Kamis, 21 Juli 2016

Wahabi Menyusup di Kurikulum Madrasah Kemenag

Jakarta, Haedar Nashir. Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Demak, Jawa Tengah, menyampaikan keberatan atas penyusupan materi wahabi dalam Kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Salah satu keberatan disampaikan terkait adanya kalimat yang menyebutkan makam wali yang diziarahi umat Islam sebagai berhala.

Wahabi Menyusup di Kurikulum Madrasah Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)
Wahabi Menyusup di Kurikulum Madrasah Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)

Wahabi Menyusup di Kurikulum Madrasah Kemenag

Kalimat itu terdapat dalam buku pedoman untuk guru SKI Kelas VII MTs (Kurikulum 2013) yang diterbitkan oleh Kemenag RI Tahun 2014. BAB I tentang Kearifan Nabi Muhammad SAW, pada buku pedoman itu memerintahkan guru untuk meminta peserta didik agar mendiskusikan tentang perbandingan antara kondisi kepercayaan Mekkah dengan kondisi kepercayaan sekarang.

Lalu disebutkan bahwa “Masih ada yang menyembah berhala, memercayai benda-benda, dan selalu meminta kepada benda-benda.” Berikutnya pada poin lain disebutkan bahwa “Berhala sekarang adalah kuburan para Wali,”.

Haedar Nashir

Kepala MTs Irsyaduth Thullab, Tedunan, Wedung, Demak, Faiq Aminuddin dalam suratnya kepada Haedar Nashir mengatakan, pemberian contoh yang menyebutkan berhala sekarang adalah makam atau kuburan para wali tentu tidak sesuai dengan ajaran yang dianut oleh warga NU.

“Tidak tepatlah bila buku ini dijadikan sebagai buku pegangan semua guru MTs se-Indonesia karena ada banyak MTs yang berada di bawah naungan LP Maarif NU. Sungguh sangat disayangkan adanya kalimat yang menyatakan bahwa kuburan wali adalah berhala. Maka sudah seharusnya buku ini perlu segera dikaji ulang dan direvisi,” katanya.

Haedar Nashir

Pandangan negatif mengenai makam wali ini mengingatkan masyarakat mengenai adanya upaya kelompok wahabi di Saudi Arabia untuk membongkar makam Nabi Muhammad SAW. Sumber Haedar Nashir dari lingkungan pejabat kementerian agama mengungkapkan, selain pernyataan negatif mengenai makam wali tersebut penyusupan materi wahabi sebetulnya lebih banyak lagi.

“Misalnya ada pembahasan mengenai menjenguk orang sakit, gambar yang ditampilkan adalah foto Abu Bakar Ba’asyir. Lalu pada bagian lain disebutkan bahwa sumber hukum Islam hanya Al-Qur’an dan Hadits, tidak menyebutkan adanya Ijma dan Qiyas. Dua contoh ini untungnya sudah diedit, nah yang soal makam wali itu yang lolos sensor,” kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Ditambahkan, penyusupan materi wahabi dalam kurikulum madrasah itu masih sangat mungkin ditemukan. “Sekarang baru empat minggu pelajaran dimulai, dan buku itu baru mulai digunakan tahun ajaran ini. Di bagian lain mungkin ditemukan lagi,” tambahnya. (Alhafiz Kurniawan/Anam)

Foto: Guru SKI di MTs Irsyaduth Thullab, Tedunan, Demak, menunjukkan buku Kemenag yang disusupi ajaran wahabi.

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Aswaja, Pesantren, Amalan Haedar Nashir

Jumat, 01 Juli 2016

NU Sukoharjo Pasang Strategi Anti-Islam Radikal

Sukoharjo. Haedar Nashir. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukoharjo diimbau pasang strategi antisipasi gerakan Islam radikal di Sukoharjo dan Solo Raya. 

Pernyataan itu disampaikan Katib PC NU Sukoharjo Abdullah Faishol dalam diskusi di Sekretariat PCNU Sukoharjo Jl Jend Sudirman, Ngaglik, Sukoharjo, Jawa Tengah, Ahad malam (21/7).

NU Sukoharjo Pasang Strategi Anti-Islam Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sukoharjo Pasang Strategi Anti-Islam Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sukoharjo Pasang Strategi Anti-Islam Radikal

“Sukoharjo merupakan salah satu kabupaten yang memiliki kantong-kantong gerakan Islam radikal. Untuk mengantisipasinya, PCNU Sukoharjo harus bangun strategi,” papar dosen IAIN Solo tersebut. 

Haedar Nashir

Dikatakan, penyebaran gerakan Islam radikal di wilayah Sukoharjo meliputi, Kecamatan Grogol, Gatak, Baki, Polokarto, Weru, Bulu, dan Mojolaban.

Institusi yang diduga kuat sebagai basis diantaranya pondok Ibnu Taimiyah, Darul Salafy, Darul Hijrah, Al-Ukhuwah, Ulul Albab, Al-Madinah, Izkarima, Darusahadah, lembaga pendidikan Mutiara Insan, Al-Manar dan lain-lain. 

Haedar Nashir

Lebih lanjut dipaparkan Abdullah Faishol, gerakan Islam radikal di wilayah Solo Raya  sangat beragam, ada yang mengusung gerakan Islam transnasional dan ada juga gerakan organisasi Islam di tingkat lokal. “Walaupun beranega ragam, tetapi kesamaanya adalah meraka anti terhadap tradisi NU,” kata Faishol.   

Sekretaris PCNU Sukoharjo Lasimin mengatakan, di akhir tahun 2013 ini, setidaknya ada 200 orang narapidana terorisme yang memasuki masa bebas tahanan. Persoalannya adalah, bagaimana kondisi masyarakat, apakah masih menerima mantan napi teroris ini atau mereka sudah tobat dan tidak melakukan kekerasan lagi atau justru sebaliknya mengulangi lagi.   

Dari diskusi tersebut, salah satu peserta diskusi yang juga ketua Lazis, Sugeng Widodo, mengusulkan adanya pelatihan kader yang sisitematis yang dilakukan oleh PCNU Sukoharjo. “PCNU Sukoharjo seharusnya menyelenggarakan pengkaderan,” pintanya.

Selain pelatihan pengkaderan, penguatan ekonomi umat dan pengajian rutin ala NU bersama Habib Syekh  menjadi pilihan alternatif yang perlu menjadi perhatian NU Sukoharjo. 

Tampak hadir diantaranya, KH Ahmad Baidlowi, Syuriyah. H M.Nagib Sutarno, Tanfidziyah. Lasimin Sekretaris, jajaran pengurus MWC NU se Sukoharjo. 

Redaktur    : Abdullah Alawi 

Kontributor: Cecep Choirul Sholeh           

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir RMI NU Haedar Nashir

Kamis, 30 Juni 2016

Ada Gerakan Shalat di Senam Islam Nusantara

Jakarta, Haedar Nashir?

Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama kini memiliki senam tersendiri untuk sarana kebugaran murid-muridnya. Senam tersebut bernama Senam Islam Nusantara. Semula diberi nama senam NU, tapi Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengusulkan Senam Islam Nusantara. Usul tersebut diterima.

Ada Gerakan Shalat di Senam Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Gerakan Shalat di Senam Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Gerakan Shalat di Senam Islam Nusantara

Pencipta Senam Islam Nusantara, Muslih, senam itu memiliki beberapa gerakan. “Gerakan ini meliputi tiga tahapan mulai gerakan pemanasan, gerakan inti, dan gerakan pendinginan,” katanya di kantor Redaksi Haedar Nashir, gedung PBNU, Jakarta pada Kamis (8/12).

Ia menambahkan, pada pemanasan meliputi gerakan kepala, leher, bahu, tangan, dada, perut dan kaki. Pada gerakan inti, ada gerakan membasuh muka, membasuh tangan, membasuh kaki, yang terakhir gerakan awal shalat.

Visual gerakan awal shalat, kata dia, terdiri dari takbiratul ihram sampai ruku’. “Ini yang membedakan senam ini dengan senam-senam lain,” kata Wakil Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU Ranting Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.?

Menurut dia, mengambil gerakan awal shalat adalah upaya LP Ma’arif NU untuk mengingatkan anak-anak atau siapa saja melakukan senam tersebut akan kewajiban shalat lima waktu.

Haedar Nashir

Senam tersebut diiringi dengan nyanyian tentang NU oleh vokalis top Didi Kempot. “Lirik tersebut mengatakan lambangnya NU bumi, buntang sembilan yang ada talinya," tambah Ketua Lembaga Perekonomian NU Kabupaten Semarang ini.

Adapun iringan musiknya, kata dia, merupakan campuran dari alat musik rebana, unsur musik Melayu, dan musik tradisi Jawa atau campursari.

Senam Islam Nusantara diluncurkan di Ambarawa, Jawa Tengah pada Ahad (25/9). Peluncuran yang dihadiri? Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi tersebut mempraktikkan senam itu bersama ribuan masyarakat. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Berita Haedar Nashir

Selasa, 28 Juni 2016

Keluarga Atheis Masuk Islam setelah Dengarkan Al-Quran

Jakarta, Haedar Nashir. Sebuah keluarga asal Norwegia yang terdiri dari lima orang mengumumkan keislamannya di Turki. Uniknya, cerita masuk Islamnya keluarga yang semula tak memeluk agama apapun itu bermula ketika mereka mendengarkan lantunan adzan dan tilawah Al-Quran dari sebuah masjid di kota wisata Marmaris, Turki.

Situs berita Turki Dunyabulteni (10/7) melansir, keluarga Frued Sigfartsen asal Norwegia datang ke Turki untuk berwisata selama beberapa hari. Setelah mengunjungi Istanbul, mereka kemudian pergi mengunjungi kota pesisir Marmaris yang terkenal dengan pemandangan pantai dan alamnya. Di sana, mereka tinggal beberapa hari.

Keluarga Atheis Masuk Islam setelah Dengarkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga Atheis Masuk Islam setelah Dengarkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Keluarga Atheis Masuk Islam setelah Dengarkan Al-Quran

Tempat tinggal mereka di Marmaris rupanya tak jauh dari masjid. Setiap datang waktu shalat, masjid tersebut mengumandangkan azan dan melantunkan bacaan Alquran sembari menunggu iqamat. Fenomena tersebut rupanya menarik perhatian keluarga Sigfartsen.

Haedar Nashir

Sigfartsen (31) mengatakan, lantunan suara itu sangat menarik perhatiannya untuk mengetahui lebih jauh. Ia pun pergi ke asal suara itu, melihat-lihat masjid dan memasukinya, menyaksikan jemaat shalat hingga akhirnya berkenalan dengan imam dan pengurus masjid itu.

Jamak diketahui, masjid-masjid di Turki terkenal dengan keindahan arsitekturnya, kebersihan dan kecantikan taman-tamannya.

Haedar Nashir

Di sela-sela perkenalannya dengan sang imam, Sigfartsen pun mendapatkan penjelasan panjang lebar tentang agama Islam. Sang imam juga menerjemahkan beberapa ayat Alquran ke dalam bahasa Inggris. Tak lama kemudian, Sigfartsen menyatakan ketertarikannya dengan ajaran agama Islam.

Beberapa hari kemudian, Sigfartsen mengajak keluarganya untuk kembali ke masjid itu dan menemui sang imam. Tak hanya itu saja, Sigfartsen juga mengutarakan keinginannya untuk memeluk agama yang baru dikenalnya itu.

Sang imam pun mengajak keluarga Sigfartsen ke kantor Dewan Fatwa Kota Marmaris. Di sana, Sigfartsen mengumumkan keislamannya di hadapan Mufti Marmaris Shaikh Husain Kucuk.

Sigfartsen kemudian memilih nama "Ali" sebagai nama Islamnya. Istrinya memilih nama Aishah, sementara ketiga anaknya memilih nama masing-masing Asma, Alyaf dan Ayhan.

Penulis: Ahmad Syifa

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya, Tegal, Humor Islam Haedar Nashir

Senin, 27 Juni 2016

Abu Madyan Al Ghauts, Sufi Agung dari Andalusia

Oleh Idris Sholeh



Abu Madyan Al Ghauts, siapa yang tidak kenal dengan nama ini? Dialah sufi agung dari wilayah Islam paling barat. Nama lengkapnya adalah Abu Madyan Syuaib bin Husein Al Anshari Al Andalusi. Para pengagumnya menyebut dia sebagai sang sufi terbesar sepanjang sejarah, dia dianggap sebagai syaikhul masyayikh (mahaguru) karena keberhasilannya dalam menggabungkan antara syariat dan hakikat. Dia termasuk salah satu wali abdal pada masanya, dan sangat dikenal karena memiliki sifat takwa, wara, dan zuhud. Ia lahir di kota Qunthiyanah Sevilla Andalusia pada tahun 509 H. Pernah menempuh pendidikan di kota Fez Maroko, dan menetap di kota Bejaia.

Abu Madyan terlahir menjadi anak yatim dan menjalani kehidupan yang sangat sederhana sehingga telah membentuk kepribadian yang memiliki tekad sangat kuat. Al Tadili meriwayatkan cerita dari Muhammad Al Anshari yang mendengar langsung dari Abu Madyan tentang awal mula kehidupannya. "Aku adalah seorang anak yatim dari Andalusia, saudara-saudaraku mempekerjakanku sebagai penggembala ternak mereka. Setiap kali aku melihat orang shalat atau membaca Al-Quran, aku selalu tertarik dan terpesona, maka aku mendekati dan memperhatikan mereka. Namun, aku seringkali berduka lantaran tidak bisa menghafal Al-Quran dan tidak tahu cara shalat. Seketika itulah muncul keinginan yang sangat kuat dalam diriku untuk meninggalkan gembalaan agar aku bisa belajar Al-Quran dan mempelajari syariah."

Abu Madyan Al Ghauts, Sufi Agung dari Andalusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Abu Madyan Al Ghauts, Sufi Agung dari Andalusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Abu Madyan Al Ghauts, Sufi Agung dari Andalusia

Salah satu guru Abu Madyan di kota Fez adalah seorang pakar fikih bernama Abu Hasan Ali bin Ghalib (w 592 H), kepada beliau juga, Abu Madyan belajar ilmu hadits yaitu kitab As-Sunan karya Abu Isa Al Tirmizi. Sedangkan mengenai ilmu tasawuf, beliau berguru kepada Abu Abdullah Al Daqqaq dan Abu Yaza Yalnur bin Maimun. Tentang guru-gurunya, Abu Madyan pernah bercerita "Saya mendengarkan cerita-cerita orang shaleh sejak zaman Uwais Al Qarni hingga sekarang, tidak ada yang menakjubkan bagiku selain tentang sosok Abi Yaza, dan tidak ada kitab yang menakjubkan bagiku selain kitab Ihya Ulumuddin karya Al Ghazali."

Karena kemasyhuran Abu Madyan atas keluasan ilmu dan karamahnya, akhirnya banyak orang-orang yang menimba ilmu kepadanya. Di antara murid-murid beliau adalah : 

Haedar Nashir

1. Abdurrazaq Al Jazuli, kuburan beliau terletak di kota Alexandaria Mesir. Seperti dilansir oleh Ibnu Qanfazd dalam kitab Al Wafayat, beliau adalah salah satu guru dari Sidi Abi Muhammad Abdul Aziz Al Mahdawi dan Abi Baqa Abdullah.

2. Jafar bin Sidi Bunnah Al Khazai. Murid Abu Madyan ini pernah yang disebutkan oleh Lisanudin Ibnu Khatib dalam kitab Al Ihathah fi Akhbar Al Gharnathah.

3. Abdussalam bin Masyisy, beliau adalah salah satu guru dari tokoh besar yaitu Abu Hasan Al Syazili.

Diakhir hidupnya, beliau difitnah oleh orang-orang yang dengki dan iri atas kemasyhuran namanya, sehingga mereka memprovokasi penguasa Muwahidin pada saat itu yaitu Yakub Al Mansur dengan menyematkan kepadanya sebutan ulama Zindiq. Akhirnya beliau meninggalkan kota Bejaia menuju kota Tlemcen sampai akhir hayatnya pada tahun 594 H.

Salah satu karya beliau yang sangat terkenal adalah qasidah Ma Lazdah Al Isy . Berikut sebagian kutipan dan pesan-pesan yang terkandung didalamnya :

Haedar Nashir

1. ? ? ? ? ? ? *** ? ? ? ?

Tidak ada kenikmatan hidup kecuali berteman dengan orang-orang fakir

Mereka adalah para sultan, para pemimpin dan para penguasa



2. ? ? ? ? *** ? ? ? ? ?

Maka bertemanlah dan bersikap baiklah di dalam majelis-majelis mereka

Dan tinggalkanlah kepentingan pribadimu sekalipun mereka menawarkan kepadamu



3. ? ? ? ? ? *** ? ? ? ? ? ?

Manfaatkanlah waktu, dan hadirlah selalu bersama mereka

Ketahuilah! sesungguhnya keridhaan itu tercurahkan khusus bagi orang yang hadir



4. ? ? ? ? ? *** ? ? ? ? ?

Ikutilah seorang guru dalam segala hal, semoga

Kebaikannya akan memberikan pengaruh kepadamu.

Penulis adalah wakil ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU), kepala Pondok Pesantren Luhur Al Tsaqafah Ciganjur Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaNu, Nasional, Budaya Haedar Nashir

Kamis, 23 Juni 2016

Ekonomi Lambat, Pertumbuhan Penduduk Cepat

Denpasar, Haedar Nashir. Kondisi perekonomian dan kependudukan di Indonesia adalah dua hal yang saling berlawanan. Perkembangan dua bidang tersebut seakan berjalan sendiri-sendiri dan tidak saling mendukung.

“Kita ini seperti lari di eskalator (tangga berjalan, Red), karena ekonomi lambat dan laju pertembuhan penduduk cepat. Karena itu jadi tidak seimbang," kata Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Rozy Munir.

Ekonomi Lambat, Pertumbuhan Penduduk Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ekonomi Lambat, Pertumbuhan Penduduk Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ekonomi Lambat, Pertumbuhan Penduduk Cepat

Hal itu disampaikan Rozy di sela-sela Konferensi Internasional Pemimpin Muslim untuk Mendukung Program Kependudukan dan Pembangunan, di Inna Grand Bali Beach Hotel, Denpasar, Bali, Selasa (13/2).

Laju pertumbuhan penduduk Indonesia, menurutnya, adalah 1,35 persen. Angka tersebut patut diwaspadai. "Yang laju pertumbuhan penduduknya 1 persen bakal jadi 2 kali lipat dalam 70 tahun, jadi kita harus waspada juga,” imbuh Rozy, demikian panggilan akrabnya.

Sementara itu, menurut Direktur UNFPA Asia Pasifik Sultan Azis, Indonesia telah sukses melaksanakan program Keluarga Berencana (KB). Meski demikian, kualitas sumber daya manusia menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia.

Haedar Nashir

“Jumlah penduduk muda di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar. Jadi kualitasnya harus ditingkatkan karena Indonesia harus bersaing dengan Korea dan Jepang," ujar Azis.

Menurut dia, dalam program KB, pengendalaian jumlah penduduk bukan satu-satunya hal yang penting, namun juga kualitas hidup manusia. Kini jumlah penduduk Indonesia sekitar 220 juta. Artinya, dengan KB Indonesia berhasil menghemat 8 juta penduduk.

Pembatasan Kelahiran dalam Islam

Pengaturan kelahiran diperbolehkan dalam Islam. Namun pembatasan kelahiran hanya boleh dilakukan bila situasinya mendesak atau force majeure.

"KB di Islam harus dijalankan dengan nilai ke-Islam-an. Dan ini dipengaruhi

Haedar Nashir

kultur dan sistem pemerintahan negara. Pembatasan dan pengaturan itu beda," kata Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi.

Direktur Jenderal Bimbingan Islam Islam Departemen Agama Nazarudin Umar menambahkan, agama telah dijadikan dalil untuk menolak KB oleh beberapa orang. Karena itu, pemuka agama berperan besar dalam menggunakan bahasa agama untuk menjaga kesehatan reproduksi.

"Dan dari pengalaman program KB di Indonesia, negara kita punya posisi strategis untuk bridging dalam dunia ide dan kultur," ujarnya. (dtc)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan, Cerita Haedar Nashir

Senin, 20 Juni 2016

Pengajian Ahad Pagi Santuni 89 Anak Yatim

Kendal, Haedar Nashir 

Dalam rangka menyambut tahun baru 1434 hijriyah, Jama’ah Pengajian Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh MWC NU Sukorejo Kendal menggelar kegiatan santunan anak yatim. Sebanyak 89 anak yatim mendapat santunan sejumlah uang dan bingkisan dalam acara yang dilaksanakan di MTs NU 13 Ar Rahmat Sukorejo pada Ahad (2/12) kemarin.

Pengajian Ahad Pagi Santuni 89 Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengajian Ahad Pagi Santuni 89 Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengajian Ahad Pagi Santuni 89 Anak Yatim

Menurut sekretaris panitia Adi Saiful Amar kegiatan santunan anak yatim  diselenggarakan jama’ah Ahad Pagi sudah berlangsung untuk keempat kalinya.”Alhamdulillah semua berjalan baik dan  lancar” tegas Adi

Lebih lanjut Adi yang juga ketua PAC IPNU Sukorejo mengatakan bahwa dana untuk santunan anak yatim diperoleh dari sumbangan dari para jama’ah pengajian dan dermawan yang simpatik. Tahun ini menurut Adi jumlahnya mencapai 15 juta rupiah dan disalurkan kepada para anak yatim yang ada di kecamatan sukorejo.

Haedar Nashir

Sementara itu rais syuriyah MWC NU Sukorejo KH.Muhammad Mastur Hasan dalam sambutannya berharap agar bulan Muharam dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan amal dan ibadah kepada Allah SWT. Salah satunya dengan mengadakan santunan anak yatim.

Haedar Nashir

Lebih dari itu kiai Mastur juga berharap umat Islam banyak belajar dari sejarah karena pada bulan Muharam banyak peristiwa-peristiwa penting yang terjadi dan perlu diketahui umat Islam.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Fahroji

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Habib, Makam Haedar Nashir