikul Lubby, Tri Handoko, dan Verio Prestiawan. Mereka mengalami luka lebam di wajah, leher, dan kaki, dan sudah menjalani visum untuk kelengkapan laporan.

Adil menambahkan, sikap Buapti Djalal yang tidak mau mengesahkan RTRW adalah cermin pejabat yang tidak berpihak kepada rakyat. “Coba bayangkan draf RTRW itu diajukan oleh eksekutif, namun setelah dibahas di DPRD, malah ditolak,  karena di draf itu opsi penambangan dihapus oleh DPRD,” ucapnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Meme Islam, AlaNu, Ulama Haedar Nashir

Anggota Banser Harus Miliki Jiwa Korsa

Probolinggo, Haedar Nashir. Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Kraksaan Taufiq menyampaikan bahwa menjadi anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) harus memiliki jiwa korsa. Yakni, semangat kebersamaan, persatuan dan kesatuan terhadap suatu korps senasib dan sepenanggungan.

Hal tersebut disampaikan Taufiq dalam Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser yang digelar PC GP Ansor Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo di lereng Gunung Argopuro Desa Segaran Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo, Sabtu dan Ahad (25-26/2) sore.

Anggota Banser Harus Miliki Jiwa Korsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota Banser Harus Miliki Jiwa Korsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota Banser Harus Miliki Jiwa Korsa

“Saya meminta agar dalam setiap anggota Banser tertanam jiwa korsa dengan penuh tanggung jawab disertai dengan dedikasi untuk sesuatu hal yang mulia. Tentunya juga demi kegiatan yang bersifat kebajikan dan kebaikan serta tolong menolong dengan mengedepankan rasa kebersamaan,” katanya.

Diklatsar Banser sendiri diikuti oleh 340 orang peserta. Selama kegiatan mereka mendapatkan beragam materi dari beberapa narasumber yang dihadirkan oleh PC GP Ansor Kota Kraksaan. “Dengan kegiatan ini, tentunya Banser akan mendapatkan amunisi baru yang siap membesarkan NU dan menjadi benteng ulama NU,” jelasnya.

Haedar Nashir

Ratusan anggota Banser ini terlihat semangat mengikuti rangkaian Diklatsar Banser. Meskipun hujan disertai dengan angin kencang, tetapi mereka tetap antusias mengikuti tahapan demi tahapan. “Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini mendapatkan rido Allah dan barokahnya para ulama NU,” kata salah satu peserta. (Syamsul Akbar/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pendidikan, News, Fragmen Haedar Nashir

Haedar Nashir

Awal September, PBNU Gelar Rapat Pleno di Wonosobo

Jakarta, Haedar Nashir. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan mengadakan Rapat Pleno di Pondok Pesantren Mahasiswa Universitas Sains Al-Quran (UNSIQ) Wonosobo, Jawa Tengah, 6-8 September 2013. Rapat Pleno dihadiri pengurus PBNU lengkap dari jajaran Syuriyah, A’wan dan Tanfidziyah, serta para ketua lembaga, lajnah dan badan otonom.

Dalam AD/ART NU disebutkan, Rapat Pleno diadakan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali. Rapat Pleno membicarakan pelaksanaan program kerja.

Awal September, PBNU Gelar Rapat Pleno di Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal September, PBNU Gelar Rapat Pleno di Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal September, PBNU Gelar Rapat Pleno di Wonosobo

Sekretaris Panitia Rapat Pleno PBNU, H Sulthon Fathoni kepada Haedar Nashir Rabu (14/8) mengatakan, Rapat Pleno kali ini akan membahas beberapa hal penting, antara lain penataan organisasi, inventarisasi dan pengembangan aset NU, tata laksana kelembagaan, kaderisasi, dan evaluasi program sebagaimana amanat Muktamar NU di Makassar 2010.

Haedar Nashir

Rapat juga rencananya akan mematangkan konsep Ahlul Halli wal Aqdi, atau model pemilihan baru Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk disahkan dalam Muktamar mendatang. Atas berbagai pertimbangan, pada Muktamar 2015 nanti direncanakan pemilihan pucuk pimpinan NU tidak akan dilakukan dengan model pemilihan langsung.

Haedar Nashir

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sejarah, Daerah, AlaNu Haedar Nashir

LAZISNU Dirikan Posko Banjir

Jakarta, Haedar Nashir. Banjir besar yang melanda Jakarta telah menimbulkan penderitaan bagi banyak orang. Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU)  telah mendirikan posko banjir di gedung PBNU jl Kramat Raya 164 Jakarta Pusat. Posko buka selama 24 jam.

“Kami menerima bantuan apa saja yang bisa dibutuhkan oleh masyarakat yang menjadi korban banjir. Bantuan bisa berupa barang atau uang dan bisa ditransfer ke sejumlah rekening Lazis NU,” kata Direktur Lazis NU Amir Makruf.

LAZISNU Dirikan Posko Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Dirikan Posko Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Dirikan Posko Banjir

Informasi lebih lanjut dalam langsung menghubungi call center Lazis NU di 0813 9800 9800.

Haedar Nashir

Hari ini Lazis NU telah memberikan bantuan dan pengobatan massal kepada korban banjir di Pandeglang Banten.

Haedar Nashir

“Bantuan yang diberikan akan kami distribusikan secepatnya kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Amir.

Ia menjelaskan, untuk proses evakuasi, Lazis NU percaya pemerintah bersama aparat TNI dan Polri akan mampu mengatasi. Lazis NU akan konsentrasi pada proses recovery baik di pengungsian atau pemberian bantuan pasca banjir.

 

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Doa, Tegal Haedar Nashir

IPPNU Raudlatul Malikiyah Gelar Lomba Paduan Suara dan Puisi

Probolinggo, Haedar Nashir. Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) SMK Raudlatul Malikiyah Kelurahan Ketapang Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo menggelar lomba paduan suara dan lomba puisi, Rabu (11/11).

IPPNU Raudlatul Malikiyah Gelar Lomba Paduan Suara dan Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Raudlatul Malikiyah Gelar Lomba Paduan Suara dan Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Raudlatul Malikiyah Gelar Lomba Paduan Suara dan Puisi

Lomba yang digelar sejak pagi hari ini diikuti oleh seluruh siswa SMK Raudlatul Malikiyah. Satu persatu perwakilan setiap kelas menampilkan kelompok paduan suaranya dan membawakan puisi hasil karyanya.

“Lomba ini bertujuan untuk menghormati jasa-jasa para pahlawan bangsa yang telah gugur berjuang melawan penjajah sekaligus meneladani perjuangannya yang tidak pantang menyerah supaya bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Ketua PK IPPNU SMK Raudlatul Malikiyah Sri Wahyuni.

Haedar Nashir

Menurut Sri Wahyuni, lomba paduan suara dan lomba puisi ini merupakan salah satu bentuk penghargaan yang diberikan oleh generasi muda akan perjuangan yang dilakukan para pahlawannya.

“Sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya. Ini merupakan salah satu bentuk penghargaan yang kami berikan atas pengorbanan para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk meraih kemerdekaan dari tangan penjajah,” jelasnya.

Haedar Nashir

Melalui lomba ini Sri Wahyudi mengharapkan agar dari diri para pelajar ini nantinya tumbuh semangat patriotisme dan nasionalisme untuk bersama-sama mengisi pembangunan.

“Salah satu bentuk nyata dari pelajar dalam mengisi pembangunan adalah belajar demi menggapai cita-cita. Semoga nilai-nilai kepahlawanan ini bisa terus terpatri agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News, AlaNu, Olahraga Haedar Nashir

Dipimpin Kasatkornas, Banser Ziarah ke Makam Syekh Yusuf Al-Makassari

Makassar, Haedar Nashir. Puluhan Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dipimpin Kasatkornas H Alfa Isnaeni ziarah ke makam pahlawan Indonesia sekaligus Afrika Selatan (Afsel), Syekh Yusuf Tuanta Salamaka atau yang dikenal dengan Syekh Yusuf Al-Makassari, ulama sufi asal Sulawesi Selatan yang menyebarkan agama Islam di Afrika, Rabu (29/3).

Dipimpin Kasatkornas, Banser Ziarah ke Makam Syekh Yusuf Al-Makassari (Sumber Gambar : Nu Online)
Dipimpin Kasatkornas, Banser Ziarah ke Makam Syekh Yusuf Al-Makassari (Sumber Gambar : Nu Online)

Dipimpin Kasatkornas, Banser Ziarah ke Makam Syekh Yusuf Al-Makassari

"Menjadi keharusan bagi kami untuk mendoakan dan meneladani sosok pahlawan dan ulama Nusantara yang menyebarkan Islam dengan pendekatan kultural, bukan gaya sok dan paling benar," ujar Alfa Isnaeni.

Setelah diasingkan pemerintah kompeni, Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al-Makassari Al-Bantani yang lahir di Gowa, Sulawesi Selatan, 3 Juli 1626 berupaya membawa misi Islam di Afrika Selatan. Pengajar Tarekat Khalwatiyah itu wafat di Cape Town, Afrika Selatan, 23 Mei 1699.

Atas jasanya menyebarkan Islam tanpa membedakan warna kulit, Syekh Yusuf tidak saja dikenang masyarakat Afsel dengan pemberian gelar As-salam. Pemerintah Afsel secara resmi juga menetapkan Syekh Yusuf sebagai pahlawan nasional pada 23 September 2005. Adapun di Indonesia, keputusan penetapan Pahlawan Nasional bagi Syekh Yusuf pada 9 November 1996.

Haedar Nashir

Makam terakhir Syekh Yusuf yang diberi gelar masyarakat seempay Tuanta Salamaka ri Gowa (Tuan guru penyelamat kita dari Gowa) itu berada di perbatasan Kabupaten Gowa dan Kota Makassar, terletak di kompleks berada di tepi jalan raya.

Sekitar 15 menit, puluhan anggota Banser yang berasal dari 19 provinsi di Indonesia, berhimpun di areal makam dengan bagian atap berbentuk kubah untuk mendoakan Syekh Yusuf. (Gatot Arifanto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional, Nahdlatul Ulama Haedar Nashir

Haedar Nashir