Selasa, 20 Maret 2018

PBNU: Situs Tanpa Sebut Pancasila, Radikal

Jakarta, Haedar Nashir. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj sepakat atas permintaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) agar Kemenkominfo memblokir 19 situs Islam radikal. Menurut Kang Said, negara berhak menghentikan media bermuatan ajaran-ajaran yang berlawanan dengan dasar negara.

“Asal tidak menyebutkan Pancasila dengan bangga, itu sudah radikal,” kata Kang Said saat membicarakan kriteria pemblokiran situs-situs radikal pada diskusi bertajuk ‘Media Islam, Demokrasi, dan Gerakan Terorisme: Respon NU Terhadap Situs Radikal’ di Jakarta, Jumat (10/4) siang.

PBNU: Situs Tanpa Sebut Pancasila, Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Situs Tanpa Sebut Pancasila, Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Situs Tanpa Sebut Pancasila, Radikal

Sementara Staf Menkominfo Prof Henri Subiyanto menyatakan cemas atas konten-konten provokatif yang disebarkan oleh situs Islam radikal.

Haedar Nashir

“Di Kemenkominfo sendiri tidak banyak orang ahli perihal hukum dan ahli agama. Pihak Kemenkominfo akan bergerak menstop itu semua sesuai dengan dasar hukum yang jelas dan konsultasi dengan para ahli agama,” kata Henri yang kini mengajar di Universitas Airlangga.

Pihak Kemenkominfo sendiri melihat potensi dan eskalasi muatan internet yang bersifat negatif. Menindaklanjuti itu, pihak Kemenkominfo sejak Januari 2015 merencanakan pembentukan Forum Penanganan Situs Internet yang di dalamnya terdapat panel-panel penilai.

Haedar Nashir

“Saya harapkan publik terlibat memberikan masukan-masukan kepada tim panel. Dengan putusan tim ini, Pihak Kemenkominfo bergerak lebih leluasa,” kata Henri.

Pada kesempatan ini Kepala BNPT Komjen Saud Usman Nasution menyebutkan kriteria radikalisme yang diajukan kepada Kemenkominfo. Kriteria radikal bagi BNPT meliputi ajakan pada teror, ajakan bergabung dengan ISIS, ajakan permusuhan, ajakan bernuansa SARA.

“Semua ini kita lakukan mengingat banyaknya laporan dari masyarakat dan mahasiswa. Bahkan ada wali murid yang melapor bahwa anaknya sudah tidak pulang dua bulan. Setelah dikontak, background teleponnya memperdengarkan suara-suara letusan senjata,” kata Saud yang prihatin atas gerakan terorisme yang ditimbulkan oleh media internet.

“Kalau pengelola situs itu berafiliasi kepada kelompok-kelompok teroris seperti Ba’asyir, Abu Jandal, dan seterusnya, saya pikir negara tidak perlu ragu untuk menutupnya,” tegas Pemred Haedar Nashir Syafi’ Ali’el Ha yang juga duduk sebagai narasumber pada diskusi yang diselenggarakan oleh LTN PBNU, Haedar Nashir, Radio NU, BNPT. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nusantara Haedar Nashir

Rabu, 14 Maret 2018

Farida: Jumlah Cabang IPPNU ke Depan Harus Riil

Boyolali, Haedar Nashir. Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah menegaskan bahwa selama kepemimpinannya ia mengambil sikap cermat dalam mengeluarkan SK cabang IPPNU. Menurutnya, ia hanya mengeluarkan SK untuk daerah yang benar-benar terdapat aktivis dan gerakan IPPNU.

Farida: Jumlah Cabang IPPNU ke Depan Harus Riil (Sumber Gambar : Nu Online)
Farida: Jumlah Cabang IPPNU ke Depan Harus Riil (Sumber Gambar : Nu Online)

Farida: Jumlah Cabang IPPNU ke Depan Harus Riil

“Saya tidak mau mengeluarkan SK yang pengurusnya tidak ada,” kata Farida dalam laporan tanggung jawaban kepemimpinan IPPNU selama tiga tahun terakhir di arena Kongres IPNU-IPPNU, di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Ahad (6/12) siang.

Di hadapan peserta Kongres IPPNU Farida menyatakan pengalaman kecewa terkait pengeluaran SK IPPNU di suatu daerah. Setelah PP IPPNU mengunjunginya ternyata kepengurusannya tidak ada. Sebagian lagi meminta SK IPPNU hanya untuk kepentingan KNPI, ujar Farida.

Haedar Nashir

“Saya ingin ke depan orang mengerti jumlah riil IPPNU di Indonesia,” kata Farida.

Haedar Nashir

Di akhir laporan Farida meminta maaf kepada seluruh peserta kongres atas kekurangan dalam kepemimpinannya. “Saya juga manusia. Saya belajar kemanusiaan di IPPNU,” tandas Farida.

Delegasi sepuluh PW IPPNU se-Indonesia menolak laporan Farida. Sedangkan utusan sembilan PW IPPNU lainnya menerima dengan catatan. Forum pertanggungjawaban kepemimpinan PP IPPNU masa khidmat 2012-2015 berjalan tertib dan sopan. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Humor Islam Haedar Nashir

LPN, Kadin dan IPB Tandatangani Komitmen Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing

Jakarta, Haedar Nashir

Menteri Ketenagakerjaan  M Hanif Dhakiri mengajak semua pihak agar secara bersama-sama berpartisipasi aktif dalam percepatan pelaksanaan Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (selanjutnya disebut “GNP2DS”) di Indonesia.

Pernyataan  Menaker itu disampaikan saat  penandatanganan nota kesepahaman antara Sekretaris Lembaga Produktivitas Nasional (LPN) Bambang Satrio Lelono dengan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN)  Bidang Perindustrian Johnny Darmawan serta dengan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Herry Suhardiyanto tentang percepatan pelaksanaan GNP2DS di Jakarta, Kamis (14/9).

LPN, Kadin dan IPB Tandatangani Komitmen Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)
LPN, Kadin dan IPB Tandatangani Komitmen Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)

LPN, Kadin dan IPB Tandatangani Komitmen Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing

“Kita terus tingkatkan produktivitas yang menjadi kunci  peningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, kesejahteraan dan kualitas kehidupan masyarakat serta daya saing nasional,“ kat Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Bambang Satrio Lelono yang mewakili Menaker M Hanif Dhakiri.

Menaker Hanif selaku Ketua Lembaga Produktivitas  Nasional (LPN) mengatakan percepatan pelaksanaan dan perluasan GNP2DS merupakan suatu keharusan yang perlu didukung oleh semua pemangku kepentingan secara lebih sinergis dan berkesinambungan.

Menurut Menaker, adanya pemahaman, kesadaran dan komitmen para pemangku kepentingan akan pentingnya peningkatan produktivitas dan daya saing, menjadi  modalitas dasar bagi peningkatan kapabilitas dalam perancangan dan pelaksanaan GNP2DS.

Haedar Nashir

 

Bagi bangsa Indonesia, kata Hanif produktivitas merupakan salah satu isu pembangunan yang menjadi bagian agenda pemerintah, sehingga secara khusus peningkatan produktivitas tercantum dalam Rencana Pembangunan

Jangka Menengah Nasional ketiga (RPJMN) 2015-2019 sebagai bagian dari agenda prioritas nasional.

Haedar Nashir

“Namun melihat perkembangan dan kebutuhan saat ini, gerakan produktivitas harus dilakukan dengan melibatkan berbagai komponen yang ada secara lebih komprehensif, holistik, terstruktur dan masif, baik tingkat lokal maupun nasional, baik pada tataran mikro maupun makro, “ ujar Hanif.

Ditambahkan Hanif,  tujuan penandatanganan nota kesepahaman percepatan pelaksanaan GNP2DS antara LPN, Kadin dan IPB adalah untuk meningkat dan meluasnya jejaring pelayanan peningkatan produktivitas dan daya saing; meningkatnya peran, kapasitas, dan kredibilitas para pihak  dalam percepatan pelaksanaan GNP2DS; 

"Selain MoU ini akan meningkatnya upaya-upaya peningkatan produktivitas di lingkungan dunia usaha, sebagai bagian integral dari GNP2DS; berkembangnya model dan metode peningkatan produktivitas; dan tersedianya data dan informasi yang lengkap, akurat, dan terkini di bidang peningkatan produktivitas"kata Hanif.

Lebih rinci ruang lingkup nota kesepahaman dengan KADIN meliputi sosialisasi dan promosi peningkatan produktivitas di kalangan dunia usaha; pengembangan model dan metode peningkatan produktivitas di semua bidang usaha;  pengembangan program pelatihan, bimbingan, dan konsultansi peningkatan produktivitas di semua bidang usaha;  pengembangan publikasi dan informasi peningkatan produktivitas di kalangan dunia usaha; dan pengembangan jejaring dan kerja sama peningkatan produktivitas dengan institusi di dalam maupun luar negeri.

Sementara ruang lingkup nota kesepahaman dengan IPB meliputi pengembangan program pendidikan dan pelatihan produktivitas di IPB dan mitra kerjanya; pengembangan program penelitian dan konsultansi serta pelayanan peningkatan produktivitas; pengembangan program publikasi, penyebarluasan informasi, dan promosi GNP2DS; dan pengembangan program jejaring dan kerja sama peningkatan produktivitas dengan institusi di dalam maupun di luar negeri. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama Haedar Nashir

Selasa, 13 Maret 2018

Rombongan NU Soloraya Ziarah ke Makam Pendiri NU

Solo, Haedar Nashir. Di sela mengikuti rangkaian kegiatan Muktamar Ke-33 Nahdlatul Ulama, rombongan peserta dari NU Soloraya menyempatkan diri untuk berziarah ke makam para pendiri NU yang ada di Jombang. Mereka berdoa di makam pada tiga tempat yakni pesantren Tebuireng, Denanyar, dan Tambak Beras.

“Ziarah kita lakukan pada hari awal acara muktamar kemarin, Sabtu dan Ahad, ke makam Mbah Hasyim di Tebuireng, Mbah Wahab Tambak Beras, dan Mbah Bisri di Denanyar,” terang salah satu rombongan peserta dari NU Boyolali, Agus Luqman, saat dihubungi Haedar Nashir, Selasa (4/8).

Rombongan NU Soloraya Ziarah ke Makam Pendiri  NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Rombongan NU Soloraya Ziarah ke Makam Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Rombongan NU Soloraya Ziarah ke Makam Pendiri NU

Tak lupa mereka juga menyambangi makam dua tokoh NU lainnya, KH Wahid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid di Kompleks Pemakaman Pesantren Tebuireng.

Haedar Nashir

Sementara itu, rombongan dari PCNU Sukoharjo juga melakukan kegiatan serupa, dengan berziarah ke Makam salah satu pendiri NU sekaligus Pahlawan Nasional, KH Wahab Chasbullah, di Pesantren Ttambak Beras Jombang.

Haedar Nashir

Setibanya di gerbang pemakaman, mereka disambut gapura yang bertuliskan dengan huruf kapital : Makam KH Abdul Wahab Chasbullah Inspirator, Pendiri, dan Penggerak Nahdlatul Ulama.

Alhamdulillah bisa ziarah ke Makam KH Wahab Chasbullah,” kata Rais Syuriyah PCNU Sukoharjo Ahmad Baidlowi.

Mereka berharap dari kegiatan ziarah tersebut, selain untuk ngalap berkah, juga untuk menambah semangat mereka dalam berjuang bersama NU. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Bahtsul Masail Haedar Nashir

Kamis, 08 Maret 2018

Nilai Mulia Ulama Terletak pada Kearifannya

Pamekasan, Haedar Nashir. Nilai mulia ulama terletak di kearifannya dalam menyikapi ragam persoalan umat. Tanpa kearifan, seseorang yang dilekati label ulama akan kurang memberi banyak manfaat.

Demikian ditegaskan Pengasuh Pesantren Panempan Pamekasan KH Kholilurrahman saat menjadi penceramah dalam lailatul ijtima Ranting NU Tlagah, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Ahad (12/2) malam.

Nilai Mulia Ulama Terletak pada Kearifannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Nilai Mulia Ulama Terletak pada Kearifannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Nilai Mulia Ulama Terletak pada Kearifannya

Karenanya, Anggota DPR RI tersebut mengimbau kepada ulama dan kiai NU untuk tidak mudah terprovokasi dan memprovokasi isu-isu kebangsaan yang kurang mencerahkan. Langkah yang baik ialah fokus memberdayaan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, mantan Ketua PCNU Pamekasan ini menambahkan, NKRI harga mati untuk NU. Setuap gerakan yang berupaya merongrong NKRI harus dilawan dengan cerdas tanpa terpancing provokasi yang dapat merusak tatanan kehidupan bermasyarakat.

"Kami berharap agar kegiatan semacam lailatul ijtimadirutinkan untuk menyampaikan ajaran keNUan guma membentengi Aswaja dari benturan orang-orang luar," tegasnya.

Haedar Nashir

Mantan Bupati Pamekasan ini menguraikan, NU mempunyai dasar-dasar yang mesti melekat dalam kehidupan nahdliyin. Yakni, tasamuh (toleran), tawazun (berimbang), dan tawassuth (menengah).

Haedar Nashir

"NU harus juga mengusahakan pemberdayaan ekonomi umat. Karena ketika ekonomi sudah berdaya, kita akan makin lapang dalam berjuang," tukasnya. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir News, Syariah, Tokoh Haedar Nashir

Banser Amankan 3015 Gereja di Seluruh Indonesia

Jakarta, Haedar Nashir. Semangat menjaga kerukunan umat beragama telah menjadi wujud kepedulian bagi (Barisan Ansor Serbaguna) Banser untuk menghormati pemeluk agama lain agar bisa merayakannya dengan penuh kedamaian dan ketenangan. “Kita peduli pada pemeluk agama lain yang ingin menjalankan ibadahnya dengan penuh ketenangan,”

Demikian dikatakan Komandan Satuan Koordinator Nasional (Kasatkornas) Banser H Tatang Hidayat kepada wartawan di Kantor GP-Ansor, kemarin. Dia menambahkan setidaknya dengan suasana kondusif, bagi pemeluk yang ingin merayakan Natal, mereka bisa berbahagia dan berbagi kasih dengan keluarganya.

Banser Amankan 3015 Gereja di Seluruh Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Amankan 3015 Gereja di Seluruh Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Amankan 3015 Gereja di Seluruh Indonesia

Yang jelas, kata H Tatang, wujud kepedulian Banser semata-mata karena demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik. Bagaimanapun juga kerukunan umat beragama adalah modal dasar terciptanya keutuhan berbangsa dan bernegara.

Lebih jauh kata H Tatang, laporan dan data yang masuk ke Pimpinan Pusat GP Ansor memperkirakan ada sekitar 3015 gereja di seluruh Indonesia yang menjadi perhatian Banser untuk dibantu pengamananya. "Karena itu Banser berkoordinasi dengan aparat kepolisian setemapat, karena aparatlah yang memiliki kewenangan. Banser sifatnya hanya membantu aparat saja," tambahnya.

Ditanya berapa besar jumlah personil banser yang diterjunkan, H Tatang menyatakan jumlah personil Banser yang dikerahkan sekitar 15 ribu orang. Sementara, untuk pengamanan Jakarta saja sekitar 1000 personil dan ditempatkan pada lima wilayah, yakni Jakpus, Jaksel, Jaktim, Jakbar dan Jakut. “Masing-masing dikerahkan 200 orang per wilayah,”katanya.

Haedar Nashir

Pengamanan Natal oleh Banser ini, kata H Tatang, mulai berlangsung 23- 27 Desember 2006. Sedangkan untuk pengamanan Tahun Baru 2007, dimulai 29 Desember 2006- 2 Januari 2007. “Jumlah kekuatan tetap dan tidak bertambah, kecuali memang ada permintaan dari masing-masing daerah,”tegasnya. (eko/gpa)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Berita Haedar Nashir

Rabu, 07 Maret 2018

NU Jombang Salurkan Uang dan Barang ke Korban Bencana di Pacitan

Jombang, Haedar Nashir. Musibah tanah longsor serta banjir bandang yang melanda wilayah Pacitan, Jawa Timur, mengundang simpati sejumlah kalangan. Di bawah koordinasi PC Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Jombang, belasan juta rupiah dana bisa terhimpun. Demikian pula bantuan berupa barang yang sangat dibutuhkan para korban.

NU Jombang Salurkan Uang dan Barang ke Korban Bencana di Pacitan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jombang Salurkan Uang dan Barang ke Korban Bencana di Pacitan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jombang Salurkan Uang dan Barang ke Korban Bencana di Pacitan

"Total uang tunai yang kami terima hingga siang ini sebanyak Rp.15.124.200," kata Akhmad Zainuddin, Senin, Ketua PC LAZISNU Jombang, Senin (4/12). Ia mengatakan, dana diperoleh dari sejumlah orang maupun lembaga pendidikan, termasuk perguruan tinggi.

Dalam aksi social ini, LAZISNU dibantu Unit Pengelola Zakat Infak Sedekah (UPZIS) dan Jaringan Pengelola Zakat Infak Sedekah (JPZIS) di sejumlah kecamatan dan desa. "Setelah terhimpun, kemudian dijadikan satu di posko PC LAZISNU Jombang," kata Gok Din, sapaan akrabnya.

Sejumlah barang yang juga telah siap dikirim ke lokasi bencana berupa beras, pembalut, pakaian layak, dan mukena. "Juga ada yang menyumbang mi siap saji, serta susu kemasan," ungkapnya.  

Haedar Nashir

"Insya Allah Kamis (7/12, red) bantuan kami antar ke lokasi bencana di Pacitan," katanya.

Sembari menunggu waktu pengiriman barang, posko bencana untuk Pacitan masih terbuka kepada siapa saja yang akan memberikan sumbangan. "Ini demi meringankan beban keluarga dan saudara kita di sana," ungkap Gok Din. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Amalan, Cerita Haedar Nashir

IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab

Garut, Haedar Nashir. Pimpinan cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) kabupaten Garut menerima kontestan perlombaan Video Tutorial Hijab berdurasi 1-5 menit. Panitia membuka perlombaan tutorial hijab untuk umum. Perlombaan ini diadakan untuk memeriahkan konferensi cabang VIII PCNU Garut pada Jumat-Ahad (30/1-1/2).

Dengan durasi 1-5 menit, peserta dapat menuangkan ide kreatifnya lalu merekam cara memakai hijab dengan model dan gaya yang bebas.

IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Garut Buka Sayembara Video Tutorial Hijab

Selain tidak dipungut biaya, perlombaan ini terbuka bagi umum tanpa batasan usia dan tanpa batasan daerah. Selain masyarakat Garut, siapa saja boleh mengikuti perlombaan ini.

Haedar Nashir

Pemenang akan diumumkan pada Kamis (28/1) melalui website IPPNU Garut.

"Oleh karena itu saya mengundang seluruh kader IPPNU se-Indonesia bila ada yang akan mengikuti lomba tutorial hijab ini, karena ini diperuntukan bagi umum," ujar Ketua IPPNU Garut Nendah Nurlaeni.

Haedar Nashir

Peserta yang akan mengikuti lomba ini dapat mengirimkan videonya ke alamat email pcippnu.garut@gmail.com dengan syarat dan ketentuan dapat dilihat di laman facebook fanpage PC IPNU IPPNU GARUT. Lomba ini berhadiah menarik bagi pemenangnya. (Nurul Fatonah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nasional, Fragmen Haedar Nashir

Selasa, 06 Maret 2018

Pra Konferwil, IPNU-IPPNU Sulsel Gelar Dialog Publik

Makassar, Haedar Nashir. Pimpinan Wilayah IPNU-IPPNU Sulawesi Selatan mengadakan diskusi publik dengan tema ‘Pencegahan Dini Radikal-Terorisme Dikalangan Pelajar’ dalam rangka Pra Konferensi Wilayah (Konferwil) IPNU XIII dan IPPNU XII di Aula Tribun Timur, Jalan Cendrawasih Makassar.

Pra Konferwil, IPNU-IPPNU Sulsel Gelar Dialog Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pra Konferwil, IPNU-IPPNU Sulsel Gelar Dialog Publik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pra Konferwil, IPNU-IPPNU Sulsel Gelar Dialog Publik

Kegiatan tersebut menghadirkan pembicara Dr Ir H A Majdah M Zain Rektor Universitas Islam Makassar, Prof Dr HM Arfin Hamid Ketua ? Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulsel, Dr KH Afifiddin Harisah (Pimpinan Umum Pondok Pesantren Annahdlah Makassar).

Menurut Majdah, Potensi penularan gerakan radikalisme-terorisme di kalangan pelajar cukup tinggi di Indonesia, sehingga butuh perhatian yang cukup tinggi dari organisasi pelajar.?

Haedar Nashir

Sementara KH Afifuddin melihat, maraknya gerakan radikalisme di kalangan pelajar karena kondisi sosial yang tidak merata serta jauh dari keadilan, hal ini bisa memicu frustasi sosial sehingga pilihan untuk bergabung dengan gerakan radikal-teroris bisa menjadi opsi bagi pelajar.?

Ketua FKPT Sulsel Arfin Hamid berpendapat bahwa NKRI ‘Harga Mati’ sehingga gerakan radikal-teroris tidak bisa dibiarkan hidup di bumi Indonesia.?

Haedar Nashir

Tampak hadir Ketua IPNU Sulsel Ramli, Ketua IPPNU Sulsel Mirnawati, Ketua IPNU Makassar Muh Nur, Ketua IPPNU Makassar Azizah Dahlan, serta beberapa pengurus IPNU-IPPNU Sulsel dan perwakilan kampus yang ada di Makassar. (Muhammad Nur/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian Islam, RMI NU, Doa Haedar Nashir

Madrasah Huffadh Wisuda 29 Penghapal Qur’an

Yogyakarta, Haedar Nashir. Ba’da Ashar, Jum’at 14 Juni 2013, lantunan ayat-ayat suci sudah mulai menggema di area Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta yang menandai dimulainya rangkaian acara haul ke-54 Almarhum KH R. Abdul Qodir Munawwir dan Khataman Quran ke-12 Madrasah Huffadh Pondok Pesantren Al-Munawwir.

Madrasah Huffadh Wisuda 29 Penghapal Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Huffadh Wisuda 29 Penghapal Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Huffadh Wisuda 29 Penghapal Qur’an

Acara dibuka dengan sema’an Al-Qur’an di dua lokasi, yakni serambi masjid pondok dan aula Madrasah Huffadh pada Jum’at sore (14/6) oleh pengasuh, KH R. Muhammad Najib Abdul Qodir. Sema’an ini diisi oleh para huffadh alumni Madrasah Huffadh yang datang dari berbagai daerah, dan rencananya akan dikhatamkan sehari setelahnya, Sabtu (15/6), di pemakaman Dongkelan.

Keesokan harinya, Sabtu pagi (15/6), rencananya akan digelar Sarasehan dan Temu Alumni Madrasah Huffadh PP Al-Munawwir Krapyak dengan tema: “Syi’ar Al-Quran; Antara Harapan dan Tantangan.” Ba’da Ashar, acara dilanjutkan dengan ziarah menuju pemakaman keluarga besar Bani Munawwir di Dongkelan bersama segenap santri, diisi dengan khatmul Quran, tahlil dan doa bersama sebagai tanda birrul walidain.

Haedar Nashir

Malam harinya, ba’da isya, akan digelar wisuda 29 penghapal Al-Quran 30 juz bilghaib (terdiri dari 22 putra dan 7 putri) serta 50 wisudawan juz ‘Amma (putra). Selanjutnya disusul dengan Majlis Haul Almarhum KH R. Abdul Qodir Munawwir bersama KH Fathurrohman Thohir dari Pondok Pesantren Al-Ittihad Poncol Semarang sebagai pembicara.

Redaktur    : Mukafi Niam

Haedar Nashir

Kontributor: Zia Ul Haq

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Meme Islam, Pondok Pesantren, Kajian Islam Haedar Nashir

Minggu, 04 Maret 2018

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Juara II Festival Film NU

Jombang, Haedar Nashir. Arziqi Mahlil dan Munzir, mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh berhasil meraih Juara II dalam festival film pendek dokumenter Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung 1-5 Agustus 2015 di Jombang Jawa Timur.

Pengumuman juara festival film ini dipublikasikan melalui situs resmi NU (nu.or.id), Sabtu (1 agustus 2015), disebutkan, juara pertama diraih M. Iskandar Tri Gunawan dengan judul Bulan Sabit di Kampung Naga karya dan berhak menerima hadiah 20 juta, film ini mengungkap Islam pembawa misi rahmatan lil alamin, bukan hanya rahmatan lil muslimin. Untuk juara kedua dengan hadiah 15 juta dimenangkan oleh Arziqi Mahlil & Munzir dengan judul Dalae (dalail khairat), film ini menceritakan pemuda di desa berusaha melestarikan yang tumbuh dan berkembang Dalail di Aceh, sebaliknya dengan pemuda kota, sementara juara ke tiga Vedy Santoso dengan judul Al Ghoriib, ini mengisahkan seorang mualaf dari Jerman yang mondok di pesantren.

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Juara II Festival Film NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa UIN Ar-Raniry Juara II Festival Film NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Juara II Festival Film NU

Arziqi Mahlil mengungkapkan, keikutsertaannya bersama Munzir pada festival film pendek dokumenter NU ini bersama yayasan Aceh Documentary, dari Aceh ada sekitar lima film yang ikut pada festival itu, dan semuanya masuk nominasi 15 karya terbaik film pendek Muktamar NU ke-33 tahun 2015.

Haedar Nashir

"Kami memilih tema tentang Dalae, ini menurut kami sangat penting, karena merupakan salah satu budaya di Aceh yang sangat kental dengan masyarakat, selama ini kami melihat budaya meudalae di Aceh sudah pudar, sudah jarang sekali, padahal budaya ini dapat mempersatukan masyarakat dan salah satu media dakwah," ujar Arziqi.

Ditambahkan, pembuatan film ini dilakukan di gampong Lamhui Kuta Cot Gli Aceh Besar dan diproduksi oleh Yayasan Aceh Documentary (ADC), ini dibawah bimbingan Adoc dalam ajang ADC pada tahun 2014.  

Haedar Nashir

"Kita berharap, dengan lahirnya karya film ini dapat menginspirasi para pemuda di Aceh untuk terus menggalakkan dalae di malam hari, selain sebagai nilai ibadah, ini juga dapat dijadikan sebagai ajang silaturrahmi dan pemersatu masyarakat di gampong-gampong," ujar Mahasiswa semester VIII jurusan Komunikasi UIN Ar-Raniry.

Hamzah Sahal, koordinator tim kreatif Muktamar ke-33 NU mengatakan, panitia menerima 69 karya film yang didaftarkan oleh peserta dari seluruh Indonesia, ke-69 judul film tersebut melibatkan tidak kurang 75 sutradara muda yang berasal dari 13 provinsi, Jawa Tengah, Tawa Timur, DI Jogjakarta dan Aceh paling banyak mengirimkan karya.

"Dewan juri memilih tiga film di atas sebagai juara karena cukup menarik secara ide, cukup matang dalam eksekusi gagasan, cukup dalam teknis penyajian," kata Sahal. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax, Warta, Pondok Pesantren Haedar Nashir

PBNU Minta Lesbumi Isi Kekosongan Dakwah Bilhikmah

Jakarta, Haedar Nashir. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, tema Islam Nusantara yang damai dan ramah harus gencar diperkenalkan NU ke dunia internasional. Islam Nusantara sangat relevan untuk saat ini ketika dunia Islam, khususnya Timur Tengah dalam keadaan kacau dan tidak dapat dikendalikan.

Menurut kiai yang akrab disapa Kang Said, setelah Muktamar NU Ke-33 di Jombang, Jawa Timur, yang mengangkat tema Islam Nusantara, pemimpin-pemimpin Islam mengucapkan selamat.

PBNU Minta Lesbumi Isi Kekosongan Dakwah Bilhikmah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Lesbumi Isi Kekosongan Dakwah Bilhikmah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Lesbumi Isi Kekosongan Dakwah Bilhikmah

“Dengan Islam Nusantara kita mendapatkan respon banyak. Habis muktamar, Menteri Wakaf Maghribi (Maroko), Sudan, dari Ankara (Turki), Afghanistan mengucapkan selamat atas suksesnya Islam Nusantara,” katanya saat pembukaan Rakernas Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) di gedung PBNU, Jakarta Rabu (27/1).

Haedar Nashir

Kang Said menambahkan, tema Islam Nusantara menarik karena ulama di Timur Tengah tidak didengar lagi oleh masyarakatnya karena ulama yang ilmu-ilmunya berbobot seperti Syiria, Irak, dan Mesir sedang mengalami krisis dalam negeri.

Ia meminta dengan semangat Islam Nusantara, Lesbumi NU berusaha menyelamatkan negara secara politik, seni, dan kebudayaannya. “Mari kita jaga air, laut, hutan, tambang, jangan sampai kekayaan kita dirampok kapitalis,” katanya pada Rakernas bertema “Berjuang dan berkhidmah untuk Islam Nusantara dan NKRI tersebut.? ?

Haedar Nashir

Kiai yang profesor ini peran Lesbumi sangat penting mengisi kekosongan dakwah bilhkimah yang mengedepankan nilai-nilai universal. “Dakwah dengan seni budaya lebih ampuh daripada pedang,” katanya. ?

Ia mengutip Dzu Nun Almishri yang berpendapat soal musik sebagai suara kebenaran universal bisa mengugah hati manusia menuju Allah. Barangsipa memdengarkannya dengan hak, akan memdapatkan hakikat, tapi kalau dengan syahwat, akan membawa kepada kezindiqan. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Olahraga Haedar Nashir

Sabtu, 03 Maret 2018

Mempertahankan al-Aqsa dari Ancaman Israel

Kawasan paling panas di Timur Tengah, Palestina kembali bergolak setelah Israel memasang detektor logam di pintu-pintu masuk Masjidil al-Aqsa. Masyarakat Palestina kemudian melakukan demonstrasi sedangkan dunia internasional menekan Israel untuk mencabut kembali detektor-detektor yang sebelumnya sudah dipasang. Sekalipun akhirnya peralatan tersebut dicopot kembali, Israel berencana memasang kamera pengintai canggih.?

Tindakan Israel untuk “mengokupasi” Masjidil al-Aqsa ini didasari alasan keamanan setelah ada dua orang polisi Israel yang ditembak oleh dua orang Palestina. Tampaknya Israel menggunakan memomentum ini sebagai kesempatan untuk menguasai kompleks yang sebelumnya berada di bawah otoritas Yordania.?

Alat pengintai canggih yang rencananya akan dipasang di kompleks Masjidil al-Aqsa ini juga tidak dapat diterima. Jika ini boleh dipasang, ini menunjukkan berlakunya otoritas Israel di wilayah tersebut. Sudah sejak lama Israel ingin menguasai sepenuhnya kompleks suci ini sebagai bagian dari Israel Raya. Salah satu targetnya adalah memindahkan ibukotanya ke Yerussalem dari sebelumnya di Tel Aviv.

Mempertahankan al-Aqsa dari Ancaman Israel (Sumber Gambar : Nu Online)
Mempertahankan al-Aqsa dari Ancaman Israel (Sumber Gambar : Nu Online)

Mempertahankan al-Aqsa dari Ancaman Israel

Tindakan yang dilakukan Israel tersebut tentu saja melanggar kebebasan untuk beribadah. Otoritas pengelolaan Masjid al-Aqsa saat ini harus sebagaimana yang berjalan sebelumnya. Untuk mencegah upaya Israel mengambil alih tempat suci ini, sudah selayaknya jika masyarakat internasional dilibatkan dalam upaya perlindungan kompleks yang dihormati oleh tiga agama ini.?

Strategi dalam memperjuangkan Palestina saat ini tampaknya harus diubah. Upaya meraih kemerdekaan dengan perjuangan fisik, bahkan sudah kalah sejak perang 1967. Semakin ke sini, kapasitas militer Israel semakin canggih, sementara pejuang Palestina hanya bisa berjuang dengan peralatan yang kapasitasnya jauh di bawah apa yang dimiliki Israel yang mendapat dukungan penuh dari Amerika Serikat dan beberapa sekutu lainnya dengan persenjataan tercanggih saat menghadapi ancaman. Korban-korban nyawa terus berjatuhan sedangkan kerusakan fisik yang ditimbulkan akibat peperangan juga bernilai sangat besar. Semakin lama, rakyat Palestina semakin menderita jika pendekatannya adalah militer.

Haedar Nashir

Belakangan, perjuangan melalui jalur diplomasi untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina lebih berhasil. Pengakuan eksistensi Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan dukungan penuh negara-negara Muslim dan negara lain yang menginginkan kemerdekaan Palestina menunjukkan kekalahan diplomasi Israel dan Amerika Serikat. Kemenangan lain Palestina atas Israel dan Amerika Serikat terjadi juga atas pengakuan Palestina oleh UNESCO. Diplomasi pula yang membuat beberapa negara memboikot barang-barang Israel yang diproduksi di daerah pendudukan yang dikuasai setelah perang 1967.?

Mengharapkan Amerika Serikat sebagai juru damai yang adil untuk kepentingan kedua belah pihak bagaikan pungguk merindukan bulan. Berbagai kepentingan menjadikan kebijakan resmi negeri adidaya ini lebih condong dalam melindungi Israel daripada memperjuangkan aspirasi Palestina. Poros kekuatan dunia yang kini semakin tersebar ke berbagai negara besar lain seperti India dan China serta perubahan sikap dari negara-negara Eropa Barat yang kini melihat persoalan secara lebih berimbang bisa dimanfaatkan untuk memperjuangkan kepentingan Palestina secara lebih intensif.?

Haedar Nashir

Tentu saja, perjuangan Palestina tersebut tidak bisa menyerahkan sepenuhnya pada negara-negara Timur Tengah sendiri yang hingga kini tak henti-hentinya dilanda konflik, apalagi hanya menyerahkan sepenuhnya kepada rakyat Palestina yang terus mengalami himpitan keras oleh Israel. Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia dapat mengambil inisiatif dan peran penting membantu membantu Palestina dalam forum-forum internasional.

Indonesia pernah memiliki peran penting dalam diplomasi internasional saat era kepemimpinan Soekarno. Penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA) menjadi pendorong kemerdekaan negara-negara di dua kawasan tersebut yang sebelumnya masih mengalami kolonialisasi. Para pemimpin Indonesia di masa kini atau masa mendatang bisa belajar langkah-langkah yang dilakukan oleh presiden pertama RI ini dalam memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang atau negera terbelakang di hadapan kepentingan negara-negara yang kuat yang tidak mau kehilangan gehemoni atas sumberdaya yang mereka miliki, sekalipun merugikan merugikan pihak lain. Bagi para pemimpin negara, kepentingan tertinggi mereka adalah kepentingan nasionalnya karena mereka dipilih oleh penduduk di negaranya. Karena itu, negara-negara Muslim tidak bisa sepenuhnya berpangku tangan dengan mengharapkan keadilan diberikan. Keadilan harus diperjuangkan?

Demikian pula, cita-cita negara Palestina yang damai dan sejahtera, tidak bisa hanya dengan mengandalkan kerelaan pihak lain untuk berkorban. Upaya tersebut harus diperjuangkan. Jika melihat situasi kekinian, maka pola perjuangan yang paling memungkinkan adalah melalui jalur diplomasi. Dan hal ini membutuhkan kebersamaan negara-negara Muslim untuk memiliki satu pandangan akan pentingnya Palestina dan Masjidil Aqsa sebagai salah satu tempat suci yang harus dijaga eksistensinya. ? (Ahmad Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hikmah Haedar Nashir

Gus Mus Dituduh Liberal?

Kendal, Haedar Nashir. KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) dituding sejumlah pihak beraliran liberal. Berkaitan dengan itu, warga Nahdlatul Ulama (NU) di Kendal, Jawa Tengah, meminta pihak yang menuding Pj Rais Aam PBNU 2014-2015 sebagai sosok liberal menggunakan nalarnya dengan baik.

"Yang bilang Syaikhona Gus Mus itu liberal sebaiknya mikir! Lihat dari dekat dengan hati dan akal sebelum mengatakan beliau liberal," ujar Shuniyya Ruhama Habiballah, warga NU di Kendal, Selasa (11/8).

Gus Mus Dituduh Liberal? (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Dituduh Liberal? (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Dituduh Liberal?

KH Ahmad Mustofa Bisri hingga hari ini akrab dipanggil Gus Mus. Sapaan “gus” lazimnya diperuntukkan bagi putra kiai dan umumnya berusia muda. "Padahal beliau itu kiai sepuh disegani banyak orang, ilmunya seperti lautan tak bertepi. Sementara orang baru belajar agama Islam, baru tahu satu dua ayat dijerumuskan teman-temannya dengan sebutan ustadz. Liberal siapa?" kata dia.

Haedar Nashir

Menurutnya, Gus Mus yang dilahirkan di Rembang, Jawa Tengah, 10 Agustus 1944 selalu sumringah, bersikap melayani, tidak seperti ndoro yang selalu minta dilayani.

"Tidak peduli yang sowan itu pejabat atau penjahat, semua diterima dengan tangan terbuka. Tidak pernah menghakimi orang lain. Sementara yang baru saja belajar agama sudah berani menggantikan tugas Malaikat Rokib dan Malaikat Atid, bahkan tidak segan-segan mengambil alih tugas Malaikat Ridwan dan Malaikat Malik. Liberal siapa?" ujar Shuniyya lagi.

Haedar Nashir

Menurutnya, jika disowani, pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Leteh, Rembang tersebut dengan senang hati diajak foto bersama karena ingin menyenangkan hati semua orang.

"Tidak ada sedikitpun umpatan dan cacian yang akan kita dengar dari lisan beliau yang mulia. Bandingkan saja dengan sebarisan orang yang mengharamkan foto narsis, mencaci, memaki, bahkan tidak segan-segan meneraka-nerakan orang lain. Di saat yang sama, fotonya dengan berbagai gaya dan pose bertebaran di mana-mana. Liberal siapa?" tuturnya lagi.

Pada Muktamar NU 33 di Jombang 2015, Gus Mus bahkan bersedia mencium kaki para peserta supaya tetap tenang.

"Kiai sepuh panutan umat kok mau-maunya menyatakan hal semacam itu. Sementara yang di sana, jangankan mencium tangan kiai, sowan saja entah mau entah tidak. Liberal siapa? Lihat saja, saat beliau begitu saja menolak jabatan tertinggi dari ormas Islam terbesar di dunia, padahal sudah pernah menjadi pejabat sementara saat Syaikhona Mbah Sahal Mahfudh Pati berpulang ke rofiqul a’la sebelum selesai tugasnya, dan didukung penuh oleh kiai sepuh yang lebih senior, beliau hanya tertunduk, menangis, merasa tidak pantas. Lha yang di sana itu, malah mengangkat dirinya sebagai pemimpin ini itu, imam ini itu, setidaknya dijerumuskan teman-temannya sendiri dalam jabatan itu, petentang-petenteng padahal ada yang jauh lebih pantas atas sebutan dan jabatan itu. Liberal siapa?" katanya lagi.

KH Ahmad Mustofa Bisri pada Senin (10/8) kemarin berulang tahun yang ke-71. Ucapan selamat dan doa datang dari berbagai kalangan. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam Haedar Nashir

Jumat, 02 Maret 2018

Ansor Tangerang Rekrut 30 Banser Baru

Tangerang, Haedar Nashir. Menjelang dilaksanakannya Konfercab IV Nahdlatul Ulama Kota Tangerang 20 Mei 2015. Gerakan Pemuda Ansor Anak Cabang Kecamatan Jatiuwung menggelar Diklatsar Banser yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Darussa’adah. Pelatihan yang diadakan selama 3 hari (15-17 Mei) diikuti oleh 30 peserta.

Tentunya kegiatan ini sebagai bentuk regenerasi Banser di Kota Tangerang. Selama 3 hari mereka dibekali pengetahuan baik itu mengenai keorganisasian, ke-NU-an sampai materi-materi kemiliteran. 

Ansor Tangerang Rekrut 30 Banser Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Tangerang Rekrut 30 Banser Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Tangerang Rekrut 30 Banser Baru

“Sudah pasti ketika mereka berhasil dan lulus mengikuti kegiatan Diklatsar, mereka siap diterjunkan untuk pengamanan Konfercab IV NU Kota Tangerang sebagai tugas pertama mereka,” ujar Hartono ketua PAC GP Ansor Kecamatan Jatiuwung.

Haedar Nashir

Hadir memberikan motivasi H. Ahmad Imron (Ketua PW Ansor Banten). Dalam kesempatan itu Imron menyampaikan mengenai sejarah Ansor dalam menghantarkan kemerdekaan Indonesia dan berharap kader-kader baru Banser ini menjadi kader yang rahmatan lil ‘alamin, yang siap siaga menjaga kedaulatan NKRI dari segala bentuk makar yang dilakukan oleh segelintir orang yang tidak menginginkan Pancasila dan UUD 1945. (atho al farhan/mukafi niam)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nusantara, RMI NU Haedar Nashir

Selasa, 27 Februari 2018

Guru Nahdlatul Ulama Diimbau Produktif Menulis

Semarang, Haedar Nashir. Para guru yang bernaung di bawah lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama diminta produktif menulis dan mempublikasikan karyanya di jurnal dan media massa. "Kalau guru sudah mulai aktif menulis, maka pendidikan Indonesia akan lebih maju," tegas Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Semarang H Anasom saat membuka lokakarya "Guru Nahdlatul Ulama Menulis" di Auditorium MA NU Nurul Huda Mangkang Kulon Semarang, Kamis (28/9).

Guru Nahdlatul Ulama Diimbau Produktif Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Nahdlatul Ulama Diimbau Produktif Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Nahdlatul Ulama Diimbau Produktif Menulis

Kegiatan yang diprakarsai oleh Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kota Semarang dengan UIN Walisongo Semarang ini menghadirkan narasumber Syamsul Maarif (Kapuslitbit LP2M UIN Walisongo), M Rikza Chamami (Dosen), dan Asikin Khusnan (Pengawas Sekolah). Peserta berjumlah 60 guru Nahdlatul Ulama yang memiliki konsentrasi di bidang tulis menulis dari SD/MI hingga SMA/MA.

Menulis, lanjut Anasom, merupakan tradisi para ulama dalam menyebarkan ilmu-ilmunya. Jadi para ulama bisa panjang umur dan terkenang sampai sekarang karena karya tulisnya masih dipelajari oleh para santri. "Maka tradisi menulis harus dikembangkan di semua komponen guru NU agar gagasan-gagasan itu dapat tersampaikan secara luas.

Di tengah kesibukan administratif para guru sekolah perlu menyisihkan waktu dalam menulis. "Jangan sampai guru hanya sibuk menulis jurnal sekolah dan menulis rapot saja" singgung Anasom. Potensi menulis itu sangat bermanfaat untuk guru. Sebab dengan menulis, guru akan dapat point untuk administrasi kepangkatan dan akan dapat koin berupa honor menulis.

Guru juga tidak hanya bisa menulis untuk jurnal ilmiah dan koran saja, tetapi bisa menulis buku ajar yang manfaatnya sangat besar. Bahkan ada seorang guru yang aktif menulis buku ajar dengan honor hingga seratus juga. "Itu yang perlu ditiru oleh guru-guru NU Kota Semarang" pungkasnya.

Haedar Nashir

Ketua LP Maarif Cabang Kota Semarang H Asikin Khusnan MSI sangat berharap para guru mampu mendisiplinkan diri dalam menulis karya ilmiah. "Menulis dari mulai yang terkecil dengan best practice pengalaman mengajar di kelas" kata Asikin.

Dari pelatihan ini, Asikin berkomitmen akan menindaklanjuti dengan pembuatan Jurnal Ilmiah Online khusus guru yang dapat menampung gagasan-gagasan para guru. "Kalau LP Maarif sudah punya jurnal ilmiah akan mempermudah kenaikan pangkat guru dan melahirkan iklim akademik di lingkungan sekolah" tegasnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Kyai, Amalan Haedar Nashir

Pengumuman Seleksi Beasiswa ke Australia

Jakarta, Haedar Nashir. Sebagai tindak lanjut pendaftaran program beasiswa ke Australia, PBNU mengumumkan nama calon yang berhak mengikuti ujian yang diselenggarakan pada hari Jum’at, 11 Mei 2012 di gedung PBNU pukul 14.00 membawa kelengkapan administrasi. Materi ujian adalah ke-NU-an dan Test Potensi Akademik (TPA)

Formulir aplikasi harap didownload di http://australiaawardsindo.or.id dan diisi dengan tinta hitam serta dikumpulkan pada waktu ujian.

Pengumuman Seleksi Beasiswa ke Australia (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengumuman Seleksi Beasiswa ke Australia (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengumuman Seleksi Beasiswa ke Australia

Kelengkapan administrasi yang harus dibawa 

Haedar Nashir

1. Copy akte kelahiran (x3)

2. Copy KTP (x3)

Haedar Nashir

3. Curriculum Vitae (x3)

4. Hasil test IELTS or TOEFL, maksimal tahun 2011 (1 x asli dan 2 x copy)

5. Copy ijazah Universitas (x3)

6. Copy transkrip akademik (x3)

7. Pemohon untuk tingkat Masters harus menyertakan dokumen-dokumen S1;

8. Pemohon PhD harus menyertakan dokumen-dokumen S2

9. Pemohon PhD harus mendapat reverensi dari pembimbing di S2

10. Pemohon PhD harus menyertakan desain riset (halaman 7 formulir aplikasi) 

Dokumen tambahan yang disyaratkan jika lolos dalam interview

1. Pas Foto (3cm x 4cm);

2. Terjemah dalam bahasa Inggris ijazah universitas

3. Terjemah dalam bahasa Inggris transkrip akademik

4. Publikasi ilmiah (jika ada)

5. Terjemah dalam bahasa Inggris akte kelahiran

Berikut peserta beasiswa S2 yang berhak mengikuti test

1. Mohamad Dliyaul Haq, Pati 

2. M. Dhuha Aniqul Wafa, Rembang 

3. Nooriyah Noorunnisa, Jepara 

4. Asiyah Lulu’ul Husna, Ngoro Jombang 

5. Mohammad Isna Wahyudi, Sleman Yogyakarta

6. Hj. Neneng Retna Kurnia, Batam Indonesia 

7. Nur Utami Fauziyah, Rogojampi-  Banyuwangi 

8. Mohammad Nadhir Muamar Cibiru Bandung 

9. Mohammad Ibrahim Hamadani, Jakarta Pusat 

10. Achmad Fawaid Paiton Probolinggo 

11. Airin Islahiatin,  Gresik 

12. Sulasmi Yogyakarta 

13. Abdul Wafi, Pamekasan 

14. Mohammad Ikhwanuddin Malang 

15. Ashari Tuban 

16. Alim Syariati, Ternate Maluku Utara  

17. Lia Rosida NTB 

18. Fatikhatul Khoeriyah Lampung Timur  

19. Ahmad Tajudin Arafat Kudus 

20. Aida Hidayah Demak 

21. Neneng Bisyaroh Sidoarjo 

22. Hamam Faizin Sleman 

23. Endang Istianti Cengkareng Jakarta Barat 

24. Muhammad Fadlullah Ponorogo

25. Nurhidayatulloh Sleman, DIY 

26. Akhmad Qowi Rais Demak 

27. Khairul Akhmad Lombok Tengah

28 Yuyun Wardatul ‘Uyun Malang 

29. Mohammad Juahari Sofi Demak 

30. Rosidah Dharmasraya- Sumatra Barat 

31. Fiki Dzakiyati Pekalongan 

32. Yunita Ratnasari Banyuwangi 

33. Muhammad Nur Arifin Jepara 

34. Lu’luatul Fuadiyah Kendal 

35. Wahyu Dwi Warsitasari Trenggalek 

36. Abd. Latif, Malang

37. Mochammad Ichsan Malang 

38. Yeni Seprihatin Metro, Lampung 

39. Karyadi Ngadirego Semarang 

40. Fatriyatun Ni’mah Gresik 

41. Umi Nadziroh Grobogan 

42. Fatkhur Rahman Lamongan 

43. Siti Maspuah Fitrianingsih Rembang Jawa Tengah 

44. Ajar Pradika Ananta Tur Kebumen 

45. Ahmad Jamalul Fuad Tuban 

46. Asmar Riska Noor Viana Jombang 

47. Mokh. Afifuddin Pasuruan 

48. Hendra Hidayat Kota Depok 

49. Atik Muttaqin Sleman Yogyakarta 

50. Mohammad Kholis Khamdy Tambora Jakarta Barat 

51. Moh. Nurul Shobah Tanah Abang Jakarta Pusat, 

52. Isye Rahman Ciampea Bogor 

53. Siti Chalimatus Sa’diyah Lamongan 

54. Abu Ali Al-Khusain Demak Jawa Tengah 

55. Mohammad Shohibussirri Ciputat Kota Tang-Sel 

56. Afroni Pemalang 

57. Dwi Ike Kurniawati Gresik

58. Ahmad Yusuf Purnama Pandeglang  

59. Imas Istiani, Kuningan Jawa Barat  

60. Vina Risa, Lemah Abang Sindanglaut Cirebon 

61. Akhmad Munir Jember 

62. Abdur Rofik Pemalang 

63. Rika Susanti Depok, Sleman 

64. Abdur Rosyid Jombang 

65. Tantri Sundari Tulungagung 

66. Faza Nailul Muziya Lamongan 

67. Ahmad Nurul Furqon  Kp Rambutan Ciracas Jakarta Timur 

68. Ratih Febrina Dwiyanti Probolinggo 

69. Hartanti  Panggungharjo Sewon Bantul 

70. M. Tolkhah Adityas Turi, Sleman 

71. Mohamad Wildan Albi Magelang 

72. Hasna Wihdatun Nikmah Mranggen Demak 

73. Hernalia Citra Dewi Cileungsi Bogor 

74. Siti Aisyah Farhatin Gunungputri Bogor 

75. Ade Rizki NurbaetyKlapa Nunggal-Kab. Bogor

76. Hidayatur Rohmah Pasuruan

77. Lailiyatus Sa’diyah Gendeng, Yogyakarta 

78. Izzatin Kamala Pati Jawa Tengah 

79. Nur Azizah Ulya Pati

80. Khuslan Shodiq Solokuro Lamongan 

81. Emha Paisal Umari. Oebobo, Kota Kupang

82. Naillul Hana Laweyan Solo 

83. Ahmad Nurcholies Kadupandak Banten 

84. Imma Rohmawati Bandung

85. Komarudin A Banyuwangi 

86. Nurul Prihantini Kedungrojo Plumpang Tuban 

87. Etika Madang Raya Oku Timur Sum-sel

88. Imam Azro’i Rembang Jawa Tengah 

89. Devi Tamlikho, Karangrejo, Tulungagung 

90. M. Happy Nur Tsani Kedungbanteng Purwekerto Kab. Banyumas 

91. M. Syafaudin Montong 

92. Lina Hasnawati  Mranggen Demak 

93. Lia Arief Muftiah Semarang 

94. Abdul Somad Ciwaringin Cirebon 

95. Rohmad Saleh Sukaadana Timur Lampung Timur 

96. Heru Supatra Wringin Semarang 

97. Dewi Rini Anggraeni Kebon Jeruk Jakarta Barat 

98. Mufty Shulthony Cisarua Bogor 

99. Kharis Mudakir Yogyakarta 

100. Sigit Santoso Sukoharjo 

101. Mohammad Ana Zamzami Sumbergempol,Tulungagung 

102. Faida Guluk-Guluk Sumenep 

103. Ulfatuzzuhroh Tegalsari, Banyuwangi

104. Muhamad Ibrahim Hamdani Jakarta Pusat 

105. Zuli Ngafifah Garum Blitar 

106. Siti Aisyah Farhatin Gunungputri Bogor 

107. Suparzan Pemenang Lombok Utara

108. Ahmad Faisal Serang Banten 

109. Lina Machwiyyah Sragen 

110. Fajar Hamzah Makasar 

111. Muhamad Nurcholis Ngawi 

112. Agus Ahmad Suaidi Salatiga 

113. Abra Puspa Ghani Talattov Pejaten Timur Jakarta 

114. Dwi Prapti Asih Cilegon Banten 

115. Muhammad Shofin Soegito Pisangan Barat Ciputat Tangerang 

116. Desy Tahmila Pratama Cilangkap Cipayung Jakarta Timur 

117. Ana Ainiyatul Farihah Banyakan Kediri 

118. Febri Falasifa Karawaci Baru Tangerang Banten 

119. Imam Muhtarom Pejaten Barat Pasar Minggu JakSel 

120. Maimun Syah Cadek Permai Aceh Besar

121. Maslihatul Bisriyah UIN Malang 

Peserta test beasiswa S3

1. Rachmat Hidayat Jember

2. Muhidin Purwakarta Jawa Barat  

3. Andrian Aziz Widodo Rawalumbu, Bekasi 

4. Muhammad Yunus Manyaran Gresik 

5. Mohammad Hasan Basri Palengaan Pamekasan 

6. Yenni Luthfiana Ngering, Gempol Kab.Pasuruan 

7. Moch. Saefullah Tuban

8. Farnia Sari Pisangan kec. Ciputat Timur 

9. Achmad Badrun Kurnia Tembelang Jombang 

10. Dian Ferricha Blitar 

11. Nur Akhlis Pare Kediri 

12. Habib Sulton Asnawi Seputih Jaya, Bandar Lampung

13. Haryadi Nganjuk 

14. Salamet Herianto Sumenep

15. Mohammad Hadi Makmur Sumbersari Jember 

16. Linda Dwi Erianti Sumbersari Jember 

17. Mohammad Chusnul Khitam Lamongan  

18. Wakhit HasimTelon, Cirebon 

19. Irul Hidayati Krian Sidoarjo 

20. Kamarudin Sumenep 

21. Siti Nurul Hidayah Trenggalek 

22. Syariati Alim Ternate Maluku Utara 

23. Suci HanifahKaliuarang Jogjakarta

24. Siti Aimah Banyuwangi 

25. Muhammad Hatta Banda Aceh 

26. Mohammad Ahmad Fulka Sa’dibih Widang Kab. Tuban 

27. Ahmad Nuttaqin Abdul Hamid Arjawinangun Cirebon 

28. Naeli Rosyidah Banyumas 

29. Suci Hanifah Harjobinangun, Pakem 

30. Sutomo Malang

31. Agus Ihwan Mahmudi PKT Bontang 

32. Fahrur Rozi Kroya Cilacap 

33. Mohamad Syukron Mantri Jeron Yogyakarta 

34. Nur Habibi, Kebon Jeruk 

35. Fatkhullah Munadi Pemurus Luar Banjarmasin 

36. Ahmad Anfasul Marom Bojonegoro 

37. Ahmad Zayadi Probolinggo 

38. Haryono Yogyakarta 

39. Zaenal Arifin Pogalan Trenggalek 

40. Misbahul MunirKarangsari Tuban 

41. Uswah Hasan Wonosobo

42. Yusuf Suharto Jombang

43. Hatta Abdul Malik Semarang

44. Ibnu Fikri Kendal 

45. Jisman Majid Ternate Maluku  

46. Ali Ashari Malang

47. Abdul Gofur Indramayu

48. Anis Fuadhah Ponggok Blitar

49. Hasan Demak 

50. Fatkhur RazhiSurabaya 

51  Jisman Majid Ternate  Maluku Utara

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir IMNU Haedar Nashir

Senin, 26 Februari 2018

Konfercab PMII Semarang Teguhkan Aswaja di Kampus

Semarang, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Semarang mengadakan konferensi cabang (Konfercab), 23-24 Agustus 2014, di Gedung Serbaguna PCNU Kota Semarang, Jawa Tengah. Konfercab ke-36 ini akan diawali dengan seminar nasional.

Siswoyo selaku ketua panitia menyampaikan, tema konfercab yang diangkat kali ini adalah "Meneguhkan Gerakan Ahlussunah wal Jamaah dalam Dunia Kampus". Sementara forum seminar akan menghadirkan dosen Universitas Diponegoro, Hasyim Asyari; Dr. Arja Imroni, Sekretaris PWNU Jateng; dan Kapolrestabes Semarang.

Konfercab PMII Semarang Teguhkan Aswaja di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab PMII Semarang Teguhkan Aswaja di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab PMII Semarang Teguhkan Aswaja di Kampus

Forum konfercab juga akan menyinggung berbagai permasalahan baik pada lingkup lokal, nasional, maupun global. PMII didorong untuk menunjukkan partisipasinya dalam penyelesaian persoalan di masyarakat.

Haedar Nashir

“Tidak hanya peran dan fungsi PMII yang harus berjalan dengan baik, pergantian pengurus juga wajib berjalan dengan periodik, tidak mengalami panjangnya masa kepengurusan,” tambah Siswoyo.

Haedar Nashir

Karena itu, konfercab ini juga menjadi ajang pergantian pengurus. Dari banyak perguruan tinggi di Semarang, hanya tujuh Pengurus Komisariat (PK) PMII yang akan menentukan ketua baru cabang mereka.

Ketujuh PK PMII tersebut antara lain PK PMII Sultan Agung (Unissula), PK PMII Galang Sewu (Polines), PK PMII Diponegoro (Undip), PK PMII Al-Ghozali (Unnes), PK PMII IKIP PGRI (Universitas PGRI), dan PK PMII Wahid Hasyim (Unwahas). Perwakilan dari masing-masing komisariat ini nanti yang akan memilih pemimpin baru menggantikan Ahmad Junaidi. (Mukhamad Zulfa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pemurnian Aqidah, PonPes Haedar Nashir

Tgk H Faisal Kembali Pimpin PWNU Aceh

Banda Aceh, Haedar Nashir. Peserta Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama XIII NU Aceh akhirnya bermusyawarah mufakat untuk meminta kembali Tgk H Faisal Ali sebagai Ketua PWNU Aceh periode 2015-2015. Untuk Rais Syuriyahnya, mereka meminta Tgk H Nuruzzahri Yahya.

Keinginan itu mencuat dalam pandangan dari pengurus cabang-cabang NU seanterao Aceh pasca penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) PWNU Aceh periode 2009-2014.

Tgk H Faisal Kembali Pimpin PWNU Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Tgk H Faisal Kembali Pimpin PWNU Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Tgk H Faisal Kembali Pimpin PWNU Aceh

Konferwil NU Aceh itu berlangsung secara akrab penuh kebersamaan, walaupun sebelumnya muncul beberapa nama kandidat ketua PWNU Aceh.

Haedar Nashir

Konferwil XIII NU Aceh itu diikuti oleh 23 kabupaten dan kota di Provinsi Aceh. Forum ini berlangsung di Asrama Haji Banda Aceh sejak Jum’at-Ahad (17-19/4).

Forum ini dibuka oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj. Hadir pada malam pembukaan konferwil itu Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-Haytar, sejumlah kepala dinas, unsur OKP dan ormas di Aceh, pimpinan dayah, dan undangan lainnya.

Haedar Nashir

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Marwan Jakfar pada saat sambutan menutup Konferwil XIII NU Aceh berharap agar warga nadhlyin di Aceh menjadikan Aswaja sebagai pedoman dasar dan menjadi khittah perjuangan organisasi tersebut.

“Warga NU harus ikut serta dalam mengawasi program-program pemerintah terutama program di Kementerian Desa PDTT,” kata Marwan.

Marwan di hadapan 5.000 waga NU Aceh mengatakan bahwa kiprah NU sebagai organisasi sosial masyarakat dalam segala aspek kehidupan dari keagamaaan, ekonomi, politik, pendidikan, sosial-budaya, menunjukkan kemajuan yang sangat bagus.?

Penutupan Konferwil itu dihadiri oleh Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf, Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, pimpinan dayah, kepala dinas, dan pejabat-pejabat di Aceh lainnya. (Muhadzier/Alhafiz K)

Foto: Tgk. Faisal Ali saat berada di ruang redaksi Haedar Nashir. Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hadits, Humor Islam Haedar Nashir

Sisi Lain Kiai Said yang Jarang Anda Ketahui

Jakarta, Haedar Nashir



Sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siroj memiliki kegiatan yang sangat padat. Acara yang dihadiri pun bervariasi, mulai dari pelantikan pengurus NU dari tingkat cabang hingga wilayah, pengajian, seminar, sampai acara pernikahan.?

Sisi Lain Kiai Said yang Jarang Anda Ketahui (Sumber Gambar : Nu Online)
Sisi Lain Kiai Said yang Jarang Anda Ketahui (Sumber Gambar : Nu Online)

Sisi Lain Kiai Said yang Jarang Anda Ketahui

Kegiatan tersebut tempatnya tidak hanya acara di dalam kota, tetapi juga di luar kota, tak jarang di desa, bahkan luar negeri. Oleh karena itu, butuh tubuh yang kuat dan semangat yang tinggi untuk menghadiri acara-acara tersebut.

Sekretaris pribadi KH Said Aqil Siroj Muhammad Sofwan menuturkan, Kiai Said memiliki fisik yang luar biasa. “Tubuh Kiai Said kuat. Mobilitasnya tinggi,” kata Sofwan di gedung PBNU, Senin (3/4).?

Dalam satu hari, cerita Sofwan, Kiai Said bisa menghadiri acara di beberapa tempat. Bahkan, sehari ia pernah melakukan lima kali perjalanan pesawat. Saking padat aktivitasnya, lanjut Sofwan, Kiai Said memiliki tiga kamar, yaitu kamar di rumah, di mobil, dan di pesawat. ? ?

Haedar Nashir

“Penerbangan paling padet itu lima kali sehari. (Penerbangan) Surabaya ke Batam, Batam-Medan, ? Medan-Aceh, Aceh-Pidi, dan Aceh-Jakarta. Ini terjadi saat kejadian bencana Pidi (Aceh),” jelasnya.

Menurut Sofwan, Kiai Said tidak menganggap simbol-simbol kearaban sebagai simbol kesalehan. Namun demikian, ia sangat hormat dan bahkan tidak segan-segan untuk mencium tangan seorang habib yang notabennya adalah keturunan Arab.

“Beliau sangat hormat dengan habaib yang berilmu dan berakhlak seperti Habib Luthfi. Beliau juga mencium tangan Habib Luthfi dan bahkan duduk di bawah (sementara Habib Luthfi duduk di kursi),” terangnya.

Haedar Nashir

Sisi lain yang tidak banyak orang tahu tentang Kiai Said, lanjut Sofwan, adalah ia memiliki kekuatan hafalan yang sangat tinggi. Ia bisa hafal meski hanya baru sekali membaca sebuah buku, terutama bidang sejarah.?

“Ingatan beliau sangat luar biasa. Riyadlohnya (latian menghafalnya) ya dari kebiasaan dzikir (yang dilakukan sehari-hari), ” katanya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sholawat, Pemurnian Aqidah, Warta Haedar Nashir

KMNU Akan Gelar Rakernas di Lampung

Jakarta, Haedar Nashir

Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Nasional melakukan silaturahim ke kantor PBNU di Jakarta, Rabu (16/3). Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat organisasi dan melaporkan perkembangan KMNU.

Delegasi KMNU yang diwakili Hasan Bisri (Presidium Nasional 1), Laila Na’imatul Muthoharoh (Presidium Nasional 3) dan Achmad Mukhlis Hidayat (Departemen Nasional 5) langsung disambut Sekjen PBNU, Ir H Helmy Faishal Zaini beserta Wasekjen H Masduki Baidlawi.

KMNU Akan Gelar Rakernas di Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU Akan Gelar Rakernas di Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU Akan Gelar Rakernas di Lampung

Dalam pertemuan itu, Helmy menyatakan dukungan dan apresiasi atas peran KMNU yang aktif melakukan kajian Islam ahlus sunnah wal jama’ah dan melestarikan kegiatan kultural NU di kampus. Lebih dari itu, di tengah pesatnya arus teknologi dan informasi seperti sekarang ini KMNU diharapkan mampu memberikan sumbangsih dalam menangkal masuknya penyebaran paham radikal dan dampak negatif teknologi terhadap masyarakat luas, khusus nya melalui media-media sosial yang ada.



Selain itu juga disinggung terkait rencana peningkatan kualitas mahasiswa NU di tingkat kampus dalam bentuk kaderisasi. Helmy menegaskan bahwa PBNU akan turut berperan aktif dalam kapabilitas KMNU. “Kami akan siapkan pemateri ahli yang siap mengisi agenda peningkatan wawasan Aswaja dan ke-NU-an teman-teman KMNU,” tegasnya.

Haedar Nashir



Dalam kesempatan ini juga disampaikan undangan atas kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ke-2 KMNU yang rencananya dilaksanakan awal April mendatang di Lampung. Menanggapi undangan tersebut, Sekjen PBNU menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir disebabkan ada agenda PBNU di Medan. Namun demikian, ia menyatakan akan mengirim delegasi PBNU di acara tersebut. Di akhir perbincangan, Helmy menyatakan bahwa PBNU siap mendukung dan membuka kesempatan KMNU untuk bekerja sama dalam mensukseskan program-program PBNU di waktu yang akan datang. (Laila/el Naomiy/Zunus)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ubudiyah Haedar Nashir

Minggu, 25 Februari 2018

Ratusan Siswa MANU TBS Kudus Lakukan Sholat Istisqo

Kudus, Haedar Nashir. Ratusan santri MA NU TBS Kudus lakukan sholat istisqo’, Selasa (3/11). Ritual ini dilakukan di halaman madrasah tepatnya saat memasuki jam istirahat pertama. Hadir dalam kegiatan ini beberapa kiai sepuh madrasah ini, KH Choiruzyad Turaichan Adjhuri, KH Musthafa Imron, KH Munfaat Lc, KH Abdullah Hafidz dan beberapa dewan guru lainnya.

Pada kesempatan ini, yang menjadi imam sholat istisqo’ adalah KH Hasan Fauzi sedangkan yang menjadi khotib adalah KH Amin Yasin. Sebelum dimulainya prosesi sholat, terlebih dahulu diadakan pengarahan tentang tata cara sholat, khutbah serta penggunaan rida’ yang dilakukan oleh pihak madrasah. Prosesi ini, mulai dari pengarahan hingga berakhirnya sholat dan khutbah memakan waktu sekitar satu jam lamanya dan diakhiri dengan do’a yang intinya adalah memohon untuk diturunkannya hujan.

Ratusan Siswa MANU TBS Kudus Lakukan Sholat Istisqo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Siswa MANU TBS Kudus Lakukan Sholat Istisqo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Siswa MANU TBS Kudus Lakukan Sholat Istisqo

Dalam khutbah yang disampaikan oleh khotib, ada beberapa pesan yang disampaikan. Beberapa pesan itu adalah siswa diharapkan memperbanyak istighfar serta menjauhi maksiat, karena bisa jadi sebab banyaknya kemaksiatan di bumi maka Allah tidak menurunkan hujan sebagai peringatan kepada manusia.

Haedar Nashir

Menurut Suwantho SPdI, selaku Wakil Kepala (Waka) bagian Humas, kegiatan semacam ini dilangsungkan karena kemarau yang cukup lama. “Atas inisiatif sendiri dan juga untuk melatih siswa agar mengetahui tata cara sholat istisqo,” jelasnya.?

Selepas serangkaian prosesi tersebut, pihak madrasah juga melakukan sedekah berupa dawet yang dibagikan kepada warga MANU TBS Kudus, serta perwakilan dari guru MI, MTS dan MPTs.

Haedar Nashir

Malam hari setelah pelaksanaan sholat minta hujan, tepatnya sekitar jam tujuh hingga jam delapan malam, hujan turun di daerah Kudus, khususnya daerah sekitar MANU TBS Kudus. (Ahmad Hanan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Aswaja, Berita Haedar Nashir

Sabtu, 24 Februari 2018

NU, Ekonomi, dan Politik Kemaslahatan

Oleh Fathan Subchi



Nahdlatul Ulama (NU) tidak lama akan memasuki satu abad. Tentu, sebagai organisasi sosial keagamaan, NU memang sepatutnya terus berinovasi. Jamiyah yang terkenal corak komunalnya dan identik dengan kaum sarungan ini harus kian akrab dengan isu-isu dan gagasan soal penguatan ekonomi warganya.?

NU, Ekonomi, dan Politik Kemaslahatan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU, Ekonomi, dan Politik Kemaslahatan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU, Ekonomi, dan Politik Kemaslahatan

Dalam menapaki usianya yang kian matang ini--satu rentang waktu yang terbilang cukup matang mestinya dalam mengarungi pahit getirnya kehidupan--tentu tuntutan warga menjadi satu keharusan yang terus diformulasikan oleh stakeholder, termasuk para pemangku kebijakan di berbagai daerah (eksekutif, legislatif, dll) ?

NU memang sejatinya jelmaan Indonesia itu sendiri. Sebaran warganya yang di berada pelosok-pelosok desa, tradisi kulturnya yang menyatu dengan kehidupan sosial masyarakat, dan corak kegamannya yang terbuka dan menerima pandangan dari luar yang baik merupakan mozaik bangsa yang perlu dilestarikan oleh siapa pun, termasuk terhadap para penguasa.?

Namun, kendala yang kita hadapi memang sejatinya dari fase ke fase hampir sama, setidaknya ? problem kesejahteraan yang melekat pada kelompok-kelompk warga yang tak punya akses pendidikan, miskin keahlian, dan memang tertinggal secara pemikiran. Perlu ada intervensi semacam tandzimul harakah melalui sebuah kebijakan negara. ?

Haedar Nashir

Sebaran mereka yang mengenyam pendidikan yang baik memang seberuntung daripada mereka yang pada masa-masa lampau telah menjauh dan tak mau bersentuhan dengan dunia ? pendidikan, termasuk pendidikan keagamaan dan pesantren. Yang tersebar menjadi petani, nelayan, buruh, guru swasta, pegawai kontrak, pekerja informal tentu kian rumit untuk diurai tali dan relasi kesejahteraannya, apalagi tantangan zaman juga kian kompleks.?

Sebagai jamiyah, kontribusi NU dalam berbagai aspek dalam menjejak satu abad memang terlihat sudah amatlah luas. Yang terlihat dan bisa dirasakan secara kultural adalah: pertama, kontribusinya dalam menjaga daya ketahanan sosial masyarakat melalui berbagai sarana persemaian nilai-nilai budaya dan tradisi-tradisi seperti yang menjadi langgam dakwah Wali Songo.?

Kedua, kontribusi secara tarbiyah bisa dilacak menjadi konsistensi NU dalam mengelola pesantren dan madrasah sebagai implementasi pendidikan keagamaan. Nilai-nilai keagaman yang disemai kalangan pesantren dan kiai NU jauh lebih bias diterima masyarakat luas, dan menjadi inspirasi pengetahuan keagamaan dan sumber-sumber kajian akademik di tengah oase padang tandus kerasnya aliran dan paham-paham radikal yang kian mulai berembus. Apalagi, secara jelas dunia sedang menggejala intoleransi. ?

Haedar Nashir

? ? ?

Nahdlatut Tujjar sebagai Gerakan?

Ada tiga pilar utama sebagai pondasi bagi tegaknya organisasi NU yaitu, Nahdlatul Wathan (Gerakan Cinta Tanahair), Tashwirul Afkar (Gerakan Intelektual dan Pemikiran) dan Nahdlatut Tujjar (Gerakan Ekonomi). Ketiga pilar ini menjadi bagian terpenting dalam perjalanan NU dalam membangun bangsa ini. Ketiga pilar tersebut pada mulanya adalah sebuah organisasi yang masing-masing didirikan oleh ulama-ulama dari kalangan NU sendiri. Tahun 1914 berdiri Nahdlatul Wathan sebagai manisfestasi dari kebangkitan berbangsa dan bernegara yang merdeka, bebas dari pengaruh penjajahan.?

Kemudian Tashwirul Afkar pada 1918 sebagai ikon dari pengembangan dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan. Dan pada tahun yang sama berdiri pula Nahdlatut Tujjar sebagai perwujudan dari pengembangan ekonomi umat. Ketiga menjadi cikal bakal NU dan sekaligus sebagai pondasi fundamental NU.?

Nahdlatut Tujjar adalah narasi sejarah yang dilukis oleh para pendahulu-pendahulu NU. Nahdlatut Tujjar harus bisa dihadirkan kembali, apalagi secara jelas Raisul Akbar, Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari dengan kata-kata mutiaranya tentang “Pak Tani itulah penolong negeri”.?

Kata-kata mutiara itu diambil dari cuplikan tulisan beliau, “Pendek kata, bapak tani adalah goedang kekajaan, dan dari padanja itoelah Negeri mengeloearkan belandja bagi sekalian keperloean. Pa’ Tani itoelah penolong Negeri apabila keperloean menghendakinja dan diwaktoe orang pentjari-tjari pertolongan. Pa’ Tani itoe ialah pembantoe Negeri jang boleh dipertjaja oentoek mengerdjakan sekalian keperloean Negeri, jaitoe diwaktunja orang berbalik poenggoeng (ta’ soedi menolong) pada negeri; dan Pa’ Tani itoe djoega mendjadi sendi tempat ? negeri didasarkan.” (artikel F. Rahman-NU, Online, 1/1/2017)?

Sesungguhnya banyak hal yang menyebabkan perlunya didirikan organisasi ini. Satu hal yang terpenting adalah keprihatinan ulama terhadap kondisi masyarakat Indonesia yang terbelakang baik secara mental maupun sosial ekonomi hingga persoalan kebangsaan dan keagamaan. Sebagai bangsa yang berada di bawah kungkungan imperialisme bangsa barat pada saat itu bangsa Indonesia mengalami kondisi yang memperihatinkan. Dan di sinilah Nahdltut Tujjar dihidupkan. Saudagar ulama-santri konsolidasi dan lahirlah organisasi ini sebagai wahana dakwah yang kemudian bisa membesarkan jamiyah untuk lebarkan kekuatan anti-kolonial barat. ? ?

Sebagai embrio gerakan saudagar ulama-santri, Nahdlatut Tujjar bisa letakkan dalam konteks hari ini di mana kita menyadari bahwa warga NU masih jamak yang berada dalam lapis sosial yang tertinggal, mereka masih perlu diintervensi kesejahterannya.?

Mereka menjadi "miskin" secara intelektual dan ekonomi. Dua jalur yang sama-sama perlu diikhtiarkan, yaitu Intelektualisme dan ekonomi. Dua hal pokok kehidupan yang dapat menjadi awal keterbelakangan atau kemajuan suatu bangsa. NU sebagai ormas keagamaan lahir untuk membangkitkan bangsa Indonesia dari tidur lelapnya. ?





Strategi Cluster?

Sejak awal peran Nahdlatut Tujjar dalam memberdayakan ekonomi umat mendapat dukungan dari para pendiri NU yang kebanyakan adalah para pedagang atau sekurang-kurangnya mempunyai unit produksi yang membuat mereka bisa mandiri secara ekonomi.

Diakui atau tidak, mayoritas penduduk Indonesia berada dalam kemiskinan dan mayoritas dari itu adalah warga Nahdliyin yang berada di pedesaan.?

Dalam kondisi masyarakat seperti ini, pengembangan ekonomi menjadi satu hal terpenting. Karena sabda Rasul SAW yang artinya "kefakiran akan mendekatkan pada kekufuran". Ini mencerminkan bahwa dalam ekonomi islam pemenuhan kebutuhan dasar (basic needs) akan sangat mempengaruhi keimanan dan keislaman seseorang. Memberdayakan ekonomi umat bisa dimulai dari mana saja. Pergerakannya berbanding lurus dengan konsistensi dan fokus yang menjadi sasaran pasarnya. Ada beberapa strategi yang bisa dilakukan, di antaranya dengan model cluster :?

Pertama, pesantren sebagai cluster utama bagi NU. Formulasi gerakannya dititik tekankan pada studi kebutuhan dan kelayakan usaha, serta akses permodalan, kecakapan SDM, dan ketekunan induknya dalam melakukan pembinaan dan pengawasan. Pesantren sesungguhnya sudah tak asing dengan gerakan ekonomi, produk-produk pesantren seperti Kopontren pada masa lampau termasuk produk yang kita banggakan bersama.

Saat ini, Pesantren bisa lebih agresif memfasilitasi santrinya pada bentuk misalnya pendidikan entrepreneur, pemagangan, dan lain-lain. Dan itu, bisa kami koneksikan dengan para pemangku kebijakan di pemerintahan. Dan PKB sudah merintis itu.?

Kedua, cluster warga berbasis pada Pedesaan. Dalam kontek ini, PCNU dan MWCNU bisa mengenali warganya yang telah menekuni pada bidang-bidang tertentu. Mereka yang menjadi petani, nelayan, pengrajin, peternak, pelaku UKM, bisa didata sehingga betul-betul bisa dijadikan acuan untuk menyalurkan bantuan dan bentuk-bentuk dukungan lainnya, seperti akses pelatihan, permodalan, dan lain lain.?

Ketiga, cluster jenis usaha. Lahirnya UU Desa yang memberikan perhatian penuh pada pembangunan di pedesaan, termasuk adalah soal pemberdayaan masyarakat berbasis Bumdes (Badan Usaha Milik Desa). MWCNU bisa memetakan dan membuat satu formulasi Bumdes-Bumdes yang bisa dirancang untuk kesejahteraan warganya. Tentu Hal ini bisa ditempuh dengan membuat semacam pilot project, sehingga jenis-jenis usaha yang dikembangkan, tidak berdasar atas tren, tapi memang sudah menjadi penguasaan para ahli. ? ?

? ?

Dalam rangka ikhtiar membangun ekonomi umat yang kuat, dan tak mudah tergoyah oleh pengaruh global, maka landasan yang perlu ditanamkan saat ini bagaimana warga NU sejahtera, dan memiliki aset tak ternilai. Salah satu juga yang patut dirintis ulang- bagaimana dulu juga pernah dirintis oleh guru kita, Gus Dur—yaitu model bank Nusumma—yang menghadirkan sistem pembiayaan usaha mikro kecil yang bias berdampingan beriringan dengan kelompok masyarakat marjinal, seperti nelayan, petani, buruh, guru honorer, pekerja kasar, dan lain-lain.?

Lokomotif ekonomi menjadi tantangan tersendiri ketika stakeholder NU kini sudah merambah di berbagai jalur kekuasaan; eksekutif dan legislative. Kaum mudanya –yang terpelajar—harus bias diintegrasikan ke dalam model pengelolaan ekonomi pembiyaaan mikro tadi.?

Kita sungguh masih memiliki beban sejarah yang belum selesai. Setidaknya ini terekam dalam statuennya NU (AD/ART) Fatsal 3 poin f yaitu: "mendirikan badan-badan oentoek memadjoekan oeroesan pertanian, perniagaan dan peroesahaan jang tiada dilarang oleh sjara Agama Islam". Di sini sangat jelas bahwa NU harus memperhatikan sektor-sektor penggerak ekonomi. Orientasi politik yang sangat kuat dari sebagian besar kaum Nahdliyyin harus dibarengi orientasi pengembangan ekonomi umat yang bermuara pada kesejahteraan warga.?

Inilah politik kemaslahatan NU yang perlu dirancang dan diimplementasikan segera, apalagi pasar dan Negara kian terbuka dengan model pendekatan NU yang terbuka. Kita memiliki gambaran bahwa 10-20 tahun ke depan adalah medan dari sebuah pilot projek yang amat strategis, bagaimana mengetengahkan politik ekonomi warga lebih dekat dengan bandul politik kemaslahatan NU.

Ibarat gadis cantik, NU seringkali hanya seksi di perebutan pesta lima tahunan. Mudah-mudahan ini menjadi kesadaran dan beban historis yang segera harus kita urai bersama. ?





Penulis adalah anggota DPR RI FPKB. Ketua IKAPMII DKI Jakarta. ? ?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Santri, AlaNu, Ahlussunnah Haedar Nashir

KH Kholirurrahman-Jema’ie Makmur Pimpin NU Ketapang-Kalbar

Ketapang, Haedar Nashir. Konferensi Cabang ke-11 Nahdlatul Ulama Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, yang dilaksanakan Ahad (20/4) kemarin di Ketapang telah mengeluarkan berbagai keputusan strategis antara lain memilih dan menetapkan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah masa khidmat 2014-2019.

Sidang Pleno kelima yang dipimpin Wakil Ketua PCNU Kabupaten Ketapang demesioner masa khidmat 2009-2014 Drs. Satuki Huddin, M.Si ini berjalan khidmat dan sukses. Sebelum diadakan pemilihan seluruh peserta konferensi diminta pimpinan sidang untuk sama-sama membaca Shalawat Badar dan pembacaan ummul kitab yang dipimpin oleh KH. Kholilurrahman.

KH Kholirurrahman-Jema’ie Makmur Pimpin NU Ketapang-Kalbar (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Kholirurrahman-Jema’ie Makmur Pimpin NU Ketapang-Kalbar (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Kholirurrahman-Jema’ie Makmur Pimpin NU Ketapang-Kalbar

Pemilihan PCNU masa khidmat 2014-2019 didahului dengan pemilihan Rais Syuriyah. Setelah diajukan bakal calon (balon) melalui pemilihan langsung dan rahasia akhirnya terjaring empat balon terpilih yakni KH Kholirurrahman, KH Faisol Maksum, KH Abdullah Alfaqir dan KH Jema’ie Makmur.

Haedar Nashir

Berdasarkan Tata Tertib Konfercab ke-11 dalam pemilihan pengurus cabang bahwa seorang calon dinyatakan sah apabila didukung oleh sekurang-kurangnya 5 (lima) suara dari peserta konferensi. Oleh karena itu setelah diadakan penghitungan dari suara sah yang berhak memilih dari 18 rais syuriyah tingkat MWC plus satu orang perwakilan syuriyah PCNU Ketapang, akhirnya yang memenuhi syarat hanya satu orang balon yakni KH Kholilurrahman setelah memperoleh 15 suara.

Mengingat balon yang terpih hanya satu orang, akhirnya seluruh peserta konfercab menyepakati agar balon yang terpilih secara aklamasi langsung ditetapkan sebagai Rais Syuriyah PCNU masa khidmat 2014-2019.

Haedar Nashir

Proses pemilihan Ketua Tanfidziyah dilaksanakan setelah pemilihan Rais Syuriyah. Pemilihan balon ketua tanfidziah juga dilaksanakan secara langsung dan rahasia. Setelah diadakan penghitungan suara balon yang terpilih hanya 2 (dua) orang yakni KH. Abdullah Alfaqir dan KH Jema’ie Makmur.

Mengingat hanya satu orang yang memenuhi syarat yakni KH Jema’ie Makmur setelah memperoleh dukungan 18 suara dari 19 suara yangh berhak memilih, akhirnya peserta konfercab menetapkan secara aklamasi KH Jema’ie Mamur sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Ketapang Masa Khidmat 2014-2019 setelah disetujui Rais Syuriyah terpilih.

KH Kholilurrahman sebelumnya adalah Wakil Rais Suriyah PCNU Kabupaten Ketapang Masa Khidmat 20109-2014 sementara KH Jema’ie Makmur Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Ketapang Masa Khidmat 20109-2014 dan pada pemilihan kali ini beliau kembali memimpin NU ketapang lima tahun ke depan.

Sebelum disahkan melalui pembacaan SK pada sidang Pleno kelima ini, juga ditetapkan tim formatur sebanyak 5 (lima) orang yakni Rais Syuriyah terpilih merangkap ketua, Ketua Tanfidziyah merangkap sekretaris dan 3 (tiga) orang dari pengurus MWC masing-masing MWC Delta Pawan, Benua Kayong dan Matan Hilir Utara. Kepada Tim Formatur diamanatkan agar menyusun kepengurusan NU Ketapang Masa Khidmat 2014-2019 dengan jangka waktu satu bulan. (Syafi’ie /Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Humor Islam Haedar Nashir

“Jalan Dakwah Pesantren” Gambarkan Santri dan Kiai Apa Adanya

Jepara, Haedar Nashir



Pesantren Hasyim Asyari Bangsri Jepara menyelenggarakan pemutaran dan bedah film dokumenter “Jalan Dakwah Pesantren” berlangsung di aula Gedung Serba Guna MA Hasyim Asyari, Bangsri Jepara, Kamis (27/7) malam.?

Dalam pemutaran film berdurasi 38 menit itu dihadiri oleh ratusan santri dan menghadirkan 3 narasumber: Hamzah Sahal (inisiator film), Hj. Hindun Anisah (pengasuh pesantren Hasyim Asyari) dan Ahmad Sahil (ketua Lakpesdam NU Cabang Jepara) dan sebagai moderator Syariful Wai, mantan aktivis PP Lakpesdam.?

“Jalan Dakwah Pesantren” Gambarkan Santri dan Kiai Apa Adanya (Sumber Gambar : Nu Online)
“Jalan Dakwah Pesantren” Gambarkan Santri dan Kiai Apa Adanya (Sumber Gambar : Nu Online)

“Jalan Dakwah Pesantren” Gambarkan Santri dan Kiai Apa Adanya

Ahmad Sahil ketua Lakpesdam NU Cabang Jepara dalam paparannya menyampaikan film dokumenter itu menggambarkan pesantren apa adanya.?

“Film ini ialah film riil yang memberi pembelajaran bahwa pesantren telah melahirkan tokoh besar Gus Dur,” kata kiai muda yang disapa Gus Sahil ini.?

Gus Sahil putra KH Miftah Abu berkomentar dalam film yang disupport oleh Kementerian Agama RI lantaran menampilkan sosok KH Abdurrahman Wahid.?

Haedar Nashir

Kepada ratusan santri ia mengatakan bahwa sosok kiai di pesantren berjuang 24 jam tanpa lelah. Kiai, ulama, baginya, adalah sosok yang istimewa. “Basyarun la kal basyar, manusia tapi tidak seperti manusia biasa,” sebutnya.?

Kiai muda asal desa Karangrandu itu menyontohkan saat selepas kiai minum. Sisanya menjadi rebutan santri. Sandal kiai juga menjadi rebutan untuk ditata. Itu keistimewaan kiai, katanya. ?

Haedar Nashir

Hj. Hindun Anisah, selaku shahibul bait menyatakan usai nonton film dirinya jadi ingat saat menjadi santri yang tumbuh dengan kecerdasan serta mental tahan banting.?

Perempuan yang akrab dipanggil Neng Hindun itu mengapresiasi bahwa film menunjukkan eksistensi kitab kuning yang merupakan keunggulan pesantren.?

Kitab kuning kata istri KH Nuruddin Amin, bisa menjadi simbol anti-Islam radikal.?

“Saya sering pesan kepada alumni pondok ini bawalah kitab kuning selalu bersamamu,” pesan Neng Hindun yang juga salah satu aktris film ini. ?

Ternyata pesan itu pernah dipraktikkan oleh santrinya. Sehingga saat melihat di kamar ada kitab kuning orang yang mau mengajak santri gabung di aliran radikal tidak jadi mengajaknya.?

“Kitab kuning ampuh untuk mengurangi serangan Islam bukan NU, Islam radikal,” tandasnya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Humor Islam, IMNU, Doa Haedar Nashir

Jumat, 23 Februari 2018

Santri Nuris Ciptakan Alat Pendeteksi Kebocoran Gas

Jember, Haedar Nashir. Kebakaran yang diakibatkan oleh bocornya gas berbahaya seperti LPG, tak perlu terlalu dirisaukan. Pasalnya, saat ini telah ditemukan alat pendeteksi kebocoran gas sehingga ledakan maupun kebakaran yang diakibatkannya bisa dihindari.

Adalah Muhammad Wiliam Mursyida, Fani Rosiful dan Alvin Widiardi yang berhasil menemukan alat canggih tersebut, dan diberi nama “D’tron Fire Flow Alarm”. Temuan ketiga siswa MA Unggulan Nuris, Antirogo, Jember, Jawa Timur itu? berhasil meraih juara harapan pertama? dalam lomba Instrumentation And Control Competition (ICONIC) 2016 di ITB Bandung, belum lama ini.

Santri Nuris Ciptakan Alat Pendeteksi Kebocoran Gas (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Nuris Ciptakan Alat Pendeteksi Kebocoran Gas (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Nuris Ciptakan Alat Pendeteksi Kebocoran Gas

Dalam lomba berskala nasional tersebut, MA Unggulan Nuris menjadi satu-satunya perwakilan pesantren yang mampu bersaing dengan ratusan delegasi sekolah umum di tanah air.

Menurut Wiliam, alat tersebut dilengkapi dengan sensor yang berfungsi menyensor gas berbahaya dalam ruangan. Juga ada alarm untuk mengirim tanda bahaya ketika sensor menemukan gas yang bocor.

Tidak hanya itu, ketika alat tersebut menemukan gas berbahaya, maka? secara otomatis gas tersebut dikumpulkan dalam satu titik, lalu mendorongaya keluar ruangan sehingga kepadatan gas dalam ruangan berkurang. “Ketika gas? liar dalam ruangan bisa dibuang keluar, maka tak akan terjadi kebakaran,” ucapnya kepada Haedar Nashir di kompleks Pesantren Nuris, Senin (26/9).

Haedar Nashir

Rekan Wiliam, Fani Rosiful mengaku penemuan alat tersebut terilhami oleh banyaknya kejadian ledakan atau kebakaran akibat bocornya gas yang tersambung ke kompor. Penggunaan kompor gas, katanya, selain irit juga minim polusi. Namun kenyataannya, ada bahaya lain yang mengancam, yaitu ledakan. “Maka kami berpikir, dan akhirnya terciptalah alat itu,” tukas pemuda asal Wuluhan itu.

Haedar Nashir

Nama D’tron adalah kepanjangan dari the electronic. Pembuatan alat tersebut memakan waktu sekitar satu bulan dengan menghabiskan dana kurang dari Rp 1 juta. Sedangkan sebagian besar komponen D’tron Fire Flow Alarm diambil dari peralatan bekas elektronik yang tersimpan di laboratorium Nuris.

“Kami berharap agar pemerintah dapat mematenkan prototype alat ini, dan bisa diproduksi secara massal untuk kepentingan kenyamanan dan keamanan penggunaan kompor gas,” harapnya.

Wiliam, Fani dan Alvin adalah kelas XII MA Unggulan Nuris. Ketiganya tergabung? dalam satu tim, yang setiap sore berkumpul melakukan eksperimen dan mencoba melakukan inovasi ilmiah.

“Mereka juga dijamin lancar membaca kitab kuning. Khusus Wiliam, dia TOEFL-nya hampir 500,” terang Gus Robith Qashidi, Pengasuh Pondok Pesantren Nuris. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, RMI NU Haedar Nashir