Jumat, 10 Desember 2010

Guru Besar UIN Ar-Raniry Sebut Radikalisme Rentan Berkembang di Aceh

Banda Aceh, Haedar Nashir. Guru Besar Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Muhammad Hasbi Amiruddin mengungkapkan kerentanan paham radikalisme dan terorisme berkembang di wilayahnya.

Guru Besar UIN Ar-Raniry Sebut Radikalisme Rentan Berkembang di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Besar UIN Ar-Raniry Sebut Radikalisme Rentan Berkembang di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Besar UIN Ar-Raniry Sebut Radikalisme Rentan Berkembang di Aceh

"Catatan sejarah masa lalu salah satu penyebab radikalisme dan terorisme mudah berkembang di Aceh," kata Hasbi dalam pembukaan Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh, Kamis (8/9).

Perkembangan teknologi, lanjut Hasbi, menjadi bumbu tambahan yang menjadikan radikalisme dan terorisme berpotensi tumbuh subur di Aceh. "Lewat medial sosial misalnya, paham dan dogma yang mengajarkan kebencian semakin mudah menyebarluas," tambahnya.

Hal senada diungkapkan oleh Asisten III Bidang Administrasi dan Pemerintahan Umum Sekretariat Daerah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Syahrul, yang menyebut potensi radikalisme dan terorisme sudah sempat muncul di wilayahnya.

"Kita sama-sama mengetahui sudah pernah ada kamp pelatihan di Jalin, pernah ada tembak menembak di Aceh Besar, dan ada pengikut ISIS yang mengklaim punya empat ribu pengikut di Aceh," ungkap Syahrul.

Haedar Nashir

Untuk meredam agar potensi tersebut tidak berubah menjadi aksi-aksi terorisme, Syahrul menyebut keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan. Pemerintah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam memberikan apresiasi yang besar kepada BNPT atas kegiatan pelibatan masyarakat yang sudah dilaksanakan.

Haedar Nashir

"Keterlibatan masyarakat, termasuk media massa akan sangat membantu mencegah terorisme. Media massa harus bisa menyajikan informasi yang benar yang tidak semakin memperkeruh suasana," tegas Syahrul.

Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme adalah rangkaian kegiatan dari program Pelibatan Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme yang dilaksanakan BNPT bersama FKPT di 32 provinsi se-Indonesia. Satu kegiatan lainnya adalah visit media, kunjungan dan diskusi dengan redaksi media massa pers. (Hadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax, Halaqoh, Pendidikan Haedar Nashir

Senin, 06 Desember 2010

Sistem Manajemen Madrasah dan Pesantren Resmi Diluncurkan

Salatiga, Haedar Nashir. Sistem manajemen madrasah dan pesantren (Simapes) versi 1.1 resmi diluncurkan pada saat pembinaan administrasi pondok pesantren II di aula Pesantren Al-Falah Salatiga, Jateng. Pembinaan ini dibuka oleh kepala bagian tata usaha Kantor Wilayah Kementrian Agama Jawa Tengah, Drs H Andewi Susetyo, SH.

Sistem Manajemen Madrasah dan Pesantren Resmi Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sistem Manajemen Madrasah dan Pesantren Resmi Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sistem Manajemen Madrasah dan Pesantren Resmi Diluncurkan

Simapes menjadi bagian penting pesantren dan madrasah dalam pengorganisasian dan pencataan administrasi. "Terdapat delapan pengendalian dalam sebuah kegiatan ataupun organisasi, mulai perencanaan, pengorganisasisan, kebijakan dan pelaksanaan, prosedur, pembinaan personil, pencatatan, pelaporan dan review internal," ungkap Susetyo.?

Kali ini, M Niam Sutaman, Lc, LLM, MPh, berkesempatan mewakili RMINU Jawa Tengah untuk meluncurkan Simapes versi 1.1 dihadapan ustadz dan santri peserta pramuka santri Nusantara se-Jawa Tengah. Terdapat penambahan dari versi 1.0 untuk menyempurnakan aplikasi administrasi ini.

Haedar Nashir

Simapes menjadi salah satu ikhtiar RMINU Jateng mengembangkan lembaga pendidikan Islam agar menjadi lebih baik. Lembaga yang baik tentu diikuti dengan nidhom (manajemen) yang baik, biasanya lembaga tidak akan berkembang dengan baik tanpa dukungan dari manajemen sebagaimana tujuan yang ingin dicapai.

Selain pelatihan dan sosialisasi simapes versi 1.1 ini, santri yang peserta pramuka santri nusantara tingkat Jawa Tengah berjumlah 160 santri mendapatkan pembinaan dari kwarda Jateng dan Kementrian Agama wilayah Jawa Tengah. Pembinaan ini menjadi salah satu persiapan untuk mengikuti pramuka santri nusantara tingkat nasional pada 31 Mei 2015 di Banjarmasin. (M Zulfa/Fathoni)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Fragmen, Pertandingan Haedar Nashir

Senin, 29 November 2010

Lailatul Ijtima, PWNU Jateng Bahas Kurikulum Bareng Rektor Unnes

Semarang, Haedar Nashir. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Jawa Tengah bersama Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Fathur Rokhman M.Hum akan membahas peluang dan tantangan Kurikulum 2013 di Madrasah dalam kegiatan Lailatul Ijtima yang akan digelar oleh PW NU Jawa Tengah, Rabu (4/2) mendatang.

Lailatul Ijtima, PWNU Jateng Bahas Kurikulum Bareng Rektor Unnes (Sumber Gambar : Nu Online)
Lailatul Ijtima, PWNU Jateng Bahas Kurikulum Bareng Rektor Unnes (Sumber Gambar : Nu Online)

Lailatul Ijtima, PWNU Jateng Bahas Kurikulum Bareng Rektor Unnes

Kegiatan bertajuk ‘Kurikulum 2013 dan Madrasah di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Peluang dan Tantangan?’ akan berlangsung di halaman Kantor PW NU Jateng, Jl. Dr. Cipto, No. 180, Kota Semarang.?

Kepanitiaan yang dikoordinatori oleh wakil sekretaris PWNU Jateng, H Amiq Muchlisin, SH menjelaskan, bahwa pelaksanaan lailatul ijtima biasanya pada Rabu pertengahan bulan qamariyah (antara tanggal 13-17).?

Haedar Nashir

"Saya mengkoordinatori kegiatan ini selama 3,5 tahun dalam dua periode kepengrurusan," ungkap Amiq. ?

Haedar Nashir

Menurutnya, Lailatul Ijtima menjadi media untuk menyosialisasikan hasil Pengurus Wilayah Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (PW LBMNU) Jateng. Selain itu, lanjut Amiq, nahdliyyin juga bisa menyampaikan permasalahan secara langsung kepada pengurus wilayah.?

Fathur Rokhman yang juga awan PWNU Jateng akan menerangkan kelebihan dan kekurangan kepada nahdliyyin terkait pendidikan madrasah. Acara akan diawali dengan jamaah shalat Isya, shalat ghaib, tahlil, istighatsah dan penyampaian hasil bahtsul masail dari pengurus wilayah LBMNU Jateng. (M. Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Olahraga Haedar Nashir

Rabu, 24 November 2010

Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI

Semarang, Haedar Nashir. Ketua Pimpinan Wilayah Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Tengah H Sulatin mengatakan para pesilat yang tergabung dalam Pagar Nusa  selalu siap menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  

Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI

Prinsipnya, kata dia pada saat membuka Kejuaraan Daerah III Pagar Nusa se-Jateng dan DIY, di Pondok Pesantren Azzuhri, Ketileng Semarang, Rabu, (1/1/2015) sore, membela negara adalah kewajiban dan merupakan bagian dari iman. Bagi Pagar Nusa, NKRI adalah harga mati. Dan Pancasila harus selalu jaya.

 

Sulatin menyatakan, mencintai tanah air adalah ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Terlebih NU adalah pendiri negara Indonesia, tentu akan selalu menjaga agar negeri ini selamat dunia akhirat. Tidak akan dibiarkan ada pihak manapun merongrong republik yang diperjuangkan kemerdekaannya oleh para syuhada yang terdiri para ulama.

Haedar Nashir

"Jiwa NU adalah jiwa Indonesia. Pagar Nusa adalah Pagarnya NU dan Bangsa," tutur Sulatin menjelaskan singkatan nama perguruan pencak silat yang dipimpinnya.

Hadir dalam pembukaan tersebut Sekretaris PWNU Jateng Dr  M Arja Imroni, Anggota DPD RI Sulistyo, sejumla pejabat tingkat Jateng, dan para pendekar dan pengurus Pagar Nusa se-Jateng dan DIY.

Haedar Nashir

 

450 Peserta

Ketua Panitia Kejurda III Pagar Nusa Jateng M Ghufron menyampaikan, kejuaraan yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah PSNU Pagar Nusa ke-29 ini berlangsung selama empat hari, sejak Kamis hingga Ahad (1-4/1).

Sebanyak 450 peserta dari 25 kabupaten/kota se-Jateng dan DIY beserta officialnya, bertanding memperebutkan piala umum dan piala per kategori kelas. Dari jumlah itu, 265 diantaranya adalah atlit laga.

Dijelaskan Ghufron, pertandingan terdiri atas laga per orangan putra dan putri, penampilan wirasangga,  serta peragaan jurus wiraloka beregu.  Laga perorangan dibagi dalam kategori pra remaja (usia 12-14 tahun), remaja (usia 14-17), dan dewasa (usia 17-35).

            

Ratusan penonton dari santri ponpes Azzuhri dan warga masyarakat sekitar Ketileng tumpah ruang menonton acara pembukaannya yang meriah.  Aneka atraksi seni Pencak Silat yang diiringi musik menghibur para penonton di ajang tersebut.  [Mohammad Ichwan/Abdullah Alawi]

            

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama, Khutbah, Makam Haedar Nashir

Rabu, 17 November 2010

British Council akan Bantu Pengembangan Pesantren

Jakarta, Haedar Nashir

British Council Indonesia akan terus mendukung dan membantu upaya pengembangan pesantren di Indonesia untuk peningkatan kualitasnya dalam menghadapi globalisasi dan internasionalisasi. Demikian hasil dari kunjungan Wakil Yayasan British Council Gerard Lemos CMG dan Mike Hardy OBE. Director. British Council, Indonesia, Senin.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua PBNU urusan luar negeri HM Rozy Munir didampingi oleh Masykuri Abdillah, Sri Mulyati dan Syaiful Bahri Anshori.

British Council akan Bantu Pengembangan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
British Council akan Bantu Pengembangan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

British Council akan Bantu Pengembangan Pesantren

Sebelumnya, bekerjasama dengan PBNU, British Council dan British Embassy sejumlah ustadz dari pesantren NU telah memperoleh pelatihan manajemen pendidikan di Leeds University selama satu bulan. Program yang telah dimulai pada tahun 2003 dan berakhir pada 2008 mendatang secara total akan melatih 112 orang.

 

Berbeda dengan program sebelumnya, kerjasama ini akan lebih banyak menjalankan aktifitasnya di Indonesia dengan pertimbangan efektifitas biaya. Salah satu program yang ditawarkan adalah Information Communication and Technology (ICT).

Haedar Nashir

Pengembangan ICT dikalangan pesantren akan memungkinkan para santri untuk memasuki dunia global. Mike Hardy mengungkapkan beberapa tahun mendatang mungkin akan ada laptop yang dijual hanya USD 100. Pengenalan ICT memungkinkan para santri untuk mengakses berbagai literature dari internet dan berkorespondensi melalui email.

Ketua PBNU Prof. Dr. Masykuri Abdillah yang mengikuti pertemuan menjelaskan guru-guru di lingkungan NU saat ini membutuhkan dukungan besar agar bisa memenuhi persyaratan sertifikasi pemerintah.

Saat ini 50 persen dari guru di lingkugan NU belum memenuhi kualifikasi dan hanya 20 persen yang mengajar sesuai dengan bidang studinya. Batas waktu 10 tahun untuk peningkatan kapasitas tersebut terasa sangat pendek dibandingkan dengan peningkatan kualitas SDM yang harus dilakukan.

Masykuri menambahkan sekolah-sekolah NU juga membutuhkan dukungan peralatan laboratorium seperti laboratorium MIPA termasuk laboratorium komputer untuk pengembangan siswa.

Upaya peningkatan kapasitas guru NU telah dilakukan oleh LP Maarif NU. Dr. Sri Mulyati, wakil ketua LP Maarif NU yang mengikuti pertemuan tersebut menjelaskan bahwa lembaganya telah bekerjasama dengan Hans Seidel Foundation dari Jerman untuk memberikan pelatihan bagi guru-guru vocational di NAD.

Haedar Nashir

Sementara itu, Ketua PBNU HM Rozy Munir menegaskan pentingnya pemberdayaan pesantren sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia. Pemberdayaan personel di satu pesantren akan memungkinkan penyebaran pengetahuan. Jaringan antar kiai dan komunitas yang meliputi kegiatan sosial ekonomi yang dimilikinya memungkinkan adanya transformasi pengetahuan dan peningkatan kemampuan ekonomi bisa berlangsung.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Cerita Haedar Nashir

Selasa, 16 November 2010

Ketika Nabi Zakaria Mengharap Kehadiran Anak

Pasangan suami istri itu sudah lama mengharapkan kehadiran anak. Namun, tanda-tanda kehamilan tak pernah kelihatan. Hari-harinya sebagai suami istri kian terasa sepi tanpa kehadiran seorang bayi.

Waktu terus berjalan. Suami sudah makin menua. Sementara sang istri, seperti disambar petir di siang hari, divonis mandul sejumlah ahli. Harapan itu seperti kian menjauh dari kenyataan. Harapan hanya tinggal harapan, gumamnya dalam hati ketika sedang sendiri.

Ketika Nabi Zakaria Mengharap Kehadiran Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Nabi Zakaria Mengharap Kehadiran Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Nabi Zakaria Mengharap Kehadiran Anak

Namun, laki-laki itu tak putus asa. Walau rambutnya terus memutih, ia tak henti berharap pada Sang Ilahi. Ia terus berdoa agar dirinya dikaruniai seorang anak yang kelak akan melanjutkan ajaran ketuhanan orang tuanya. Laki-laki itu bernama Nabi Zakaria Alaihissalam. Sejumlah buku menyebut Elizabith sebagai nama istri Nabi Zakaria.

Alkisah, pagi itu posisi matahari sudah agak meninggi. Seperti ada yang mendesak, Nabi Zakaria terdorong masuk ke mihrab salah satu kerabat dekatnya yang sedang bertapa, Siti Maryam atau Maria, Zakaria kaget. Ia menemukan makanan dan buah-buahan segar di kamar Maria. Kejadian ini tak hanya sekali, melainkan berkali-kali. Al-Qur’an mengisahkan, “setiap kali Zakaria memasuki mihrab Maria, ia selalu menemukan makanan di sisi Maria”.

Suara batin Zakaria mulai bicara. Bagaimana mungkin Maria yang tak pernah keluar dari mihrabnya bisa ada makanan di sisinya. Zakaria memberanikan diri bertanya, “dari mana makanan itu berasal?”. Maria menjawab, “itu dari Allah”. Jawaban Maria memotivasi Zakaria untuk berharap anugerah dari Allah.

Zakaria meminjam mihrab Maria untuk berdoa. Dalam al-Qur’an disebutkan, “hunalika da’a Zakariah rabbah” (di lokasi itu Zakaria mengadu pada Tuhannya). Ia berdoa, “Ya Allah, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa”.

Haedar Nashir

Zakaria masih berdiri dalam shalatnya, tiba-tiba Jibril datang membawa berita gembira, tentang akan lahirnya sang anak bernama Yahya yang akan menjadi pembenar firman Allah, menjadi panutan banyak orang. Bahkan, seperti ayahnya, Yahya juga akan diangkat menjadi seorang nabi.

Doa Nabi Zakaria dikabulkan Allah. Ia mempunyai anak bernama Nabi Yahya. Bagaimana doanya bisa dikabulkan? Dia berdoa dalam waktu mustajabah, yaitu ketika sedang berdiri dalam shalat, ketika tak ada lagi jarak antara hamba dan Allah. Dalam shalat kita, persis dalam momen iyyaka nabudu wa iyyaka nastain.

Haedar Nashir

Tak hanya berdoa dalam waktu mustajabah. Nabi Zakaria juga berdoa di lokasi mustajabah, di mihrab tempat Maria berdoa.

Seperti Nabi Zakaria, sekiranya kita berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah di waktu mustjabah, di lokasi mustajabah seperti Multazam, Raudhah, dan rumah-rumah Allah lainnya, maka insyaAllah semua harapan akan menjadi kenyataan.

Bulan ini adalah bulan Ramadan, momen dipenuhinya semua doa dan harapan. Semoga doa-doa kita dikabulkan. Bagi keluarga-keluarga yang mengharapkan keturunan, semoga akan segera menjadi kenyataan. Amin, ya mujibas sa’ilin.

KH Abdul Moqsith Ghazali, Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU.

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Meme Islam, Pertandingan Haedar Nashir

Kenalkan Organisasi, Pelajar NU Kota Tangerang Keluar-Masuk Sekolah

Jakarta, Haedar Nashir. Pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mulai mengadakan sosialisasi tentang IPNU dan IPPNU ke sejumlah sekolah umum di Kota Tangerang. Mereka masuk antara lain ke SMKN 8 Kota Tangerang. Mereka juga membagikan Media Pelajar dan Santri (MAJAS), buletin dakwah dwi mingguan terbitan pelajar NU kota Tangerang.

Kenalkan Organisasi, Pelajar NU Kota Tangerang Keluar-Masuk Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenalkan Organisasi, Pelajar NU Kota Tangerang Keluar-Masuk Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenalkan Organisasi, Pelajar NU Kota Tangerang Keluar-Masuk Sekolah

Guru Agama dan juga pembina Rohis SMKN 8 kota Tangerang M Sudarto menyambut baik kehadiran IPNU-IPPNU ke sekolahnya.

“Saya selaku guru agama dan pembina rohis merasa bangga dengan hadirnya IPNU dan IPPNU ke sekolah-sekolah untuk menyosialisasikan kegiatan-kegiatannya yang bermanfaat terutama hadirnya buletin MAJAS untuk pelajar dan santri” ujar Sudarto, Ahad (11/1).

Haedar Nashir

Sosialisasi ini merupakan agenda mingguan IPNU dan IPPNU kota Tangerang. Para pelajar sekolah yang didatangi diperkenalkan apa itu IPNU dan IPPNU. Mereka juga diajak menonton film dokumenter, motivasi belajar dan berorganisasi, dan spiritualitas keislaman.

Kegiatan sosialisasi ini berlangsung sekali sepekan. Pengurus IPNU-IPPNU kota Tangerang menargetkan kunjungan mereka ke seluruh sekolah-sekolah di kota Tangerang.

Haedar Nashir

“Kegiatan sosialisasi IPNU dan IPPNU ke sekolah merupakan salah satu cara memperkenalkan organisasi pelajar NU kepada para siswa sekolah umum, agar mereka mengetahui kegiatan IPNU dan IPPNU yang bermanfaat bagi pelajar dan sosialisasi buletin MAJAS untuk mereka,” kata pengurus IPNU kota Tangerang Zulbiyadi Fadlan, (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam Haedar Nashir

Senin, 08 November 2010

As’ad Said Ali Jelaskan 3 Hal Penting Buku Fragmen Sejarah NU Perlu Dibaca

Jakarta, Haedar Nashir?

Dalam peluncuran buku Fragmen Sejarah NU karya Abdul Mun’im DZ, Kamis (16/3) di Museum Kebangkitan Nasional Jakarta, salah seorang Mustasyar PBNU KH As’ad Said Ali memaparkan 3 hal penting mengapa buku tersebut layak dibaca.

As’ad yang hadir dalam peluncuran tersebut mengatakan, buku tersebut menarik karena berisi banyak data dan informasi sejarah yang ditulis dengan baik.

As’ad Said Ali Jelaskan 3 Hal Penting Buku Fragmen Sejarah NU Perlu Dibaca (Sumber Gambar : Nu Online)
As’ad Said Ali Jelaskan 3 Hal Penting Buku Fragmen Sejarah NU Perlu Dibaca (Sumber Gambar : Nu Online)

As’ad Said Ali Jelaskan 3 Hal Penting Buku Fragmen Sejarah NU Perlu Dibaca

“Saya baru khatam sekali, saya harus khatam tiga kali. Pertama untuk menikmati dan mengagumi pikiran para Kiai NU. Kedua, berusaha memahami konsep berpikir dan strategi politik NU. Ketiga, bagaimana cara menerapkan taktik dan strategi tersebut dalam realitas saat ini,” papar As’ad.

Rujukan Mapel SKI di madrasah

Haedar Nashir

Pentingnya sejarah peran besar NU ini, menjadikan buku Fragmen Sejarah NU sebagai referensi utama dalam penyusunan bahan mata pelajaran (Mapel) Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) tingkat MI, MTs, dan MA.?

"Insyaallah di tahun 2017 ini akan kami jadikan buku ini sebagai salah satu sumber utama. Karena ketika kita membaca sejarah Islam Indonesia itu pasti sejarah NU," ungkap Kasubdit Kurikulum Madrasah Kementerian Agama ini.

Dalam peluncuran buku ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh sebagai pemberi testimoni. ? KH As’ad Said Ali, Purwo Santoso, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Ahmad Muqowwam, Zastrouw Al-Ngatawi, Zaini Rahman, Zainul Milal Bizawie, dan lainnya.

Haedar Nashir

Para kader muda NU dari Ansor, PMII, dan IPNU juga hadir mengikuti peluncuran buku terbitan Pustaka Compass ini. (DamarPamungkas/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, News, Pesantren Haedar Nashir

Minggu, 10 Oktober 2010

Bersama Masyarakat, GP Ansor Jepara Gemakan Shalawat

Jepara, Haedar Nashir. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengajak masyarakat untuk bershalawat. Kegiatan yang dilaksanakan kali ketiga itu ditempatkan di Alun-alun RS Kelet, Keling, Jepara, Ahad (17/11) siang. Sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan di kecamatan Nalumsari dan Mlonggo.?

Bersama Masyarakat, GP Ansor Jepara Gemakan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Masyarakat, GP Ansor Jepara Gemakan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Masyarakat, GP Ansor Jepara Gemakan Shalawat

Ketua PC GP Ansor Jepara, M Kholil mengatakan shalawat merupakan sarana yang mampu merekatkan ukhuwwah dan menyejukkan hati pada orang yang menghayatinya. Suasana itu terkadang merasuk jauh di relung hati sehingga membawa suasana yang indah melalui kebersamaan dengan mengumandangan shalawat secara bersama-sama.

“Dengan menyanjung kebesaran Nabi Muhammad, meneladani sifat-sifatnya dan memegang teguh sunnah-sunnahnya,” sebutnya. ?

Haedar Nashir

Harapan dari kesejukan itu, terang Kholil, juga membawa kesejukan suasana di lingkungan masyarakat sehingga kondusifitas masyarakat Jepara selalu terjaga. “Di samping itu untuk mengembalikan ruh Ansor menolong masyarakat atas berbagai permasalahan sosial yang dihadapi,” tambahnya.

Pada putaran ketiga Ansor Bershalawat itu dibarengkan dengan pelantikan Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor se-kecamatan Keling juga santunan yatim piatu bersama Muslimat dan Fatayat NU kecamatan Keling. Jamaah pun membludak. Ditaksir sekitar 6000 jamaah yang turut hadir.

Haedar Nashir

Komandan Satkorcab Banser Kabupaten Jepara, Arif Mustofa mengungkapkan dengan membludaknya jamaah pihaknya berkoordinasi mengenai keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung. Karenanya, pihak Satkorcab didukung sepenuhnya Satkorcam Keling dan pasukan turun ke jalan untuk membantu keamanan lalu lintas, keamanaan pelaksanaan dan ketertiban pengunjung acara.?

Sementara itu, H Jajeri Amin selaku sekretaris PC GP Ansor mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya acara tersebut. Khususnya kepada PW GP Ansor Jawa Tengah dan Djarum 76. “Harapan kami acara ini tidak hanya berhenti sampai disini. Ini adalah awal dari keinginan kami untuk mengajak masyarakat mencintai Rasul melalui shalawat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, hadir para kyai, ulama dan habaib diantaranya Habib Farid Assegaf, Habib Ali Zainal Abidin, Habib Ali Al-Habsyi, Habib Luthfi (Demak) dan Habib Abu Bakar Assegaf. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama, Pendidikan Haedar Nashir

Jumat, 08 Oktober 2010

Sarjana Islam Jangan Jadi Pohon Tak Berbuah

Brebes, Haedar Nashir. Ketua Yayasan Islamic Center Brebes Drs KH Rosyidi mengatakan, sarjana lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam jangan sampai menjadi pohon yang tak berbuah. Dalam artian, ilmu yang dimiliki tidak ditularkan kepada yang membutuhkan. Apalagi hanya menebarkan daun-daun yang membikin sampah pekarangan rumah.

Sarjana Islam Jangan Jadi Pohon Tak Berbuah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarjana Islam Jangan Jadi Pohon Tak Berbuah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarjana Islam Jangan Jadi Pohon Tak Berbuah

“Jadilah Sarjana yang mampu memberi manfaat kepada lingkungan kita karena ilmunya diamalkan,” katanya pesan wisuda sarjana (S1) ke 7 Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Brebes di Aula Rita Mall Kota Tegal, Sabtu (26/10).

Lulusan sarjana, lanjutnya, harus dirasakan darma baktinya bagi masyarakat. Apalagi lulusan STAI sangat digadang-gadang untuk ikut serta memperbaiki akhlak bangsa. “Jagalah nama baik dengan selalu memberi manfaat kepada sesama,” pesan Kiai Rosyidi yang juga imam besar Masjid Agung Brebes.

Haedar Nashir

Senada dengan Kiai Rosyidi, Wakil Bupati Brebes Narjo mengingatkan kalau keadaan jaman telah berubah. Termasuk dengan beredarnya Narkoba hingga sampai kelompok desa. “Lulusan STAI Brebes hendaknya mampu menjadi benteng dekadensi moral dan terhindar dari penyalahgunaan Narkoba,” ajaknya.  

Ketua STAI Brebes Prof Dr  H Muhaimin MA mewisuda sebanyak 261. Sejak berdiri tahun 2007, STAI Brebes telah meluluskan sebanyak 1.907 mahasiswa. Dia mengingatkan, kalau acara wisuda bukan akhir dari perjalanan menuntut ilmu. Tetapi merupakan langkah awal untuk mendapatkan ilmu yang lebih banyak demi kemaslahatan umat guna mencapai kebahagiaan dunia dan akherat.

Haedar Nashir

Muhaimin juga berjanji akan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas perguruan tinggi yang dipimpinnya. Terbukti, Sekolah di bawah naungan Yayasan Islamic Center tersebut telah mendapatkan akreditasi sejak tahun 2008 oleh BAN-PT Nomor : 018/BAN-PT/Ak-XI/S.1/VIII/2008.

Selain Tarbiyah, STAI juga telah menambah dua jurusan baru yakni Syari’ah dan Dakwah. Dan 2 program studi baru yakni Hukum Ekonomi Syari’ah dan Bimbingan Konseling Islam.

Terpilih sebagai wisudawan terbaik Toto Sugiarto, Jam’an dan Subandi. Ketiga wisudawan tersebut memperoleh predikat nilai Cumlaude. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Amalan, Aswaja Haedar Nashir

Rabu, 06 Oktober 2010

Harlah Ke-84, Jadikan GP Ansor sebagai Banom Bermartabat

Jombang, Haedar Nashir. Dalam hitungan hijriyah, Gerakan Pemuda Ansor telah berumur 84 tahun. Salah satu Badan Otonom (Banom) di jamiyah Nahdlatul Ulama (NU) ini dilahirkan 10 Muharram tepatnya tahun 1353 Hijriyah. Usia yang tidak lagi muda ini hendaknya dapat memacu semua elemen di dalamnya untuk terus berkhidmat bagi NU, bangsa dan masyarakat.

"Para aktivis Gerakan Pemuda Ansor hendaknya dapat menjadikan momentum hari lahir ini sebagai sarana untuk semakin memantapkan diri untuk menjadi bagian dari organisasi sosial kepemudaan dan keagamaan yang mandiri," kata Ketua PC GP Ansor Jombang Jawa Timur, H Zulfikar Damam Ikhwanto kepada Haedar Nashir, Sabtu (24/10).

Harlah Ke-84, Jadikan GP Ansor sebagai Banom Bermartabat (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-84, Jadikan GP Ansor sebagai Banom Bermartabat (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-84, Jadikan GP Ansor sebagai Banom Bermartabat

Bentuk kemandirian itu dalam pandangan Gus Antok, sapaan akrabnya, adalah dengan berupaya menggali potensi ekonomi setiap warga dan peluang yang ada di wilayah masing-masing untuk bisa memiliki badan usaha yang menghasilkan. "Karena tanpa kemandirian secara ekonomi, sangat sulit Ansor bisa memiliki ketegasan dalam sikap," ungkapnya.

Haedar Nashir

Sejumlah kader yang telah berhasil dalam membangun ekonomi sebisa mungkin dapat dihimpun sehingga menjadi jaringan yang kuat. "Kalau selama ini para kader hanya berkutat dengan ekonomi secara parsial, sudah waktunya bisa dihimpun dalam jaringan sehingga menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh," terangnya.

Haedar Nashir

"Yang dibutuhkan adalah kekuatan dan kemampuan untuk menyapa dan meyakinkan simpul ekonomi tersebut sehingga menjadi jaringan ekonomi yang tertata dengan manajerial yang amanah," tandasnya.

Bila kemampuan ekonomi ini bisa digarap dengan baik, maka unsur manfaat akan bisa dirasakan oleh warga dan anggota di berbagai level masyarakat. "Kita yakin, para warga dan fungsionaris Ansor adalah mereka yang berkutat dengan ekonomi kelas menengah dan kecil," katanya. Bila mampu mengentas potensi ekonomi tersebut, maka dengan sendirinya bisa menyelesaikan kesenjangan ekonomi yang ada di akar rumput, lanjutnya.

Kendati demikian, persoalan umat serta merta tidaklah selesai. "Karena jaringan ekonomi yang akan dibangun juga harus menjunjung tinggi akhlakul karimah," pesannya. Karenanya, pendekatan simultan dengan mendorong kemandirian ekonomi yang di dalamnya juga diimbangi dengan perilaku terpuji, menjadi syarat yang tidak dapat ditinggalkan.

Gus Antok mengingatkan bahwa pada Muktamar Ke-9 NU di Banyuwangi, yakni 10 Muharram 1353 H yang bertepatan dengan 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua HM Thohir Bakri, Wakil Ketua Abdullah Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam.

Tanggal 24 April memang kemudian dikenal sebagai tanggal kelahiran GP Ansor. "Namun  mengingatkan bahwa tanggal 10 Muharram sebagai bagian tidak terpisahkan dari perjalanan Ansor juga sangatlah penting," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Olahraga, Cerita Haedar Nashir

Kamis, 23 September 2010

Pagar Nusa: Presiden Harus Tegas Terhadap Teroris!

Jakarta, Haedar Nashir - Ketua PP Pencak Silat NU Pagar Nusa M Heru Taufiq menyatakan bahwa Presiden Jokowi harus tegas dalam menindak teroris. Gus Heru menilai, pemerintah hendaknya menetapkan status "darurat terbatas" untuk meningkatkan pengamanan atas ancaman terorisme di DKI Jakarta.

"Presiden Joko Widodo harus bertindak tegas terhadap pelaku teror. Pemerintah harus memutus jaringan teror dengan program deradikalisasi taktis dan sistematis. Memberikan perilaku aman kepada warga negara, sudah menjadi tanggung jawab pemerintah," ungkap Gus Heru, yang juga keluarga dekat Pesantren Tebuireng.

Pagar Nusa: Presiden Harus Tegas Terhadap Teroris! (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa: Presiden Harus Tegas Terhadap Teroris! (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa: Presiden Harus Tegas Terhadap Teroris!

Untuk itu, ia menegaskan bahwa penetapan status darurat terbatas menjadi opsi strategis untuk mengantisipasi ancaman teror lanjutan. "Ancaman aksi teror sudah menghantui warga negeri, khususnya di DKI Jakarta. Teror hari ini, bisa saja terjadi di daerah lain, dengan motif dan tujuan yang sama, yakni mengancam keutuhan NKRI," terang Heru.

Ia mengapresiasi kinerja Polri yang cukup tanggap dan dalam waktu singkat melumpuhkan para teroris. "Kita dukung kerja polisi, dan kami memberikan apresiasi atas penanganan dalam waktu yang cukup singkat sehingga bisa memberikan rasa aman pada masyarakat," ucap Gus Heru.

Haedar Nashir

Untuk itu, tambah Gus Heru, upaya deradikalisasi perlu dikonseptualisasi dengan semangat "hubbul wathan" . "Prinsip Hubbul Wathan ini sudah menjadi semangat kaum pesantren dalam membela bangsa sejak masa kemerdekaan. Tentu saja, semangat ini dapat dikontekstualkan untuk menguatkan NKRI dari ancaman kekerasan jaringan teroris. Pagar Nusa siap membela Indonesia dengan program deradikalisasi berkelanjutan," terang Heru.

Haedar Nashir

Dalam keterangan pers yang diterima media ini, Gus Heru menegaskan bahwa deradikalisasi perlu mengintegrasikan kekuatan aparat negara dan ormas-ormas Islam yang selama ini terbukti membela NKRI.

Siang tadi, Kamis (14/1), sekitar pukul 10.00 WIB terjadi ledakan di kawasan Sarinah, Jakarta. Ledakan keras terjadi di Pos Polisi dan Starbucks Sarinah Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Data yang dirilis Polda Metro Jaya, terdapat 20 korban luka, 6 orang anggota polisi, 10 warga sipil, dan 4 Warga Negara Asing. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, Budaya, Fragmen Haedar Nashir

Jumat, 03 September 2010

Idy: Saya Tak Bisa Bekerja Sendiri

Jakarta, Haedar Nashir. Ketua umum terpilih Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Idy Muzayyad meminta kepada seluruh kader IPNU untuk membantu mengembangkan organisasi kader NU. “Saya sebagai mandataris tidak bisa kerja sendirian. Makanya saya sebagai pengurus akan membentuk tim yang solid. Untuk itu konsolidasi organisasi dan pembinaan-pembinaan ke dalam akan terus diinternsifkan,” tuturnya kepada Haedar Nashir beberapa waktu lalu.

Dikatakannya upaya untuk memaksimalkan seluruh potensi IPNU, diluar struktur formal yang jumlahnya 33 orang, nanti akan dibentuk tim-tim ad hoc. Mereka akan menangani bidang-bidang khusus “Biar semuanya bisa bekerja dan mengekspresikan potensinya masing-masing,” tambahnya.

IPNU merupakan organisasi yang memiliki jaringan sangat luas sampai ke tingkat ranting atau desa. Berdasarkan hasil kongres lalu, terdapat 348 cabang dan 30 propinsi. Namun bukan berarti IPNU memiliki segalanya, jaringan dan SDM yang dimiliki perlu diberdayakan dengan membangun kemitraan stategis dengan fihak lainnya.

Idy: Saya Tak Bisa Bekerja Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Idy: Saya Tak Bisa Bekerja Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Idy: Saya Tak Bisa Bekerja Sendiri

?

“Kita kan punya kekuatan SDM dan jaringan ke bawah, tapi dengan itu saja kan kita belum mampu berjalan ke bawah. Makanya kita nantinya akan menjalin kemitraan dengan lembaga yang memiliki resources yang bisa disinergikan,” katanya.

Haedar Nashir

Salah satu kerjasama yang sudah berhasil digalang adalah pengawasan subsidi BBM untuk pendidikan dengan melibatkan sejumlah kader IPNU di beberapa daerah. Kerjasama ini sekaligus bisa dimanfaatkan untuk mengkonsolidasikan IPNU di seluruh cabang yang terlibat selain membantu pemerintah mengawasi subsidi BBM.

Namun, Mantan wartawan salah satu harian di Jogja tersebut mengingatkan bahwa kerjasama yang dijalin harus dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan pelajar. “Semua kemitraan dengan fihak manapun harus mengacu pada hal ini. Kita sebagai obyek sekaligus subyek. Jadi IPNU kan organisasi kader, artinya pencetak generasi penerus, penerus NU, para ulama. Dalam lingkup bangsa kan penerus bangsa,” tegasnya. (mkf)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Haedar Nashir

Minggu, 29 Agustus 2010

PBNU Selenggarakan Lokakarya Pembinaan PTNU

Jakarta, Haedar Nashir. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)  menggelar Lokakarya Pembinaan Perguruan Tinggi NU di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (2/8). Tema yang diambil, “Akselerasi Pengembangan Mutu dan Pembekalan Panduan Teknis bagi Perencanaan Perguruaan Tinggi (PT) NU ke depan”.

Lokakarya diikuti kurang lebih 200 utusan PTNU se-Indonesia, baik jajaran pimpinan PTNU yang sudah eksis maupun panitia pendirian PTNU baru. Turut hadir pula, jajaran PWNU terkait, PP Lajnah Pendidikan Tinggi NU (LPTNU), PP Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, dan PP Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU.

PBNU Selenggarakan Lokakarya Pembinaan PTNU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Selenggarakan Lokakarya Pembinaan PTNU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Selenggarakan Lokakarya Pembinaan PTNU

Acara yang dibuka Waketum PBNU H As’ad Said Ali ini akan mendiskusikan berbagai hal seputar pendidikan tinggi, seperti penjaminan dan perbaikan mutu, manajemen sumber daya manusia, manajemen kewirausahaan, serta starategi dan perencanaan pndirian PTNU.

Haedar Nashir

Ketua panitia penyelenggara A Hanief Saha Ghafur mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud silaturrahim nasional PT di lingkungan Nahdliyin. Tujuan utamanya, memperkuat pembinaan manajemen mutu dan kewirausahaan PTNU yang sudah ada, serta mengembangkan kapasitas dan panduan teknis bagi panitia pendirian PTNU baru dalam menyusun perencanaan ke depan.

Menurutnya, perguruan tinggi ke depan dihadapkan kepada berbagai tantangan dari berbagai arah, dari persoalan mutu akademik, kelangkaan sumberdaya, mengecilnya peluang sumber dana, persaingan ketat, manajemen dan tata kelola yang belum mapan.

Haedar Nashir

“Pengelola perguruan tinggi dituntut menemukan strategi baru dan jalan alternative untuk keluar dari krisis yang mendera,” pintanya.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis     : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tokoh Haedar Nashir

Minggu, 22 Agustus 2010

Hadirilah, Peluncuran Buku "Fragmen Sejarah NU"

Jakarta, Haedar Nashir. NU lahir sebelum republik ini lahir, yaitu tahun 1926. Selama sembilan puluh satu tahun berdiri, tentu NU banyak mewarnai perkembangan republik ini; baik sebelum kemerdekaan, masa Orde Lama, Order Baru, bahkan masa Reformasi. Maka tak heran jika banyak buku-buku yang membahas tentang sejarah dan kiprah NU.?

Salah satu buku baru yang membahas tentang sejarah NU akan diluncurkan pada Kamis, (16/3) di Museum Kebangkitan Nasional Jakarta. Buku berjudul Fragmen Sejarah NU yang diterbitkan oleh Pustaka Compass tersebut ditulis oleh Abdul Munin DZ, seorang intelektual NU dan juga pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.?

Hadirilah, Peluncuran Buku Fragmen Sejarah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadirilah, Peluncuran Buku Fragmen Sejarah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadirilah, Peluncuran Buku "Fragmen Sejarah NU"

Peluncuran buku tersebut akan mengundang beberapa tokoh seperti KH Asad Said Ali, Purwo Santoso, Hj. Khofifah Indar Parawansa, H. Choirul Anam, Hanif Dhakiri, Yaqut Cholil Qoumas, KH Mashum Mahfudz, KH Masyhuri Malik, A.S Hikam, H Enceng Sobirin, Ahmad Muqowwam, H Mulawrman, Zastrouw Al-Ngatawi, Jazilul Fawaid, Ahmad Baso, dan lainnya.

Rencananya, ada beberapa narasumber yang akan mengisi acara tersebut, termasuk di antaranya adalah Meneri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Hanif Dhakiri. Acara peluncuran buku ini terbuka untuk umum. (Muchlishon Rochmat/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir

Haedar Nashir Bahtsul Masail, Hikmah Haedar Nashir

Jumat, 20 Agustus 2010

IPNU Didorong Lakukan Penyiapan Internal dan Kesiapan Mental

Bandung, Haedar Nashir. Isu radikalisme masih terus berlangsung mengemuka di jagat Indonesia, khususnya di dunia pelajar. Begitupun narkoba yang marak disalahgunakan oleh pelajar Indonesia. Hal tersebut mendesak Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) untuk segera menyikapi dan melakukan langkah kongkrit bersama di seluruh tingkatan pimpinan.

“Ada sesuatu yang mendesak yang harus kita sikapi bersama berkaitan dengan isu-isu terkini yang berkaitan dengan dunia kepelajaran sebagaimana segmen garapan IPNU,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU Asep Irfan Mujahid dalam sambutannya saat pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2017 IPNU di Grand Hotel Asrilia,  Bandung, Sabtu (18/11).

IPNU Didorong Lakukan Penyiapan Internal dan Kesiapan Mental (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Didorong Lakukan Penyiapan Internal dan Kesiapan Mental (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Didorong Lakukan Penyiapan Internal dan Kesiapan Mental

“Tidak ada pilihan lain kecuali kita segera berkumpul mengkosolidir diri menyatukan gagasan bagaimana merespons berbagai hal tersebut,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Presidium Majelis Alumni IPNU Hilmi Muhammadiyah menyampaikan, bahwa tujuan berkumpulnya perwakilan dari setiap wilayah dalam agenda Rapimnas tidak lain guna mempererteguh komitmen terhadap NKRI dan Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

“Memperkuat komitmen terhadap NKRI dan menjaga pengamalan agama Islam tetap pada haluannya,” katanya.

Sementara itu, Deputi II Bidang Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga Asrorun Niam Soleh menyampaikan, bahwa selain dua isu di atas, ada yang lebih penting bagi IPNU, yakni penyiapan internal dan mental.

Haedar Nashir

“Tantangan bersifat luar, mulai kontestasi ideologi dan sejenisnya. Tetapi, pada saat yang lain ada tantangan yang membutuhkan penyiapan internal dan kesiapan mental kita,” katanya.

Menurutnya, saat ini hal-hal yang bersifat ritus dan formal dalam organisasi dan pembelajaran tidak lagi menjadi hal yang terpenting. Lebih penting dari itu, menurutnya, melakukan hal-hal yang bersifat substansial.

“Tren sekarang tidak lagi mengedepankan prinsip-prinsip formalisme di dalam konsolidasi, termasuk juga dalam transmisi ilmu pengetahuan. Sampai kemudian brain washing terjadi itu tidak melalui ruang-ruang yang bersifat formal. Karenanya, sebagai kids zaman now, menjadi penting melakukan adaptasi di tengah perubahan sosial saat ini,” kata Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia itu.

“Pendekatan substansialis jauh lebih penting daripada pendekatan formalisme semata,” lanjutnya.

Haedar Nashir

Lebih jauh, pendekatan substansialis yang Mas Niam, begitu ia akrab disapa, sampaikan adalah tentang penyampaian empat prinsip dasar Nahdlatul Ulama bagaimana bisa diterima oleh pelajar.

“Bagaimana menerjemahkan tasamuh, tawazun, tawasuth, i’tidal tanpa tathorruf, tanpa perlu berlebihan” ungkapnya.

IPNU, menurutnya harus fokus pada hal-hal bersifatsubjektif kepelajaran. Tidak harus terbawa arus sehingga membuatnya tenggelam. “IPNU hadir untuk menjawab tantangan zamannya dengan target grup khusus,” tegas Katib Syuriah PBNU itu.

Rapimnas 2017 IPNU dibuka secara simbolis dengan memainkan angklung oleh Deputi II Kemenpora Asrorun Niam Soleh, Ketua Presidium Majelis Alumni IPNU Hilmi Muhammadiyah, dan Ketua Umum IPNU Asep Irfan Mujahid. (Syakirnf/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Daerah Haedar Nashir

Jumat, 13 Agustus 2010

Masyarakat Cari Caleg Bertanggung Jawab

Jakarta, Haedar Nashir. Masyarakat Indonesia kini tengah mencari calon legislatif (caleg) yang amanah dan bertanggung jawab terhadap tugas-tugasnya sebagai wakil rakyat. Masyarakat sudah letih dengan kinerja wakil rakyat yang jauh dari harapan.

Demikian dikatakan oleh Katib Am PBNU KH Malik Madani ketika dihubungi Haedar Nashir, Selasa (7/5) siang.

Masyarakat Cari Caleg Bertanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Cari Caleg Bertanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Cari Caleg Bertanggung Jawab

“Kita mengharapkan warga negara yang ingin mencalonkan diri nanti memiliki komitmen dan kesadaran tanggung jawab yang tinggi dalam menjalankan tugas dan amanah yang dibebankan kepadanya,” tegas KH Malik Madani.

Haedar Nashir

Tanggung jawab dan amanah itu, lanjut KH Malik Madani, merupakan satu masail yang dibahas dalam Sidang Komisi Bahtsul Masail Diniyyah Al-Waqi‘Iyyah pada Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama, Munas dan Konbes NU di Pesantren Kempek Cirebon, Jawa Barat, September 2012 lalu.

Haedar Nashir

Komitmen caleg, sambung KH Malik, sering dipertanyakan warga. Lewat aneka media yang berkembang, warga Indonesia lebih mudah memantau calegnya setelah terpilih. Namun, mereka kerap kali dikecewakan wakilnya yang kerap mungkir dari janji yang diumbar saat masa kampanye.

Masalah ini dinilai penting sehingga NU memasukkannya dalam draf pembahasan dengan tajuk “Memilih Calon”. Pembahasan ini bagian dari kontribusi NU dalam mengawal aturan pemilihan wakil rakyat yang berlaku, kata KH Malik Madani. 

Putusan Munas dan Konbes NU itu hanya bersifat seruan moral. NU tidak punya hak untuk melarang warga negara yang memenuhi persyaratan teknis untuk mencalonkan diri. Karena, pencalonan itu menjadi hak warga negara, tambah Kiai Malik.

Selebihnya, NU menyerahkan kepada KPU dan partai yang bersangkutan untuk menyeleksi bakal calon legislatif baik secara prosedur maupun integritas. Masyarakat pun tentunya harus mencermati benar calon legislatif yang akan mewakili aspirasi mereka, tandas KH Malik.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Syariah, Daerah Haedar Nashir

Gadis Palestina Pecahkan Rekor Dokter Termuda Dunia

Jakarta, Haedar Nashir. Eqbal Mahmoud, seorang gadis asal Palestina tercatat memecahkan rekor Guinnness Book sebagai dokter termuda di dunia. Eqbal yang belum genap berusia 20 tahun itu telah menyandang gelar dokter dari Weill Cornell Medical College di Qatar, yang merupakan salah satu perguruan tinggi kedokteran terbaik di dunia.

Ini adalah rekor kedua yang dipecahkan oleh Eqbal. Sebelumnya, gadis manis ini memecahkan rekor sebagai mahasiswi termuda di dunia, di mana ia masuk ke bangku fakultas kedokteran di Weill Cornell Medical College di Qatar ketika masih berusia 13 tahun.

Gadis Palestina Pecahkan Rekor Dokter Termuda Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Gadis Palestina Pecahkan Rekor Dokter Termuda Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Gadis Palestina Pecahkan Rekor Dokter Termuda Dunia

Apa rencana Eqbal setelah ia lulus dan menjadi dokter lulusan salah satu perguruan tinggi kedokteran bergengsi di dunia itu? Apakah ia akan melanjutkan kehidupannya di Qatar yang bergelimpang kemakmuran?

Haedar Nashir

Tidak, ternyata. Eqbal mengatakan ia akan kembali dan pulang ke kampung halamannya di Palestina meskipun kondisi tanah airnya sedang dilanda konflik berkepanjangan. 

"Sekarang sudah tiba saatnya untuk memulai perjuangan dengan nyata. Saya akan kembali pulang ke negara saya. Saya akan pulang membawa ilmu dan prestasi, bukan membawa senjata," kata Eqbal sebagaimana dilansir surat kabar al-Arab (25/5). 

Haedar Nashir

Dikatakan Eqbal, selain nanti akan menjadi dokter di kampung halamannya, ia juga ingin menjadi tenaga pendidik bagi anak-anak di sana. 

"Saya tidak meminta sesuatu, tetapi saya harus berbuat dan memberi sesuatu," kata Eqbal.

Ditambahkannya, salah satu mimpi besarnya adalah membantu anak-anak Palestina untuk mendapatkan pendidikan, ilmu pengetahuan dan layanan kesehatan yang layak.

Eqbal juga memiliki rencana lain untuk melanjutkan jenjang pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi. Rencananya, Eqbal hendak melanjutkan program spesialis dokter anak.

Penulis; Ahmad Syifa

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sejarah, Nasional Haedar Nashir

Sabtu, 31 Juli 2010

KH Ahmad Sufyan: Entaskan Kemiskinan dengan Cara Sederhana

Situbondo, Haedar Nashir. Nahdlatul Ulama (NU) dan pondok pesantren merupakan alat perjuangan para kiai untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan kebahagiaan yang abadi. Karena itu NU dan pesantren harus tetap dalam genggaman para ulama.

Adalah sebuah bencana besar jika NU tidak lagi menjadi tempat para ulama. Demikian penuturan KH Ahmad Sufyan, Rais Syuriah PCNU Situbondo saat menerima silaturahmi rombongan Lajnah Ta’lif wan Nasyr Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTN PBNU).

KH Ahmad Sufyan: Entaskan Kemiskinan dengan Cara Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ahmad Sufyan: Entaskan Kemiskinan dengan Cara Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ahmad Sufyan: Entaskan Kemiskinan dengan Cara Sederhana

Kehadiran LTN PBNU ini didampingi beberapa Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kab. Situbondo, di sela-sela acara Pelatihan Manajemen Baitul Mal wat Tamwil (BMT) kerjasama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dengan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal.

Haedar Nashir

Kiai Sufyan menambahkan bahwa salah satu ciri masyarakat pesantren adalah pola komunikasi dan strategi yang dibangun secara sederhana dan ringkas. Idealnya Nahdlatul Ulama pun mempertahankan pola tersebut dan tidak terbawa arus budaya yang berkembang di luar pondok pesantren.

“Kalau masalahnya sederhana, ya selesaikan dengan cara yang sederhana. Tidak perlu memperumit pembahasan atas masalah yang hakikinya sederhana,” papar kiai kharismatik ujung timur Pulau Jawa itu.

Haedar Nashir

Kiai Sufyan lantas mencontohkan satu kasus tentang program pengentasan kemiskinan di Indonesia. Menurut beliau perlu diidentifikasi dengan benar dan akurat kategori “orang miskin” sebagai obyek, proses “pengentasan kemiskinan” sebagai pola dan “orang yang mengentaskan” sebagai subyek.

“Faktanya yang dientaskan dari kemiskinan itu lebih sedikit dari yang mengentaskan kemiskinan. Jadinya malah ruwet padahal persoalannya sederhana,” paparnya menjelang pengajian rutin lailatul ijtima yang diselenggarakan setiap Senin malam.

Kiai Sufyan juga mengatakan bahwa PCNU Situbondo saat ini sedang memersiapkan diri menyelenggarakan konferensi cabang yang direncanakan berlangsung akhir Desember 2010.

“Situbondo sebentar lagi menyelenggarakan Konferensi Cabang. NU harus dijaga agar tetap menjadi tempat para ulama,” jelasnya kepada Haedar Nashir.. Sementara itu Ahmad Nur, Ketua Lakpesdam NU Kab. Situbondo menjelaskan bahwa dalam usia yang cukup lanjut, tidak berkurang keaktifan Kiai Sufyan dalam berpikir dan bertindak untuk kemaslahatan nahdliyyin.

“Anda bisa bayangkan, di setiap Senin malam beliau selalu terlihat energik menggelar pengajian interaktif, terjadi diskusi, karena itu pengajian berjalan cukup dinamis dan tidak membosankan,” kata alumnus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir RMI NU, Halaqoh Haedar Nashir

Kamis, 29 Juli 2010

Liga Santri Nusantara Jatim 1 akan Dirangkai dengan Piala Bupati Ponorogo

Ponorogo, Haedar Nashir. Menjelang berlangsunya Liga Santri Nusantara Tahun 2016 yang akan digelar usai bulan Ramadhan, Panitia Pelaksana LSN Region Jawa Timur 1 melakukan rapat bersama Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo, Jum’at (17/6).

Pada rapat yang dihadiri Koordinator LSN Jawa Timur 1 Habib Mustofa, pengurus KONI dan PSSI Ponorogo itu berhasil menyepakati pelaksanaan kompetisi sepakbola antar pesantren itu akan dirangkaikan dengan Piala Bupati Ponorogo Tahun 2016. ?

Liga Santri Nusantara Jatim 1 akan Dirangkai dengan Piala Bupati Ponorogo (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri Nusantara Jatim 1 akan Dirangkai dengan Piala Bupati Ponorogo (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri Nusantara Jatim 1 akan Dirangkai dengan Piala Bupati Ponorogo

“Sesuai dengan arahan Bupati Ponorogo, kick off LSN Region Jatim 1 dan Piala Bupati Ponorogo akan digelar pada 27 Juli mendatang di Ponorogo,” jelas Kepala Dinas BUDPARPORA, Sapto Djatmiko di Kantornya Jl Pramuka No 19A Ponorogo.

Menurut Sapto, Bupati Ponorogo Ipong Muclissoni sangat mengapresiasi atas ditunjuknya Kota Reog Ponorogo sebagai tuan rumah gelaran Liga Santri Nusantara Region Jawa Timur 1 yang akan diikuti sebanyak 32 Peserta itu.

Haedar Nashir

“Bupati berharap besar kepada Panitia Liga Santri Nusantara untuk mengundang Menpora H Imam Nahrawi agar dapat hadir di Ponorogo dalam acara pembukaan liga santri nusantara dan piala Bupati Ponorogo yang rencananya akan diikuti oleh ribuan santri,” katanya.

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ponorogo menyambut baik perhelatan sepakbola antar pesantren ini. Mereka akan berperan aktif dalam mensukseskan LSN tahun 2016.

Haedar Nashir

“Kami akan mempersiapkan peralatan pertandingan sekaligus akan membentuk kepanitiaan lokal yang akan bersinergi dengan RMI NU, Banom NU dan Pihak pemerintah daerah serta kalangan professional,” jelas Dite perwakilan PSSI Ponorogo.

Liga Santri Nusantara region Jawa Timur 1 akan diikuti 32 Peserta, yang meliputi Ponorogo sebanyak 5 pesantren, Trenggalek (5), Pacitan (5), Magetan (5), Ngawi (5), Kabupaten Madiun (5), dan Kota Madiun 2 pesantren itu.

Sementara Itu pada selasa malam (14/6) lalu, Panitia Pelaksana juga melakukan rapat membahas teknis pelaksanaan LSN dan hal-hal terkait bersama pengurus Asosiasi Wasit dan Perangkat Pertandingan Professional Indonesia (AWAPPI).?

Rapat membahas tentang hal-hal teknis seperti, Kode disiplin liga santri nusantara, peraturan khusus bidang komersial, dan regulasi LSN. Selain itu, masing-masing divisi telah memaparkan tugas dan tanggungjawabnya. Tugas utama dari panitia lokal antara lain terus melakukan sosialisasi kepada kalangan pesantren dibawah naungan Asosiasi Pesantren NU (RMI). (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Doa Haedar Nashir

Rabu, 21 Juli 2010

Pelajar NU Gondanglegi Gelar Lomba Se-Malang Raya

Malang, Haedar Nashir

Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Gondanglegi menggelar? beragam lomba. Di antara lomba tersebut adalah kasidah al-banjari, pidato dan qiro’ah untuk memperebutkan tropi Wakil Bupati Malang.

Pelajar NU Gondanglegi Gelar Lomba Se-Malang Raya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Gondanglegi Gelar Lomba Se-Malang Raya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Gondanglegi Gelar Lomba Se-Malang Raya

Kegiatan di gedung SMPNU Gondanglegi, Jl. Trunojoyo No. 203 Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Ahad (16/10) diikuti ratusan pelajar tingkat SLTA atau sederajat se-Malang Raya, yakni Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu.

Acara untuk memeriahkan Hari Santri 2016 ini dibuka Penasehat IPNU Gondanglegi Abdur Rosyid Asadullah. Dalam sambutan, ia menyampaikan apreasinya terhadap IPNU Gondanglegi yang bisa mengadakan kegiatan akbar ini. Ia berharap pelajar IPNU dan IPPNU bisa memotivasi pelajar-pelajar NU lainnya untuk lebih kreatif dan menarik tentunya bermanfaat bagi semua kalangan.

Haedar Nashir

Ketua IPNU Gondanglegi Hasanuddin, mengatakan festival ini adalah kegiatan positif bagi pelajar untuk menambah kekuatan mental, mengembangkan bakat dan menjadi media silaturahim antar pelajar se-Malang raya.

Hasan menambahkan, semangat Hari Santri harus digelorakan dengan kegiatan-kegiatan islami yang bermanfaat. Santri masa kini adalah pemimpin masa depan, modal pembelajaran yang ada di pesantren merupakan contoh nyata untuk pendidikan bangsa yang berkarakter dan menata akhlak pelajar untuk menjadi generasi bangsa yang madani.

Haedar Nashir

“Sebagai santri, marilah kita tunjukkan bahwa santri itu bisa menjadi garda terdepan dalam mengatasi berbagai problema yang ada di masyarakat khususnya serta kita tingkatkan pengetahuan dan wawasan kita untuk agama, bangsa dan negara,” harapnya.

Pada kesempatan itu hadir juara qori’ nasional tingkat pelajar tahun 1997 Muhammad Fariq Rifqiyanto dari Kabupaten Malang. Ia didaulat ketua tim juri lomba qori’ah.

Usai lomba, dilanjutkan dengan pembagian tropi oleh Ketua IPNU Gondanglegi. Berikut Pemenang Festival Lomba Peringatan Hari Santri Nasional, Juara 1 lomba Albanjari dari SMA Al-Munawwariyah Bululawang, Juara 1 lomba Pidato Ade Anggi Wahyuni dari MA Khoiruddin Gondanglegi, Juara 1 lomba Qiro’ah Atika Manazilul Amanah dari MA Raudlatul Ulum Putri Gondanglegi. (Muhammad Ansori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Internasional Haedar Nashir

Kamis, 15 Juli 2010

Kiai Yacub: Pembimbing Haji Harus Bisa Jadi Contoh

Temanggung, Haedar Nashir. Rais Syuriah PCNU Temanggung KH Yacub Mubarok meminta kepada pengurus dan pembimbing manasik haji untuk bisa ngeladeni jamaah sak apik-apike (melayani jamaah sebaik-baiknya).

"Pengurus dan pembimbing manasik haji  tidak hanya memberi contoh, tapi juga bisa menjadi contoh bagi jamaah," pinta Kiai Yacub saat memberi tausiah dalam peresmian gedung baru Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Babussalam NU Temanggung, Ahad (29/10) kemarin.

Kiai Yacub: Pembimbing Haji Harus Bisa Jadi Contoh (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Yacub: Pembimbing Haji Harus Bisa Jadi Contoh (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Yacub: Pembimbing Haji Harus Bisa Jadi Contoh

Ketua MUI Kabupaten Temanggung itu meminta kepada jamaah KBIH Babussalam NU Temanggung untuk sudi, mendermakan sedikit rizki yang dipunya untuk mengembangkan dan membesarkan KBIH tersebut. 

"Beramal, infak, sedekah atau zakat untuk KBIH NU tidak ada ruginya. Saya yakin Allah SWT memberikan ganti yang lebih besar," ucapnya.

Haedar Nashir

Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Sholikhin menuturkan, keberadaan KBIH sangat penting, KBIH bisa berperan membimbing jamaah haji, mulai dari tanah air hingga di tanah suci (Mekah dan Madinah). "KBIH menjadi mitra Kemenag,  ibaratnya sekeping mata uang yang tidak bisa terpisahkan. Kita saling membutuhkan," ucapnya.

Ketua KBIH Babussalam NU Temanggung KH Tajuddin Noor menuturkan,  pengurus periode ketiga masa bhakti 2014-2019 dibawah kepemimpinanya, telah menyusun program rencana strategis lima tahun. Kata dia, di tahun pertama tahun 2015; pembelian tanah seluas  ± 4.500 m2, ditahun kedua (2016) pembangunan miniartur kabah, lintasan sai, jamarot dan jalan masuk lokasi.

Selanjutnya, untuk rencana kerja  tahun ketiga (2017) pembangunan gedung pertemuan dan perkantoran dengan ukuran panjang 33 meter, lebar 13 meter yang dapat menampung ± 500 jamaah. Untuk tahun keempat (2018) pengadaan perlengkapan gedung pertemuan dan kantor sekretariat KBIH Babusssalam NU Temanggung (kursi untuk jamaah, sound sistem, meja kursi pangggung, mimbar, tiang bendera, dan perlengkapan kantor). 

Ada pun untuk program tahun kelima (2019) pembangunan halaman parkir lingkungan kantor dan gedung pertemuan.

"Rencana strategis lima tahun (2014-2019) seluruh kegiatanya telah direalisasikan di tahun ketiga (2017), dua tahun lebih cepat dari renacana strategis semula. Insyallah dua tahun kedepan di sisa akhir masa bhakti 2019 akan dilaksanakan pembangunan jalan masuk dan gapura dari jalan raya," ucapnya.

Haedar Nashir

Sekretaris KBIH Babussalam NU Temanggung H Rochmadi menambakan, dengan dibangunya gedung baru beserta perangkatnya, diharapkan KBIH Babussalam bisa menjadi tempat bimbingan manasik haji dalam satu kawasan yang terpadu.

"Pembangunan ini bisa terwujud, tidak lepas partisipasi (infak dan sedekah) dari para jamaah semuanya, baik jamaah yang sudah melaksanakan haji dan calon jamaah haji berangkat tahun depan (2018)," ucapnya. 

Dalam peresmian kemarin, selain Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Sholikhin, tampak hadir hadir, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Temanggung  Saefudin,

Rais Syuriah PCNU Temanggung KH Yacub Mubarok, Ketua Tanfidziah PCNU  Temanggung KH Muhammad Furqon (Gus Furqon), Ketua KBIH Babussalam NU Temanggung KH Tajuddin Noor beserta sekretaris H Rochmadi, Ketua STAINU Temanggung Muh Baehaqi, dan ribuan jamaah. (Ahsan Fauzi/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional, Cerita Haedar Nashir

Selasa, 29 Juni 2010

Halaqah, RMINU Jateng Sebut 2 Tantangan Besar Pesantren

Salatiga, Haedar Nashir

Pengurus Pesantren Sunan Giri bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Tengah mengadakan halaqah pesantren dan wawasan kebangsaan serta workshop sistem manajemen pesantren (Simapes), Ahad (24/1/2016). Halaqah ini menghadirkan pembicara Kapolres Salatiga dan Komandan Kodim 0174 Salatiga keduanya berbicara mengenai penguatan pesantren dalam bingkai etika kehidupan bernegara dan implementasi nilai-nilai Pancasila.

Hadir perwakilan dari Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah KH Fadhlullah Turmudzi. Dia menyatakan bahwa RMI memfasilitasi dan meningkatkan ikhtiar pesantren melalui berbagai kegiatan, pelatihan, dan workshop.?

Halaqah, RMINU Jateng Sebut 2 Tantangan Besar Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Halaqah, RMINU Jateng Sebut 2 Tantangan Besar Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Halaqah, RMINU Jateng Sebut 2 Tantangan Besar Pesantren

Hal ini sesuai dengan Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama Bab V tentang Perangngkat Organisasi Pasal 17 ayat C 2015 menjelaskan bahwa RMI bertugas melaksanakan kebijakan NU dalam pengembangan pondok pesantren dan pendidikan keagamaan. Pesantren ikut bersama membangun bangsa dan negara pada porsi masing-masing untuk mengantarkan akhlak santri dan meneladani sifat-sifat Nabi SAW.

"Dengan berbagai kegiatan tersebut, mutakhorrijin (alumni pesantren) diharapakan bisa berkiprah di masyarakat sebagaimana yang sudah disampaikan pendahulu kita," ungkap Gus Fad sapaan akrabnya.?

Haedar Nashir

Di samping itu, Gerakan Ayo Mondok tahun lalu perlu adanya tindak lanjut dari pengurus wilayah agar pesantren menjadi pilihan utama. Dengan demikian pesantren harus menyiapkan semuanya. Pesantren harus tahu tentang manajemen atau pengelolan yang baik.?

Terdapat dua langkah yang ditempuh pengurus RMINU Jateng. Pertama, memberikan pelatihan Simapes kepada pesantren. Kedua, menyelenggarakan gerakan Pesantrenku Bersih Pesantrenku Keren (PBPK). Ke depan pesantren harus menjadi percontohan dalam hal kebersihan. Semua itu tak lepas dari dukungan berbagai pihak termasuk pesantren itu sendiri.

Pesantren memiliki dua tantangan besar yang menghadang ke depan. Pertama, dalam hal kebangsaan. Dalam hal ini Nahdlatul Ulama yang didalamnya terdapat pesantren harus berani menaruh nyawa untuk mempertahankan Negara Kesatuan Rakyat Indonesia. Kedua, pesantren itu sendiri harus tetap eksis sebagai lembaga kaderisasi ulama bukan malah menjadi tempat untuk mengkafirkan dan membidahkan orang lain. Tantangan yang lain adalah pengembangan kemandirian ekonomi dan manajemen pesantren.?

Haedar Nashir

"Kami melibatkan pihak internal dan eksternal pesantren dalam workshop SIMAPES ini",” ungkap Kepala Seksi Pondok Pesantren Mukhtasit.?

Mukhtasit juga menegaskan, pesantren ke depan perlahan-lahan harus mampu mengimbangi perkembangan zaman dengan menata manajemen agar menjadi lebih baik. Acara ini dihadiri 50 santriwan-santriwati dari 15 pesantren di lingkungan Salatiga. (Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Sejarah Haedar Nashir

Sabtu, 26 Juni 2010

Shalawat Nabi Bergema di Kampus IPB

Bogor, Haedar Nashir. Ribuan mahasiswa dan warga Bogor memadati gedung Graha Widya Wisuda (GWW), Institut Pertanian Bogor (IPB), yang berlokasi di kampus Darmaga dalam kegiatan bertema “Gebyar Shalawat Cinta Rasul Untuk Melestarikan Tradisi Rebana dan Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah”  Ahad malam (23/12) lalu.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) IPB dan didukung penuh oleh pihak Direktorat Kemahasiswaan IPB, serta melibatkan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara sebagai media partner.

Shalawat Nabi Bergema di Kampus IPB (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat Nabi Bergema di Kampus IPB (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat Nabi Bergema di Kampus IPB

Selain diisi dengan pembacaan maulid Nabi, tahlil dan simtud duror yang dipimpin oleh Al-Habib Hasan bin Abdul Qodir Al-Athas dari Keramat Empang, kegiatan yang melibatkan kalangan habaib dan alim ulama se-Bogor tersebut juga dirangkai dengan Festival Rebana se-Bogor Raya, yang dihelat pada Ahad siang, dengan menyertakan 15 tim. 

Haedar Nashir

“Sungguh di luar dugaan, IPB menyelenggarakan kegiatan seperti ini. Ini kegiatan Maulid Nabi pertama yang saya ikuti di IPB. Semoga ke depan kegiatan seperti ini dapat terus dilangsungkan di IPB,” ujar Habib Hasan.

Haedar Nashir

Pembina KMNU IPB Dr Ifan Haryanto dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut sebagai upaya untuk melestarikan dan menyebarkan ajaran serta kesenian tradisional Islam di tengah masyarakat. Islam sangat mengakar kuat di Indonesia karena faktor budaya, yang telah mendarah daging dan diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke genderasi berikutnya selama delapan abad.

“Tanpa adanya pendekatan kesenian dan kebudayaan, Islam tidak akan mengakar kuat di Indonesia. Sejak awal kehadirannya, Islam dapat beradaptasi sekaligus mampu hidup berdampingan dengan budaya-budaya lokal nusantara,” kata Ifan Haryanto.

Di sisi lain, Ifan Haryanto yang juga pengurus ISNU pusat ini mengatakan, perlu pendekatan baru dalam mengemas pesan-pesan dakwah, termasuk menyiarkan kesenian tradisional Islam. Bila pada puluhan tahun silam, dakwah hanya didominasi ustadz-ustadz tamatan pesantren dengan pendekatan sangat sederhana, namun saat ini perlu didomodifikasi. Pasalnya selain harus menyesuaikan dengan tuntutan masyarakat perkotaan, dakwah juga harus bisa memanfaatkan berbagai teknologi informasi yang ada.

“Hal inilah mengapa kegiatan Festival Rebana dan Maulid Nabi SAW di IPB  sangat penting, karena masyarakat kampus memegang peran sangat besar dalam mendorong perubahan di tengah masyarakat,” ungkap dia.

Direktur Kemahasiswaan IPB Dr. Rimbawan mengatakan, kegiatan tersebut sebagai syiar Islam yang perlu didukung penuh. “Kegiatan ini tidak hanya sekedar lomba atauu kreativitas mahasiswa, namun juga wujud syiar dan kepedulian terhadap pelestarian seni tradisional Islam,” terangnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih dan selamat kepada panitia yang telah sukses menyelenggarakan acara ini. “IPB sangat mendukung minat dan bakat mahasiswanya. Alangkah senangnya, apabila minat dan bakat dibidang seni yang membawa kehalusan budi dapat meningkatkan daya ingat untuk selalu mensyukuri nikmat” tegas Rimawan.

Ketua KMNU IPB M Aldy K Khuluq menambahkan, festival dibuka secara simbolik oleh  Nunung Munawaroh, SAg selaku pembina KMNU IPB. Imengatakan bahwa geliat NU di IPB mulai terasa dari 5-6 tahun yang lalu, berkat Ahmad Fahir dan kawan-kawan yang rindu akan tradisi, KMNU mulai bercokol di IPB sampai saat ini. “Dulu, lebih dari 200 mahasiswa IPB tergabung dalam KMNU IPB”, tambahnya. 

Alhamdulillah, berkat KMNU, shalawat bisa bergema di kampus IPB,” kata Aldy K Khuluq.

Ketua Panitia Pelaksana Festival Rebana Choirul Anam mengatakan, Festival Rebana dimenangkanoleh tim An-Nur sebagai juara 1. Trofi, sertifikat dan hadiah berupa uang senilai Rp. 2.000.000,00 diserahkan oleh perwakilan dari Robithoh Al-Alawiyah Indonesia. Juara 2 diraih oleh tim Nurul Iman. Trofi, sertifikat serta hadiah berupa uang senilai Rp. 1.500.000,00 diserahkan oleh Direktur Kemahasiswaan IPB. 

Sedangkan juara 3 diraih oleh Al-Khidmah IPB. Trofi berikut sertifikat dan uang senilai Rp. 1.000.000,00 diserahkan oleh pembina KMNU yaitu Dr. Ir. Aji Hermawan, MM. Juara favorit diraih oleh tim En-Ha. Trofi berikut sertifikat dan uang senilai Rp. 750.000,00 diserahkan oleh ketua KMNU yakni Aldy Khusnul Khuluq. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Fahir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan Haedar Nashir

Kamis, 24 Juni 2010

Peluang Santri Kembangkan Industri Kreatif Terbuka Lebar

Jombang, Haedar Nashir. Ratusan santri dan mahasiswa di Jombang mengaku tertarik untuk menjajaki dan mengembangkan gagasan industri kreatif. Antusiasme itu tampak dalam dialog bersama Ketua Pokja Industri Kreatif Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Irfan Wahid, yang berlangsung di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Ahad (19/3) sore.

Peluang Santri Kembangkan Industri Kreatif Terbuka Lebar (Sumber Gambar : Nu Online)
Peluang Santri Kembangkan Industri Kreatif Terbuka Lebar (Sumber Gambar : Nu Online)

Peluang Santri Kembangkan Industri Kreatif Terbuka Lebar

?

Ahmad Dika Maulana (17), misalnya, menceritakan pengalaman mengembangkan komunitas fotografer santri di lingkungan Pesantren Tebuireng. "Saya dan teman-teman juga bekerja sama dengan santri dari pesantren lain di Jombang," ujarnya.

?

Kepada Irfan Wahid, siswa Madrasah Aliyah Salafiyah Syafiiyah (MASS) Tebuireng itu meminta saran dan masukan untuk pengembangan komunitas fotografer yang dipimpinnya. Dia berharap, komunitas tersebut dapat berkembang lebih lanjut menjadi fotografer profesional.

Haedar Nashir

?

Lain lagi dengan Azmil (21), mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Hasyim Asyari (Unhasy) Tebuireng itu berniat mengembangkan usaha yang dibutuhkan mahasiswa. Tapi, ia bingung harus membuka usaha apa. "Kira-kira usaha apa yang pas untuk mahasiswa?" Tanya dia.

?

Pertanyaan lain dilontarkan oleh Zulfia Ulfa (19). Dia punya ide mengembangkan usaha kuliner pisang cokelat. Tapi, dia bingung produk tersebut harus diberi nama apa.?

Haedar Nashir

?

"Saya ingin produk saya nanti menembus pasar ekspor. Tapi takut nama yang saya pilih nanti sulit diucapkan konsumen di luar negeri," ungkapnya dengan percaya diri.

?

Gus Ipang, sapaan akrab Irfan Wahid, kemudian membagikan tips berwirausaha kepada para santri. "Kuncinya, niat bisa dan pilih sesuatu yang berbeda, yang unik dan membuat orang memilih produk kita," katanya. Yang juga tidak kalah penting adalah membuka wawasan serta harus tekun dan jangan menyerah, lanjut pria yang dikenal luas sebagai konsultan branding ini.

?

Pada kesempatan tersebut, Gus Ipang juga mengkritik kaum muda yang senang mencari jalan pintas dan cenderung malas belajar. "Banyak orang menyerah sebelum melalukan. Ciri khas anak sekarang, mau enaknya doang. Maunya, sedikit-sedikit minta shortcut (menu pintas)," kritiknya.

Di era teknologi informasi, pemanfaatan aplikasi online untuk memasarkan sebuah produk, tidak bisa dihindarkan. Dengan sentuhan kreativitas, produk yang sama bisa berbeda nilai jualnya. "Dengan bantuan aplikasi, produk kuliner, jasa laundry, hingga jasa mengajar privat pun dapat lebih menarik pelanggan," saran putra sulung KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) ini.

?

Irfan juga mengapresiasi komunitas fotografer santri yang sudah menjalin kerja sama dengan komunitas lain. "Semakin besar komunitas, akan membuat Anda lebih dikenal dan tahu potensi diri," sarannya.





Peluang terbuka lebar

Anggota KEIN ini menuturkan, pihaknya ingin mendorong kalangan santri agar menjadi wirausahawan dan memasuki sektor industri kreatif. Pasalnya, sektor ini semakin banyak menyerap tenaga kerja dan menjadi tren perekonomian global.

?

"Dari tiga subsektor saja (kuliner, fashion, dan kriya), industri kreatif telah mampu menyerap 14,9 juta tenaga kerja pada 2015. Angka ini terus meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," tuturnya.

?

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Irfan mengatakan, pertumbuhan industri kreatif masih sangat menjanjikan. Di bidang animasi, misalnya, saat ini baru terpenuhi sekitar seratus animator. Padahal, kebutuhannya lebih dari 1.000 animator per tahun. "Pada 2015, nilai ekspor kuliner, fashion dan kriya mencapai 19,3 juta dolar," ungkapnya.

?

"Keinginan Presiden Jokowi agar pesantren dapat menjadi penopang ekonomi nasional begitu tinggi. Sebagai Ketua Pokja Industri Kreatif, saya mencoba mendorong hal itu melalui sektor industri kreatif dan wirausaha santri," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pendidikan Haedar Nashir

Kamis, 27 Mei 2010

Makam Pangeran Sambernyawa, dari Tujuan Ziarah hingga Semedi

Karanganyar, Haedar Nashir. Dalam buku “Bukti-bukti Gus Dur itu Wali” (halaman28) disebutkan bahwa KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pernah meziarahi makam Eyang Gusti Aji di kaki Gunung Lawu. Makam tokoh ini dikenal sebagai tempat bersemedi kelompok abangan.

Haedar Nashir pun bergegas mencari tahu keberadaan makam yang dikemukakan buku tersebut. Raden Mas Said merupakan nama kecil Eyang Gusti Aji yang juga dijuluki pangeran Sambernyawa. Beliau merupakan raja mangkunegaran I yang gigih melawan VOC.

Makam Pangeran Sambernyawa, dari Tujuan Ziarah hingga Semedi (Sumber Gambar : Nu Online)
Makam Pangeran Sambernyawa, dari Tujuan Ziarah hingga Semedi (Sumber Gambar : Nu Online)

Makam Pangeran Sambernyawa, dari Tujuan Ziarah hingga Semedi

Atas perjuangannya itu, ia mendapat julukan Sambernyawa dari gubernur VOC Nicolaas Hartingh, karena di dalam bertempur R.M Said bagaikan malaikat maut bagi musuh-musuhnya.

Haedar Nashir

Sebelum sampai di Astana Mangadeg, Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Haedar Nashir menjumpai tujuh mata air atau yang kerap disebut “sapta tirta” di jalan yang menghubungkan Kecamatan Karangpandan dengan Kecamatan Matesih.

Menurut Zarkowi, salah satu penduduk setempat, sapta tirta sendiri dahulu dikenal sebagai kawah candradimuka para prajurit Sambernyawa.

Haedar Nashir

“Disini prajurit ditempa dan digembleng oleh Pangeran Sambernyawa sebelum melawan VOC. Para prajurit terlebih dahulu dimandikan di tujuh mata air ini sebelum berperang, yang mana masing-masing mata air mempunyai filosofi tersendiri,” ujarnya saat ditanya Haedar Nashir, Ahad (23/3).

Untuk dapat sampai di makam Eyang Gusti Aji atau Pangeran Sambernyawa, para peziarah harus berjalan kaki seperti menuju makam Sunan Muria, menanjak dan dikelilingi oleh hutan. Setibanya di gerbang, Haedar Nashir diminta oleh salah satu penjaganya untuk sowan terlebih dahulu kepada penerima tamu.

“Silahkan yang perempuan untuk kulonuwun (meminta izin) dahulu, karena untuk perempuan harus memakai jarik/tapih jika hendak berziarah sedangkan untuk pria bebas tapi sopan. Itu sudah aturan dari keratin,” ujar Harso salah satu penjaga makam.

Memasuki area pemakaman tampak puluhan rombongan peziarah yang sedang melantunkan bacaan dzikir dan tahlil. “Biasanya tempat ini ramai dijadikan tempat semedi jika malam hari, terlebih saat bulan Suro dan Ruwah atau malam Jumat,” imbuhnya.

Yang datang kemari, lanjut Harso, tidak hanya orang yang membaca tahlil saja. Namun juga mereka yang melaksanakan ritual untuk mendapatkan berkah melalui semedi atau dalam Islam dikenal dengan tafakkur.

Terlihat sebagian rombongan peziarah yang memakai jaket kulit serba hitam serta beberapa turis asing yang juga menuju makam. Makam Eyang Gusti Aji menjadi cermin penyatuan dari berbagai keragaman agama dan budaya yang hidup rukun saling berdampingan.

Bagi umat muslim makam tersebut adalah salah satu tujuan ziarah yang juga sering dihadiahi surah al-Fatihah oleh kalangan penganut tarekat. Bagi kaum abangan beliau adalah sosok raja sakti mandraguna yang diyakini kesaktiannya masih ada. Sedangkan bagi para turis makam tersebut merupakan obyek wisata sejarah yang menarik dan penuh unsur budaya serta seni di dalamnya. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Foto: Gapura menuju Makam Eyang Gusti Aji

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaSantri, IMNU Haedar Nashir

Rabu, 19 Mei 2010

PWNU NTT Amati Pergeseran Nilai Generasi Muda di Era Media Sosial

Kupang, Haedar Nashir - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Timur (NTT) Jamal Ahmad menilai dinamika hari ini melalui media sosial. Menurutnya, digital media berdampak pada pergeseran nilai budaya yang sangat signifikan.

"Saya menilai pergeseran etika hari ini dengan adanya digital media yang mempengaruhi sendi-sendi etika pada generasi muda," kata Ketua PWNU NTT Jamal Ahmad di Sekretariat PWNU NTT Jalan W.CH Oematan Nomor 21/22 Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

PWNU NTT Amati Pergeseran Nilai Generasi Muda di Era Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU NTT Amati Pergeseran Nilai Generasi Muda di Era Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU NTT Amati Pergeseran Nilai Generasi Muda di Era Media Sosial

Menurut Jamal, pengurus harian PWNU NTT bersama pengurus PCNU akan segera bersikap untuk melakukan langkah-langkah antisipasi dampak negatif era digital media terhadap generasi muda penerus umat dan penerus bangsa.

Haedar Nashir

Wakil Ketua PWNU NTT H Ali Rosidin menambahkan, langkah paling konkret PWNU NTT dan seluruh cabang melakukan gerakan-gerakan untuk memnghidupkan banom dan lembaga-lembaga NU.

"Kita jangan mati suri sehingga kita ambil gaung di luarnya,” katanya.

Haedar Nashir

Jika lembaga atau banom lemah dalam pelaksanaan program-program organisasi, maka segera melakukan koordinasi serta komunikasi seluruh tingkatan banom maupun lembaga, imbau H Ali yang kini diamanahi sebagai imam Masjid Nurul Hidayah Kelapa Lima Kota Kupang. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama Haedar Nashir

Rabu, 05 Mei 2010

Menakertrans Hadiri Pelantikan PC IPNU-IPPNU Gresik

Gresik, Haedar Nashir. Mengambil tema "Sinergitas Kader Dalam Rangka Membangun Karakter Palajar NU di Era Globalisasi", acara pelantikan dan seminar pendidikan PC IPNU-IPPNU Kab Gresik berlangsung meriah di Pesantren Al Ikhlas Mulyorejo, Gresik, kemarin (26/5).

Menakertrans Hadiri Pelantikan PC IPNU-IPPNU Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
Menakertrans Hadiri Pelantikan PC IPNU-IPPNU Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

Menakertrans Hadiri Pelantikan PC IPNU-IPPNU Gresik

Berlangsung sehari penuh, acara juga diisi Bedah Film Sang Kiai yang lagi hangat di tengah masyarakat, terutama Nahdliyin. Dibuka dengan penampilan paduan suara, drumband, dan band reliji SMK Al Ikhlas Gresik, acara dihadiri oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, anggota DPR RI dari PKB, Andi Muawiyah Ramli dan Jazilul Fawaid, ketua tanfidh PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar, ketua DPRD Kab Gresik, Zulfan Hasyim, tokoh-tokoh dari PCNU Gresik, perwakilan banom-banom dari lingkungan PCNU Gresik, dan pengurus beserta anggota IPNU-IPPNU se-kab Gresik.

Dalam mengisi seminar pendidikan, Muhaimin Iskandar yang juga ketua umum DPP PKB menyampaikan bahwa umat Islam Indonesia telah menunjukkan kekuatannya pada dunia.

Haedar Nashir

"Umat Islam Indonesia telah melalui sejarah pahit. Sehingga umat Islam Indoensia saat ini paling solid, kompak, dan stabil diantara umat Islam yang lain," tuturnya

Ia menambahkan, NU yang lahir dari gerakan pemikiran (Taswirul Afkar), berlanjut pada gerakan ekonomi (Nahdlatut Tujjar), sampai kemudian melahirkan Nahdlatul Ulama pada tahun 1926, telah memberikan sumbangsih besar diakuinya umat Islam Indonesia di mata dunia. Oleh karena itu, sebagai pewaris bangsa ini, ia berharap IPNU dan IPPNU mampu menjadi organisasi kader yang maksimal untuk melanjutkan perjuangan para pendahulunya.

Haedar Nashir

"Melalui NU, kekuatan Islam Indonesia diakui dunia," tegasnya

Ia pun mengingatkan, bahwa pelajar NU harus mengingat 4 sejarah penting andil NU dalam sejarah Indonesia. Pertama, Munas Alim Ulama pada tahun 1938 di Banjarmasin yang membahas hubungan Islam dan negara (Darussalam). Kedua, peran NU melalui KH Wahid Hasyim di BPUPKI dalam menentukan konsep negara. Ketiga, peran NU dalam memposisikan Pancasila sebagai asas tunggal. Keempat, peran NU melalui Gus Dur dalam menyuarakan demokrasi pasca lengsernya orde baru.

M Muslih selaku ketua PC IPNU Kab Gresik terlantik menyampaikan banyak terima kasihnya kepada segenap pihak yang telah membantu terselenggaranya acara tersebut.

"Terutama kepada pihak Pesantren Al Ikhlas yang telah antusias dan menyediakan fasilitas mewah untuk terselenggaranya acara ini," tuturnya

Ia melanjutkan, sebagai basis pelajar, sinergitas IPNU-IPPNU dengan Maarif akan menjadi prioritas pertama bagi IPNU dan IPPNU yang dipimpinnya. Hal tersebut terkait dengan wacana pelajar NU dalam menghadapi tantangan global dan aswaja. Disamping itu, ekonomi mandiri dalam menghidupi organisasi juga akan menjadi hal yang prioritaskan ke depannya.

Di akhir sambutan, ia menegaskan bahwa IPNU-IPPNU sebagai organisasi kader NU bersikap konsekuen terhadap jati diri NU sebagai organisasi sosio-keagamaan. Hal tersebut dipertegaskannya mengingat masa-masa Pilgub dan pemilu yang semakin dekat.

"IPNU-IPPNU tidak kemana-mana, dan IPNU-IPPNU ada dimana-mana," tegasnya yang disambut tepuk tangan hadirin

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ahmad Faiz 

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian, Pahlawan Haedar Nashir