Kamis, 17 September 2015

Sebut Paham Asyari Sesat, GP Ansor Makassar Minta Koran Amanah Minta Maaf

Makassar, Haedar Nashir. Pengurus Wilayah GP Ansor Makassar, pada hari Jumat (3/4) mendatangi kantor Redaksi Harian Amanah yang beralamat di jalan Kakatua Makassar.

Kehadiran mereka disambut baik Pimpinan Redaksi Harian Amanah, Firmansyah Lafiri, Koordinator Liputan Irfan Abdul Gani, dan Pimpinan Perusahaan Abdul Salim Camma.

Kedatangan GP Ansor ini guna meminta penjelasan terkait pemberitaan harian Amanah edisi Rabu, (30/3) terkait akar aliran sesat, di mana salah satunya yang disebutkan adalah paham Asy`ariyah yang dinisbatkan kepada Imam Abu Hasan al- Asyari.

Sebut Paham Asyari Sesat, GP Ansor Makassar Minta Koran Amanah Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebut Paham Asyari Sesat, GP Ansor Makassar Minta Koran Amanah Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebut Paham Asyari Sesat, GP Ansor Makassar Minta Koran Amanah Minta Maaf

Ketua GP Ansor Makassar, Agus Salim Said dalam pertemuan tersebut meminta kepada Pimred Harian Amanah, Firmansyah Lafiri segera menyelesaikan semua tuntutan yang ditujukan kepadanya.

"Saya meminta agar media Amanah ini meminta maaf secara langsung dan terbuka kepada masyarakat Nahdiyin dan kiai sepuh di Nahdatul Ulama (NU) dalam waktu 1×24 jam, dan jika hal itu tidak ditindak lanjuti, maka kami akan mengerahkan Banser untuk menyegel kantor Harian ? Amanah ini," tegas Agus.

Haedar Nashir

Menanggapi desakan tersebut, Firmansyah Lafiri mengaku kecolongan dan menyesal atas pemberitaan penyesatan paham Asyariyah itu. Pada waktu yang sama ia pun langsung menuliskan surat pernyataan permohonan maaf yang berisikan 4 poin, sebagai berikut :

1. Memohon maaf atas kelalaian kami kepada seluruh warga Nahdiyin.

Haedar Nashir

2. Berjanji tadak akan mengulangi hal tersebut.

3. Bersedia menjalin sinergi strategis dalam kerja ukwah.

4. Akan memohon maaf langsung kepada Kyai sepuh Nahdatul Ulama.

"Selain itu redaktur yang menangani rubrik yang memuat berita tersebut telah saya mutasi, bahkan jika teman-teman GP Ansor menginginkan saya untuk memecat dia saya akan lakukan." tegas Firmasyah. (Makmur Idrus/Zunus).

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sejarah, Lomba Haedar Nashir

Senin, 14 September 2015

Soal Ancaman Pribadi, Ketum PBNU: Lebih Baik Ahok Diproses Hukum

Jakarta, Haedar Nashir - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) menyayangkan demonstrasi sejumlah ormas Islam yang bernada ancaman fisik terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahya Purnama (Ahok). Ancaman-ancaman fisik itu, menurutnya, merupakan bentuk pelanggaran dalam sebuah demonstrasi.

Demikian disampaikan Kang Said setelah acara Pembacaan 1 Miliar Sholawat Nariyah yang dihadiri sedikitnya 40.000 massa di kompleks Pesantren Lirboyo, Jalan KH Abdul Karim, Lirboyo, Mojoroto, Kediri, Jumat (21/10) malam.

Soal Ancaman Pribadi, Ketum PBNU: Lebih Baik Ahok Diproses Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Ancaman Pribadi, Ketum PBNU: Lebih Baik Ahok Diproses Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Ancaman Pribadi, Ketum PBNU: Lebih Baik Ahok Diproses Hukum

“Kalau ada ormas Islam mengancam pribadi Ahok, itu tidak dewasa. Karena itu proses hukum lebih baik daripada main hakim sendiri,” kata Kang Said.

Haedar Nashir

Meskipun telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada umat Islam, proses hukum terhadap Ahok harus terus berjalan.

“Kalau minta maaf, kita maafkan. Tetapi proses hukum harus berjalan. Ahok harus diperiksa, salah atau tidak nanti ketahuan. Periksa dari awal, dari nol, praduga tak bersalah,” kata Kang Said.

Haedar Nashir

Menurutnya, Indonesia adalah negara hukum. Jadi segala bentuk perilaku yang diduga melanggar hukum terlebih lagi meresahkan banyak orang mesti dibuktikan di pengadilan.

Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah ini mengimbau umat Islam untuk menghargai dan menerima apapun hasil putusan lembaga peradilan di Indonesia. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Olahraga, Nasional Haedar Nashir

Minggu, 13 September 2015

Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan

Klaten,Haedar Nashir. Ribuan jamaah menghadiri peringatan haul ke-60 KH Muhammad Manshur di kompleks Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan Tegalgondo Wonosari, Klaten, Jawa Tengah.

Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan

Salah satu panitia acara, Darmadji, Senin (22/12), menjelaskan haul diadakan bersamaan dengan putaran pertama kegiatan bersholawat 12 malam Jamaah Muji Rosul (Jamuro) Surakarta.

Acara diawali dengan pembacaan khatmil Qur’an dan tahlil yang dipimpin Mbah Kiai Djablawi dan KH Nasrun. Kemudian dilanjutkan pembacaan maulid kitab al-Barzanji, karya Sayyid Ja’far Al-Barzanji. Sebagai penutup, mauidlah hasanah oleh Habib Umar Muthahar dari Semarang.

Haedar Nashir

Dalam ceramahnya, Habib Umar menerangkan tentang generasi salafi yang sebenarnya. “Salafi itu generasi yang hidup setelah tabi’it tabi’in seperti Imam Syafi’i dan lainnya,” katanya.

Menurut dia, mereka itu juga melakukan maulidan, tahlilan. “Lha, zaman sekarang ada orang yang mengaku sebagai kaum salafi, tapi tidak mau mengikuti amalan ulama salaf. Lalu, mereka itu salaf ikut siapa?” tanya Habib Umar.

Haedar Nashir

Habib Umar juga mengajak kepada para jemaah untuk bersama ikut mencintai Nabi Muhammad SAW.

Turut hadir dalam acara tersebut KH A Djablawi, KH Nasrun Minallah dan sejumlah pengurus NU Klaten. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Ribuan Jemaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional, Tegal, PonPes Haedar Nashir

Sabtu, 05 September 2015

NU Ciamis Bikin Posko Mudik NU-NKRI

Ciamis, Haedar Nashir. Jalan Raya Ciamis - Banjar yang menghubungkan Jawa Barat dan Jawa Tengah menjadi pilihan strategis bagi para pemudik yang akan pulang ke kampung halaman. Sebagai bentuk pelayanan kepada umat, PCNU Kabupaten Ciamis yang membentuk Posko Mudik.

Posko Mudik bernama NU-NKRI tersebut digagas Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama Kabupaten Ciamis serta Banom-banom NU lain. Di posko tersebut panitia menyediakan rest area dan takjil gratis. Selain itu, disediakan tim medis yang melakukan pemeriksaan ringan terhadap kondisi kesehatan para pemudik yang hendak melanjutkan perjalanan.

NU Ciamis Bikin Posko Mudik NU-NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Ciamis Bikin Posko Mudik NU-NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Ciamis Bikin Posko Mudik NU-NKRI

Koordinator Tim Operasional Posko Mudik Asep Irfan Mujahid mengatakan, pendirian posko tersebut sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat bahwa NU tetap konsisten mempertahankan NKRI.

Haedar Nashir

“Melalui posko mudik NU - NKRI ÏŠ?ÏŠ PCNU Ciamis secara tidak langsung ingin menyampaikan pesan pendidikan politik kebangsaan kepada para pemudik tentang komitmen kebangsaan dalam mempertahankan NKRI,” katanya kepada Haedar Nashir, melalui pers rilis yang dikirim Ahad (5/8).

Haedar Nashir

Apabila terus menerus disosialisasikan dalam berbagai bentuk, tambah dia, kami yakin ÏŠ?ÏŠ akan semakin tertanam dalam memori masyarakat sekaligus menggugah kesadaran pentingnya mempertahankan NKRI.

Aktivis IPNU ini juga mengatakan, Posko yang dibuka sejak Kamis (1/8) lalu tersebut sudah banyak dikunjungi para pemudik.

“Pemudik sangat apresiasi dengan Posko tersebut. Alhamdulillah Posko NU-NKRI Ciamis juga mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Mereka menyambut baik kehadiran Posko, terbukti dengan bantuan tenaga dalam pendirian Posko oleh warga setempat dan partisipasi nyata lainnya,” pungkasnya.

Redaktur: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian, Nusantara Haedar Nashir

Jumat, 04 September 2015

Gubernur Lampung Terima Kartanu dari Ketua Umum PBNU

Lampung Tengah, Haedar Nashir



Gubernur Provinsi Lampung M. Ridho Ficardo menerima Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj di kompleks Pesantren Darussalamah Kampung Bandar Agung, Kecamatan Terusan Unyai, Kabupaten Lampung Tengah, Senin, (1/5).

Gubernur Lampung Terima Kartanu dari Ketua Umum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Lampung Terima Kartanu dari Ketua Umum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Lampung Terima Kartanu dari Ketua Umum PBNU

?

Kartanu tersebut diserahkan di sela-sela pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Lampung Tengah masa khidmah 2017-2022.

?

Haedar Nashir

"Mudah-mudahan Pak Ridho lebih memperhatikan kebutuhan warga Nahdliyyin yang ada di Provinsi Lampung wa bil-khusus di Kabupaten Lampung Tengah," harap Kiai Said selepas memberikan kartu itu.

?

Warga NU yang ada kabupaten Lampung Tengah, kata pengasuh Pesantren Al-Tsaqofah Ciganjur, Jakarta Selatanitu, seyogyanya lebih mengedepankan harmoni, jangan saling menjelek-jelekkan antarsuku, agama atau ras.?

Haedar Nashir

“Umat Islam, lebih-lebih warga NU mengutamakan sikap tasamuh, tepo seliro, toleran, tawassuth (moderat) dalam kehidupan bermasyarakat," katanya.

?

Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Lampung Tengah dihadiri tokoh-tokoh NU mulai dari pusat dan wilayah antara lain; Dr. H. A. Helmi Faisal Zaini (Sekretaris Jenderal PBNU), H. A. Muhaimin Iskandar (cucu KH Bisri Syansorri sekaligus Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa), H. M. Aqil Irham (Wasekjend PBNU), H. Umarsyah HS (Wakil Bendahara PBNU), Dr. H. Mustafa (Bupati Lampung Tengah/Ketua Syeikher Mania Propinsi Lampung),?

Juga Hj. Chusunia Chalim (Bupati Lampung Timur), Erlina, M.H (Wakil Bupati Pesisir Barat), jajaran pengurus PWNU Lampung, jajaran pengurus PCNU sebagian di propinsi Lampung, Badan Otonom dan Lembaga yang ada dilingkungan NU baik tingkat Wilayah maupun Cabang, dan 28 MWC NU se Kabupaten Lampung Tengah. (Akhmad Syarief Kurniawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian Islam, Pemurnian Aqidah, Pertandingan Haedar Nashir

Selasa, 01 September 2015

PMII Solo Kritik Realisasi Program Nawacita Jokowi-JK

Solo, Haedar Nashir. Spanduk dan poster menjadi media untuk menyampaikan pesan, dalam aksi yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Solo, Jawa Tengah, di depan pintu masuk utama Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rabu (28/10).

PMII Solo Kritik Realisasi Program Nawacita Jokowi-JK (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Solo Kritik Realisasi Program Nawacita Jokowi-JK (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Solo Kritik Realisasi Program Nawacita Jokowi-JK

Tulisan pada spanduk dan poster tersebut, kebanyakan berisi tentang kritikan untuk pemerintahan Jokowi-JK dan berbagai fenomena sosial-politik yang terjadi belakangan ini, seperti Politik untuk kepentingan rakyat, aparat jangan bertindak keparat, apa kabar toleransi dan #kabut asap quota vadis Mr. President.

Dalam orasinya, Ketua PC PMII Solo, Ahmad Rodif Hafidz mengatakan pemerintah layak mendapat rapor merah. Ini berdasar karena selama satu tahun pemerintahannya, Jokowi-JK belum mampu merealisasikan program Nawacitanya.

Haedar Nashir

“Sungguh proyek Nawacita hanya isapan jempol belaka. Terbukti dengan korupsi yang kian merajalela, ekonomi yang tidak stabil, kesejahteraan hidup kecil yang masih jauh dari harapan, kegaduhan politik, kedaulatan pangan hanya dijadikan jargon, dan supremasi hukum yang masih disimpan di balik ketiak para penguasa dan mafia,” tegasnya.

Dalam aksi memperingati Sumpah Pemuda tersebut, para kader PMII juga melakukan teatrikal tarik menarik yang diperagakan oleh lima orang mahasiswa. Dua orang mahasiswa berperan sebagai Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sementara tiga orang mahasiswa lainnya berperan sebagai rakyat, Tiongkok dan Amerika Serikat. Mereka saling menginginkan kedua pemimpin negara itu.

Haedar Nashir

“Ini menggambarkan bahwa Jokowi-JK berada di genggaman asing. Bukannya peduli sama rakyatnya, justru mementingkan kepentingan asing seperti pergi ke Amerika,” kata Rodif. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News, Lomba, Amalan Haedar Nashir

Kamis, 27 Agustus 2015

15 Tokoh Terima Penghargaan Pergunu 2016

Mojokerto, Haedar Nashir. Sebanyak 15 orang tokoh dianugerahi Penghargaan Pergunu 2016. Penyerahan penghargaan dilakukan pada pembukaan Kongres Ke-2 Pergunu yang berlangsung Kamis (27/10) di Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.

Ke-15 tokoh itu adalah Ahmad Wibisono, Dr. Hariyadi (alm), KH Jamaludin Abdullah, KH Latif Mansyur (alm), Muhammad Said, Drs. Kusnan A, Drs. Budi Sulistiono (alm), dr Hilalludin, KH Bashori Alwi. Kesembilan tokoh itu merupakan Tokoh Pendiri NU.

15 Tokoh Terima Penghargaan Pergunu 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
15 Tokoh Terima Penghargaan Pergunu 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

15 Tokoh Terima Penghargaan Pergunu 2016

Selain itu terdapat enam tokoh lain yaitu Sulaiman atas kontrobusi partisipasi dan konsolidasi Pergunu di Sulawesi Tengah, Drs. Ruswan atas kontribusi partisipasi dan konsolidasi Pergunu di Jawa Tengah, Lewa Karma atas kontrobusi partisipasi dan konsolidasi Pergunu di Bali, Retno Herawati atas partisipasi dan pengabdian masyarakat dengan mengembangkan wakaf tunai untuk beasiswa di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Berikutnya Fath Chillah sebagai pencipta Mars Pergunu, dan Drs. Zainal Abidin yang mengaransemen Mars Pergunu.

Haedar Nashir

Kepada kelimabelas tokoh penerima Penghargaan diberikan uang tunai senilai masing-masing lima juta rupiah, dan satu paket bingkisan lainnya.

Ahmad Wibisono (82) salah seorang penerima penghargaan, menuturkan kepada Haedar Nashir, awal keterlibatannya dalam pendirian Pergunu adalah rasa antusias menunjukkan keterlibatan NU untuk berada di garis depan, yakni bidang pendidikan, yang di dalamnya menyangkut guru sebagai komponen pendidik.?

“Guru berperan penting dalam mendidik anak-anak menjadi saleh dan solehah,” kata pria kelahiran Magetan, 27 Mei 1934, ayah dari sepuluh anak ? yang kebanyakan juga aktif di NU, salah satunya Agus Huda putra pertama Ahmad yang merupakan Ketua Maarif Bojonegoro.?

Ahmad Wibisono berharap Pergunu akan lebih bermanfaat untuk seluruh masyarakat, bangsa, negara, dan agama. Ia juga menyarankan agar anggota Pergunu meningkatkan kerja sama dan silaturahim dengan seluruh komponen bangsa dan NU. Selain itu peningkatan profesionalisme juga harus dikedepankan.

“Peningkatan profesi sesuai dengan aturan negara, misalnya lulusan tertentu harus mengajar bidang studi yang sesuai,” tambah kakek 27 cucu yang kini aktif mengelola Panti Asuhan Arrohmah, di Jalan Arif Rahman Hakim, Sukorejo, Bojonegoro, Jawa Timur. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax, Internasional, Fragmen Haedar Nashir