Selasa, 27 September 2016

Turba LP Maarif Jepara Berikan Izin Operasional Lembaga Pendidikan

Jakarta, Haedar Nashir - Tahun ini, Lembaga Pendidikan Maarif NU Kabupaten Jepara melakukan turun ke bawah (turba) dari kecamatan ke kecamatan. Turba yang bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Jepara Turba dilakukan untuk pembinaan dan sekaligus penyerahan izin operasional pondok pesantren, madrasah diniyah, dan Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) se-Kabupaten Jepara.

Demikian informasi yang disampaikan Wakil Ketua PCNU Jepara, sekaligus Kepala KUA Kecamatan Keling H Hisyam Zamroni kepada Haedar Nashir, Senin (13/3).

Turba LP Maarif Jepara Berikan Izin Operasional Lembaga Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Turba LP Maarif Jepara Berikan Izin Operasional Lembaga Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Turba LP Maarif Jepara Berikan Izin Operasional Lembaga Pendidikan

Hisyam menambahkan salah satu daerah yang menerima pembinaan dan penyerahan izin operasional adalah di wilayah paling pojok utara kaki Gunung Muria yakni Kecamatan Keling. Pelaksanaan pembinaan dan penyerahan izin operasional di Kecamatan Keling berlangsung Senin, (13/3) pagi di Pendopo Kecamatan Keling.

Haedar Nashir

“Kecamatan Keling menjadi kecamatan ke-14 dari 16 kecamatan di Kabupaten Jepara. Terdapat 2 buah pondok pesantren, 83 TPQ, dan 43 madrasah diniyah di Kecamatan Keling yang menerima pembinaan dan izin operasional,” rinci Hisyam.

Ia menegaskan, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ adalah pondasi mendasar dalam pembinaan akhlakul karimah dan keimanan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Haedar Nashir

“Dengan terpenuhinya izin operasional, kepastian hukum tentang pengelolaan dan proses belajar mengajar menjadi legal, nyaman, dan tenang,” katanya.

Hisyam juga menambahkan, pada kesempatan tersebut Ketua LP Maarif NU Jepara,? H Fathul Huda menyampaikan bahwa pondok pesantren, madin, dan TPQ adalah tempat pemberdayaan keilmuan Islam dari tingkat awal sehingga membutuhkan perhatian serius. Diharapkan pembinaan dan izin operasional akan menguatkan pemahaman ajaran aswaja mereka.

Sementara Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, H Muslih Ahmad menyatakan pentingnya membentuk sinergitas dalam proses pemberdayaan pondok pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ.

“Agar pelayanannya menjadi mudah dan terkontrol tanpa ada hambatan yang berarti dari masyarakat dan pemerintah, khususnya Kanmenag,” ujar Muslih.

Pada kesempatan tersebut turut hadir Ketua RMI Jepara Kiai Rosyif Arwani; Kepala Kanmenag Jepara H Muhdi Zamru; Kapolsek, Danramil, Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Keling. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, PonPes, Kyai Haedar Nashir

Jember Anggarkan Insentif Guru Ngaji Rp 16 milyar

Jember, Haedar Nashir. Pemerintah Kabupaten Jember Jawa Timur, mengalokasikan anggaran untuk guru ngaji sebesar Rp 16 miliar lebih. Anggaran itu tercantum dalam APBD Jember 2017 ini.

"Intensif guru ngaji ini bukan diambilkan dari dana hibah bansos, tapi dari APBD melalui Bidang PAUD dan Dikmas (Pendidikan Masyarakat) pada Dinas Pendidikan, sehingga setiap tahun akan selalu dianggarkan," ujar ? Bupati Jember Jawa Timur, Hj Faida saat memberikan sambutan dalam acara ? istigotsah dan silaturrahim dengan dua ribu lebih guru ngaji di Pondok Pesantren ? Al-Qodiri, Jember beberapa waktu lalu.

Selain guru ngaji, dikatakannya, ada 25 guru yang mengajarkan kitab suci agama selain agama Islam, juga mendapatkan insentif yang sama.?

Jember Anggarkan Insentif Guru Ngaji Rp 16 milyar (Sumber Gambar : Nu Online)
Jember Anggarkan Insentif Guru Ngaji Rp 16 milyar (Sumber Gambar : Nu Online)

Jember Anggarkan Insentif Guru Ngaji Rp 16 milyar

Menurut Bupati Faida, apa yang diberikan Pemerintah Kabupaten Jember saat ini belum seberapa jika dibandingkan dengan ikhtiar guru ngaji dalam mengajarkan Alquran sekaligus ? membina akhlaq generasi muda selama ini. Menurutnya, para guru ngaji adalah ? orang yang tulus dan penuh syukur, mereka tidak pernah menuntut haknya, kecuali hanya berjuang untuk kepentingan agama dan bangsa.

? "Betapa bahagianya kami, Bupati dan Wabup, melihat orang-orang yang wajahnya penuh syukur ini. Untuk itu, perhatian Pemerintah Kabupaten Jember sangat besar terhadap guru ngaji ini,”imbuhnya.

Jika ada guru ngaji sehat, lanjutnya, ? kesetehatannya digunakan untuk masyarakat. Dan jika ada guru ngaji yang sakit, jangan ragu untuk dibawa ke rumah sakit atau Puskesmas. “ Itu tanggungjawab Bupati. Kalau ada pegawai puskesmas tidak melayani guru ngaji , maka pejabatnya akan kita ganti," tandas Bupati ujar Faida menjanjikan.

Haedar Nashir

Dalam silaturrahmi dengan guru ngaji itu, Bupati Faida juga menyerahkan ? insentif ? tahap pertama kepada 2.305 guru ngaji dari enam kecamatan. Jumlah itu adalah sebagian dari 13.500 guru ngaji yang sudah terdata secara resmi.

? “ Mereka masing-masing akan mendapatkan insentif sebesar Rp. 1.200.000 per tahun. Isnsentif tersebut akan dicairkan dalam tiga tahap, yaitu sebelum puasa Ramadhan, menjelang ? dan setelah lebaran,”pungkasnya.

Anggaran insentif guru ngaji di Kabupaten Jember, mulai tahun 2017 ini tidak lagi diambilkan dari APBD pos bantuan sosial (Bansos) atau hibah. Hal ini untuk memudahkan pencairan ? sekaligus menjamin kontinuitas insentif guru ngaji di masa-masa yang akan datang.?

Haedar Nashir

Sebab, jika diambilkan dari dana Bansos, pencairannya harus memenuhi syarat berupa pengajuan proposal dan hanya berlaku sekali pencarian untuk satu nama guru ngaji. Artinya, seorang guru ngaji tidak boleh menerima dana Bansos berulang-ulang. Padahal, insentif guru ngaji akan diberikan secara kontinyu setiap tahun.(Aryudi A. Razaq / Muslim Abdurrahman).

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, Internasional, Nahdlatul Haedar Nashir

Selasa, 20 September 2016

IPNU-IPPNU Bojonegoro Konsen Bentuk Kader Militan

Bojonegoro, Haedar Nashir. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPNU IPPNU) Kabupaten Bojonegoro menggelar Rapat Kerja Cabang (Rekercab) II,  di Aula PCNU Bojonegoro, Sabtu-Ahad, 14-15 Oktober 2017.

Ketua PC IPNU Kabupaten Bojonegoro Muhammad Nur Abidin menjelaskan,Rakercab diikuti seluruh pengurus cabang, PAC, PKPT dan termasuk komisariat se-Kabupaten Bojonegoro. Para peserta dibagi menjadi beberapa komisi.

IPNU-IPPNU Bojonegoro Konsen Bentuk Kader Militan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Bojonegoro Konsen Bentuk Kader Militan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Bojonegoro Konsen Bentuk Kader Militan

"Selanjutnya dari masing-masing komisi menghasilkan program yang lebih fokus pada peningkatan profesionalitas, progresivitas dan integritas kader muda NU yang militan," jelasnya.

Membentuk kader militan dirasa sangat perlu, karena para pelajar harus bisa hadir dan mampu berhadapan di tengah perang pemikiran di zaman yang serba canggih, perkembangan dunia maya dan gencar diisi oleh orang-orang yang disinyalir bisa memecah persatuan agama dan bangsa.

Haedar Nashir

Untuk itu beberapa program akan dilakukan berupa program unggulan di samping program wajib. Hal itu dilakukan untuk menentukan arah program organisasi satu tahun kedepan. Sedangkan, mengenai loyalitas serta profesionalitas kader, pihaknya akan menyiapkan program kerja yang sesuai tantangan zaman saat ini. Sementara itu program wajibnya berupa pelatihan berjenjang.

"Dengan program yang mengarah pada penguatan profesionalitas dan militansi kader, diharap semua lembaga pendidikan mengenal organisasi IPNU IPPNU yang selama ini mempunyai peran penting di kalangan pelajar, baik siswa, santri ataupun mahasiswa," harapnya.

Sementara itu Ketua Majelis Alumni PC IPNU Kabupaten Bojonegoro, Zainal Arifin menuturkan, IPNU-IPPNU merupakan wadah bagi pelajar NU untuk menyampaikan aspirasinya. Sebagai pengurus, wajib menindaklanjuti keinginan para pelajar melalui program sesuai dengan kemampuan.

"Tantangan zaman sekarang sangatlah keras. Kita harus punya akun media sosial utk mendukung biar nanti kita bisa menyebarkan informasi dan kegiatan yang berkaitan dengan pelajar, santri, serta mahasiswa," papar pria yang juga Sekretaris PC Ansor NU Bojonegoro.

Haedar Nashir

Sekretaris PCNU Bojonegoro H Suparno mengapresiasi PC IPNU IPPNU Bojonegoro, dimana roda organisasi tak terasa sudah setengah priodesasi. Rakercab kali ini dia harapkan menjadi bagian dari evaluasi perjalanan Organisasi PC IPNU IPPNU Bojonegoro.

"Semoga bisa menelurkan program yang dirasa sangat perlu dan penting bagi IPNU IPPNU se-Bojonegoro," pungkasnya.(Zid/Kendi Setiawan) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Warta, Humor Islam, Halaqoh Haedar Nashir

Minggu, 18 September 2016

Bukan Hanya Habluminallah dan Habluminannas

Macau, Haedar Nashir ?

Hari Rabu, 7 Juni 2017 atau 12 Ramadhan 1438, tepat sepekan sudah saya tinggal di sebuah apartemen di Macau. Di lantai dasar apartemen, berjejer salon yang harga cukur rambutnya saja bikin saya gak jadi masuk, karena sebesar 90 Macau Pataca (MOP), dan NBSP. Jika dikonversi nilainya sekitar 150 ribu rupiah.?

Bukan Hanya Habluminallah dan Habluminannas (Sumber Gambar : Nu Online)
Bukan Hanya Habluminallah dan Habluminannas (Sumber Gambar : Nu Online)

Bukan Hanya Habluminallah dan Habluminannas

Uang Pataca ini unik, karena hanya laku di Macau, tetapi tidak laku di Hong Kong. Berbeda dengan Dollar Hong Kong yang laku di sini.

Saat mengunjungi Guia Hill Municipal Park and Flora Garden, udara tidak terlalu panas seperti biasanya. Atau jangan-jangan kulit saya yang sudah beradaptasi dengan iklim setempat. Di sini lumrah terlihat anjing yang berjalan-jalan dengan pemiliknya. Binatang itu tampil dengan berbagai jenis model dan ukuran, dari yang kecil sampai yang besar. Tak jarang pula yang tampak seperti boneka.

Dalam Islam sendiri memang tidak terbatas pada hubungan yang terjalin antara manusia dengan Allah (habluminallah) dan hubungan manusia dengan manusia (habluminannas), karena Al Quran surat Ali Imran ayat 112 tersebut bicara dalam konteks orang Yahudi.

Haedar Nashir

Ada juga hubungan terhadap makhluk-makhluk Allah, mulai dari tumbuhan, hewan, bahkan jin sekalipun. Dalam Al-Qur’an banyak sekali hewan disebut di dalamnya. Bahkan ada beberapa yang menjadi nama bagi surat, sebut saja unta dalam surat Al-Ghasyiah, anjing dalam surah Al-Kahfi, Al-Naml (semut), dan al-nahl (lebah) misalnya. Bukankah dalam hadis dikatakan ada yang masuk surga karena anjng dan masuk neraka karena kucing?

Hubungan yang baik juga perlu terjalin dengan diri sendiri misalnya melalui ibadah puasa. Pada saat berpuasa kita sesungguhnya kita mengistirahatkan organ lambung, sehingga pakar kesehatan berpendapat bahwa puasa itu menyehatkan. Puasa juga melatih diri agar menjaga lisan dan pikiran. Hikmah ini tidak lain kecuali agar manusia secara pribadi menjadi lebih sehat dan lebih baik lagi.

Tak berhenti sampai situ, lingkungan dan alam raya ini pun perlu mendapat perhatian dan tata kelola yang baik. Betapa banyak kerusakan alam yang disebabkan oleh ketidakmampuan mengontrol diri. Puasa ialah perisai agar manusia tidak semakin sengsara dengan kerusakan yang ia buat sendiri.?

Di Macau tak seperti di Jakarta yang ketika tiba waktu maghrib, terdengar kumandang adzan bersahut-sahutan, dan serentak semua orang berbuka. Di sini adzan yang ditunggu hanya mengandalkan aplikasi dan tak jarang terlambat tiga sampai lima menit karena lupa melihat handphone. (Saepuloh, dai anggota Tim Inti Dai Internasional dan Media (TIDIM) LDNU yang ditugaskan ke Macau. Kegiatan ini bekerja sama dengan LAZISNU)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam, Olahraga Haedar Nashir

Kamis, 15 September 2016

Malam Ini, Pemkot Solo Kembali Gelar ‘Sholawat Akbar’

Solo, Haedar Nashir. Meski tahun baru Hijriyah sudah berlalu, tapi tak mengurangi Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah untuk memperingatinya untuk yang kedua kali. Pemkot Solo akan menggelar ‘Sholawat Akbar’ bersama Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf, Rabu malam ini (19/11).

Menurut keterangan dari pihak penyelenggara, acara dipusatkan di sepanjang koridor Jl. Jenderal Sudirman. “Acara ini digelar dalam rangka untuk memperingati Tahun Baru Hijriyah. Kali ini akan menghadirkan ulama dari Yaman, Habib Umar bin Hafidz,” terang Ketua Panitia, Siti Anggraini Purwanti, Senin (17/11) lalu.

Malam Ini, Pemkot Solo Kembali Gelar ‘Sholawat Akbar’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Malam Ini, Pemkot Solo Kembali Gelar ‘Sholawat Akbar’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Malam Ini, Pemkot Solo Kembali Gelar ‘Sholawat Akbar’

Selain itu, juga akan hadir ratusan ulama dan pemimpin pesantren yang juga mengikuti pertemuan ulama Nasional di Solo.

Haedar Nashir

Dijelaskannya, penyelenggaraan ini merupakan untuk yang kedua kali setelah sebelumnya Pemkot mencanangkan Kota Sholawat. “Kegiatan ini akan dijadikan agenda rutin tahunan Pemkot Solo,” imbuh dia.

Haedar Nashir

Pihaknya berharap acara ini akan kembali dihadiri puluhan ribuan pengunjung. “Prediksi 30.000 pengunjung dari Soloraya, akan menghadiri acara ini,” ujarnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai Haedar Nashir

Sabtu, 10 September 2016

Fatayat NU Jateng Dampingi Korban Kejahatan Seksual pada Anak dan Perempuan

Brebes, Haedar Nashir - Ketua Fatayat NU Jawa Tengah Khizanaturrohmah mengajak warga Fatayat NU untuk menjaga anak-anaknya dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Menurutnya, kejahatan terhadap perempuan dan anak-anak semakin menggila akibat pengaruh globalisasi dan kecanggihan teknologi informasi.

Demikian disampaikan Khizanaturrohmah pada puncak Hari Lahir Ke-66 Fatayat NU di Lapangan Desa Jatirokeh, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Sabtu (28/5).

Fatayat NU Jateng Dampingi Korban Kejahatan Seksual pada Anak dan Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Jateng Dampingi Korban Kejahatan Seksual pada Anak dan Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Jateng Dampingi Korban Kejahatan Seksual pada Anak dan Perempuan

Pihaknya mengutuk keras kejahatan yang mencederai kaum hawa. Karena selain berakibat pada aspek sosial, kejahatan seksual mematikan langkah masa depan anak-anak dan perempuan yang terdampak kejahatan seksual. Berdasarkan data Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak mencapai 58 persen.

Haedar Nashir

“Kita kawal pembentukan undang-undang antikekerasan terhadap anak dan perempuan yang substansinya lebih mengena, tidak hanya masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) saja,” tegasnya.

Fatayat NU telah melakukan langkah konkret melalui pendampingan terhadap korban, dan tidak hanya sampai di situ, tetapi hingga ke ranah hukum. Fatayat juga telah memiliki Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A).

Haedar Nashir

“Kami sudah memiliki sedikitnya 60 konselor yang telah mendapatkan pelatihan di 35 Kabupaten/Kota se-Jateng,” sambung Ketua I PW Fatayat NU Jateng Hj Tazkiyatul Mutmainnah.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menambahkan, Kabupaten Brebes telah menjadi Kabupaten Layak Anak. Hingga saat ini belum ada kasus kekerasan seksual terhadap anak karena adanya peran ulama dalam memberikan pencerahan kepada umatnya. Termasuk para anggota Fatayat NU yang terus gigih memberikan pemahaman kepada anak-anak dan perempuan Brebes.

Ketua Panitia Puncak Harlah Sumiyati menjelaskan, Harlah Ke-66 Fatayat NU tingkat Kabupaten Brebes sengaja mendatangkan artis ibu kota untuk lebih semarak. Di samping itu berbagai penampilan seni budaya lokal akan menambah gairah kreatifitas seniman muda di Brebes. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hikmah Haedar Nashir

Kiai Ma’ruf Amin Dorong Perkembangan Potensi Ekonomi Umat

Tasikmalaya, Haedar Nashir - Di tengah berbagai polemik kebangsaan yang muncul belakangan ini, Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin mengingatkan para pengurus NU dan para kiai untuk turut berperan dalam menggerakkan ekonomi umat.

Hal itu disampaikan Kiai Ma’ruf dalam Pelantikan dan Peresmian Kantor PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (6/4).

Kiai Ma’ruf Amin Dorong Perkembangan Potensi Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ma’ruf Amin Dorong Perkembangan Potensi Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ma’ruf Amin Dorong Perkembangan Potensi Ekonomi Umat

“Kini saatnya para kiai menggerakkan ekonomi umat. Mari Bung, rebut kembali! Ekonomi umat ini kita gerakkan, dengan menegakkan prinsip at-ta‘awun, yaitu prinsip saling membantu. Yang ekonominya kuat harus membantu yang lemah. Membantu dengan tanpa harus mengambil untung. Untungnya berikan semua kepada umat. Nanti ketika gerakan ini berjalan, semua akan memperoleh manfaatnya,” kata Kiai Ma’ruf.

Haedar Nashir

Prinsip at-ta‘awun  itu, menurut Rais Aam, bisa dimulai melalui program kemitraan. Dengan melibatkan atau membuat sendiri waralaba yang berjejaring ke seluruh pelosok negeri. Terkait hal ini, negara dan para pengusaha di tingkat nasional maupun pemda bisa dilibatkan. Karena gerakan ekonomi umat itu,akan meningkatkan ekonomi kerakyatan.

Kiai Ma’ruf juga mendorong para pengurus NU di semua tingkatan untuk tak segan bermitra dengan pengusaha dan pemerintah. Asalkan, kemitraan itu bermaslahat dan terasa manfaatnya oleh umat. NU, kata Kyai Ma’ruf, bertanggung jawab dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Karena mayoritas warga NU adalah dari kalangan mustadh’afin. (Malik/Alhafiz K)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Ulama Haedar Nashir

Minggu, 04 September 2016

Hadiah Sepeda untuk Siswa Penghafal 1000 Bait Alfiyah

Demak, Haedar Nashir. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Futuhiyyah 1 Mranggen Demak, Jawa Tengah, menyelenggarakan “Takhtiman Alfiyah”, Sabtu pagi (16/5), di aula madrasah setempat. Kegiatan ini merupakan agenda akhirus sanah yang ada di MTs Futuhiyyah.

Dalam kesempatan itu H Kholid selaku kepala madrasah menyerahkan hadiah satu unit sepeda kepada siswa bernama Decky Andryanto yang mampu menyelesaikan hafalan nadham nahwu “Alfiyah” karya Ibnu Malik sebanyak 1000 bait.

Hadiah Sepeda untuk Siswa Penghafal 1000 Bait Alfiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiah Sepeda untuk Siswa Penghafal 1000 Bait Alfiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiah Sepeda untuk Siswa Penghafal 1000 Bait Alfiyah

Selain kepada siswa yang telah hafal Alfiyah, kepala madrasah juga menyerahkan beasiswa kepada tiga siswa berprestasi akademik berdasarkan peringkat paralel, yakni Alfian Hidayat, Faiz Fawzan Adhima, dan Muhammad Fuad Hasyim.

Haedar Nashir

Dalam arahannya, Kholid mendorong peserta didik yang telah lulus untuk senantiasa mencari ilmu di manapun mereka berada. “Jangan sampai siswa merasa puas belajar sampai pada tingkat MTs. Lanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, dan juga untuk memperdalam lagi terhadap kitab-kitab yang sudah dipelajari di MTs Futuhiyyah 1, utamanya adalah kitab Alfiyah Ibnu Malik,” tuturnya.

Haedar Nashir

Acara khataman ini diikuti 148 siswa kelas IX MTs Futuhiyyah 1. Hadir pula dalam momen tersebut segenap civitas akademika serta wali murid kelas IX MTs Futuhiyyah 1 Mranggen, Demak. ?

Dalam sambutan atas nama wali murid, H Abu Hafsin yang juga ketua PWNU Jawa Tengah itu, menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhigga kepada dewan asatidz MTs Futuhiyyah 1 yang ikhlas mengajar dan membimbing para siswa, tak hanya agar memiliki ilmu tapi juga akhlak. (Abdus Shomad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ubudiyah, Pertandingan Haedar Nashir

Setiap Pekan, NU Care Nganjuk Santuni Dhuafa dalam Jumat Berbagi

Jakarta, Haedar Nashir - NU Care Lazisnu Nganjuk membuat program menarik dalam berbagi dengan kaum dhuafa. Bekerja sama dengan Radio Tasma FM, NU Care Lazisnu Nganjuk secara rutin menggelar Jumat Berbagi. Mereka membagikan nasi bungkus kepada kalangan dhuafa di jalanan.

Jumat Berbagi dari NU Care Lazisnu Nganjuk digelar di lokasi yang berbeda setiap pekannya. Pada Jumat (20/1) pagi, NU Care membagikan nasi bungkus di tiga titik, yaitu di Pasar Kertosono, perempatan Jalan Kertosono, dan Stasiun Kertosono.

Setiap Pekan, NU Care Nganjuk Santuni Dhuafa dalam Jumat Berbagi (Sumber Gambar : Nu Online)
Setiap Pekan, NU Care Nganjuk Santuni Dhuafa dalam Jumat Berbagi (Sumber Gambar : Nu Online)

Setiap Pekan, NU Care Nganjuk Santuni Dhuafa dalam Jumat Berbagi

“Pada acara tersebut dibagikan sedikitnya 250 nasi bungkus. Dana yang dihabiskan sekitar 1,5 juta,” kata Ketua NU Care Lazisnu Nganjuk Subhan melalui pesan tertulis kepada Haedar Nashir.

Haedar Nashir

Aksi ini melibakan para relawan dari Lazisnu Nganjuk, kru Radio Tasma FM, dan mahasiswa Praktik Pengelolaaan Zakat (PPZ) yang sedang menjalankan praktik di Lazisnu Nganjuk.

Pria yang juga Direktur Radio Tasma FM itu mengatakan, ke depan pihaknya berharap agar program tersebut menjadi kekuatan untuk berbagi di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

“Mekipun jumlah sumbangan tidak banyak, yang menerima juga merasa senang,” kata Subhan.

Haedar Nashir

Jumat Berbagi berjalan atas partisipasi dari donatur Lazisnu Nganjuk, dan para pendengar Radio Tasma FM. Informasi donatur, lokasi kegiatan, dan proses kegiatan disiarkan oleh Tasma FM. Radio Tasma FM sendiri merupakan salah satu radio komersial yang cukup mencolok menyiarkan ke-NUan. Selain menyiarkan Jumat Berbagi, Tasma FM juga menyiarkan acara interaktif dengan menghadirkan ustadz atau kiai NU.

Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat memberikan nasi bungkus atau uang tunai yang nantinya dipergunakan untuk membeli nasi bungkus.

Ari (55), salah satu penerima nasi bungkus dari kegiatan ini mengatakan dirinya merasa senang, karena bisa mengurangi jatah makan paginya. Ia yang bekerja sebagai tukang berpenghasilan hanya sekitar Rp.40.000 setiap harinya.

Sementara H Nurhan (65) yang turut menjadi donatur berharap agar program ini bisa diteruskan.

“Program ini sangat bagus, semoga bisa diteruskan di wilayah lain. Dan tidak hanya sebulan dua bulan,” kata H Nurhan yang menyalurkan bantuan karena informasi yang ia dengar melalui Radio Tasma FM.

Nurhan menyarankan nasi bungkus yang akan dibagikan bisa mengambil dari setiap kecamatan tempat dilaksanakannya kegiatan. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Cerita, News Haedar Nashir

Jumat, 02 September 2016

Pelajar NU Brebes Ngaji Ilmu Falak di Bulan Ramadhan

Brebes, Haedar Nashir

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Sekolah Ilmu Falak di Gedung PC Muslimat Kabupaten Brebes. Acara yang dikemas berupa pesantren kilat ini diselenggarakan selama 1 minggu di bulan suci Ramadhan, yaitu mulai tanggal 20 hingga 26 Juni 2016.

Sekolah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang ilmu falak atau astronmi kepada para kader baik IPNU maupun IPPNU (Ikatan Pelajar Putri NU) Kabupaten Brebes. Peserta terdiri dari perwakilan PAC IPNU-IPPNU se-Kabupaten Brebes. "Kegiatan ini sengaja kami selenggarakan agar para kader memahami dan mengaplikasikan ilmu falak di kehidupan sehari-hari," ucap Imam Subekhi selaku Ketua Panitia Sekolah Ilmu Falak.

Pelajar NU Brebes Ngaji Ilmu Falak di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Brebes Ngaji Ilmu Falak di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Brebes Ngaji Ilmu Falak di Bulan Ramadhan

Materi yang diajarkan dalam acara ini antara lain membuat jadwal waktu shalat, menentukan arah kiblat, penentuan tanggal hijriyah dan praktik pembuatan almanak (kalender) tahun 2017. Peserta mendapatkan pelajaran ilmu falak selama 1 minggu mulai dari pagi hingga malam.

Haedar Nashir

Di samping pelajaran ilmu falak, kegiatan ini juga diisi dengan kajian kitab Hujjah Ahlissunah wal Jamaah karangan KH Ali Masum dan wawasan Islam kebangsaan. Pemateri terdiri dari Lembaga Falakiyah PCNU Kabupaten Brebes, PC IPNU Kabupaten Brebes, dan tim Falakiyah STAIBN Tegal.

Haedar Nashir

Sekretaris PC IPNU Kabupaten Brebes mengatakan bahwa hasil yang diharapkan dari pelatihan ini adalah peserta bisa mengaplikasikan ilmunya di kehidupan bermasyarakat. Sehingga kader IPNU benar-benar bisa diandalkan oleh masyarakat secara umum.

Hadir dalan pembukaan acara tersebut perwakilan dari PCNU Kabupaten Brebes, para pengurus PC IPNU Kabupaten Brebes dan para alumni IPNU Kabupaten Brebes. "Suatu kebanggaan bagi kami, kader IPNU masih semangat dalam menimba ilmu. Sehingga NU di masa yang akan datang akan semakin jaya," ujar H Ahmad Ghozali, Wakil Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Brebes.

Program ini adalah kali pertama yang dilaksanakan oleh PC IPNU Kabupaten Brebes dan akan dicanangkan menjadi program tahunan PC IPNU Kabupaten Brebes. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Syariah, Berita, RMI NU Haedar Nashir

Kamis, 01 September 2016

LPBINU Libatkan Lembaga NU Lainnya soal Penanggulangan Bencana

Jakarta, Haedar Nashir. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) bekerjasama dengan Pemerintah Australia (DFAT) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan melaksanakan program “Penguatan Kapasitas Pemerintah dan Masyarakat Daerah/Lokal dalam Kesiapsiagaan untuk Respon Bencana yang Cepat, Tepat dan Efektif”. LPBINU akan melibatkan banom dan lembaga NU lain yang responsif dan berkemampuan dalam penanggulangan bencana.

Demikian disampaikan Ketua LPBINU M. Ali Yusuf kepada wartawan setelah peluncuran program tersebut di Gedung PBNU Lantai 5, Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat, Selasa (14/6) sore.

LPBINU Libatkan Lembaga NU Lainnya soal Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Libatkan Lembaga NU Lainnya soal Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Libatkan Lembaga NU Lainnya soal Penanggulangan Bencana

(Baca:? Gandeng Australia, LPBINU Tingkatkan Kapasitas Tanggap Bencana)

Ali menambahkan, program tersebut diwujudkan dalam beberapa kegiatan; yaitu pengembangan kapasitas, pengkajian risiko bencana, pengembangan sistem kesiapsiagaan bencana termasuk sistem peringatan dini dan mekanisme tanggap darurat bencana.?

Penguatan kapasitas dalam program dilaksanakan dengan melibatkan para pemangku kepentingan, yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi pemerintah terkait, Palang Merah Indonesia, tokoh masyarakat, perguruan tinggi, media lokal, lembaga usaha dan LSM di daerah target program.?

Haedar Nashir

“Selain itu, program juga mendorong untuk memaksimalkan fungsi Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) yang sudah dimiliki oleh BPBD, terutama di tingkat provinsi sebagai sentral informasi, koordinasi khususnya operasi tanggap darurat bencana,” ujar Ali Yusuf.

Program dilaksanakan selama dua tahun (Mei 2016-Mei 2018) di empat kabupaten, yaitu di Barru dan Wajo (Sulawesi Selatan), dan Jepara dan Kudus (Jawa Tengah). Empat kabupaten tersebut termasuk daerah rawan bencana terutama banjir.

Haedar Nashir

Manajemen program terdiri dari SC (Steering Committee) dan Tim Pelaksana. SC di tingkat nasional berasal dari BNPB, PBNU, DFAT dan LPBI NU. Sedangkan di daerah, SC terdiri dari BPBD Provinsi dan BPBD Kabupaten.

Pelaksana program ini adalah Tim yang direkrut dan dibentuk oleh LPBI NU. Tim Pelaksana terbagi menjadi dua; Tim Pusat yang berada di Jakarta, dan Tim Lokal yang berada di daerah program.?

Adapun tahapan program adalah sebagai berikut: Pada tahun pertama, program akan fokus pada: konsolidasi program, peningkatan koordinasi stakeholder dalam PB-PRB, peningkatan kapasitas stakeholder dan penyusunan kajian risiko bencana. Pada tahun kedua berfokus pada: penyusunan sistem kesiapsiagaan dan mekanisme respon bencana serta uji sistem dan mekanisme melalui gladi posko dan gladi lapang. Selain itu, pada semester kedua tahun kedua program juga akan dilakukan penyiapan exit strategy dan keberlanjutan program.

Seluruh pelaksanaan program akan menggunakan prinsip-prinsip berikut: Pertama, berperspektif gender, di mana seluruh program, mulai dari input, proses hingga output akan mempertimbangkan aspek pengarusutamaan gender. Kedua, transparan dan akuntabel, artinya prinsip-prinsip manajemen yang transparan dan akuntabel akan diterapkan dalam pelaksanaan program.?

Ketiga, well organized, menekankan komunikasi dan koordinasi yang baik antara Tim LPBINU baik yang ada di pusat maupun di daerah target program. Keempat, tidak diskriminatif, bahwa program dirancang tidak berdasarkan kepentingan agama, ras, kelompok tertentu, jenis kelamin tertentu, tetapi terbuka untuk partisipasi semua pihak, terutama dan termasuk kelompok yang rentan bencana. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Amalan, Daerah, Kajian Haedar Nashir