Sabtu, 29 Juli 2017

Manisnya Korma Ramadhan, Dagangan Sebulan Habis Sehari

Solo, Haedar Nashir. Buah korma merupakan menu khas berbuka puasa. Selain di sunahkan, kurma juga mengandung khasiat yang luar bisa untuk kesehatan. Dengan berbagai macam keistimewaan tersebut, permintaan buah kurma pada bulan Ramadan 2013 meningkat tajam di Solo.

Menurut Nunung, seorang pedangang kurma di kawasan Pasar Kliwon, Solo, pada hari biasa stok kurma sebanyak 100 kilogram (kg) dan baru terjual habis dalam jangka waktu dua minggu, selama bulan puasa kurma dengan berat tersebut hanya habis sehari.

Manisnya Korma Ramadhan, Dagangan Sebulan Habis Sehari (Sumber Gambar : Nu Online)
Manisnya Korma Ramadhan, Dagangan Sebulan Habis Sehari (Sumber Gambar : Nu Online)

Manisnya Korma Ramadhan, Dagangan Sebulan Habis Sehari

“Namun sekarang selama sekira seminggu bulan Puasa ini, permintaan kurma memang meningkat tajam,” ujarnya kepada Haedar Nashir, Sabtu (20/7).

Haedar Nashir

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, selama bulan Puasa ini dirinya harus menyediakan stok mencapai 8 ton. Nunung mengaku, asal kurma tersebut dari negara-negara timur tengah.

Harganya cukup bervariasi. Paling laris dibeli konsumen adalah kurma asal Emirat Arab, Iran, Mesir, dan Irak karena harganya cukup murah sekira Rp30 ribu- Rp50 ribu per kg.

Haedar Nashir

“Yang mahal ada, seperti kurma Madinah harganya di atas Rp100 ribu per kg, sedangkan kurma Nabi bisa mencapai Rp325 ribu per kg,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kamino, Pemilik Toko Almadina, Solo. Dia mengaku bahwa memasuki bulan Ramadan permintaan kurma memang meningkat tajam. 

Bila permintaan pada hari biasa tidak lebih dari 20 kg saja, tetapi saat masuk bulan Ramadhan langsung melonjak tajam hingga lebih dari 100 kg.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Rosyidi

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sejarah, Olahraga Haedar Nashir

Banser Bondowoso Ikuti Apel Operasi Lilin Semeru 2015

Bondowoso, Haedar Nashir? . Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) Kabupaten Bondowoso mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru tahun 2015 yang di adakan oleh Polisi Resort (Polres) Bondowoso. Kegiatan tersebut dilaksanakan di depan Kantor Bupati Bondowoso Jl. Letnan Karsono Kabupaten Bondowoso Jawa Timur Rabu (23/12) pagi.

Banser Bondowoso Ikuti Apel Operasi Lilin Semeru 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Bondowoso Ikuti Apel Operasi Lilin Semeru 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Bondowoso Ikuti Apel Operasi Lilin Semeru 2015

Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bondowoso Muzammil bahwa apel tersebut diikuti 1 peleton Banser yang berisi 35 personil dibawah komando Ketua Kasat Banser Susilo.

Apel tersebut, tambah dia, untuk membantu pengamanan dalam menghadapi hari Natal dan Tahun Baru. "Kegiatan untuk menjaga keamanan dalam rangka hari Natal dan Tahun Baru dimulai pada hari ini sampai dengan tanggal 5 Januari 2016," katanya.

Haedar Nashir

Dengan apel tersebut, Muzammil berharap toleransi umat beragama di Bondowoso tetap terjaga dan.(Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, Makam, Pesantren Haedar Nashir

Haedar Nashir

Jumat, 28 Juli 2017

Hadapi Organisasi Anti-NKRI, Warga NU Bogor Diminta Tenang

Bogor, Haedar Nashir



Pada Hari Sabtu 8 Oktober 2016, PCNU Kota Bogor melantik Pengurus Ranting, MWC dan Lembaga NU se-Kota Bogor di Pesantren Al-Alawiyah, Tanah Sareal, Bogor. Turut hadir di dalam pembengkalan pelantikan, sesepuh NU Kota Bogor H Aji Hermawan.

Di hadapan Pengurus ranting, MWC dan Lembaga NU, Ketua PCNU Kota Bogor, Ifan Haryanto, berpesan agar pengurus PCNU tetap istiqomah pada kredo perjuangan, Membumikan Ajaran Aswaja, Menjaga Tradisi serta Menjaga Keutuhan NKRI.?

Hadapi Organisasi Anti-NKRI, Warga NU Bogor Diminta Tenang (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Organisasi Anti-NKRI, Warga NU Bogor Diminta Tenang (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Organisasi Anti-NKRI, Warga NU Bogor Diminta Tenang

Terkait kredo perjuangan menjaga keutuhan NKRI, Ifan Haryanto menyampaikan bahwa dalam menghadapi isu maraknya gerakan organisasi anti-NKRI di Kota Bogor, warga NU di Kota Bogor diharapkan tetap tenang dan tidak bertindak di luar koridor hukum. Jika gerakan anti-NKRI tersebut sudah pada tahap mengancam keutuhan NKRI, baru NU siap menjadi garda terdepan untuk menjaga keutuhan NKRI.?

“Menjaga keutuhan NKRI merupakan kewajiban setiap warga Nahdliyin, karena NU bukan hanya sekedar benteng NKRI, namun juga salah satu pendiri republik ini,” katanya.?

Haedar Nashir

Ifan menambahkan berbagai bukti komitmen keindonesiaan telah ditunjukkan oleh para pendiri dan pejuang NU, dan sebagai warga NU wajar meneladani komitmen keindonesiaan para sesepuhnya.?

“Salah satu pendiri Nahdlatul Ulama yaitu KH Wahab Chasbullah bahkan telah menciptakan lagu Yalal Wathan yang mengungkapkan rasa kecintaan terhadap tanah air Indonesia, pada tahun 1934, jauh sebelum Indonesia merdeka,” paparnya. (M Zimamul Adli/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Santri, Quote Haedar Nashir

Haedar Nashir

Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran

Makassar, Haedar Nashir. Universitas Islam Makassar mengadakan syukuran dengan dzikir bersama atas Akreditasi Institusi oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) sebagai perguruan tinggi dengan predikat B. Syukuran berlangsung Sabtu 2 Mei 2015 tersebut dipusatkan di Auditorium Drs. KH. Muhyiddin Zain UIM.

Ribuan hadirin mengikuti lantunan dzikir yang dipimpin Sekretaris PWNU Sulawesi Selatan H. Masykur Yusuf. Sementara sujud syukur dipimpin Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anregurutta KH Muh. Sanusi Baco.

Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran

Rektor UIM Dr. Majdah M. Zain dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademika atas doa dan kerja keras mereka sehingga salah satu universitas kebanggaan warga NU tersebut mendapat pengakuan dari BAN-PT.

Haedar Nashir

Dengan penuh rasa syukur, kata dia, sengaja melaksanakan dzikir bersama atau istighosah ini, sebagai bentuk rasa syukur UIM atas karunia Allah Swt yang telah memberikan kekuatan kepada seluruh komponen.

Ia menambahkan, capaian ini dipersembahkan kepada orang-orang yang telah berjasa dan mewakafkan dirinya, demi kemajuan UIM.

Haedar Nashir

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar Prof. Iskandar Idy mengatakan, bahwa kemajuan UIM tak lepas dari kepemimpinan Majdah selaku Rektor. Tentunya dibantu seluruh komponen UIM.

Iskandar Idy mengimbau kepada seluruh civitas akademika untuk saling bahu membahu membangun UIM dan penuh keikhlasan.

Sementara Anregurutta KH. Sanusi Baco dalam taushiahnya meminta kepada seluruh civitas akademika untuk tetap istiqomah mengurus UIM dengan penuh dedikasi dan keikhlasan.

Juga, sambung dia, seluruh civitas akademika senantiasa memperbesar harapannya dan memperkecil kecemasannya agar dalam mengarungi kehidupan, terkhusus mengabdi pada lembaga pendidikan, diwarnai dengan penuh rasa optimis.

Hadir pada kesempatan itu seluruh Pengurus Syuriyah Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Sulsel, Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar, Pejabat Struktural UIM, ribuan mahasiswa UIM dan ratusan anak yatim piatu binaan UIM. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian, Syariah, Berita Haedar Nashir

Kamis, 27 Juli 2017

Sidang Itsbat pada 7 Agustus, Lebaran Diperkirakan Bareng

Jakarta, Haedar Nashir. Pemerintah akan melaksanakan sidang itsbat penentuan 1 Syawal 1434 Hijriyah pada 7 Agustus 2013 sesaat setelah diadakan rukyatul hilal di berbagai dareah. 

Pada saat itu posisi hilal sudah memungkinkan untuk dirukyat (imakur rukyat), dan berdasarkan pengalaman  maka hilal dimungkinkan bisa disaksikan.

Sidang Itsbat pada 7 Agustus, Lebaran Diperkirakan Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)
Sidang Itsbat pada 7 Agustus, Lebaran Diperkirakan Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)

Sidang Itsbat pada 7 Agustus, Lebaran Diperkirakan Bareng

Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam laman Kementerian Agama di Jakarta, Rabu, berharap hari raya Idul Fitri tahun ini akan dirayakan secara bersama oleh semua umat Muslim di Tanah Air.

Haedar Nashir

"Sidang itsbat akan dilaksanakan 7 Agustus, semua ormas Islam kita undang," kata Wamenag kepada wartawan pada acara buka puasa bersama di kediamannya, Jalan Ampera I No. 10, Jakarta Selatan, Selasa sore.

Haedar Nashir

Hadir Duta Besar Arab Saudi Mustafa bin Ibrahim Al Mubarak, para pejabat eselon I, II, dan III Kementerian Agama, serta beberapa direktur BUMN.

Wamenag mengatakan, jika didasarkan pada perhitungan hisab, pada hari pelaksanaan rukyatul hilal atau hari Rabu senja tanggal 7 Agustus 2013, posisi hilal berada di atas dua derajat.

Sesuai pengalaman tahun-tahun yang lalu, apabila hilal di atas dua derajat, maka hilal atau bulan baru dimungkinkan akan bisa disaksikan atau imkanur rukyat.

"Kecuali jika pada hari itu seluruh lokasi pemantauan hilal di Tanah Air terhalang mendung," ujarnya.

Namun Wamenag berharap, hari raya Idul Fitri tahun ini akan dirayakan bersama-sama oleh seluruh masyarakat muslim Indonesia. “Kita berharap lebaran bareng, sehingga lebih menguatkan ukhuwah Islamiyah," ujarnya.

Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil menambahkan, pada sidang itsbat penentuan awal syawal nanti terlebih dahulu dilaksanakan sebuah seminar membahas tentang masalah hisab-rukyat.

"Jika sebelumnya kegiatan sidang dilaksanakan sore hari, itsbat nanti akan dimulai dari siang hari, sekitar pukul 13.30 dengan sebuah seminar membahas permasalahan hisab rukyat, termasuk juga mengenai penetapan yang dilakukan oleh kelompok An Nazir dan Naqshabandi," kata Djamil.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan, Lomba, Aswaja Haedar Nashir

PSSI Riau Sebut Istimewa Pembukaan Liga Santri Nusantara di Inhu

Indragiri Hulu, Haedar Nashir?

Liga Santri Nusantara Region V Provinsi Riau secara resmi dibuka Bupati Indragiri Hulu H. Yopi Arianto di Stadion Nara Singa Rengat 27 Agustus lalu. Acara ini dimulai dari pukul 20.00 hingga pukul 23.30 dihadiri oleh sekira 10.000 orang. Kick off dimeriahkan drumb band dari pesantren setempat yang diikuti oleh defile dari kafilah-kafilah perwakilan 16 pesantren se-Provinsi Riau yang mengikuti Liga Santri.?

Di antara pesantren-pesantren tersebut adalah Pondok Pesantren Salafiyah Babussalam, Pondok Pesantren Syamsyudildin, Pondok Pesantren Nurul Huda, Pondok Pesantren Darul Huda, Pondok Pesantren Al Majdiyah, Pondok Pesantren Khairul Ummah, Pondok Pesantren Al Ihsan, Pondok Pesantren Al Munawwarah, Pondok Pesantren Al Hidayah, Pondok Pesantren Darun Nahda, Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Pondok Pesantren Jabal Nur, Pondok Pesantren Al Kautsar, Pondok Pesantren Tebuireng 4, Pondok Pesantren Baqiyyatussyadiyyah, dan Pondok Pesantren Raudlatul Jannah.

PSSI Riau Sebut Istimewa Pembukaan Liga Santri Nusantara di Inhu (Sumber Gambar : Nu Online)
PSSI Riau Sebut Istimewa Pembukaan Liga Santri Nusantara di Inhu (Sumber Gambar : Nu Online)

PSSI Riau Sebut Istimewa Pembukaan Liga Santri Nusantara di Inhu

Dalam sambutannya, Ketua PSSI Asprov Riau menyebut bahwa pembukaan LSN Region V Riau-Kepri ini meriah sekali dan sudah setara perhelatan SEA Games. "Bayangkan, Indragiri Hilir ini jauh dari ibukota provinsi, tetapi lihatlah ia berani menyelenggarakan event sepakbola di malam hari. Kalau bukan infrastruktur memadai, ini tidak akan terjadi. Inilah istimewanya Liga Santri," ujar Chaidir Ketua Pengprov PSSI Riau.

Sementara itu, Bupati Indragiri Hulu dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Kemenpora dan PBNU atas terselenggaranya Liga Santri. "Pembibitan sepakbola kita harus dimulai sejak dini. Liga Santri ini membantu PSSI untuk menyelenggarakan kompetisi sepakbola di Usia-16. Ini sangat strategis mengingat belum ada kompetisi yang masif dan teratruktur di usia ini," tutur Yopi.

Labih lanjut Yopi mengungkapkan kebanggaannya pada NU. "Sebagai kepala daerah saya sangat bangga kepada NU. Bukan saja karena saya seorang Nahdliyin, tetapi karena sejarah berdirinya negara ini tidak bisa dipisahkan dari keringat, darah dan airmata para kiai, santri dan pesantren yang merupakan basis gerakan dari jam’iyah Nahdlatul Ulama," kata Yopi berapi-api.

Haedar Nashir

Tampak hadir dalam acara tersebut adalah Kadispora Provinsi Riau Doni Aprialdi, perwakilan Kapolda Riau, Kapolres Inhu, Forkompuda Provinsi Riau, Jajaran PWNU Provinsi Riau, Jajaran PCNU Inhu dan pengurus MWC NU se-Kabuoten Inhu. Selain itu perhelatan ini juga diikuti oleh seluruh pesantren dan madrasah di Inhu.

Sementara itu dari Panitia Nasional LSN diwakili oleh jajaran direksi, antara lain Cornelius Ariyanto Wibisono, Ade Abdul Aziz, dan Irham Saifuddin. Acara tersebut langsung dikoordinasikan oleh Koordinator Region V Riau-Kepri Ribhan Dwi Jayana. (Ali/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Aswaja, AlaNu, Anti Hoax Haedar Nashir

Selasa, 25 Juli 2017

Kisah Uwais Al Qarni, Pemuda Istimewa di Mata Rasulullah

“Belum dikatakan berbuat baik kepada Islam, orang yang belum berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tuanya.” Syaikhul Jihad Abdullah Azzam

Di Yaman, tinggallah seorang pemuda bernama Uwais Al Qarni yang berpenyakit sopak. Karena penyakit itu tubuhnya menjadi belang-belang. Walaupun cacat tapi ia adalah pemuda yang saleh dan sangat berbakti kepada ibunya, seorang perempuan wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan.

Kisah Uwais Al Qarni, Pemuda Istimewa di Mata Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Uwais Al Qarni, Pemuda Istimewa di Mata Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Uwais Al Qarni, Pemuda Istimewa di Mata Rasulullah

“Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersamamu. Ikhtiarkan agar ibu dapat mengerjakan haji,” pinta sang ibu.

Haedar Nashir

Mendengar ucapan sang ibu, Uwais termenung. Perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh, melewati padang tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Lantas bagaimana hal itu dilakukan Uwais yang sangat miskin dan tidak memiliki kendaraan?

Uwais terus berpikir mencari jalan keluar. Kemudian, dibelilah seekor anak lembu, kira-kira untuk apa anak lembu itu? Tidak mungkin pergi haji naik lembu. Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi ia bolak-balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. “Uwais gila... Uwais gila..” kata orang-orang yang melihat tingkah laku Uwais. Ya, banyak orang yang menganggap aneh apa yang dilakukannya tersebut.

Haedar Nashir

Tak pernah ada hari yang terlewatkan ia menggendong lembu naik-turun bukit. Makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar pula tenaga yang diperlukan Uwais. Tetapi karena latihan tiap hari, anak lembu yang membesar itu tak terasa lagi.

Setelah 8 bulan berlalu, sampailah pada musim haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kilogram, begitu juga otot Uwais yang makin kuat. Ia menjadi bertenaga untuk mengangkat barang. Tahukah sekarang orang-orang, apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari? Ternyata ia sedang latihan untuk menggendong ibunya.

Uwais menggendong Ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Makkah! Subhanallah, alangkah besar cinta Uwais pada ibunya itu. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.

Uwais berjalan tegap menggendong ibunya wukuf di Ka’bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka’bah, ibu dan anak itu berdoa.

“Ya Allah, ampuni semua dosa ibu,” kata Uwais.

“Bagaimana dengan dosamu?” tanya sang Ibu keheranan.

Uwais menjawab, “Dengan terampuninya dosa ibu, maka ibu akan masuk surga. Cukuplah ridha dari ibu yang akan membawaku ke surga.”

Itulah keinginan Uwais yang tulus dan penuh cinta. Allah subhanahu wata’ala pun memberikan karunia untuknya. Uwais seketika itu juga sembuh dari penyakit sopaknya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya. Tahukah kalian apa hikmah dari bulatan disisakan di tengkuknya Uwais tersebut? Ituah tanda untuk Umar bin Khaththab dan Ali bin Abi Thalib, dua sahabat Rasulullah untuk mengenali Uwais.

Beliau berdua sengaja mencari di sekitar Ka’bah karena Rasulullah berpesan, “Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul. Kalian berdua, pergilah cari dia. Dia akan datang dari arah Yaman, dia dibesarkan di Yaman.”

“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya, demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan).” (HR Bukhari dan Muslim)

Uwais Al Qarni pergi ke Madinah

Setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya Uwais Al Qarni sampai juga di kota Madinah. Segera ia mencari rumah Nabi Muhammad. Setelah ia menemukan rumah Nabi, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam, keluarlah seseorang seraya membalas salamnya. Segera saja Uwais Al Qarni menyakan Nabi yang ingin dijumpainya. Namun ternyata Nabi tidak berada di rumahnya, beliau sedang berada di medan pertempuran. Uwais Al Qarni hanya dapat bertemu dengan Siti Aisyah r.a., istri Nabi. Betapa kecewanya hati Uwais. Dari jauh ia datang untuk berjumpa langsung dengan Nabi, tetapi Nabi tidak dapat dijumpainya.

Dalam hati Uwais Al Qarni bergejolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi dari medan perang. Tapi kapankah Nabi pulang? Sedangkan masih terniang di telinganya pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu,agar ia cepat pulang ke Yaman, “Engkau harus lepas pulang.”

Akhirnya, karena ketaatanya kepada ibunya, pesan ibunya mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi. Karena hal itu tidak mungkin, Uwais Al Qarni dengan terpaksa pamit kepada Siti Aisyah r.a., untuk segera pulang kembali ke Yaman, dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi. Setelah itu, Uwais pun segera berangkat pulang mengayunkan lengkahnya dengan perasaan amat sedih dan terharu.

Peperangan telah usai dan Nabi pulang menuju Madinah. Sesampainya di rumah, Nabi menanyakan kepada Siti Aisyah r.a., tentang orang yang mencarinya. Nabi mengatakan bahwa Uwais anak yang taat kepada orang ibunya, adalah penghuni langit. Mendengar perkataan Nabi, Siti Aisyah r.a. dan para sahabat tertegun. Menurut keterangan Siti Aisyah r.a. memang benar ada yang mencari Nabi dan segera pulang ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama. Nabi Muhammad melanjutkan keterangannya tentang Uwais Al Qarni, penghuni langit itu, kepada sahabatnya, “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia, perhatikanlah ia mempunyai tanda putih di tengah telapak tangannya.”

Sesudah itu Nabi memandang kepada Ali bin Abi Thalib dan Umar bin Khaththab seraya berkata, “Suatu ketika apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi.”

Waktu terus berganti, dan Nabi kemudian wafat. Kekhalifahan Abu Bakar pun telah digantikan pula oleh Umar bin Khaththab. suatu ketika Khalifah Umar teringat akan sabda Nabi tentang Uwais Al Qarni, penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kembali sabda Nabi itu kepada sahabat Ali bin Abi Thalib. Sejak saat itu setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib selalu menanyakan tentang Uwais Al Qarni, si fakir yang tak punya apa-apa itu. yang kerjanya hanya menggembalakan domba dan unta setiap hari? Mengapa Khalifah Umar dan sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib selalu menanyakan dia?

Rombongan kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais Al Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu pun tiba di kota Madinah. Melihat ada rombongan kafilah yang baru datang dari Yaman, segera Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais Al Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu mengatakan bahwa Uwais ada bersama mereka, dia sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib segera pergi menjumpai Uwais Al Qarni.

Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib memberi salam. Tapi rupanya Uwais sedang salat. Setelah mengakhiri salatnya dengan salam, Uwais menjawab salam Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib sambil mendekati kedua sahabat Nabi tersebut dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah dengan segera membalikan telapak tangan Uwais, seperti yang pernah dikatakan Nabi. Memang benar! Tampaklah tanda putihdi telapak tangan Uwais Al Qarni.

Wajah Uwais nampak bercahaya. Benarlah seperti sabda Nabi. Bahwa ia adalah penghuni langit. Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib menanyakan namanya, dan dijawab, “Abdullah”. Mendengar jawaban Uwais, mereka tertawa dan mengatakan, “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?” Uwais kemudian berkata, “Nama saya Uwais Al Qarni”.

Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. akhirnya Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib memohon agar Uwais membacakan doa dan Istighfar untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada Khalifah, “Saya lah yang harus meminta do’a pada kalian”.

Mendengar perkataan Uwais, “Khalifah berkata, “Kami datang kesini untuk mohon doa dan istighfar dari Anda”. Seperti dikatakan Rasulullah sebelum wafatnya. Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais Al Qarni akhirnya mengangkat tangan, berdoa dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menampik dengan berkata, “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.”



Fenomena ketika Uwais Al Qarni Wafat


Beberapa tahun kemudian, Uwais Al Qarni berpulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan di mandikan, tiba-tiba sudah banyak orang yang ingin berebutan ingin memandikannya. Dan ketika di bawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana pun sudah ada orang-orang yang sudah menunggu untuk mengafaninya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburannya, di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa ke pekuburannya, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk menusungnya.   

Meninggalnya Uwais Al Qarni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak kenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais Al Qarni adalah seorang yang fakir yang tidak dihiraukan orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu.

Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, “Siapakah sebenarnya engkau Wahai Uwais Al Qarni? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir, yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari hanyalah sebagai pengembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatnya, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal.mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamannya.”

Berita meninggalnya Uwais Al Qarni dan keanehan-keanehan yang terjadi ketika wafatnya telah tersebar kemana-mana. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya, siapa sebenarnya Uwais Al Qarni. Selama ini tidak ada orang yang mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al Qarni disebabkan permintaan Uwais Al Qarni sendiri kepada Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib agar merahasiakan tentang dia. Barulah di hari wafatnya mereka mendengar sebagaimana yang telah di sabdakan oleh Nabi, bahwa Uwais Al Qarni adalah penghuni langit.

Begitulah Uwais Al Qarni, sosok yang sangat berbakti kepada orang tua, dan itu sesuai dengan sabda Rasulullah ketika beliau ditanya tentang peranan kedua orang tua. Beliau menjawab, “Mereka adalah (yang menyebabkan) surgamu atau nerakamu.” (HR Ibnu Majah).

M. Haromain,

Alumnus Pondok Pesantren Lirboyo Kediri;

Berdomisili di Pondok Pesantren Nurun ala Nur Bogangan Utara Wonosobo


Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hadits, Pendidikan Haedar Nashir