Sabtu, 27 Februari 2016

Orang Bertakwa Menunaikan Kewajiban Berzakat

Bandar Lampung, Haedar Nashir. Direktur Fundraising NU Care LAZSINU Nur Rahman mengatakan karena zakat adalah kewajiban, sehingga orang yang di dalam hatinya ada ketakwaan kepada Allah SWT akan melaksanakan kewajiban berzakat.

“Orang yang bertakwa akan merasa terpanggil untuk mensyiarkan perintah-perintah Allah termasuk kewajiban zakat,” kata Rahman saat mengisi “Ngaji Fundraising” dalam rangka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) LAZISNU Lampung di Gedung PWNU Lampung, Ahad (30/4).?

Orang Bertakwa Menunaikan Kewajiban Berzakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Bertakwa Menunaikan Kewajiban Berzakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Bertakwa Menunaikan Kewajiban Berzakat

Ia meneruskan zakat tidak akan syiar di masyarakat jika proses untuk menjadi kebiasaan bagi para muzakki tidak diajarkan sejak dini. Untuk itu sangat dianjurkan belajar berzakat sebelum kewajiban berzakat datang.?

“Kapan kewajiban berzakat datang? Kewajiban berzakat datang ketika sudah ada satu nishob dan haul. Satu nishob adalah ukuran minimal sebuah harta yang wajib dikeluarkan zakatnya yaitu 85 gram harga emas murni. Susah rasanya seseorang jika tidak dibiasakan berzakat. Maka belajar zakat sebelum nishob itu suatu keniscayaan,” papar Rahman.?

Haedar Nashir

Ia menyayangkan walaupun berzakat merupakan salah satu kewajiban umat Islam sekaligus tiang agama, berzakat sering dilupakan umat Islam sendiri.?

“Zakat tidak sepopuler kewajiban dan perintah-perintah Allah yang lain seperti shalat, puasa, haji. Padahal shalat diajarkan sejak kecil, puasa dan haji juga di ajarkan sejak taman kanak-kanak? Kenapa zakat tidak, apakah zakat juga tidak perlu diajarkan sejak dini?” katanya mengajak merenung peserta Rakorwil yang merupakan perwakilan UPZIS dan JPZIS di Provinsi Lampung.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Hj Rita Linda dari BAZNAS Provinsi Lampung. Rita menyampaikan pihaknya siap bermitra dengan NU Care LAZISNU Lampung dalam mengembangkan dan mengelola zakat infak dan sedekah di Provinsi Lampung. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Doa, Khutbah, AlaSantri Haedar Nashir

Selasa, 23 Februari 2016

GP Ansor Cepogo Siap Wadahi Potensi Ekonomi Kader

Boyolali, Haedar Nashir - Kegiatan pelantikan bersama? yang diselenggarakan oleh PAC GP Ansor dan PAC Fatayat NU Kecamatan Cepogo, Kamis (4/5), berjalan lancar dan khidmat. Sebanyak 12 ranting GP Ansor dan 8 ranting Fatayat dilantik di Pondok Pesantren Bahrul hidayah Al-Karomah, Cabean Kunti, Cepogo, Boyolali.

Dalam kegiatan yang mengangkat tema "Nenandur kanggo ingsun lan putra wayah" tersebut, Ketua PAC GP Ansor Cepogo Athar Fuadi mengatakan bahwa GP Ansor mesti ikut aktif dalam mengontrol dan mewadahi potensi-potensi masyarakat, khususnya para kader, termasuk di dalamnya potensi ekonomi.

GP Ansor Cepogo Siap Wadahi Potensi Ekonomi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Cepogo Siap Wadahi Potensi Ekonomi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Cepogo Siap Wadahi Potensi Ekonomi Kader

"Ketika ranting sudah solid dan tertata, maka potensi tiap desa bisa diwadahi dan difasilitasi, terutama dalam bidang ekonomi," jelas Fuad.

Fuad menambahkan pentingnya untuk mengetahui data potensi di masing-masing daerah. Sebagai contoh, di daerah Cepogo ada kerajinan tangan dari logam di Tumang, sabun herbal dan peralatan dapur.

Haedar Nashir

“Di kecamatan Cepogo ini banyak sekali potensi produk kerajinan anggota Ansor yang sudah sampai ke kancah internasional. Sangat disayangkan kalau tidak diwadahi. Itu kan juga untuk kemandirian organisasi,” tukas Fuadi.

Haedar Nashir

Dengan langkah semacam itu, ia berharap GP Ansor dapat semakin mempercepat langkah gerak dalam menghadapi perkembangan zaman. (Ajie Najmuddin/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian Haedar Nashir

Sabtu, 20 Februari 2016

Habib Muh : NU yang Menjaga Bumi

Tegal, Haedar Nashir?

Pengasuh Pesantren At-Tholibin Bumi Jawa Tegal, Habib Muhammad bin Tholin Al-Athos menyatakan bahwa NU yang menjaga bumi. Hal itu dianalogikannya dengan ajaran NU Islam rahmatan lil alamin. Tidak ada sejarahnya NU merusak bangsa dan segala elemen bangsa, Jika semua bisa melakukan itu maka bumi akan tetap lestari sepanjang hayat.?

Habib Muh : NU yang Menjaga Bumi (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Muh : NU yang Menjaga Bumi (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Muh : NU yang Menjaga Bumi

“Artinya ini sama saja NU yang menjaga bumi ini dengan ajarannya,“ tegasnya dihadapan ribuan pasang mata pengunjung haul umum dan halal bihalal Slaranglor Kabupaten Tegal, Kamis (23/8) di Makbarah kampung tersebut.?

Habib Muh, begitu Habib Muhammad bin Tholin Al-Athos biasa disapa, lebih lanjut memberikan keterangan, ajaran-ajaran ulama dulu harus dilestarikan seperti tahlil, ziarah kubur dan lain-lainnya.?

Haedar Nashir

“Apakah dengan tahlilal kita itu bermaksiat atau menggunjing orang yang ada. Kita berdzikir kepada Allah membaca ayat-ayat suci al Qur’an, begitu juga dengan ziarah kubur apakah dengan berziarah kubur di makam kemudian berbuat hal-hal yang melanggar perintah agama, justru dengan berziarah kubur kita akan ingat dengan kematian, maka ajaran ulama dahulu adalah ajaran yang sangat berharga untuk kita lestarikan,“ terang Habib yang parasnya berjenggot itu.?

Sekarang ini, masih kata Habib Muh, aliran dan organisasi Islam sudah semakin banyak masuk di Indonesia. “Untuk itu kita harus berhati-hati dengan semua itu jangan sampai kita mudah terayu dan terkesima dengan casing saja yang bagus, padahal didalamnya jelek.“

Haedar Nashir

“Sekarang banyak aliran yang mengatasnamakan Islam tetapi sebenarnya ingin menghancurkan Islam, ingin menggembosi orang Islam sehingga tidak lagi memegang perintah ulama dulu, mudah membid’ahkan, mensyirikan umat Islam yang lainnya seolah dirinya yang paling benar. Ini adalah musuh kita bersama orang-orang yang ingin menghancurkan Islam dan NU pada khususnya,“ tukasnya?

Ketua panitia haul umum dan halal bihalal Jaelani mengatakan bahwa haul umum dan halal bihalal merupakan kegiatan tahunan yang digelar oleh pengurus NU dengan rentetan kegiatan pembacaan al Qur’an binnazhor 30 juz oleh masyarakat desa Slaranglor yang dipusatkan di dua titik yaitu masjid dan musholla Baitul Muttaqin.?

“Selain pembacaan al Qur’an juga dibacakan doa untuk ahli kubur warga desa Slaranglor berjumlah 8 ribu lebih. Setiap ahli qubur yang dibaca dimintai shodaqoh sebesar 2 ribu rupiah, yang digunakan untuk memakmurkan pemakaman, seperti tahun-tahun sebelumnya, membangun jalan menuju pemakaman, pemugaran makam sesepuh dan lainnya,“ jelas Jaelani yang juga ketua IPNU Slaranglor.

Kegiatan haul dan halal bihalal itu dilaksanakan dua hari berturut-turut dengan harapan masyarakat bisa membaur bersatu dan saling bersilaturahmi karena di suasana Lebaran yang merupakan moment sangat tepat.?

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz TGL?

? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Lomba, Olahraga, Doa Haedar Nashir

Jumat, 19 Februari 2016

Khofifah Sebut Ada Rp63 Triliun Per Tahun untuk Narkoba

Mojokerto, Haedar Nashir. Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Khofifah Indar Parawansa mengingatkan bahaya narkoba kepada kelompok Muslimat NU di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, karena saat ini sehari tercatat 40-50 orang meninggal akibat narkoba.

"Ada Rp63 triliun uang rakyat pada tahun 2015 digunakan membeli narkoba," katanya saat menghadiri acara peringatan Isra Miraj dan peringatan Harlah Muslimat Nadhatul Ulama (NU) serta penandatanganan deklarasi Laskar Antinarkoba (LAN) di Pendopo Agung Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Ahad.

Khofifah Sebut Ada Rp63 Triliun Per Tahun untuk Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Sebut Ada Rp63 Triliun Per Tahun untuk Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Sebut Ada Rp63 Triliun Per Tahun untuk Narkoba

Ia mengemukakan, saat ini bahaya narkoba yang ada di Indonesia sudah cukup meresahkan dan dengan adanya deklarasi Laskar Anti-Narkoba ini diharapkan bisa mengingatkan masyarakat tentang bahaya narkoba.

"Laskar ini nantinya akan bekerja untuk terus menyosialisasikan tentang bahaya narkoba hingga ke tingkat ranting atau yang ada di desa-desa," katanya.

Haedar Nashir

Menteri Sosial ini juga mengatakan mulai tingkat ranting atau desa maupun kelurahan disiapkan 3-5 anggota laskar untuk menyampaikan pesan ke masyarakat.?

"Jangan sampai terpengaruh narkoba sehingga tugas Laskar ini ya ceramah. Sebenarnya, gongnya sudah dilakukan pada 26 Maret 2016 di Stadion Gajahyana Malang yang dihadiri Presiden RI, Jokowi lalu. Kemudian, deklarasi tersebut diikuti seluruh pimpinan wilayah cabang se-Indonesia," katanya.

Haedar Nashir

Pada tahap selanjutnya di Jombang akan dilaksanakan pelantikan laskar antinarkoba ini dan diharapkan akan bisa membantu pencerahan kepada warga masyarakat terhadap bahaya narkoba.

"Karena tujuan pembentukan LAN tersebut yakni sebagai bentuk kewaspadaan dan antisipasi perluasan penyalahgunaan narkoba," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian, Makam, Humor Islam Haedar Nashir

Selasa, 16 Februari 2016

Soal Sarman yang Terancam Hukuman Penjara dan Cambuk di Saudi, Ini Respon Menag

Jakarta, Haedar Nashir. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin langsung memberikan respon dan perhatian kepada Sarman (78), seorang jemaah umroh yang terancam hukuman penjara dan cambuk 80 kali di Arab Saudi.

Soal Sarman yang Terancam Hukuman Penjara dan Cambuk di Saudi, Ini Respon Menag (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Sarman yang Terancam Hukuman Penjara dan Cambuk di Saudi, Ini Respon Menag (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Sarman yang Terancam Hukuman Penjara dan Cambuk di Saudi, Ini Respon Menag

Melalui pesan singkatnya kepada Haedar Nashir, Senin (4/7), Menag mengutarakan bahwa kasus ini sudah dia koordinasikan langsung dengan pihak Kedubes RI di Arab Saudi.

“Berita tersebut (soal Pak Sarman), sudah saya teruskan ke Duta Besar RI di Saudi Arabia sebagai pihak yang memiliki kewenangan untuk menanganinya,” ujar Menag.

(Baca: Sarman, Jemaah Umroh Lansia Asal Rembang Terancam Penjara dan Hukuman Cambuk 80 Kali di Saudi)

Sarman, 78 tahun, jemaah umrah asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah dikabarkan telah divonis pengadilan Arab Saudi dengan hukuman 80 kali cambuk dan 6 bulan penjara. ? Tentu saja, informasi tersebut tidak saja mengejutkan keluarga, namun juga travel yang memberangkatkannya, PT Anamira.

Haedar Nashir

Salah seorang cucu Sarman, Ahmad Asmui menjelaskan bahwa kakeknya memang sering pelupa sehingga kerap bingung jalan pulang.

“Dari keterangan teman sekamarnya di pemondokan, kakek saya dibawa orang tak dikenal dengan ciri fisik berkulit hitam. Sayangnya tanpa pikir panjang dia mau dan itulah yang terjadi. Baru satu hari di Mekkah, beliau sudah hilang,” terang Asmui, Ahad (3/7/2016) di Rembang.

Haedar Nashir

Sementara itu, salah satu pimpinan PT Anamira, Fitri menjelaskan bahwa Polisi Saudi menuduh Pak Sarman berbuat asusila dengan orang Yaman, berdasarkan bukti rekaman CCTV saat Pak Sarman di bawa oleh pria Yaman itu ke toilet dan di dalam toilet cukup lama sekitar hampir satu jam.?

“Sebab, kasus ini janggal, mana mungkin orang serenta itu bisa berbuat begitu. Kami dan keluarga yakin pak Sarman tidak bersalah. Jadi, kami mohon Presiden Jokowi untuk segera memberikan bantuan hukum upaya pembebasan jemaah lanjut usia ini. Tolong kami Pak Presiden….,” urai Fitri. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan, AlaSantri, Nasional Haedar Nashir

Jumat, 12 Februari 2016

ISNU Sumedang Gelar Lawatan Budaya Seni Tarawangsa Rancakalong

Sumedang, Haedar Nashir - Pengurus Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Sumedang mengadakan kegiatan lawatan budaya kesenian tarawangsa atau jentreng di Dusun Cimanglid Desa Pasirbiru Kecamatan Rancakalong Sumedang, Jumat (17/2) malam. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk pembinaan nilai kesejahteraan di kalangan generasi muda melalui budaya.

Seluruh pengurus ISNU Sumedang dengan didampingi jajaran pengurus PCNU Sumedang ikut hadir dalam lawatan budaya tersebut. Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh mengatakan, sekarang ini banyak orang yang alergi terhadap budaya.

ISNU Sumedang Gelar Lawatan Budaya Seni Tarawangsa Rancakalong (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Sumedang Gelar Lawatan Budaya Seni Tarawangsa Rancakalong (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Sumedang Gelar Lawatan Budaya Seni Tarawangsa Rancakalong

"Banyak orang yang alergi terhadap budaya, padahal Rasulullah diutus ke dunia hanya untuk menyempurnakan akhlak manusia, bukan untuk mengubah budayanya," kata H Sadulloh.

Begitu juga ketika Islam datang ke Indonesia, bukan untuk mengubah budaya Indonesia menjadi budaya Arab. Tapi bagaimana budaya yang sudah ada dikelola dengan baik. Budaya yang tidak sesuai dengan syariat Islam jangan dihilangkan tapi harus diluruskan sehingga para pelaku budaya akhlaknya semakin baik, lanjut H Sadulloh.

Haedar Nashir

Sementara salah satu pengurus ISNU Sumedang Hendra Hidayat mengatakan, kebudayaan merupakan suatu proses panjang melalui tahapan belajar yang berkelanjutan hingga menjadi pengalaman dengan melahirkan karya. Hal ini terlihat dari keanekaragaman hasil budaya Nusantara yang diwariskan kepada bangsa Indonesia secara turun temurun. Lingkungan yang berbeda akan melahirkan kebudayaan yang berbeda pula.

Hendra yang merupakan aktivis budaya di Sumedang secara lebih jauh mengatakan, budaya adalah etika dan estetika hidup suatu bangsa. Sedangkan seni adalah kristalisasi nilai-nilai filosofis, sikap mental, dan nilai-nilai luhur budaya itu sendiri dengan segenap unsur pembentuknya.

Haedar Nashir

Sementara Tarawangsa merupakan salah satu jenis kesenian rakyat yang ada di Jawa Barat. Istilah Tarawangsa sendiri memiliki dua pengertian. Pertama, alat musik gesek yang memiliki dua dawai yang terbuat dari kawat baja atau besi dan yang kedua nama dari salah satu jenis musik tradisional Sunda.

Tarawangsa lebih tua keberadaannya daripada rebab, alat gesek yang lain. Naskah kuno Sewaka Darma dari awal abad ke-18 telah menyebut nama Tarawangsa sebagai nama alat musik. Rebab muncul di tanah Jawa setelah zaman Islam sekitar abad ke-15, merupakan adaptasi dari alat gesek bangsa Arab yang dibawa oleh para penyebar Islam dari tanah Arab dan India. Setelah kemunculan rebab, tarawangsa biasa pula disebut dengan nama rebab jangkung (rebab tinggi), karena ukuran tarawangsa umumnya lebih tinggi daripada rebab, lanjut Hendra.

Pada sumber lain dikatakan bahwa tarawangsa adalah salah satu alat musik tradisional masyarakat sunda, yang keberadaannya bahkan disebut dan telah tertulis dalam naskah-naskah sunda kuno yang ditulis pada masa Kerajaan Sunda Padjadjaran dulu. Hingga saat ini kesenian tarawangsa masih hidup di beberapa daerah seperti di Rancakalong Sumedang, Cipatujah Tasikmalaya, dan di beberapa daerah di Bandung dan Banten.

Kabarnya, sulit sekali melacak sejarah sejak kapan dan dimana alat musik tarawangsa ini lahir di tanah pasundan, karena memang kurangnya litelatur yang menjelaskannya secara pasti. Namun di Rancakalong terdapat sebuah tradisi lisan yang hidup hingga sekarang dan diceritakan secara turun temurun mengenai kisah awal mula kesenian tarawangsa, yang menurut cerita tersebut kesenian tarawangsa telah ada sejak masa kerajaan Mataram Kuno sekitar abad 8 masehi dan kesenian tersebut berkaitan erat dengan hubungan Sumedang dengan Mataram.

ISNU Sumedang merasa terpanggil untuk mencoba menggali berbagai kebudayaan dan kesenian yang ada di Sumedang, termasuk seni tarawangsa ini. Lawatan budaya seperti ini akan terus dilakukan untuk bahan kajian para sarjana di Sumedang. Ngamumule budaya sunda pancen urang sarerea (melestarikan budaya sunda tugas kita semua), kata Hendra. (Ayi Abdul Kahar/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Cerita Haedar Nashir

Selasa, 09 Februari 2016

Anggota MPR RI Rapat Dengar Pendapat dengan Pesantren Az Zahra

Jepara, Haedar Nashir. Rapat Dengar Pendapat (RDP) MPR RI berlangsung di Pesantren Az Zahra Sekuro Mlonggo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. RDP MPR RI dihadiri ratusan dewan asatid, guru SMP–SMK, santri, serta anggota dewan.

Anggota MPR RI Rapat Dengar Pendapat dengan Pesantren Az Zahra (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota MPR RI Rapat Dengar Pendapat dengan Pesantren Az Zahra (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota MPR RI Rapat Dengar Pendapat dengan Pesantren Az Zahra

Ketua panitia, Hasan Khaeroni mengatakan kegiatan pada Ahad (14/12) siang tersebut adalah silaturahmi dalam rangka menyampaikan aspirasi kepada anggota parlemen.

“Selain sebagai wahana silaturrahim kegiatan juga momen untuk menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat. Semoga aspirasi bisa didipenuhi,” harap kepala SMK Az Zahra.

Haedar Nashir

H Mukhlisin, anggota Komisi 6 DPR RI mengungkapkan pihaknya siap menampung aspirasi masyarakat. Utamanya aspirasi yang berkenaan dengan komisinya bidang koperasi.

“InsyaAllah aspirasi panjenengan akan kami tindak lanjuti, utamanya yang berkaitan dengan urusan ekonomi,” terang Mukhlisin.(Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sholawat, Ahlussunnah Haedar Nashir