Senin, 18 Desember 2017

Komnas Haji Desak Penghapusan Ibadah Haji Khusus

Jakarta, Haedar Nashir. Komnas Haji menilai Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus menegaskan jurang lebar antara si kaya dan si miskin. Dengan menyetor dana sebesar Rp.80-100 juta, calon jamaah haji khusus memangkas waktu antrean dari 10-20 tahun menjadi 3 tahun waktu tunggu. Kemenag RI karenanya harus menghentikan praktik diskriminasi ini.

Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj menyebutkan data 2013 PIHK menghabiskan kuota sebesar 13 ribu jamaah haji 2013. “Kuota haji khusus itu sangat tidak adil karena terlalu besar dan tidak jelas dasar pertimbangannya,” ujar Mustolih kepada Haedar Nashir, Ahad (6/9) siang.

Komnas Haji Desak Penghapusan Ibadah Haji Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)
Komnas Haji Desak Penghapusan Ibadah Haji Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)

Komnas Haji Desak Penghapusan Ibadah Haji Khusus

Sementara calon jamaah haji reguler hanya memegang uang pas-pasan. Mereka menyetorkan uang sebesar Rp. 30 juta dengan waktu tunggu 10-20 tahun. Mostolih menyayangkan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji Kemenag RI yang ditentukan atas dasar tebal-tipisnya kocek jamaah.

Haedar Nashir

“Lalu apa bedanya ibadah perjalanan menuju rumah Allah dengan perjalanan wisata biasa pada umumnya?” Mustolih menegaskan.

Kementerian Agama RI, Mustolih manambahkan, lebih baik menghapus kuota kelas premium ini sehingga kedudukan jamaah sejajar dalam hal pelayanan dan waktu tunggu. Pihak Kemenag RI juga harus meningkatkan layanan yang prima bagi jamaah.

Haedar Nashir

“Kaya dan miskin harus sama-sama antre, tidak boleh dibedakan,” tandas Mustolih. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional, Nahdlatul Ulama Haedar Nashir

Banser Diharapkan Makin Teguh Jadi Benteng Aswaja dan NKRI

Boyolali, Haedar Nashir. Hidup di tengah perbedaan butuh kesadaran untuk menjaga dan memahami pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. Sebab, jika bercerai-berai mengancam iklim keamanan bangsa. Prinsip memegang paham Bhinneka Tunggal Ika harus ditanamkan di tengah masyarakat.

Banser Diharapkan Makin Teguh Jadi Benteng Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Diharapkan Makin Teguh Jadi Benteng Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Diharapkan Makin Teguh Jadi Benteng Aswaja dan NKRI

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah Choiruddin Ahmad, di sela pendidikan dan latihan dasar (Diklatsar) anggota Banser di kompleks Masjid Al-Faqih Kanoman, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, akhir pekan lalu (25-27/3).

Pengasuh Pesantren Mifathul Huda itu menambahkan, diharapkan para anggota Banser mampu melanjutkan tugas-tugas NU dalam beragama dan bernegara. “Selain tangguh secara fisik, melalui Diklatsar ini, para kader Banser kita harapkan menjadi anggota yang tangguh secara fisik maupun mental, serta semakin teguh untuk menjadi benteng Aswaja dan NKRI,” ujar Gus Din, sapaan akrab Choiruddin.

Dikatakannya, Diklatsar memberikan pemahaman kepada kader NU dalam menjalankan fungsi organisasi. Mereka mendapat berbagai materi mengenai Islam Nusantara dan wawasan kebangsaan. Sehingga bisa bersama-sama dalam menjaga keutuhan NKRI. “Tetap semboyan kita NKRI harga mati,” tukasnya.

Haedar Nashir

Selain materi di atas, para peserta juga mendapatkan berbagai materi, yakni ke-NU-an, Ke-Ansor-an, Ke-Banser-an, dan bela negara. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, IMNU, Santri Haedar Nashir

Haedar Nashir

Warga NU Sumedang Kini Miliki Koperasi

Sumedang, Haedar Nashir - Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Kabupaten Sumedang membentuk koperasi di Hotel Hanjuang Cimalaka, Sumedang, Sabtu (6/11). Pihak LPNU Sumedang meresmikan kepengurusan koperasi yang dilakukan bersamaan dengan rapat koordinasi pengurus, lembaga, banom, dan seluruh ketua MWCNU se-Kabupaten Sumedang.

Koperasi NU dikelola oleh pengurus LPNU Sumedang yang terdiri atas Ketua LPNU Sumedang Ramli Masdar, Sekretaris Delis Martini, Wakil Sekretaris Syarif Hidayatulloh, dan Bendahara Romlah. Kepengurusan koperasi ini dilantik oleh Ketua PCNU Sumedang KH Sadulloh. Menurut Sa’dulloh, tujuan pembentukan Koperasi NU ini adalah untuk menyejahterakan warga Nahdliyyin khususnya, dan warga Sumedang pada umumnya.

Warga NU Sumedang Kini Miliki Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Sumedang Kini Miliki Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Sumedang Kini Miliki Koperasi

Ia berpesan agar pengurus Koperasi NU yang baru dilantik itu benar-benar menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan memiliki kredibilitas yang tinggi terhadap koperasi NU Sumedang.

Haedar Nashir

Ketua LPNU Sumedang Ai Faridah berharap semua pengurus NU dan nahdliyin berkenan masuk menjadi anggota Koperasi NU ini sehingga tujuan pendirian koperasi ini dapat tercapai sesuai harapan.

Alhamdulillah, anggota yang terdaftar sekarang kurang lebih 150 orang. Yang terdiri dari pengurus, lembaga, banom, dan MWCNU. Kemungkinan akan terus bertambah sehubungan dengan mayoritas warga nahdliyin di Sumedang ini mendominasi,” kata Ramli Masdar.

Nantinya Koperasi NU ini akan ditempatkan di Kantor PCNU Sumedang. Koperasi ini memfasilitasi simpan-pinjam juga berbagai macam sembako, dan kebutuhan-kebutuhan atribut NU lainnya.

Haedar Nashir

Ade Saepudin dari Dinas Koperasi dan UMKM Sumedang memberikan sambutan tentang perkoperasian di Sumedang. Menurut Ade, koperasi adalah badan hukum yang berdasarkan pada asas kekeluargaan yang anggotanya terdiri atas orang perorangan atau badan hukum yang tujuannya untuk menyejahterakan anggotanya.

Umumnya sebuah koperasi dikendalikan secara bersama oleh seluruh anggotanya, di mana setiap anggota memiliki hak suara yang sama dalam setiap keputusan yang diambil koperasi. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Khutbah, Pesantren, Habib Haedar Nashir

Ceramah KH Soleh Bajuri di Isra Miraj MWCNU Seputih Mataram

Lampung Tengah, Haedar Nashir. Pengurus MWCNU Kecamatan Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tengah memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Rabu (14/5). Acara yang digelar di halaman Masjid Nurul Iman Desa Pelopor Pancasila Kecamatan Seputih Raman ini menghadirkan KH RM Soleh Bajuri, Ketua PWNU Lampung.

Ceramah KH Soleh Bajuri di Isra Miraj MWCNU Seputih Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)
Ceramah KH Soleh Bajuri di Isra Miraj MWCNU Seputih Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)

Ceramah KH Soleh Bajuri di Isra Miraj MWCNU Seputih Mataram

Hadir juga dalam peringatan tersebut H Suhaini (Camat Kecamatan Seputih Mataram), KH Bahrudin (Rais Syuriah MWCNU Seputih Mataram), KH Muhtarom (Ketua MWCNU Seputih Mataram), Muslimat NU, Fatayat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Kecamatan Seputih Mataram.

Kiai Soleh Bajuri dalam ceramahnya menegaskan, Isra Mi’raj merupakan perjalanan terhebat sepanjang sejarah manusia. Momentum Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa kemudian naik ke Sidratul Muntaha adalah peristiwa penting yang sangat bersejarah.?

Haedar Nashir

Dari Peristiwa inilah Nabi Muhammad SAW memperoleh perintah ibadah wajib, yakni sholat lima waktu yang langsung dari Allah. Momen terpenting dari peristiwa Isra Miraj yakni ketika Rasulullah SAW "berjumpa" dengan Allah.?

“Ketika itu, dengan penuh hormat Rasul berkata, "Attahiyatul mubaarakaatush shalawatuth thayyibatulillah" (Segala penghormatan, kemuliaan, dan keagungan hanyalah milik Allah saja). Allah pun berfirman, "Assalamualaika ayyuhan nabiyu warahmatullahi wabarakaatuh", tuturnya.

Haedar Nashir

Mendengar percakapan ini, lanjutnya, para malaikat serentak mengumandangkan dua kalimah syahadat. Maka, dari ungkapan bersejarah inilah kemudian bacaan ini diabadikan sebagai bagian dari bacaan shalat. Mudah-mudahan setelah kita mengetahui peristiwa terpenting ini, Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang bersemangat dalam mengerjakan shalat dan tidak lalai dalam mengerjakannya.?

“Semoga shalat menjadi penyejuk hati kita dan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Disamping itu semua ini bisa menjadi sebuah motivasi dalam melanjutkan perjuangan NU ke depan dengan dibarengi peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah,” harap Kiai Soleh. (Rudi Santoso/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pendidikan, Santri Haedar Nashir

Media Digital dan Dakwah Kelas Menengah

Oleh Munawir Aziz*

Selama ini, dakwah yang digunakan untuk mengampanyekan nilai-nilai Islam sangat terkait dengan media. Penyampaian pesan-pesan keagamaan melalui media konvesional terbukti efektif sebagai agenda dakwah. Model-model dakwah dalam forum kajian, majelis taklim maupun acara-cara seminar mampu mempengaruhi perspektif kaum muslim agar memahami nilai-nilai agama secara lebih utuh.

Media Digital dan Dakwah Kelas Menengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Media Digital dan Dakwah Kelas Menengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Media Digital dan Dakwah Kelas Menengah

Akan tetapi, saat ini media mengalami revolusi dalam spektrum baru berupa media digital. Bagaimana merespon revolusi media dalam kerangka strategi dakwah? Bagaimana menampilkan model dakwah yang baru di tengah percepatan teknologi? Tentu saja, dakwah di era digital perlu menggunakan strategi-strategi baru untuk merespon ekosistem media digital yang berbeda dengan media konvensional.

Haedar Nashir

Pertumbuhan media digital menemukan momentumnya dengan pertumbuhan kelas menengah muslim. Jika geliat kelas menengah dimulai dari tahun 1980an, yang kemudian menemukan akses luas pasca reformasi, tentu hal ini tidak bisa dilepaskan dari iklim politik dan kebebasan di ruang publik untuk mengekspresikan identitas. Kelas menengah muslim dianggap sebagai ceruk penting yang memiliki potensi luar biasa, dari akses ekonomi, gaya hidup, pengetahuan hingga keberpihakan politik. ?

Haedar Nashir

Dalam hal ini, kelas menengah muslim adalah ceruk komunitas yang terus membesar, seiring pertumbuhan ekonomi dan akses pendidikan. Robisan mencatat, bahwa “dalam kelas menengah, terdapat sejumlah akademisi, kaum cendekiawan, reformis, intelektual, pengusaha muda, pengacara, tokoh politik, aktifis kebudayaan, kaum teknokrat, aktifis LSM, juru dakwah, publik figur, presenter, pengamat ekonomi dan sejenisnya” (Robison 1993: 30)

Untuk itu, Vatikiotis mengungkapkan bahwa kelas menengah muslim lebih banyak berada di perkotaan, karena mudahnya akses media dan jaringan pengetahuan. “Di Indonesia, kebangkitan kembali kepada semangat keagamaan tahun 1980an dan 1990an adalah fenomena khas kelas menengah di wilayah-wilayah perkotaan – segmen masyarakat yang paling banyak tersentuh oleh pembangunan ekonomi dan perubahan sosial. Fenomena ini berpengaruh luas pada meningkatnya ketaatan beragama padaorang-orang Islam yang sedang menikmati kemakmuran sebagai kelasmenengah” (Vatikiotis, 1996: 152 – 53). Akan tetapi, pandangan Vatikiotis ini perlu direvisi karena pertumbuhan media digital.

Seiring meningkatnya akses informasi melalui media digital, tentu pembagian demografi dalam pandangan Vatikiotis akan sedikit mengalami revisi. Ruang fisik semakin meluas tidak hanya di kota-kota besar semata, karena hal ini akan ditembus oleh akses ekonomi, media informasi dan perkembangan teknologi. Sekarang ini, sangat mungkin menemukan pengusaha muslim yang memiliki produk hijab skala menengah yang bermukim di pelosok Banyuwangi, namun memiliki kantor cabang di Jakarta dan Surabaya. Perkembangan teknologi, media sosial dan kemudahan akses infrastruktur memungkinkan fenomena ini terjadi.

Sirkulasi Ekonomi

Tumbuhnya kelas menengah muslim, juga ditunjang oleh tren positif pasar ekonomi syariah. Meningkatnya sirkulasi ekonomi dengan dalam pasar berlabel syariah, dapat dilacak pada perkembangan pesat bank syariah di Indonesia. Rintisan perbankan syariah yang dimulai pada 1991 oleh Bank Muamalat, tumbuh mencapai 40 % tiap tahunnya. Penetrasi ini melebihi bank konvensional yang tidak sampai kisaran 20%. Meski belum mencapai 5% dari total aset perbankan, akan tetapi geliat pasar ekonomi syariah sangat menjanjikan. Setidaknya, dari data awal 2014, sudah ada sekitar 11 Bank Umum Syariah (BUS), 23 Bank syariah dalam bentuk Unit Usaha Syariah (UUS), dan 160 Bank perkreditan rakyat syariah (BPRS). Dari jumlah ini, bank-bank syariah memiliki 2.925 kantor cabang dan memiliki lebih dari 12 juta akun nasabah dengan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai lebih dari 175 triliun rupiah (Yuswohadi, 2015).

Saat ini, tren ekonomi syariah berdampak pada bisnis kreatif dengan pasar kelas menengah muslim, dari fashion, kuliner, hingga wisata. Di beberapa daerah, wisata berbasis syariah sudah mulai menggeliat dengan memunculkan paket-paket jelajah daerah dengan panduan khusus untuk melayani pasar kelas menengah muslim. Dari sisi bisnis, tumbuhnya kelas menengah muslim menjadi tren penting pada zaman sekarang. Dampaknya, sangat terasa pada volunterism, fundrising dan agenda-agenda dakwah beserta amal yang mengakses kelas menengah muslim.

Revolusi Media

Tumbuhnya kelas menengah muslim perlu diimbangi dengan strategi dakwah yang tepat dan efektif. Revolusi media dengan tampilnya media sosial menjadi bagian penting untuk menerapkan dakwah di era digital. Di Indonesia, pengguna internet semakin meningkat, dengan akses media sosial yang terintegrasi. Para pengguna media sosial, cenderung menyampaikan pesan, pikiran dan mengakses informasi dari media-media baru sebagai platform visioner.

Data yang dirilis WeAreSocial (2015), pengguna internet di negeri ini pada kisaran 72,7 juta. Dari data ini, sekitar 72 juta merupakan pengguna aktif media sosial, yang diakses dari 60 juta akun media dari mobile. Ini artinya, media sosial sangat efektif dalam penyampaian pesan, perspektif dan informasi terbaru. Di sisi lain, media digital sebagai medan dakwah di era sekarang sangat signifikan untuk mencapai target kelas menengah muslim. Dakwah untuk kelas menengah muslim, dipengaruhi oleh bagaimana strategi menggunakan media digital untuk menyampaikan informasi serta mengkampanyekan pesan-pesan tertentu.

Tentu saja, hal ini menjadi tantangan menarik bagi ormas-ormas muslim untuk merespon tumbuhnya kelas menengah dan revolusi media digital. Kelas menengah muslim yang terkoneksi dengan akses media digital membutuhkan sentuhan dakwah yang lebih interaktif, efektif dan mudah diakses. Sentuhan teknologi dan grafis sangat diperlukan untuk memperkuat content-content dakwah. Berbagai platform media sosial dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan nilai-nilai Islam yang sesuai dengan karakter khas Indonesia. Dakwah yang ramah di era digital menjadi tantangan strategis bagi pelbagai ormas Islam di negeri ini.

* Peneliti media, Pengurus? Lembaga Ta’lif wan-Nasyr (LTN) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU),Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Aswaja, Meme Islam, Sejarah Haedar Nashir

PP LDNU: Doa Bersama di Istiqlal Sukses

Jakarta, Haedar Nashir

Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PP LDNU) menilai acara Doa Bersama di Masjid Istiqlal Jakarta, Ahad (18/4) meerupakan acara besar pertama yang digelar oleh PBNU pertama kali sejak Muktamar NU ke-32 di Makassar lalu. PP LDNU juga menilai bahwa acara tersebut sukses dan terselenggara dengan baik.



PP LDNU: Doa Bersama di Istiqlal Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LDNU: Doa Bersama di Istiqlal Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LDNU: Doa Bersama di Istiqlal Sukses

Penilaian ini didasarkan pada jumlah kehadiran jamaah yang mencapai puluhan ribu serta kehadiran sejumlah tokoh penting NU seperti Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dan Rais Am Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thoriqoh Mutabaroh an-Nahdliyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya. Sementara perwakilain pemerintah yang hadir antara lain, Direktur Urais dan Pembinaan Syariah Dr. H. Rohadi Abdul Fatah Kementerian Agama Rohadi Abdul Fatah, Sekretaris Daerah Pemda DKI Muhayat. Dan hadir mewakili pihak keluarga KH Abdurrahman Wahid adalah Zanuba Arifah Chafsoh (puteri almarhum).

Dalam ceramahnya, Habib Luthfi bin Yahya mengajak seluruh umat Islam, khususnya warga Nahdliyin untuk mencintai Rasulullah SAW dan keluarganya. Termasuk juga mencintai orang-orang yang mencintai Rasulullah SAW dengan menyokong kegiatan-kegiatan yang mengugah semangat cinta Rasul.

Haedar Nashir

"Rasulullah SAW adalah mahluk Allah yang paling berhak mendapatkan cinta dari mahluk Allah lainnya. bahkan Allah SWT menjanjikan, akan menempatkan seorang Muslim di surga bersanding dengan yang dicintai. Jadi marilah berharap disandingkan di Surga bersama Rasulullah SAW dengan mencintainya dan berharap pada Syafaatnya," ajak habib Luthfi.

Sementara itu, Sekretaris LDNU Ustadz KHoirul Huda Basyir menyatakan, banyaknya para jamaah yang menghadiri Doa bersama dan memenuhi seluruh kawasan Masjid Istiqlal merupakan bukti bahwa NU dan warga Nahdliyin masih merupakan mayoritas Muslim di Jakarta dan sekitarnya.

Haedar Nashir

"Hal ini juga berarti bahwa suara NU dan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah beserta amalan-amalan warga Nahdliyin masih merupakan idiologi dominan Islam Indonesia," tandas Khoirul Huda Basyir. (min)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaSantri, Ahlussunnah, Tokoh Haedar Nashir

Aswaja Youth Camp untuk Anggota Baru KMNU IPB

Bogor, Haedar Nashir. Keluarga Mahasiswa NU (KMNU) IPB menyelenggarakan Aswaja Youth Camp (AYC) untuk para anggota baru di kampus Institut Pertanian Bogor. AYC merupakan salah satu acara inti dari rangkaian Isti’laul Qudrah (IQ) atau pengembangan diri dalam misi pengaderan KMNU IPB.

Aswaja Youth Camp untuk Anggota Baru KMNU IPB (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja Youth Camp untuk Anggota Baru KMNU IPB (Sumber Gambar : Nu Online)

Aswaja Youth Camp untuk Anggota Baru KMNU IPB

Peserta terdiri dari mahasiswa baru IPB angkatan 52 dan mahasiswa IPB angkatan 51 yang belum mengikuti IQ tahun lalu. Mereka tampak antusias mengikuti kegiatan yang digelar di ruang kuliah Fakultas Kedokteran Hewan, akhir pekan (27/9) itu. Penampilan hadrah KMNU menambah semarak acara tersebut.

Acara antara lain diisi dengan pemilihan ketua angkatan 52 KMNU IPB yang dimoderatori oleh ketua pelaksana yaitu Nurudin Zanki. Melalui musyawarah mufakat, terpilihlah Tajudin (putra) dan Ima (putri) sebagai ketua angkatan baru.

Haedar Nashir

Materi ke-NU-an menutup serangkaian acara Aswaja Youth Camp. M  Zimamul Adli sebagai pengisi materi tersebut memaparkan sejarah NU, makna lambang NU, sejarah KMNU Pusat, dan sejarah KMNU IPB.

“Saya dibesarkan di NU, tidak boleh ingin menjadi apa-apa, tapi harus siap menjadi apapun,” ujar Zimam dalam penyampaian materinya mengutip pesan dari Gus Dur. Acara ditutup dengan do’a dan sholawat dengan memohon keberkahan dalam setiap langkah perjuangan KMNU IPB.

Haedar Nashir

Sebelumnya anak-anak binaan tim pengabdian KMNU IPB menampilkan pentas seni dengan menyanyikan lagu “Satu Nusa Satu Bangsa” diiringi dengan pembacaan puisi. (Iqbal Muzakki/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Syariah, Kajian Islam, Kajian Haedar Nashir