Kamis, 02 November 2017

Ansor Pekalongan Terus Kembangkan Usaha Biro Travel Umroh

Pekalongan, Haedar Nashir - Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Pekalongan melakukan soft opening Kantor Cabang PT Sorban Nusantara Tourism. Acara bertempat di Gedung Sentral Bisnis Ansor (SBA) Jalan Raya Karangdowo nomor 10, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan Minggu, kemarin (12/2).

Peresmian kantor cabang perusahaan travel umroh dan haji plus resmi milik GP Ansor tersebut ditandai dengan pemotongan pita dan tumpeng yang dilakukan oleh Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, M. Azmi Fahmi.

Ansor Pekalongan Terus Kembangkan Usaha Biro Travel Umroh (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Pekalongan Terus Kembangkan Usaha Biro Travel Umroh (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Pekalongan Terus Kembangkan Usaha Biro Travel Umroh

Acara peresmian berlangsung cukup meriah dengan dihadiri oleh Manajemen Sorban Nusantara Kabupaten Pekalongan, PCNU Kabupaten Pekalongan, PW GP Ansor Jawa Tengah, PC GP Ansor, Dewan Penasihat PC GP Ansor, pengurus MWCNU, PAC GP Ansor se-Kabupaten Pekalongan, segenap marketing Sorban Nusantara serta sejumlah calon jamaah umroh.

Haedar Nashir

Mewakili Manajemen PT Sorban Nusantara, H.M. Sholahudin Zuhdi menjelaskan bahwa PT Sorban Nusantara Tourism yang secara resmi beroperasi secara nasional sejak Oktober 2016 hingga Februari 2017 ini telah memberangkatkan jamaah umroh sebanyak 11 kloter dengan jumlah lebih dari 1000 jamaah dengan mengutamakan pelayanan prima dan sepenuhnya dikelola oleh kader-kader Ansor baik ketika pengurusan jamaah di tanah air sampai dengan pelaksanaan umroh di Arab Saudi.

Lebih lanjut, Gus Sholah memaparkan bahwa PT Sorban Nusantara Tourims Cabang Kabupaten Pekalongan menawarkan program umroh reguler selama 12 hari dengan biaya Rp25 jutaan. PT Sorban Nusantara juga menawarkan program Haji Plus 1 tahun berangkat.

Haedar Nashir

Selain itu juga menjalin kerja sama dengan KSPPS Ankasa dengan membuka tabungan umroh dengan setoran ringan hanya Rp 550.000,- per bulan selama 36 kali/ 3 tahun dan akan diberangkatkan pada tahun 2019 sekaligus umroh bersama Pengurus PC GP Ansor.

Sementara itu dalam sambutannya, ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, M. Azmi Fahmi menyampaikan bahwa peresmian PT Sorban Nusantara Tourims merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi GP Ansor yakni pemberdayaan potensi kader dan mewujudkan kemandirian ekonomi kader dan organisasi.

"Untuk mewujudkan kemandirian ekonomi, PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan telah membentuk pusat bisnis Ansor yang mewadahi tiga kegiatan sekaligus yakni KSPPS Ankasa, Sentral Bisnis Ansor sebagai media promosi dan transaksi produk-produk kader Ansor serta Sorban Nusantara Tourism yang hari ini secara resmi kita launching," terang Azmi.

Pada kesempatan peresmian tersebut juga dibuka pendaftaran tabungan umroh yang mendapat sambutan antusias dari calon jamaah. Hanya dalam waktu kurang dari 1 jam telah resmi mendaftar 40 orang calon peserta tabungan umroh. Suasana peresmian bertambah semarak dengan adanya pengundian Doorprize berupa berbagai macam hadiah hiburan dan hadiah utama berupa "Umroh Gratis" untuk calon jamaah yang telah mendaftar. (Alim Mustofa/Mahbib]Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan, Daerah Haedar Nashir

Pemerintah Sebaiknya Segera Akui Kemerdekaan Kosovo

Jakarta, Haedar Nashir. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menyatakan sebaiknya pemerintah Indonesia segera mengakui kemerdekaan Kosovo dari Serbia agar masyarakat muslim di sana bisa hidup damai dan dapat membangun negerinya.

Kosovo diperintah oleh misi PBB sejak pertengahan 1999, ketika bom-bom Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menghalau pasukan Serbia yang setia pada almarhum Presiden Slobodan Milosevic yang melakukan penumpasan brutal terhadap etnik Albania yang mayoritas Muslim di Kosovo.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi juga menyatakan simpatinya atas kemerdekaan Kosovo yang dinilainya dapat mengatasi krisis kemanusiaan yang sudah terjadi selama satu dekade. PBNU juga akan mengundang para ulama Kosovo untuk mengikuti forum ICIS III Juli mendatang.

Pemerintah Sebaiknya Segera Akui Kemerdekaan Kosovo (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Sebaiknya Segera Akui Kemerdekaan Kosovo (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Sebaiknya Segera Akui Kemerdekaan Kosovo

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Senin (18/2) menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia masih menunggu pembahasan di Dewan Keamanan (DK) PBB untuk menentukan sikap atas kemerdekaan Kosovo.

"Kami masih terus memantau situasi yang berkembang, tidak hanya pemerintah pusat di Eropa namun juga sebagai anggota tidak tetap DK PBB," kata Presiden, merujuk pada deklarasi kemerdekaan Kosovo, yang ditanggapi dengan sikap pro dan kontra oleh dunia internasional.

Haedar Nashir

Sementara itu Menlu Hassan Wirajuda pernyataan tidak perlu tergesa-gesa ini jangan diartikan bahwa Pemerintah Indonesia menutup peluang untuk mengakui kemerdekaan Kosovo, karena pemerintah akan melihat Kosovo berdasarkan pengalaman dari lepasnya negara-negara bagian Yugoslavia lain seperti Slovenia, Bosnia, Kroasia, dan Montenegro.

"Kita melihat apakah pernyataan kemerdekaan itu akan menyelesaikan masalah, khususnya mengenai ketegangan atau konflik yang diharapkan tidak terjadi. Sejak awal kita mendorong penyelesaian kasus Kosovo dilakukan secara dialog dan negosiasi. Kita tidak inginkan ada konflik lain," katanya.

Haedar Nashir

Pakar politik dan peneliti dari LIPI, Dr Hermawan Sulistio, di Jakarta, Rabu, menyatakanbahwa Kosovo adalah isu ’ethno nationalism’, bukan agama. Agama dipakai hanya sebagai instrumen perjuangan, bukan tujuan.

Bagi Hermawasan Sulistio, Kosovo sudah ’de facto’. "Cepat atau lambat, kita harus akui," tambahnya. Karena itu, lanjutnya, Indonesia sebaiknya ambil momentum sebelum ’telat’.

"Percayalah, (sikap kita) tidak akan berpengaruh terhadap (keutuhan) NKRI, sejauh kita bisa adil untuk Papua dan provinsi lainnya di Nusantara," kata Hermawan Sulistio meyakinkan. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, Berita Haedar Nashir

Ulama Thailand Ungkap Hubungan Erat Islam di Indonesia dan Thailand

Jakarta, Haedar Nashir. Ulama Thailand Ali Matih menjelaskan bahwa Indonesia memiliki hubungan panjang dengan Thailand terkait dengan sejarah Islam di Nusantara. Bahkan, ia mengatakan bahwa salah satu guru Wali Songo Sunan Gresik adalah orang Campa Thailand.

“Sunan Gresik dari Surabaya gurunya di Gresik Pattani (Thailand), namanya Syekh Said Al Basisa. Makamnya masih di sana,” kata Ustadz Ali.

Ulama Thailand Ungkap Hubungan Erat Islam di Indonesia dan Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Thailand Ungkap Hubungan Erat Islam di Indonesia dan Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Thailand Ungkap Hubungan Erat Islam di Indonesia dan Thailand

Hal tersebut disampaikan Ali Matih saat ikut menghadiri International Summit of the Moderate Islamic Leaders (Isomil) kepada Haedar Nashir di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (10/5).

Ia menduga bahwa nama Gresik yang ada di Indonesia dan yang ada di Thailand merupakan yang dicetuskan oleh Sunan Gresik dan Gurunya tersebut. Saat terjadi peperangan, ia mengatakan bahwa ada orang Indonesia yang juga ikut berjuang bersama kaum muslim di sana.?

“Yaitu Syaikh Abdussomad Al Falimbani. Syahidnya di Pattani. Dia adalah seorang ulama yang mengarang kitab Hidayatus Solihin,” jelas laki-laki yang mahir berbahasa Thailand, Arab, dan Melayu tersebut.

Haedar Nashir

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa banyak orang Thailand yang pindah ke Indonesia setelah kaum muslim sana dikalahkan oleh Kerajaan Siam. “Ke Demak, ke Kudus, ke Aceh, dan wilayah-wilayah lainnya,” terangnya

“Ada juga pahlawan yang hebat Cut Nyak Dien, dia itu ayahnya dari Gresik Pattani,” lanjutnya.

Haedar Nashir

Laki-laki yang juga aktif menjadi Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Thailand ini berharap hubungan yang sudah lama terjalin antara Indonesia dan Thailand tersebut bisa terus dijaga dan diperkuat ke depannya dengan melakukan beberapa kerja sama.

“Diantaranya satu memberikan beasiswa kepada pelajar-pelajar Pattani atau Thailand Selatan untuk belajar di Indonesia,” katanya.

Karena dengan semakin banyaknya pelajar Islam Thailand yang belajar ke Indonesia, ia yakin bahwa Islam moderat Ahlussunnah wal Jamaah sebagaimana yang Nahdlatul Ulama praktikkan bisa menyebar di Thailand. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian, Santri Haedar Nashir

Selasa, 31 Oktober 2017

LBH GP Ansor: Stop Main Hakim Sendiri!

Jakarta, Haedar Nashir?

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor menyeru tindakan main hakim sendiri harus dihentikan. LBH PP GP Ansor, di Jakarta, Rabu (9/8) menyikapi tindakan "main hakim sendiri" (eigenrechting/lynching) yang belakangan ini kian kerap menyasar anggota kelompok minoritas maupun individu-individu yang dituduh sebagai pelaku tindak kriminalitas.

Terlebih lagi yang dilakukan dengan cara kekerasan yang teramat keji dan tidak manusiawi. Maka LBH GP Ansor perlu menyampaikan seruan kepada legislatif, eksekutif, yudikatif, dan juga terutama kepada advokat dan paralegal LBH GP Ansor serta seluruh pengurus dan kader GP Ansor dan Banser, sebagai berikut:

LBH GP Ansor: Stop Main Hakim Sendiri! (Sumber Gambar : Nu Online)
LBH GP Ansor: Stop Main Hakim Sendiri! (Sumber Gambar : Nu Online)

LBH GP Ansor: Stop Main Hakim Sendiri!

?

1. Fenomena tindakan main hakim sendiri di Indonesia tidak dapat dipandang remeh karena frekuensinya terbukti sangat tinggi. Sebagai gambaran, data terakhir Sistem Nasional Pemantauan Kekerasan (SPNK) saja menunjukkan jumlah insiden main hakim sendiri di 34 Provinsi sepanjang Maret 2014 s.d. Maret 2015 sebanyak 4.723 insiden, dengan jumlah korban tewas 321 jiwa. Data tersebut ditambah dengan fakta-fakta brutalitas dalam insiden-insiden yang terjadi belakangan ini semestinya cukup untuk menyadarkan kita bersama bahwa tindakan main hakim sendiri ini adalah persoalan serius yang butuh penanganan segera;

Haedar Nashir

2. Tindakan main hakim sendiri hendaknya tidak dilihat semata-mata pelanggaran hukum sebagaimana pada umumnya. Tindakan main hakim sendiri yang kerap terjadi adalah ancaman serius terhadap sistem hukum itu sendiri, karena terus menggerogoti wibawa hukum dan aparat penegak hukum. Oleh karenanya, LBH GP Ansor mendorong lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif untuk segera merespon dengan mengevaluasi dan merevisi norma hukum dan sanksi hukum, baik melalui legislasi maupun penemuan hukum (Rechtsvinding), guna semakin menimbulkan efek jera (detterent effect);

Haedar Nashir

3. Tindakan main hakim sendiri, terlebih yang melampaui batas dan yang tidak berperikemanusiaan, jika terus dibiarkan maka akan semakin merusak keadaban publik serta berpotensi menambah kerawanan sosial di masyarakat dalam bentuk konflik yg berkepanjangan. Oleh karenanya, warga negara yang patuh hukum seyogyanya mengambil peran lebih aktif dalam mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri dan timbulnya bibit-bibit konflik sosial. Dalam rangka itu, LBH PP GP Ansor menyerukan kepada khususnya seluruh Advokat dan Paralegal LBH GP Ansor, juga kepada seluruh pengurus dan kader GP Ansor dan Banser untuk secara pro-aktif menjadi mediator dan rekonsiliator konflik di masyarakat serta berkoordinasi dan bekerjasama dengan Kepolisian Republik Indonesia guna mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri demi mewujudkan keadaban publik;

?

"Demikian seruan ini kami sampaikan," ujar M. Alfarisi Fadjari dari LBH PP GP Ansor. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ubudiyah, Pertandingan Haedar Nashir

Kemenag Resmi Luncurkan Al-Qur’an Versi Digital

Jakarta, Haedar Nashir



Kementerian Agama resmi meluncurkan Aplikasi Al-Qur’an Digital Kementerian Agama.

Peluncuran dilakukan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersamaan dengan diselenggarakannya Seminar Internasional Al-Qur’an di Jakarta, Selasa (30/8), sebut keterangan tertulis Kemenag.

Kemenag Resmi Luncurkan Al-Qur’an Versi Digital (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Resmi Luncurkan Al-Qur’an Versi Digital (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Resmi Luncurkan Al-Qur’an Versi Digital

Peluncuran aplikasi Al-Qur’an ini ditandai dengan penekanan tombol Enter aplikasi oleh Menag disaksikan oleh Kabalitabangdiklat Abdurrahman Masud dan Dirjen BImas Islam Machasin.

Dikatakan Menag, aplikasi Al-Qur’an ini diharapkan dapat memberikan kemudahan umat Islam dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an, baik dalam bentuk bacaan maupun pemahaman.

Haedar Nashir

"Saya berharap langkah awal peluncuran aplikasi ini dapat terus dikembangkan dari segi teknis dan kontennya, sehingga membantu masyarakat luas untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an," ucap Menag.

Menag mengatakan, upaya memelihara kesahihan Al-Qur’an tidak hanya dilakukan dalam bentuk teks/tulisan mushaf, tetapi juga dari segi maknanya. Di era digital yang penuh keterbukaan, ujar Menag, informasi apa pun dengan mudah diterima oleh masyarakat, tak terkecuali pemahaman keagamaan.

Menurutnya, informasi itu tidak selalu bermuatan positif, tetapi juga bisa berupa propaganda kebencian dan kekerasan yang tersebar melalui media sosial, kenyataan ini sulit dibendung.

Oleh karena itu, ujar Menag, pemerintah terus berupaya mengimbangi derasnya arus pemahaman keagamaan yang ekstrem dengan menyediakan berbagai literatur berisi pemahaman dan penafsiran Al-Qur’an yang moderat, toleran dan menghargai keragaman, melalui berbagai media, baik cetak maupun elektronik.

"Atas kenyataan dimaksud, dengan penuh rasa bahagia, hari ini, bersamaan dengan seminar internasional Al-Qur’an dalam rangka memperingati 1.450 tahun turunnya Al-Qur’an, Kementerian Agama mempersembahkan kepada masyarakat aplikasi Al-Qur’an digital yang dilengkapi dengan terjemah dan tafsirnya," ujar Menag.

Haedar Nashir

Aplikasi Al-Qur’an Kemenag ini selanjutnya dapat didownload di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.quran.kemenag.

Sementara itu, Pjs. Ketua Lajnah Pentashian Mushaf Al-Quran Balitbang dan Diklat Kementerian Agama, Muchlis Hanafi menjelaskan, pengguna ponsel smartphone dapat mengunduhnya aplikasi Al-Qur’an di Google Play Store (smartphone berbasis Android) dan secepatnya nanti juga bisa di AppStore dan Windows Phone Store.

Dikatakan Muchlis, aplikasi generasi pertama ini menyajikan teks Al-Qur’an lengkap 30 juz, aplikasi ini juga dilengkapi dengan terjemahan. Selain itu, juga di lengkapi dengan tafsir dalam dua varian: Tahlili (30 juz) ataupun tafsir ringkas.

Fitur lainya yang tersedia di aplikasi ini, yaitu suara murattal Al-Quran dari Syekh Mahmud Khalil al-Hushary. Dan Tulisan Al-Quran yang digunakan dalam aplikasi ini, terang Muchlis, bersumber dari Mushaf Attin yang mengikuti Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia.

"Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia adalah Mushaf Al-Qur’an yang dibakukan cara penulisan teks, harakat, tanda baca, dan tanda waqafnya sesuai dengan hasil yang dicapai Musyawarah Kerja (Muker) Ulama Ahli Al-Qur’an yang berlangsung sebanyak 9 kali dari tahun 1974 s.d. 1983, dan dijadikan pedoman bagi mushaf Al-Quran yang dicetak dan diterbitkan di Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Agama," jelas Muchlis.

Ada pun terjemahan Al-Qur’an yang terdapat dalam aplikasi ini berasal dari Al Qur’an dan Terjemahnya yang disusun oleh tim yang dibentuk oleh Kementerian Agama. Sedangkan Tafsir Tahlili yang terdapat dalam aplikasi ini bersumber dari Al Quran dan Tafsirnya yang diterbitkan Kementerian Agama.

Sementara itu, untuk fitur Tafsir Ringkas Al Qur’an Al-Karim adalah sebuah buku hasil kajian tafsir yang disusun oleh tim yang dibentuk Kementerian Agama bekerjasama dengan Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) Jakarta. Saat ini, tafsir ini baru hadir satu jilid yang terdiri juz 1 - 15. Adapun jilid kedua yang berisi juz 16-30.

"Aplikasi ini akan terus dikembangkan dan ditambahkan nanti juga ada tafsir tematik, tafsir ilmi dan lain sebagainya. Juga akan ada fitur Asbabun Nuzul yang terdapat dalam aplikasi ini berasal dari buku Asbabun Nuzul: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Quran yang diterbitkan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran Kementerian Agama pada tahun 2015," ucap Muchlis yang berharap demi pengembangan aplikasi ini, saran dan masukan dari masyarakat melalui email lpmajkt@kemenag.go.id. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nasional, Lomba, News Haedar Nashir

Mencari Pemimpin yang Berani Berkorban

Jika ada masalah di suatu negara, organisasi atau lembaga, yang memiliki tanggung jawab paling besar atas kinerja adalah pemimpinnya. Kualitas seorang pemimpin menentukan capaian atas organisasi yang dipimpinnya. Karena itulah upaya merekrut pemimpn yang terbaik dalam setiap tingkatan menjadi tema besar yang dibahas oleh para ahli dari waktu ke waktu. Menemukan orang yang tepat untuk memimpin berarti sudah menyelesaikan setengah dari pekerjaan.

Secara teknis, banyak orang yang memiliki kemampuan manajerial, tetapi yang menjadi masalah saat ini adalah mencari orang yang amanah, yang dapat dipercaya untuk menjalankan visi dan misi lembga yang dipimpinnya. Keberhasilan seorang pemimpin adalah ketika ia menempatkan amanah yang dipercayakan kepadanya di atas kepentingan pribadinya, bukan sekedar soal keahlian teknis bagaimana mengelola orang lain. Lembaga pendidikan, banyak mengajarkan bagaimana teknik-teknik kepemimpinan. Nilai kepemimpinan, lebih banyak dilahirkan dalam ajaran agama dan moral.

Mencari Pemimpin yang Berani Berkorban (Sumber Gambar : Nu Online)
Mencari Pemimpin yang Berani Berkorban (Sumber Gambar : Nu Online)

Mencari Pemimpin yang Berani Berkorban

Momentun hari raya Idul Adha ini mengingatkan kembali tentang pentingnya kemauan pemimpin untuk bersedia berkorban atau menunda kepentingan pribadinya demi kepentingan yang lebih besar. Kebanyakan orang yang berebut untuk menjadi pemimpin dikarenakan motivasi untuk kaya, terkenal, berkuasa, atau motif-motif pribadi lainnya, sekalipun retorika yang diucapkan adalah demi kepentingan rakyat atau masyarakat. Perilaku yang ditampilkan ketika memimpin adalah membuat kebijakan yang menguntungkan dirinya atau dalam banyak kasus adalah melakukan tindakan korupsi.

Nabi Ibrahim dan Ismail telah memberi teladan kepada kita, bagaimana bapak dan anak atau pemimpin dan pengikut ini mematuhi ketetapan yang Maha Kuasa untuk mengorbankan apa yang paling mereka cintai, yaitu anak kesayangan bagi Ibrahim dan bahkan hidup itu sendiri bagi Ismail. Nabi Ismail bersedia menjalani perintah ayahnya karena adanya keyakinan penuh bahwa perintah yang dilakukan mengandung kebenaran, apa pun risikonya. Ujian akan? pengorbanan diri tersebut berakhir dengan kebahagiaan ketika malaikat datang menggantikan Ismail yang akan disembelih dengan kambing.

Haedar Nashir

Pesan inilah yang setiap tahun kita ulang-ulang melalui perayaan Idul Adha. Sayangnya, pesan paling inti tersebut tak banyak menginspirasi para pemimpin untuk meniru Nabi Ibrahim. Bukan berarti Idul Adha tidak memiliki makna, pembagian daging kurban bagi fakir miskin tetap memberi sesuatu yang berharga, sekalipun hanya bisa menikmati daging kurban selama beberapa dalam satu tahun. Jika pemimpin memiliki integritas sehingga pengikutnya percaya, maka orang-orang yang termarginalkan bukan hanya bisa makan daging satu-dua hari pada Idul Adha, tetapi mereka akan berdaya dan memiliki pilihan makan apa saja yang dikehendaki, kapan saja dia mau. Itulah yang terjadi pada negara-negara yang sudah sejahtera.

Haedar Nashir

Kini, yang banyak terjadi adalah, pemimpin yang tidak mau berkorban dan karena tingkat kepercayaan pengikut terhadap pemimpin yang rendah, mereka juga tidak mau berkoban. Akhirnya masing-masing pihak berusaha memanfaatkan segala kesempatan yang ada untuk kepentingan dirinya sendiri.

Dengan kasat mata, kita melihat para pemimpin yang hidup bermewah-mewahan berupa rumah besar, mobil mahal, makanan dan pakaian kelas satu sementara di sisi lainnya, rakyat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya seperti makanan, perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Masyarakat merasa hidup dalam kondisi tidak aman, saling curiga satu sama lain karena masing-masing mencari kelengahan orang lain untuk keuntungan pribadi. Sesungguhnya, para pemimpin pun sekarang juga merasa hidup tidak aman karena perilaku penyalahgunaan wewenangnya kapan saja bisa terkuak. Sekarang atau ketika sudah selesai menjabat.

Dalam situasi saling menyendera ini, apa yang harus dilakukan. Pemimpin mementingkan diri sendiri dan rakyat berusaha berusaha mengambil segala kesempatan yang ada. Apakah kerusakan akan dibiarkan sampai taraf yang menghancurkan atau semua pihak bersedia berkorban untuk memperbaiki yang ada. Idealnya semua? pihak menyadari permasalahan yang ada, lalu bersama-sama memperbaiki keadaan. Tetapi kondisi ideal tersebut susah tercapai. Karena itu, pemimpin harus mulai membangun kepercayaan bahwa segala kebijakan dan tindakan yang dilakukan untuk kepentingan orang banyak. Dan itu membutuhkan waktu yang panjang karena rakyat sudah bosan dibohongi terus menerus oleh pemimpinnya. Jika modal dasar kepercayaan tersebut sudah diperoleh, maka pelan tapi pasti rakyat akan mengikuti pemimpin dan negeri ini akan bisa maju dengan cepat.

Tapi yang pasti pengorbanan itu harus kita mulai dari masing-masing kita sendiri, menyebarkannya kepada orang terdekat, dan dari waktu ke waktu meluas. Jangan sampai kita berteriak-teriak meminta perubahan sedangkan diri kita sendiri tidak mau berubah. (Ahmad Mukafi Niam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax, Tokoh, Sejarah Haedar Nashir

NU Banyuwangi Mulai Sebarkan Koin Bakti NU

Banyuwangi, Haedar Nashir



Setelah beberapa hari lalu jajaran Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Banyuwangi meluncurkan program LAZISNU yang bertajuk "Koin Bakti NU". Kini perwakilan pengurus LAZISNU MWC NU Kecamatan Banyuwangi membagikan puluhan kaleng bersticker "Koin Bakti NU" atas bantuan IPNU-IPPNU tingkat kecamatan, di beberapa perwakilan pengurus inti MWC NU Kecamatan Banyuwangi, banom, lembaga dan puluhan Alumni Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKP NU). Senin (17/4).

NU Banyuwangi Mulai Sebarkan Koin Bakti NU (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Banyuwangi Mulai Sebarkan Koin Bakti NU (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Banyuwangi Mulai Sebarkan Koin Bakti NU

Pasalnya sebelum menggerakkan ? keterlibatan pengurus dan banom NU di ranah ranting, perlu jajaran pengurus di tingkat MWC untuk memberikan teladan melakukan ini.?

"Berawal dari pengurus sendiri, setelah itu baru pada ranah akar rumput yaitu pengurus dan anggota di tingkat ranting NU di Kecamatan Banyuwangi," terang Wakil Ketua Tanfidziyah Haikal Kafili.

Haikal menegaskan, program ini patut dilaksanakan sesegera mungkin supaya organisasi ini dapat lebih mandiri pada setiap pelaksanaan rencana kegiatan yang sedang dan akan dilakukan. "Hakikinya program ini dari umat untuk umat. Tak mungkin disalahgunakan untuk kepentingan yang bersifat pribadi," tegas Haikal.

Selain itu, berdasarkan pengalaman kendala-kendala tahun lalu, diantaranya adalah kurang istikomahnya pengurus LAZIS untuk turun ke bawah guna menariki kaleng yang telah disebar, sambung Haikal.

Haedar Nashir

"Karenanya butuh kerja sama antar banom khususnya IPNU dan IPPNU di tingkat kecamatan ? dalam hal penarikan. Selain, nanti juga akan dibantu oleh kader-kader alumni Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKP NU). Ini antisipasi permasalahan kurangnya ke-istikomah-an pengurus untuk turun ke bawah (turba)," tutur Haikal.

Ditambah masih ada permasalahan, katanya, yaitu kurangnya profesionalitas dalam mengelola keuangan yang telah terkumpul. "Karenanya kita tunjuk salah satu pengurus NU yang berprofesi di salah satu bank konvensional untuk membantu mengelolanya. Selain itu, kita juga bisa gabungkan sarjana-sarjana IPNU-IPPNU lulusan manajemen dan akuntansi. Insyaallah dengan ini, semua akan jauh lebih baik," yakinnya.

Begitu juga kita akan anggarkan dana untuk pembuatan laporan keuangan setiap bulan. Di mana laporan tersebut dilaporkan saat malam lailatul ijtima satu bulan sekali, katanya.

"Ini menambahkan akuntabilitas kinerja pengurus kepada setiap anggota. Supaya kita semua terbuka untuk saling percaya," tegasnya.

Haedar Nashir

Nanti ketika dana awal ini sudah terkumpul, terkait penggunaannya ? terbagi dua kategori. Pertama digunakan untuk kepentingan perjalanan program organisasi, jelas Haikal.

"Artinya, ketika lembaga atau banom akan melaksanakan kegiatan akan mendapatkan kucuran dana bantuan dari LAZIS sesuai dengan kesepakatan pengurus LAZIS. Juga dapat digunakan sebagai bakti sosial, program beasiswa, dan pemberian dana untuk modal usaha bagi warga Nahdliyin yang kurang mampu," tuturnya.

Dan yang kedua, kata Haikal, dibutuhkan untuk kebutuhan administrasi antar lembaga dan banom, besarannya sesuai dengan kesepakatan pengurus LAZISNU.?

"Karena administrasi tak kalah penting sebagai dokumentasi perjuangan," tutup Haikal. (M. Sholeh Kurniawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Doa, Ubudiyah, Sholawat Haedar Nashir