Sabtu, 05 September 2015

NU Ciamis Bikin Posko Mudik NU-NKRI

Ciamis, Haedar Nashir. Jalan Raya Ciamis - Banjar yang menghubungkan Jawa Barat dan Jawa Tengah menjadi pilihan strategis bagi para pemudik yang akan pulang ke kampung halaman. Sebagai bentuk pelayanan kepada umat, PCNU Kabupaten Ciamis yang membentuk Posko Mudik.

Posko Mudik bernama NU-NKRI tersebut digagas Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama Kabupaten Ciamis serta Banom-banom NU lain. Di posko tersebut panitia menyediakan rest area dan takjil gratis. Selain itu, disediakan tim medis yang melakukan pemeriksaan ringan terhadap kondisi kesehatan para pemudik yang hendak melanjutkan perjalanan.

NU Ciamis Bikin Posko Mudik NU-NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Ciamis Bikin Posko Mudik NU-NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Ciamis Bikin Posko Mudik NU-NKRI

Koordinator Tim Operasional Posko Mudik Asep Irfan Mujahid mengatakan, pendirian posko tersebut sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat bahwa NU tetap konsisten mempertahankan NKRI.

Haedar Nashir

“Melalui posko mudik NU - NKRI ÏŠ?ÏŠ PCNU Ciamis secara tidak langsung ingin menyampaikan pesan pendidikan politik kebangsaan kepada para pemudik tentang komitmen kebangsaan dalam mempertahankan NKRI,” katanya kepada Haedar Nashir, melalui pers rilis yang dikirim Ahad (5/8).

Haedar Nashir

Apabila terus menerus disosialisasikan dalam berbagai bentuk, tambah dia, kami yakin ÏŠ?ÏŠ akan semakin tertanam dalam memori masyarakat sekaligus menggugah kesadaran pentingnya mempertahankan NKRI.

Aktivis IPNU ini juga mengatakan, Posko yang dibuka sejak Kamis (1/8) lalu tersebut sudah banyak dikunjungi para pemudik.

“Pemudik sangat apresiasi dengan Posko tersebut. Alhamdulillah Posko NU-NKRI Ciamis juga mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Mereka menyambut baik kehadiran Posko, terbukti dengan bantuan tenaga dalam pendirian Posko oleh warga setempat dan partisipasi nyata lainnya,” pungkasnya.

Redaktur: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian, Nusantara Haedar Nashir

Jumat, 04 September 2015

Gubernur Lampung Terima Kartanu dari Ketua Umum PBNU

Lampung Tengah, Haedar Nashir



Gubernur Provinsi Lampung M. Ridho Ficardo menerima Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj di kompleks Pesantren Darussalamah Kampung Bandar Agung, Kecamatan Terusan Unyai, Kabupaten Lampung Tengah, Senin, (1/5).

Gubernur Lampung Terima Kartanu dari Ketua Umum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Lampung Terima Kartanu dari Ketua Umum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Lampung Terima Kartanu dari Ketua Umum PBNU

?

Kartanu tersebut diserahkan di sela-sela pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Lampung Tengah masa khidmah 2017-2022.

?

Haedar Nashir

"Mudah-mudahan Pak Ridho lebih memperhatikan kebutuhan warga Nahdliyyin yang ada di Provinsi Lampung wa bil-khusus di Kabupaten Lampung Tengah," harap Kiai Said selepas memberikan kartu itu.

?

Warga NU yang ada kabupaten Lampung Tengah, kata pengasuh Pesantren Al-Tsaqofah Ciganjur, Jakarta Selatanitu, seyogyanya lebih mengedepankan harmoni, jangan saling menjelek-jelekkan antarsuku, agama atau ras.?

Haedar Nashir

“Umat Islam, lebih-lebih warga NU mengutamakan sikap tasamuh, tepo seliro, toleran, tawassuth (moderat) dalam kehidupan bermasyarakat," katanya.

?

Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Lampung Tengah dihadiri tokoh-tokoh NU mulai dari pusat dan wilayah antara lain; Dr. H. A. Helmi Faisal Zaini (Sekretaris Jenderal PBNU), H. A. Muhaimin Iskandar (cucu KH Bisri Syansorri sekaligus Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa), H. M. Aqil Irham (Wasekjend PBNU), H. Umarsyah HS (Wakil Bendahara PBNU), Dr. H. Mustafa (Bupati Lampung Tengah/Ketua Syeikher Mania Propinsi Lampung),?

Juga Hj. Chusunia Chalim (Bupati Lampung Timur), Erlina, M.H (Wakil Bupati Pesisir Barat), jajaran pengurus PWNU Lampung, jajaran pengurus PCNU sebagian di propinsi Lampung, Badan Otonom dan Lembaga yang ada dilingkungan NU baik tingkat Wilayah maupun Cabang, dan 28 MWC NU se Kabupaten Lampung Tengah. (Akhmad Syarief Kurniawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian Islam, Pemurnian Aqidah, Pertandingan Haedar Nashir

Selasa, 01 September 2015

PMII Solo Kritik Realisasi Program Nawacita Jokowi-JK

Solo, Haedar Nashir. Spanduk dan poster menjadi media untuk menyampaikan pesan, dalam aksi yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Solo, Jawa Tengah, di depan pintu masuk utama Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rabu (28/10).

PMII Solo Kritik Realisasi Program Nawacita Jokowi-JK (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Solo Kritik Realisasi Program Nawacita Jokowi-JK (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Solo Kritik Realisasi Program Nawacita Jokowi-JK

Tulisan pada spanduk dan poster tersebut, kebanyakan berisi tentang kritikan untuk pemerintahan Jokowi-JK dan berbagai fenomena sosial-politik yang terjadi belakangan ini, seperti Politik untuk kepentingan rakyat, aparat jangan bertindak keparat, apa kabar toleransi dan #kabut asap quota vadis Mr. President.

Dalam orasinya, Ketua PC PMII Solo, Ahmad Rodif Hafidz mengatakan pemerintah layak mendapat rapor merah. Ini berdasar karena selama satu tahun pemerintahannya, Jokowi-JK belum mampu merealisasikan program Nawacitanya.

Haedar Nashir

“Sungguh proyek Nawacita hanya isapan jempol belaka. Terbukti dengan korupsi yang kian merajalela, ekonomi yang tidak stabil, kesejahteraan hidup kecil yang masih jauh dari harapan, kegaduhan politik, kedaulatan pangan hanya dijadikan jargon, dan supremasi hukum yang masih disimpan di balik ketiak para penguasa dan mafia,” tegasnya.

Dalam aksi memperingati Sumpah Pemuda tersebut, para kader PMII juga melakukan teatrikal tarik menarik yang diperagakan oleh lima orang mahasiswa. Dua orang mahasiswa berperan sebagai Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sementara tiga orang mahasiswa lainnya berperan sebagai rakyat, Tiongkok dan Amerika Serikat. Mereka saling menginginkan kedua pemimpin negara itu.

Haedar Nashir

“Ini menggambarkan bahwa Jokowi-JK berada di genggaman asing. Bukannya peduli sama rakyatnya, justru mementingkan kepentingan asing seperti pergi ke Amerika,” kata Rodif. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News, Lomba, Amalan Haedar Nashir

Kamis, 27 Agustus 2015

15 Tokoh Terima Penghargaan Pergunu 2016

Mojokerto, Haedar Nashir. Sebanyak 15 orang tokoh dianugerahi Penghargaan Pergunu 2016. Penyerahan penghargaan dilakukan pada pembukaan Kongres Ke-2 Pergunu yang berlangsung Kamis (27/10) di Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.

Ke-15 tokoh itu adalah Ahmad Wibisono, Dr. Hariyadi (alm), KH Jamaludin Abdullah, KH Latif Mansyur (alm), Muhammad Said, Drs. Kusnan A, Drs. Budi Sulistiono (alm), dr Hilalludin, KH Bashori Alwi. Kesembilan tokoh itu merupakan Tokoh Pendiri NU.

15 Tokoh Terima Penghargaan Pergunu 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
15 Tokoh Terima Penghargaan Pergunu 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

15 Tokoh Terima Penghargaan Pergunu 2016

Selain itu terdapat enam tokoh lain yaitu Sulaiman atas kontrobusi partisipasi dan konsolidasi Pergunu di Sulawesi Tengah, Drs. Ruswan atas kontribusi partisipasi dan konsolidasi Pergunu di Jawa Tengah, Lewa Karma atas kontrobusi partisipasi dan konsolidasi Pergunu di Bali, Retno Herawati atas partisipasi dan pengabdian masyarakat dengan mengembangkan wakaf tunai untuk beasiswa di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Berikutnya Fath Chillah sebagai pencipta Mars Pergunu, dan Drs. Zainal Abidin yang mengaransemen Mars Pergunu.

Haedar Nashir

Kepada kelimabelas tokoh penerima Penghargaan diberikan uang tunai senilai masing-masing lima juta rupiah, dan satu paket bingkisan lainnya.

Ahmad Wibisono (82) salah seorang penerima penghargaan, menuturkan kepada Haedar Nashir, awal keterlibatannya dalam pendirian Pergunu adalah rasa antusias menunjukkan keterlibatan NU untuk berada di garis depan, yakni bidang pendidikan, yang di dalamnya menyangkut guru sebagai komponen pendidik.?

“Guru berperan penting dalam mendidik anak-anak menjadi saleh dan solehah,” kata pria kelahiran Magetan, 27 Mei 1934, ayah dari sepuluh anak ? yang kebanyakan juga aktif di NU, salah satunya Agus Huda putra pertama Ahmad yang merupakan Ketua Maarif Bojonegoro.?

Ahmad Wibisono berharap Pergunu akan lebih bermanfaat untuk seluruh masyarakat, bangsa, negara, dan agama. Ia juga menyarankan agar anggota Pergunu meningkatkan kerja sama dan silaturahim dengan seluruh komponen bangsa dan NU. Selain itu peningkatan profesionalisme juga harus dikedepankan.

“Peningkatan profesi sesuai dengan aturan negara, misalnya lulusan tertentu harus mengajar bidang studi yang sesuai,” tambah kakek 27 cucu yang kini aktif mengelola Panti Asuhan Arrohmah, di Jalan Arif Rahman Hakim, Sukorejo, Bojonegoro, Jawa Timur. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax, Internasional, Fragmen Haedar Nashir

Rabu, 26 Agustus 2015

Hubungan NU Indonesia dan Afganistan Bersifat Teologis

Jakarta, Haedar Nashir. Hubungan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) yang baru saja didirikan di Afganistan dengan NU yang ada di Indonesia tidak bersifat struktural dan organisatoris. NU Afganistan bukan cabang istimewa NU (PCINU), namun organisasi baru yang didirikan oleh ulama setempat dan terinspirasi dari NU yang ada di Indonesia.

Hubungan NU Indonesia dan Afganistan Bersifat Teologis (Sumber Gambar : Nu Online)
Hubungan NU Indonesia dan Afganistan Bersifat Teologis (Sumber Gambar : Nu Online)

Hubungan NU Indonesia dan Afganistan Bersifat Teologis

“Hubungan NU Indonesia dan Afganistan lebih bersifat teologis karena kita sama-sama menganut ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). Dalam hal aqidah mereka juga menganut Al-Asy’ari dan Maturidi. Dalam hal fiqih mereka lebih condong ke Imam Hanafi sementara kita mayoritas Syafi’iyah,” kata Wakil Sekjen PBNU H Abdul Munim DZ kepada Haedar Nashir di Jakarta, Kamis (22/5).

Dijelaskan, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama atau PCINU didirikan dan beranggotakan warga Indonesia yang ada di luar negeri. Sementara NU Afganistan didirikan oleh ulama Afganistan sendiri dan akan disahkan oleh pemerintah setempat.

Haedar Nashir

Seperti diwartakan, sejumlah ulama yang berafiliasi dengan Taliban pada 5 Mei 2014 lalu di kota Kabul membentuk organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di sana.? Sama seperti NU di Indonesia, organisasi yang baru dibentuk ini akan mengembangkan ajaran Islam yang toleran dan moderat, serta menyadarkan ulama dan masyarakat setempat tentang pentingnya persatuan serta saling menghargai antara satu dengan lainya.

Haedar Nashir

Pembentukan NU di Afganistan merrupakan hasil pertemuan 20 ulama yang berasal dari propinsi Maidan Wardak, Propinsi Pansjir, Kota Kabul, Propinsi Parwan dan Propinsi Jalalabad. Diharapkan organisasi baru ini akan menjadi forum komunikasi antar ulama yang diterima oleh berbagai pihak yang tengah bertikai di Afghanistan.

Mun’im DZ membenarkan, pembentukan NU di Afganistan itu merupakan tindak lanjut dari beberapa kali kunjungan delegasi NU ke Afganistan dan dibalas kunjungan ulama Afganistan ke Indonesia. Di Indonesia bahkan para ulama Afganistan diajak berkeliling ke beberapa pesantren.

“Di pesantren itu mereka merasa terharu menyaksikan anak-anak santri menjalankan amaliyah Aswaja. Mereka ingin mengembalikan suasana seperti itu karena di sana sudah hampir hilang akibat perang selama 32 tahun,” kata Mun’im yang menjadi bagian dari “misi perdamaian” ke Afganistan itu bersama KH As’ad Said Ali, KH Saifuddin Amsir dan delegasi PBNU lainnya.

Beberapa tahun terakhir, dalam suasana perang, Afganistan diberondong paham-paham keislaman yang keras seperti Wahabi dan Ihwanul Muslimin. Pembentukan organisasi NU yang mengajarkan sikap keberagamaan yang tawassut (moderat), tawazun (seimbang), dan tasamuh (toleran) diharapkan dapat menurunkan tensi konflik antar kelompok yang bertikai di Afganistan. PBNU juga telah memberikan beasiswa kepada 20 mahasiswa dari Afganistan yang mewakili beberapa provinsi di sana untuk kuliah di perguruan tinggi NU dan belajar banyak tentang Islam Indonesia.

Ditambahkan Mun’im, dalam waktu dekat organisasi NU Afganistan akan diresmikan. PBNU juga sudah menerima undangan dan akan hadir dalam peresmian itu.? (A. Khoirul Anam)

Gambar: Dua ulama Afganistan saat berada di kantor PBNU, September 2013 lalu

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul, AlaSantri Haedar Nashir

Rabu, 19 Agustus 2015

Kejurnas Pencak Silat sebagai Khidmah kepada Bangsa dan NU

Jakarta, Haedar Nashir. Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Pencak Silat Pagar Nusa NU Muhammad Nabil Harun mmengatakan Kejuaraan nasional (Kejurnas) II Pencak Silat dan Festival diselenggarakan Pagar Nusa sebagai pergerakan untuk berkhidmah (pengabdian) kepada bangsa dan Nahdlatul Ulama.

Kejurnas Pencak Silat sebagai Khidmah kepada Bangsa dan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kejurnas Pencak Silat sebagai Khidmah kepada Bangsa dan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kejurnas Pencak Silat sebagai Khidmah kepada Bangsa dan NU

Menurut dia, hal ini penting dilakukan karena saat ini kecintaan terhadap tanah air mengalami kelunturan. Sementara Pagar Nusa tidak seperti itu. Banom beladiri ala NU tersebut meiliki watak, pikiran, ucapan, dan tindakan yang mencintai tanah air.

“Pagar Nusa bukan perkumpulan ugal-ugalan, tapi organisasi yang memperbaiki kualitas anggotanya menuju insan kamil. Pencak silat sarana hamba yang menjadi insan paripurna,” tegasnya pada pembukaan kegiatan tersebut yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat Indonesia Taman Mini Indonesia Indah, Jakart, Ahad seore (21/8). ?

Haedar Nashir

Ia menambhakn, Pagar Nusa berjanji akan terus berkiprah dan mengembangkan pencak silat di tanah air serta mendorong para atletnya berprestasi di tak hanya di tingkat nasional, tapi internasional.

Nabil juga menginformasikan, Pagar Nusa sejak berstatus banom pada 2004 pada muktamar NUdi asrama Haji Donohudan, terus berbenah dan mengonsolidasi diri sehingga banyak yang berminat untuk bergabung.

Haedar Nashir

“Banyak orang tua yang menitipkan anak-anaknya untuk berlatih silat ke Pagar Nusa,” katanya.

Kemudian, lanjutnya, di lingkungan NU sendiri, terutama di lembaga pendidikan Maarif NU telah memulai mengadopsi pencak silat NU. Misalnya di Jawa Tengah kedua lembaga telah melakukan kerja sama untuk melatih guru dan murid di madrasah-madrasah NU.

Kejurnas II dan Festival Pencak Silat yang dibuka Menpora Imam Nahrowi tersebut berlangsung dari Ahad (21/8) dan akan berakhir Kamis (25/8). Kejuaraan tersebut diikuti 17 kontingen dari Pimpinan Wilayah Pagar Nusa. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian, Halaqoh, Ubudiyah Haedar Nashir

Sabtu, 15 Agustus 2015

Santri Kempek Bangga Jadi Relawan PBNU

Cirebon, Haedar Nashir

Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdllatul Ulama (PBNU) yang berlangsung 23-25 Juli 2016, selain melibatkan panitia dari PBNU, juga menyertakan panitia lokal yang berasal dari tempat digelarnya kegiatan, yakni Pondok Pesantren KHAS Kempek, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat.

Dari panitia lokal terjun sebagai relawan di antaranya adalah para santri dan siswa Madrasah Aliyah KHAS Kempek. Para siswa yang terpilih terbagi dalam beberapa kelompok tugas, yakni penerima tamu, bagian registrasi, kebersihan ruangan dan lingkungan acara, serta pengantar makanan bagi para tamu.

Santri Kempek Bangga Jadi Relawan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Kempek Bangga Jadi Relawan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Kempek Bangga Jadi Relawan PBNU

Ahmad Ali, siswa kelas X yang bertugas sebagai pengantar makanan, mengungkapkan kepada Haedar Nashir rasa senangnya terlibat sebagai relawan kegiatan ini.

Haedar Nashir

“Saya senang dengan menjadi relawan karena dapat berkhidmah kepada para kiai dari seluruh Indonesia termasuk dari Jakarta,” tutur Ali, Sabtu (23/7) malam.

Ali menambahkan rasa bangganya karena di antara para kiai yang datang pada? kegiatan ini adalah Kiai Said Aqil Siroj, yang juga Ketua Umum PBNU.

Haedar Nashir

“Kiai Said adalah adik kandung dari (almarhum) Abuya Jakfar Aqil Siroj, salah satu pendiri dan pemimpin Pondok Pesantren Kempek periode sebelumnya,” kata Ali.

Santri lainnya, Ahmad Ridwan yang duduk di kelas XI mengungkapkan hal senada. Ridwan menyampaikan bawah kesibukan santri relawan dimulai sejak Jumat, sehari sebelum penyelenggaraan acara. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Meme Islam, Hadits Haedar Nashir