Senin, 26 Desember 2016

Kiai Said: Kekerasan Bukan Solusi Beradab

Jakarta, Haedar Nashir. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan keprihatinannya atas memanasnya kondisi sosial politik di Mesir serta terbunuhnya sejumlah orang dalam konflik politik tersebut.

Ia berharap para pihak yang bertikai dapat mencari solusi damai demi keselamatan bersama, apalagi Mesir dikenal sebagai negara Muslim dengan paling maju dari sisi pendidikan dan menjadi rujukan negara Timur Tengah lainnya.

Kiai Said: Kekerasan Bukan Solusi Beradab (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Kekerasan Bukan Solusi Beradab (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Kekerasan Bukan Solusi Beradab

“Perang dan kekerasan itu kan bukan solusi yang beradab,” katanya di gedung PBNU, Sabtu (6/7).

Haedar Nashir

Mesir dalam ancaman perang saudara setelah para pendukung presiden Mursi yang digulingkan mulai melakukan perlawanan dengan menggelar demo besar-besaran. Dilaporkan terjadi baku tembak antara militer dan pendukung Mursi.

Belum siap demokrasi

Kiai Said, yang menyelesaikan pendidikan doktornya di Universitas Ummul Quro Makkah ini berpendapat, secara umum, masyarakat Arab belum siap melaksanakan demokrasi sebagai sebuah sistem yang dicopy paste dari Barat. Politik harus disesuaikan dengan karakter budaya dan manusianya, tidak bisa dipaksakan dari luar.

Haedar Nashir

Masyarakat Arab, tambahnya, memiliki kondisi antropologi, sejarah, agama, kesukuan dan faktor-faktor lain yang sangat berbeda dengan Barat. Ia mencontohkan, konsep kesukuan sangat kuat mengakar di masyarakat Arab sehingga ketika terjadi sesuatu pada anggotanya, suku akan membelanya.

Ukuran demokrasi bagi orang Arab bukan periodisasi kepemimpinan, tetapi adanya musyawarah. Dan yang penting para pemimpin dianggap adil, meskipun menjabat dalam periode lama. Konsep seperti ini melekat kuat terutama pada generasi tua di Arab. Apa yang terjadi saat ini adalah sebuah masa peralihan yang luar biasa antara generasi muda dan generasi tua.

“Konsep demokrasi memang rasional, dan itu tidak bertentangan dengan Islam, tetapi belum tentu ideal jika masyarakatnya belum siap. Fanatisme kesukuannya masih sangat kental,” tandasnya.

Ia juga menyoroti karakter orang Arab yang menggunakan cara-cara kekerasan, bahkan membunuh dalam menyelesaikan masalah. Apalagi sebagian penduduknya pernah mengikuti wajib militer sehingga berani melawan tentara.

“Kenapa reformasi kita tidak berlarut-larut, salah satunya, ormas tidak punya milisi. Disana, rakyat pernah mengalami wajib militer, jadi rakyat pernah jadi tentara, jadi berani, dengan senjata sudah familiar,” terangnya. 

Reformasi masih panjang

Ia menyayangkan tidak terjadinya kompromi antara berbagai kepentingan sehingga masing-masing saling memaksakan kehendaknya. Di satu sisi, kelompok Islam ingin memaksakan konsepnya sementara di pihak lain, kelompok sekuler juga ingin konsepnya digunakan, sehingga yang terjadi upaya menang-menangan.

“Ini yang harus kita syukuri, NU, Muhammadiyah dan komponen kebangsaan lainnya bersatu padu membangun konsep bersama negara Indonesia. Ini merupakan modal sosial yang sangat kuat dalam membangun bangsa,” terangnya.

Jika konsep dan bentuk negara saja sebagai hal yang paling mendasar belum disepakati diantara berbagai kelompok masyarakatnya, ia pesimis, krisis di Mesir akan cepat selesai. 

Sementara itu, bagi warga dan para mahasiswa NU yang sedang belajar di Mesir, ia berharap mereka tidak ikut campur dalam masalah politik Mesir. 

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Cerita Haedar Nashir

Minggu, 25 Desember 2016

Santuni Anak Yatim Agenda Tahunan Madrasah Ini

Brebes,Haedar Nashir. Memperingati tahun baru 1438 Hijriyah, MTs Negeri Model Brebes akan memberikan santuan kepada 99 anak yatim. Santunan diberikan sebagai wujud kepedulian kepada anak-anak yang nasibnya kurang beruntung.Demikian disampaikan Kepala MTs N Model Brebes Drs H Moh Muntoyo, di ruang kerjanya, Sabtu (1/10).

Muntoyo menjelaskan, kegiatan santunan sudah menjadi agenda tahunan di sekolahnya. Harapannya, para siswa dan keluarga sekolah bisa memiliki sifat dan sikap kepedulian terhadap sesama. Apalagi, di bulan Muharram ini, menurutnya, adalah bulannya anak yatim. Jadi tidak keliru, kalau keluarga besar MTs N Brebes turut menggembirakan hati mereka. “Kita harus menggembirakan hati mereka dihari raya anak yatim ini,” kata Muntoyo.

Santuni Anak Yatim Agenda Tahunan Madrasah Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Santuni Anak Yatim Agenda Tahunan Madrasah Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Santuni Anak Yatim Agenda Tahunan Madrasah Ini

Tiap anak, kata Muntoyo, mendapatkan Rp 150 ribu dan bingkisan. Meskipun nilai rupiahnya tidak seberapa, tetapi nilai kepedulian dan kasih sayangnya jauh lebih tinggi. “Santunan, akan kami berikan pada Senin (3/10) lusa,” kata Muntoyo yang juga Bendahara PCNU Kabupaten Tegal itu.

Selain santunan anak yatim, juga diadakan donor darah bagi guru dan Karyawan madrasah. Donor darah terselenggara atas kerjasama dengan PMI Kabupaten Brebes dan sudah dilakukan pengambilan darahnya pada Kamis (29/9) lalu, namun hanya mendapatkan 15 kantong dari 35 guru dan karyawan yang mendaftar.

Berbagai perlombaan pun digelar untuk memeriahkan Muharraman diantaranya Lomba Adzan, MTQ, Khitobah, Kaligrafi ? dan lain-lain. “Kami ingin mengubah image, kalau tahun baru Islam itu sepi. Tapi harus meriah, namun pada jalur tatanan syariat Islam dan membawa manfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat,” paparnya.

Haedar Nashir

MTs Negeri Model Brebes juga turut aktif pada Pawai Taaruf Muharraman yang digelar Pemerintah Kabupaten Brebes dan Yayasan Islamic Center pada Sabtu (1/10) malam. “Kami mengerahkan seluruh siswa dengan berbagai atraksi yang akan diusungnya, seperti kelompok pawai obor, drumband, kosidah, rebana, dan berbagai replica islamiyah lainnya,” pungkasnya. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional, Doa, Pahlawan Haedar Nashir

Haedar Nashir

Rabu, 14 Desember 2016

Amalan Saat Bangun Tidur

? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?, ? ?, ? ? ? ?, ? ? ?, ? ? ?, ? ? ?, ?: ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Telah datang dari Aisyah berkata: Nabi Muhammad ketika bangun dari tidurnya, membaca takbir (? ?) sepuluh kali dan memuji kepada Allah ( dengan membaca, ? ?) sepuluh kali, dan membaca tasbih (? ?) sepuluh kali, dan membaca tahlil (? ? ? ?) sepuluh kali, dan membaca istighfar (? ? ?) sepuluh kali. dan dia berdoa: ? ? ? ? ? ? dan dia (juga berdoa) meminta perlindungan dari sempitnya tempat di hari kiamat.



Amalan Saat Bangun Tidur (Sumber Gambar : Nu Online)
Amalan Saat Bangun Tidur (Sumber Gambar : Nu Online)

Amalan Saat Bangun Tidur



Dan di dalam riwayat (yang lain) Nabi Muhammad salallahualaihi wasalam, ketika bangun dari tidur membaca sepuluh ayat terakhir Surah Ali imran.

Sumber: Hasyiah Al-Shawy Ala Tafsir Jalalain karya Imam Ahmad Ibn Muhammad Al-Showi Al-Maliki.

Haedar Nashir

Muh. Ulinuha Karim, santri Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin, Brabo, Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah. 

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir IMNU, Kyai, Kiai Haedar Nashir

Haedar Nashir

Jumat, 09 Desember 2016

Hukum Mencabut Uban

Assalamu’alaikum wr. w.

Nama saya Hadi, usia sudah kepala empat dan rambut saya mulai beruban. Rasanya gatal sekali dan saya sering meminta isteri untuk mencabuti uban saya. Tetapi akhir-akhir ini isteri males mencabuti uban saya, kata isteri saya hukumnya makruh. Yang ingin saya tanyakan kepada ? pak ustad, pertama bagaimana sebenarnya hukum mencabut uban di kepala? Kedua, berapa jumlah uban Rasulullah SAW? Mohon penjelasan pak ustad. Terimakasih.

Wassalamu’alaikum wr. wb (Hadi/Kaltim)

Hukum Mencabut Uban (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Mencabut Uban (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Mencabut Uban

?

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Ada dua pertanyaan diajukan kepada kami. Dua pertanyaan tersebut nampak saling bertalian satu dengan yang lainnya Pertama tentang hukum mencabut uban di kepala. Kedua tentang jumlah uban Rasulullah saw. Dan karena keterbatasan ruang dan waktu maka kami akan menjawab pertanyaan yang pertama. Sedang untuk pertanyaan yang kedua akan kami jawab pada kesempatan yang lain. ?

Haedar Nashir

Munculnya uban biasanya selalu diidentikan dengan ketuaan. Identifikasi ini memang tidak sepenuhnya benar sebab ada juga orang usianya masih muda namun beruban. Banyak faktor yang menyebakan rambut kepala kita beruban seperti faktor usia dan banyaknya beban pikiran.

Haedar Nashir

Namun terlepas dari semua itu, menurut ulama dari kalangan madzhab syafi’i—sebagaimana dikemukakan oleh Muhyiddin Syarf an-Nawawi dalam kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab— bahwa mencabut uban hukumnya adalah makruh. Hal ini didasarkan kepada sabda Rasulullah saw:

? ? ? ? ? ? ? ? ?. “Jangan kalian mencabut uban karena uban itu adalah cahaya orang muslim kelak di hari kiamat” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Nasa’i)

Pandangan ini ditegaskan oleh al-Ghazali, al-Baghawi dan ulama lainnya. Bahkan Muhyiddin Syarf an-Nawawi menyatakan: “Jika dikatakan haram mencabut uban karena adanya larangan yang jelas dan sahih maka hal itu tidak mustahil”. Kemakruhan mencabut uban di sini tidak dibedakan antara mencabu uban jenggot dan uban kepala. Dengan kata lain, mencabut uban yang ada di jenggot dan uban yang ada di kepala hukumnya adalah sama-sama makruh.? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?

“Makruh mencabut uban karena didasarkan kepaa hadits riwayat ‘Amr bin Syuaib dari bapaknya dari kakeknya dari Nabi saw beliau bersabda: ‘Jangan kalian mencabut uban karena uban itu adalah cahaya orang muslim kelak di hari kiamat’. Ini adalalah hadist hasan yang telah diriwayatkan oleh Abu Dawud at-Tirmidzi, Nasai, dan lainnya dengan sanad hasan. At-Tirmidzi berkata: ‘Bahwa hadits ini adalah hadits hasan. Para ulama dari madzhab kami (madzhab syafi’i) berpendapat bahwa makruh mencabut uban. Pandangan ini ditegaskan oleh al-Ghazali sebagaimana keterangan yang terdahulu, al-Baghawi dan ulama lainnya. Seandainya dikatakan haram mencabut uban karena adanya larangan yang jelas maka mungkin saja. Dan tidak ada perbedaan hukum kemakruhanya antara mencabut uban jenggot dan kepala” (Muhyiddin Syarf an-Nawawi, al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, Bairut-Dar al-Fikr, juz, I, hlm. 293)

Namun ada pandangan lain yang dikemukakan oleh imam Abu Hanifah yang terdapat dalam kitab al-Khulashah yang dinukil dari kitab al-Muntaqa. Menurutnya, hukum mencabut uban tidaklah makruh kecuali jika bertujuan untuk berhias diri (tazayyun). Pandangan ini menurut ath-Thahawi sebaiknya tidak dipahami secara literalis. Beliau memberi catatan, bahwa pandangan imam Abu Hanifah tersebut seyogyanya dipahami ketika uban yang dicabut adalah sedikit, tetapi jika banyak maka hukumnya tetap makruh karena adanya hadits yang melarang untuk mencabut uban yang diriwayatkan Abu Dawud sebagaimana disebutkan di atas.? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Di dalam kitab al-Khulashah yang dinukil dari kitab al-Muntaqa terdapat keterangan yang menyatakan bahwa imam Abu Hanifah tidak memakruhkan mencabut uban kecuali dengan tujuan berhias diri. Dan seyogynya pandangan ini dipahami ketika uban yang dicabut adalah sedikit, namun jika banyak maka hukumnya tetap makruh berdasarkan hadits riwayat Abu Dawud: ‘Jangan kalian mencabut uban karena uban itu adalah cahaya orang muslim kelak di hari kiamat’” (Lihat, ath-Thahawi, Hasyiyah ‘ala Maraqi al-Falah Syarh Nur al-Idlah, Bulaq-Mathba’ah al-Amiriyah al-Kubra, 1318 H, h. 342).

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Bagi orang yang sudah beruban tak perlu risau dan malu dengan ubannya karena uban adalah cahaya orang muslim kelak di hari kiamat. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

?

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum wr. wb

?

Mahbub Ma’afi Ramdlan

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Olahraga, Ulama, Pendidikan Haedar Nashir

Jumat, 02 Desember 2016

Segera Hukum Mati Koruptor dan Gembong Narkoba!

Jakarta, Haedar Nashir. 13 organisasi kemasyarakatan yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menyerukan desakan ke Pemerintah untuk memberlakukan hukuman mati kepada koruptor dan gembong narkoba. Korupsi dan peredaran narkoba dinilai sebagai kejahatan berat yang sejauh ini tidak ditindak secara tegas.

"Hukuman yang selama ini diberikan, kami nilai masih sangat ringan. Korupsi yang membangkrutkan negara dan gembong narkoba harus dihukum mati," ungkap Ketua Umum LPOI KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Jumat (1/2).

Segera Hukum Mati Koruptor dan Gembong Narkoba! (Sumber Gambar : Nu Online)
Segera Hukum Mati Koruptor dan Gembong Narkoba! (Sumber Gambar : Nu Online)

Segera Hukum Mati Koruptor dan Gembong Narkoba!

LPOI beranggotakan 13 Ormas, masing-masing Nahdlatul Ulama, Persis, Al Irsyad Al Islamiyah, Matlaul Anwar, Ittihadiyah, Al Wasliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), IKADI, Dewan Dakwah Islamiyah, Arrabithah Al Alawiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Azikra, dan Syarikat Islam Indonesia.

Haedar Nashir

Kiai Said yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menambahkan, LPOI juga mendesak penyegeraan pelaksanaan hukuman mati yang sudah divonis oleh pengadilan.

"Kami tahu pemberian grasi adalah hak Presiden. Tapi kami mohon Presiden bijak. Untuk terpidan yang sudah divonis, segera eksekusi, jangan ditunda-tunda agar kesempatan mendapatkan keringanan hukuman tidak ada," tambah Kiai Said.

Haedar Nashir

Selain penanganan korupsi dan peredaran narkoba, di kesempatan yang sama LPOI juga mendesak Pemerintah untuk serius dalam perang melawan terorisme.

"Kemendagri kami minta membubarkan Ormas yang keberadaannya jelas-jelas merongrong Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Sementara yayasan dari luar negeri yang terindikasi menjadi donatur Ormas bermasalah, itu juga harus ditindak tegas," pungkas Kiai Said.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Samsul Hadi

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam, Cerita, Berita Haedar Nashir

Kamis, 01 Desember 2016

Ini Pesan Gus Mus untuk Pilpres 9 Juli 2014

Rembang, Haedar Nashir. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A. Mustofa Bisri menyampaikan pesan khusus untuk masyarakat Indonesia yang akan melaksanakan hajat pemilihan presiden dan wakil presiden 9 Juli 2014. Pesan suara berdurasi 3 menit 29 detik itu diunggah di situs youtube.com diiringi lagu "Padamu Negeri".

Pesan diunggah oleh Radio Mataair yang bertajuk “Pesan Gus Mus Untuk Pilpres 9 Juli 2014”. Ini linknya http://www.youtube.com/watch?v=hxhkPqEC3Wk dan berikut ini pesannya:

Ini Pesan Gus Mus untuk Pilpres 9 Juli 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan Gus Mus untuk Pilpres 9 Juli 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan Gus Mus untuk Pilpres 9 Juli 2014

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Haedar Nashir

Saya Ahmad Mustofa Bisri

Saudara-saudaraku di manapun Anda berada

Marilah kita memilih, mendukung calon presiden dan wakil presiden;

Haedar Nashir

yang kita pilih, yang kita yakini

Namun tidak usahlah kita bersikap berlebih-lebihan

Kita harus ingat bahwa calon-calon itu semuanya adalah putra-putra Indonesia...

Yang mempunyai kepentingan untuk kebaikan Indonesia

Yang mendukung masing-masing adalah saudara kita;

juga orang Indonesia yang ingin kebaikan Indonesia lima tahun ke depan,

LIMA TAHUN ke depan, bukan sampai hari kiamat

Mari kita dukung pilihan-pilihan kita dengan tetap pikiran yang jernih

sebagai warga negara Indonesia yang menghendaki kebaikan Indonesia

Dengan memohon kepada Allah SWT

Mudah-mudahan Allah meridlai apa yang kita lakukan

Mudah-mudahan dibantu dengan suasana khusu’ Ramadhan,

kita dihindarkan oleh Allah Ta’ala dari perilaku berlebihan

yang tidak disukai oleh Allah dan Rasul-Nya

Semoga kita dapat melaksanakan acara rutin pemilihan presiden

dan wakil presiden nanti dengan tertib damai aman

dan kita tetap sebagai saudara apapun nanti yang terjadi

Terima Kasih

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

(Ahmad Asmu’i/Anam)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Halaqoh, Sunnah, Warta Haedar Nashir

PMII Unair Diskusikan Film “Ilir-ilir”

Surabaya, Haedar Nashir. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Airlangga mendiskusikan film Ilir-ilir di pelataran sekretariat organisasi tersebut pada Selasa (6/12) malam.

Menurut Andaru, ketua panitia, kegiatan ini diselenggarakan sebagai rangkaian dari kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba).

PMII Unair Diskusikan Film “Ilir-ilir” (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Unair Diskusikan Film “Ilir-ilir” (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Unair Diskusikan Film “Ilir-ilir”

“Diskusi ini serangkaian kegiatan kita menuju Mapaba, dibuat diskusi film agar sahabat-sahabat tidak bosan dengan kajian-kajian intelektual sembari mempelajari bagaimana sebuah ide dikontekstualisasikan dalam sebuah karya film,” pungkasnya.

Haedar Nashir

Sementara itu Dita, salah satu peserta mengaku senang dapat mengikuti kegiatan diskusi film yang digagas PMII Unair.

“Kegiatan ini seru karena bisa menyajikan film yang tak hanya sebuah tayangan, namun bisa mengekspresikan arti dari sebuah kehidupan. Saya rasa PMII menjadi wadah yang pas untuk saya mengembangkan diri dan berproses di dalamnya. Semoga ke depan film nya semakin seru,” ucap Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair.

Haedar Nashir

Film Ilir-ilir sendiri dirilis pada pertengahan tahun 2011, merupakan film pendek yang mengambil latar kehidupan kakak-beradik yatim piatu, Sahid dan Wahid di Kadilangu, Demak. Film ini adalah intisari dari pemaknaan syair Ilir-ilir. (Alfi Rohma-Asrari Puadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir IMNU, Ulama, Humor Islam Haedar Nashir

Rabu, 30 November 2016

Fiqih Jangan Hanya Teoritis, Harus Punya Agenda Praksis

Pati, Haedar Nashir. Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen, Pati, Jawa Tengah menggelar peringatan 1000 hari wafatnya KH MA. Sahal Mahfudh, Jumat (30/9) dengan mengadakan Seminar Nasional bertajuk Fiqh Sosial dalam Konteks Kajian Islam Nusantara.?

Seminar ini menghadirkan Wakil Ketua LBM PBNU KH Abdul Moqsith Ghazali, intelektual muda yang juga santri Mbah Sahal Ulil Abshar Abdalla dan Arief Subhan.

Fiqih Jangan Hanya Teoritis, Harus Punya Agenda Praksis (Sumber Gambar : Nu Online)
Fiqih Jangan Hanya Teoritis, Harus Punya Agenda Praksis (Sumber Gambar : Nu Online)

Fiqih Jangan Hanya Teoritis, Harus Punya Agenda Praksis

“3 tahun lalu KH MA Sahal Mahfudh wafat, meninggalkan keluarga, santri, warga NU. Namun, sehari penuh saya berada di Kajen, Kiai Sahal seperti masih hidup; orang-orang sowan dan mendiskusikan pemikirannya,” ungkap Kiai Moqsith.

Dia menegaskan, salah satu pemikiran keislaman Kiai Sahal yang masih relevan hingga sekarang adalah fiqih sosialnya. “Melalui fiqih sosial ini, Kiai Sahal hendak menegaskan bahwa fiqih tidak cukup hanya canggih secara teoritis. Fiqih pun harus memiliki agenda praksis,” ujar Dosen Pascasarjana STAINU Jakarta ini.

Haedar Nashir

Kiai Moqsith juga tidak memungkiri bahwa kini murid-murid Kiai Sahal bertungkus lumus mensistematisasikan pemikiran-pemikiran Kiai Sahal melalui sejumlah riset, diskusi, dan workshop.?

“Di Kajen, ada sejumlah kiai dan nyai muda yang berjuang untuk itu. Di samping Gus Rozin, tentu ada Ning Tutik N. Jannah Bunda Ak-za,Jamal Pati, dan lain-lain,” ungkapnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir AlaNu Haedar Nashir

Rabu, 23 November 2016

Jelang Konferensi, 100 Ansor-Banser Sidoarjo Ikuti PKD dan Diklatsar

Sidoarjo, Haedar Nashir ? . Sekitar 100 anggota Ansor dan Banser dari perwakilan kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo mengikuti Pendidikan Kader Dasar (PKD) dan Diklatsar Ansor-Banser Sidoarjo, Jawa Timur. Acara tersebut digelar di daerah pesisir Sidoarjo, tepatnya di Desa Sawohan Kecamatan Buduran Sidoarjo.

Jelang Konferensi, 100 Ansor-Banser Sidoarjo Ikuti PKD dan Diklatsar (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Konferensi, 100 Ansor-Banser Sidoarjo Ikuti PKD dan Diklatsar (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Konferensi, 100 Ansor-Banser Sidoarjo Ikuti PKD dan Diklatsar

Pembukaan acara tersebut dilaksanakan pada Jumat (23/9) malam dan dihadiri perwakikan Forkopimka kecamatan Buduran. Perwakilan mereka sekaligus menjadi saksi "Deklarasi Mengawal Tradisi Menjaga NKRI" peserta dan seluruh Pengurus Cabang GP Ansor Sidoarjo.

Sekretaris Ansor Sidoarjo H Riza Ali Faizin mengatakan, PKD dan Diklatsar 2016 merupakan rangkaian acara pra-konfrensi Ansor yang akan digelar Desember mendatang. Para peserta diharapkan dapat menjadi kader yang mampu mengawal tradisi Indonesia yang penuh dengan keberagaman, toleransi antarbudaya dan agama.

Haedar Nashir

"Ini salah satu rangkaian acara pra-konfrensi Ansor Desember nanti. Saya berharap hasilnya nanti para peserta tangguh dalam menjaga tradisi Indonesia," harap Riza Ali Faizin, Jumat (23/9).

Haedar Nashir

Ia menambahkan, tokoh lintas kompetensi juga dilibatkan untuk memberi materi kegiatan tersebut. Selain itu, penguatan kemampuan beladiri peserta juga dioptimalkan dalam acara itu.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, berakhir pada Ahad (24/9). Beberapa fasilitas desa dijadikan tempat pengisian materi. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sholawat Haedar Nashir

Selasa, 22 November 2016

Konfercab Fatayat Kudus Amanahkan Miftahrrohmah sebagai Ketua

Kudus, Haedar Nashir

Konferensi Pimpinan Cabang IX Fatayat NU Kabupaten Kudus IX memberikan amanah kepada Miftahurrohmah untuk memimpin PC Fatayat NU Kudus lima tahun ke depan. Konfercab yang berlangsung di SMU Islam Almaruf, Senin (24/4), itu bertepatan dengan hari lahir ke-64 Fatayat NU.

Konfercab Fatayat Kudus Amanahkan Miftahrrohmah sebagai Ketua (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab Fatayat Kudus Amanahkan Miftahrrohmah sebagai Ketua (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab Fatayat Kudus Amanahkan Miftahrrohmah sebagai Ketua

Ditemui terpisah setelah terpilih? Miftahurrohmah yang juga Dosen STAIN Kudus tersebut menyatakan, tantangan ke depan adalah bagaimana PC Fatayat NU Kabupaten Kudus mampu menyiapkan, mendidik, menata dan mendistribusikan kader perempuan NU. Menurutnya, usia yang ke-67 tahun adalah usia yang dewasa untuk sebuah organisasi kader perempuan NU.

"PC Fatayat NU Kudus sebagai salah satu basis terbesar kader NU Jawa Tengah punya peranan yang sangat strategis dalam rangka menyiapkan, mendidik, menata, dan mendistribusikan kader kader perempuan NU di tengah masyarakat," katanya.

Haedar Nashir

Miftahurrohmah menambahkan, ke depan Fatayat NU Kudus harus mampu melakukan konsolidasi sampai tingkat basis dalam rangka proses kaderisasi sehingga tercipta kader-kader perempuan yang militan, profesional, berwawasan luas, dan berakhlakul karimah. Fatayat NU Kudus juga mesti mampu mendistribusikan kader kadernya pada semua level tingkatan dalam rangka mengembangkan paham Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah yang toleran di tengah berkembangnya paradigma masyarakat yang semakin ekslusif dan diskriminatif.

Menyinggung soal isu nasionalisme, mantan pengurus PW IPPNU Jateng tersebut berkomentar bahwa Fatayat NU Kudus mesti mampu bersinergi dengan organisasi kepemudaan lainnya dalam rangka menjaga stabilitas, persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI.

Haedar Nashir

Forum tertinggi tingkat cabang Fatayat ini dibuka secara resmi oleh Agus Hari Ageng, Sekretaris PCNU Kudus. Turut hadir Hj. Tazkiyyatul Mutmainnah dari Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah, serta utusan sejumlah badan otonom NU dan organisasi kepemudaan di Kabupaten Kudus. Dalam amanahnya, PCNU menitikberatkan pada pentingnya kaderisasi dan pembinaan kader perempuan NU.

Pemilihan ketua Fatayat NU yang berlangsung dua kali putaran tersebut memilih Miftahurrohmah sebagai ketua PC Fatayat NU Kabupaten Kudus masa khidmah 2017-2022. Suara Miftahurrohmah unggul dari calon laonnya mengalahkan,? Siti Nafisatun, dengan selisih 20 suara. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Meme Islam Haedar Nashir

Senin, 21 November 2016

Ahmad Tohari Terima Hadiah Asrul Sani

Presiden, guru, tukang catut karcis di stasiun, penyair, sipir rumah tahanan, atau siapa saja pernah mengalami nyeri kepala dengan aneka penyebab. Begitu pun Ahmad Tohari.

Saat menuju Gedung PBNU untuk menerima penghargaan, ia meminta obat sakit kepala dengan merk tertentu untuk mengatasi nyeri kepalanya akibat tersiram air hujan di Bandara Sukarno-Hatta.

Ahmad Tohari yang kerap disapa Kang Tohari menerima penghargaan Hadiah Asrul Sani (HAS) di Gedung PBNU, Kamis (28/3) malam lalu. Penghargaan HAS diberikan dalam rangka peluncuran peringatan 10 tahun Haedar Nashir.

Ahmad Tohari Terima Hadiah Asrul Sani (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmad Tohari Terima Hadiah Asrul Sani (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmad Tohari Terima Hadiah Asrul Sani

Kang Tohari menerima HAS atas kategori Penulis Serba Bisa. Selama usianya berkarya, pria yang berkemeja putih sederhana itu telah menghasilkan karya dengan aneka bentuk penulisan mulai dari novel, cerpen, puisi, esai, kritik sastra, karya jurnalistik, dan sejumlah bentuk penulisan lainnya.

Dalam sambutan penerimaan penghargaan, Kang Tohari di hadapan sedikitnya 200 orang yang menghadiri penganugerahan HAS mengajak masyarakat umum terutama anak muda untuk bersastra. “Dengan bersastra, tradisi keumatan yang kerap digaungkan NU akan terjaga.”

Kang Tohari yang sudah berusia 65 tahun kini tengah menggarap penerjemahan Alquran ke dalam bahasa ibunya, Bahasa Banyumas. “Niatnya sederhana; agar isi Alquran itu dibaca juga oleh penunggu warung nasi Tegal (warteg), orang pasar, orang-orang di terminal, dan lainnya,” tegas Kang Tohari dalam wawancara khusus dengan Haedar Nashir di Yayasan LKiS, Yogyakarta Rabu (27/2) lalu.

Haedar Nashir

Kang Tohari adalah novelis yang dibesarkan dalam keluarga pesantren. Berikut ini merupakan biografi lengkapnya yang ditulis oleh Hairus Salim dalam Ensiklopedi NU.

Haedar Nashir

Ahmad Tohari (1948-...): Novelis, cerpenis dan esais. Lahir di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah, 13 Juni 1948. Sebagaimana lazimnya anak dari keluarga santri, pendidikan informalnya dimulai dari langgar dan pesantren di desanya. Setelah menyelesaikan pendidikan formal tingkat dasar, menengah dan atas, ia sempat mengecap bangku kuliah Fakultas Ilmu Kedokteran Ibnu Khaldun, Jakarta (1967-1970), Fakultas Ekonomi Universitas Sudirman, Purwokerto (1974-1975), dan Fakultas Sosial Politik Universitas Sudirman (1975-1976), tetapi tak ada satu pun yang dituntaskannya.?

Tohari adalah seorang pembelajar otodidak di dunia kepengarangan dengan bakat dan hasrat yang besar. Masa awal kepengarannya beririsan dengan pekerjaannya sebagai redaktur ? majalah terbitan BNI 46, Harian Merdeka, majalah Keluarga, dan Amanah di Jakarta. Tetapi kemudian ia memilih pulang dan hidup di desanya.

Karier sastranya diawali dengan keikutsertaan dalam sejumlah sayembara menulis. Namanya muncul sebagai pengarang pada pertengahan tahun 1970an ketika cerpennya “Jasa-Jasa Buat Sanwirya” masuk sebagai salah satu dari duabelas cerpen terpilih untuk diterbitkan bersama tiga cerpen pemenang lain hasil Sayembara Kincir Emas 1975 (Dari Jodoh Sampai Supiyah, Djembatan 1976). Dua novel awalnya yang diikutsertakan dalam sayembara DKJ (Dewan Kesenian Jakarta) memperoleh rekomendasi untuk diterbitkan dan salah satunya bahkan memenangkan salah satu nomor dalam sayembara tersebut.

Namanya kian menjulang setelah ceritanya Di Kaki Bukit Cibalak dan Ronggeng Dukuh Paruk dimuat bersambung dalam harian Kompas dan kemudian dibukukan. Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dini Hari, dan Jantera Bianglala, yang boleh dikatakan merupakan adi karyanya, memperoleh perhatian serius para pengamat sastra dan menempatkannya sebagai salah seorang dalam jajaran novelis penting di Indonesia. Novel ini bercerita bagaimana huru-hara berlangsung pada peralihan politik tahun 1965 di sebuah pedukuhan kecil. Jelas dari novel tersebut bahwa perubahan di sebuah dukuh kecil itu persambungan dan pengaruh belaka dari perubahan yang terjadi di tingkat nasional. Srinthil, penari ronggeng yang jelita, dengan segala kultur dan pandangan dunia yang dipeluknya, yang menjadi tokoh utama novel itu, adalah personifikasi dari rakyat kecil yang menjadi korban utama dari perubahan berdarah tersebut. Novel ini merupakan salah satu novel yang berhasil mengangkat latar peralihan politik pada tahun 1965 dengan cara yang subtil, tetapi menohok.

Dari segi latar belakangnya sebagai santri, trilogi Ronggeng Dukuh Paruk itu juga sangat unik, karena di sini Tohari menunjukkan perhatiannya yang sangat rinci dan lengkap mengenai kebudayaan dan pandangan dunia kelompok masyarakat yang dalam kategori sosial disebut sebagai ‘abangan’ plus simpatinya yang mendalam. Ia memang sangat mengakrabi lingkungannya dan seperti tak mengenal marka-marka sosial yang diciptakan oleh ideologi politik maupun agama di hadapannya. ? ?

Tohari menjadikan pedukuhan di desanya sebagai latar cerita-ceritanya. Lukisan-lukisannya yang terperinci dan dalam mengenai lingkungan desa, lengkap dengan dunia flora dan faunanya, adalah kekuatan dan kelebihan dari cerita-ceritanya. Gaya menulisnya lugas, jernih, sederhana, dan lancar mengalir. Terutama yang penting dan tak tergantikan juga adalah penghadirannya pada pandangan dunia para orang desa, yang lugu, polos, jujur, dan apa adanya itu, berhadapan dengan laju dan ganasnya perubahan politik, sosial, dan ekonomi. Dalam hal ini, tak salah jika dikatakan kalau Tohari adalah salah seorang juru bicara dan pembela utama orang-orang desa yang miskin, kumuh, dan nelangsa di dalam jagat kesusasteraan Indonesia. ?

Cerpennya “Pengemis dan Shalawat Badar” yang pernah dimuat dalam bulanan Warta NU Februari 1989, barangkali bisa memperlihatkan ilustrasi menarik bagaimana orang kecil dan pandangan dunianya itu dihadirkan. Cerpen ini berkisah tentang seorang pengemis yang mendendangkan shalawat badar di dalam bus yang penuh jejalan penumpang. Tak ada seorang pun yang memperhatikannya, dan sebagian besar bahkan, mengabaikan dan mencibirnya. Ketika kemudian bus itu mengalami kecelakaan, dan penumpang banyak yang terluka dan bahkan tewas, si pengemis itu dengan menakjubkan melenggang keluar dari bus tanpa sedikit pun terluka sembari melantunkan lagi shalawat badar. Alur cerita tampak sederhana, tetapi muatannya jelas sangat dalam. Antara kemiskinan, formalisme keagamaan, kepekaan sosial, dan lain-lain berjalin berkelindan dalam sepersekian menit kehidupan di dalam bus yang kencang melaju itu. ? ? ?

Tohari termasuk penulis yang cukup produktif. Boleh dikata sejak awal kepengarangannya rata-rata setahun sekali ia mengeluarkan karya baik berupa novel, antologi cerpen, maupun kumpulan esai. Beberapa dari karyanya terus mengalami penerbitan ulang. Berikut daftar karyanya dan tahun pertama kali terbitnya: Kubah ? (novel, 1980); Ronggeng Dukuh Paruk (novel, 1982); Lintang Kemukus Dini Hari (novel, 1985); Jantera Bianglala (novel, 1986); Di Kaki Bukit Cibalak (novel, 1986); Senyum Karyamin (kumpulan cerpen, 1989); Bekisar Merah (novel, 1993); Mas Mantri Gugat (Kumpulan Esai, 1994); Lingkar Tanah Lingkar Air (novel, 1995); Mas Mantri Menjenguk Tuhan (Kumpulan Esai, 1997); Nyanyian Malam (kumpulan cerpen, 2000); Belantik (novel, 2001); Orang Orang Proyek (novel, 2002); dan Rusmi Ingin Pulang (kumpulan cerpen, 2004). Karya-karya Ahmad Tohari telah diterbitkan dalam bahasa Inggris, Jepang, Tionghoa, Belanda, dan Jerman. Karya-karyanya juga telah menjadi bahan kajian akademis baik di dalam maupun di luar negeri.

Sebagai sastrawan terkemuka telah banyak penghargaan yang telah ia terima. Dua kali ia memperoleh hadiah dari Yayasan Buku Utama dan sekali dari Pusat Pengembangan Bahasa Indonesia. Ia mengikuti International Writing Program di Iowa City, Amerika Serikat (1990) dan menerima Hadiah Sastra ASEAN (1995). Novel Ronggeng Dukuh Paruk versi Banyumasan (2006), meraih Hadiah Sastera Rancagé tahun 2007.

Sejak pertengahan 1980an, Ahmad Tohari tinggal di desanya, meneruskan hobinya memancing dan terus mengakrabi lingkungan desanya. Seminggu sekali esainya yang kocak dan penuh sindiran muncul di Harian Suara Merdeka, Semarang. Sembari itu, ia juga menjadi aktivis sosial yang mendorong peningkatan ekonomi dan kehidupan harmoni masyarakat, serta memberikan banyak workshop menulis kepada kalangan anak muda dan prasaran seminar ke berbagai kota di Indonesia.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ahlussunnah, Lomba, Tegal Haedar Nashir

Sabtu, 19 November 2016

KH Said Aqil Siroj: Kita Bersyukur Sekaligus Berduka

Jakarta, Haedar Nashir. Peringatan Hari Lahir atau Harlah ke-88 Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta, Jum’at (31/1) malam, diliputi suasana duka menyusul wafatnya Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh pada Jum’at (24/1) lalu. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj memulai ceramahnya dengan berdoa dan mengenang pemimpin tertinggi NU itu.

KH Said Aqil Siroj: Kita Bersyukur Sekaligus Berduka (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Said Aqil Siroj: Kita Bersyukur Sekaligus Berduka (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Said Aqil Siroj: Kita Bersyukur Sekaligus Berduka

“Kita bersyukur sekaligus berduka. Bersyukur karena NU saat ini bertambah usia. NU sudah berusia 88 tahun. Kita berduka karena baru saja kita ditinggal ole Rais Aam Almukarram Syekh KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,” kata Kiai Said.

KH Sahal Mahfudh adalah seorang yang alim, terutama di bidang fiqih dan ushul fiqih. Salah satu kitab monumental yang ditulis adalah Thariqatul Husul yang merupakan penjelasan dari kitab Ghayatul Wushul karya ulama Syafiiyah terkemuka, Syekh Zakariya Al-Anshari.

“Kitab? Ghayatul Wushul itu merupakan kitab ushul fiqh yang cukup sulit, namun Kiai Sahal melalui Thariqatul Husul membuat kitab Syekh Zakaria itu jadi mudah. Dan kitab itu ditulis Kiai Sahal pada saat berusia 24 tahun,” kata Kiai Said.

Haedar Nashir

“Kealiman Kiai Sahal tidak diragukan lagi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya sembari merinci tujuh kitab berbahasa Arab yang ditulis Kiai Sahal.

Kiai Said melanjutkan, Kiai Sahal merupakan sosok yang patut diteladani. “Beliau adalah sosok yang sangat kuat memegang prinsip. Bahasa kita, beliau itu sulit untuk dilobi,” kata Kiai Said di hadapan sekitar seribu warga Nahdliyin yang hadir yang memenuhi aula utama PBNU, termasuk sejumlah kader NU yang aktif di partai politik dan menduduki pos-pos penting di pemerintahan.

Haedar Nashir

Tasyakuran Peringatan Harlah ke-88 didahului dengan pembacaan tahlil dan doa bersama untuk para pendiri dan tokoh NU. Sejumlah keluarga pendiri dan tokoh NU hadir, antara lain, keluarga KH Hasyim As’ari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, KH Ma’shum, KH Zainul Arifin, KH Djamaluddin Malik, H. Asrul Sani, H Mahbub Djunaidi, dan KH Idham Chalid. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam, Doa Haedar Nashir

Hiruk-Pikuk Menjelang Lebaran di Damaskus

Tidak jauh berbeda dari Indonesia, menjelang Idul Fitri di Damaskus, Suriah, pasar tradisional dan tempat perbelanjaan ramai dikunjungi warga. Uniknya, di Damaskus, tempat perbelanjaan dan mall baru buka setelah shalat tarawih dan ramai hingga menjelang sahur.

Pusat-pusat belanja di Damaskus, seperti Pasar Hamidiye, Jisr Abyad, Hamra, Sya’laan, Salihiye, dan mall-mall seperti Mall Town Center, Mall Qasiun, Cham City Center dan lainnya juga penuh sesak dengan para pengunjung yang berbelanja untuk kebutuhan menjelang lebaran. Bazar Idul Fitri juga banyak digelar, seperti di Orient Club, yang menjual banyak kebutuhan warga dengan harga yang “miring”. Hiruk pikuk menjelang lebaran seolah melupakan krisis yang masih terjadi, melupakan segala kesedihan.

Hiruk-Pikuk Menjelang Lebaran di Damaskus (Sumber Gambar : Nu Online)
Hiruk-Pikuk Menjelang Lebaran di Damaskus (Sumber Gambar : Nu Online)

Hiruk-Pikuk Menjelang Lebaran di Damaskus

Tua muda sibuk berbelanja pakaian untuk dipakai di hari lebaran, ibu-ibu rumah tangga sibuk berbelanja bahan makanan/kue atau membeli kue instan serta kebutuhan rumah tangga lainnya, sedangkan bapak-bapak sibuk mengantar keluarga membeli kebutuhan keluarga dan tidak lupa menyiapkan uang tukaran untuk dibagikan kepada anak-anak. Tidak ketinggalan arena bermain sementara juga sedang dipasang di lapangan atau taman-taman untuk kebutuhan main anak-anak. Kebiasaan yang tidak jauh berbeda dari yang kita dapati di Tanah Air.

Haedar Nashir

Dubes RI untuk Suriah, Djoko Harjanto, turut memantau fenomema unik ini dengan melihat ke lapangan secara langsung membaur dengan warga dan meliput keramaian aktivitas tengah malam menjelang akhir Ramadhan.

“Suatu pemandangan unik dan istimewa di negara yang masih dilanda krisis sejak lebih dari 5 tahun ini, tetapi kegembiraan menyambut lebaran mengalahkan suasana krisis,” ujar Dubes Djoko dalam siaran pers Ahad (3/7) malam.

Haedar Nashir

Tidak hanya di pusat perbelanjaan, kegiatan ibadah keagamaan di masjid-masjid Damaskus juga? tidak kalah semaraknya selama bulan suci Ramadhan, terutama pada malam 27 Ramadhan. Jemaah berbondong ke masjid menghidupkan malam lailatul qadar. Tua-muda, besar-kecil, laki-laki dan perempuan semua ke masjid beribadah bersama, berdoa bersama untuk keselamatan Suriah dan berakhirnya krisis sesegera mungkin. Saking banyaknya, jemaah masjid hingga membludak ke jalanan di luar masjid.

Begitulah kebiasaan dan suasana umum menjelang Lebaran di Damaskus yang tetap semarak di tengah situasi krisis yang belum usai. Rona bahagia, tertutama pada anak-anak, tetap terpancar meski ancaman konflik dan kekerasan masih menghantui. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Internasional Haedar Nashir

Minggu, 13 November 2016

MTQ Nasional, Kebahagiaan Seluruh Umat Beragama

Mataram, Haedar Nashir - Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran tingkat nasional menjadi kesukacitaan dan kebahagiaan bagi seluruh warga Nusa Tenggara Barat. Gubernur NTB TGH Zainul Majdi mengatakan hal tersebut saat berpidato pada upacara pembukaan MTQN di gedung Islamic Centre NTB yang dihadiri Presiden Joko Widodo dan ibu negara Iriana Jokowi, Sabtu (30/7) malam.

“Jika Bapak Presiden perhatikan, ratusan lampion dari jalan sampai jalan Pejanggik, itu dipasang oleh saudara-saudara kita dari warga Tionghoa. Ini menjadi tradisi baru bagi kita sebab MTQ menjadi kebahagiaan seluruh umat beragama,” ujar Gubernur disambut aplaus ribuan hadirin.

MTQ Nasional, Kebahagiaan Seluruh Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
MTQ Nasional, Kebahagiaan Seluruh Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

MTQ Nasional, Kebahagiaan Seluruh Umat Beragama

Dua minggu lalu, lanjut Gubernur Majdi, dirinya menerima surat dari salah seorang pendeta yang menyatakan dukungan atas gelaran MTQ. Mereka berharap bisa membantu terselenggaranya hajatan nasional tersebut sembari menanyakan kepada siapa mereka musti koordinasi.

“Pendeta dan sekretarisnya menyampaikan bahwa kami mendukung penuh MTQ dan kami berharap apa yang bisa kami bantu dan kepada siapa kami harus berkoordinasi,” paparnya yang lagi-lagi disambut tepuk tangan membahana ribuan warga yang menyaksikan pidato tersebut melalui layar lebar.

Haedar Nashir

Menurut Tuan Guru Bajang, sapaan akrabnya, ini merupakan tradisi baru yang membahagiakan. Pasalnya, seluruh umat beragama di NTB dari Kristiani, Katolik, bahkan para pecalang Hindu turut serta mengamankan venue-venue dan lokasi-lokasi tempat perhelatan MTQ.

Haedar Nashir

“Hal ini menggambarkan Bapak Presiden, bahwa MTQ ini ada kesukacitaan, kesyukuran, dan kebahagiaan sekaligus kehormatan bagi kami semua,” tuturnya bangga.

Dalam kesempatan tersebut, atas nama seluruh masyarakat NTB gubernur lulusan Universitas Al-Azhar Kairo ini juga menyampaikan permohonan maaf bila dalam penyelenggaraan MTQ dan penerimaan warganya masih banyak kekurangan.

“Khususnya kepada Bapak Presiden, para duta besar, para ulama dari 13 negara Islam yang sedang ikut konferensi internasional bersamaan dengan MTQ ini,” katanya.

Gubernur juga meminta para tamu yang hadir pada acara pembukaan MTQ agar sering berkunjung ke NTB. “Sering-seringlah ke sini, pasti Bapak Ibu akan menemukan hal-hal bermanfaat, terima kasih,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Ahlussunnah, Doa Haedar Nashir

Jumat, 11 November 2016

PSSI Riau Sebut Istimewa Pembukaan Liga Santri Nusantara di Inhu

Indragiri Hulu, Haedar Nashir?

Liga Santri Nusantara Region V Provinsi Riau secara resmi dibuka Bupati Indragiri Hulu H. Yopi Arianto di Stadion Nara Singa Rengat 27 Agustus lalu. Acara ini dimulai dari pukul 20.00 hingga pukul 23.30 dihadiri oleh sekira 10.000 orang. Kick off dimeriahkan drumb band dari pesantren setempat yang diikuti oleh defile dari kafilah-kafilah perwakilan 16 pesantren se-Provinsi Riau yang mengikuti Liga Santri.?

Di antara pesantren-pesantren tersebut adalah Pondok Pesantren Salafiyah Babussalam, Pondok Pesantren Syamsyudildin, Pondok Pesantren Nurul Huda, Pondok Pesantren Darul Huda, Pondok Pesantren Al Majdiyah, Pondok Pesantren Khairul Ummah, Pondok Pesantren Al Ihsan, Pondok Pesantren Al Munawwarah, Pondok Pesantren Al Hidayah, Pondok Pesantren Darun Nahda, Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Pondok Pesantren Jabal Nur, Pondok Pesantren Al Kautsar, Pondok Pesantren Tebuireng 4, Pondok Pesantren Baqiyyatussyadiyyah, dan Pondok Pesantren Raudlatul Jannah.

PSSI Riau Sebut Istimewa Pembukaan Liga Santri Nusantara di Inhu (Sumber Gambar : Nu Online)
PSSI Riau Sebut Istimewa Pembukaan Liga Santri Nusantara di Inhu (Sumber Gambar : Nu Online)

PSSI Riau Sebut Istimewa Pembukaan Liga Santri Nusantara di Inhu

Dalam sambutannya, Ketua PSSI Asprov Riau menyebut bahwa pembukaan LSN Region V Riau-Kepri ini meriah sekali dan sudah setara perhelatan SEA Games. "Bayangkan, Indragiri Hilir ini jauh dari ibukota provinsi, tetapi lihatlah ia berani menyelenggarakan event sepakbola di malam hari. Kalau bukan infrastruktur memadai, ini tidak akan terjadi. Inilah istimewanya Liga Santri," ujar Chaidir Ketua Pengprov PSSI Riau.

Sementara itu, Bupati Indragiri Hulu dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Kemenpora dan PBNU atas terselenggaranya Liga Santri. "Pembibitan sepakbola kita harus dimulai sejak dini. Liga Santri ini membantu PSSI untuk menyelenggarakan kompetisi sepakbola di Usia-16. Ini sangat strategis mengingat belum ada kompetisi yang masif dan teratruktur di usia ini," tutur Yopi.

Labih lanjut Yopi mengungkapkan kebanggaannya pada NU. "Sebagai kepala daerah saya sangat bangga kepada NU. Bukan saja karena saya seorang Nahdliyin, tetapi karena sejarah berdirinya negara ini tidak bisa dipisahkan dari keringat, darah dan airmata para kiai, santri dan pesantren yang merupakan basis gerakan dari jam’iyah Nahdlatul Ulama," kata Yopi berapi-api.

Haedar Nashir

Tampak hadir dalam acara tersebut adalah Kadispora Provinsi Riau Doni Aprialdi, perwakilan Kapolda Riau, Kapolres Inhu, Forkompuda Provinsi Riau, Jajaran PWNU Provinsi Riau, Jajaran PCNU Inhu dan pengurus MWC NU se-Kabuoten Inhu. Selain itu perhelatan ini juga diikuti oleh seluruh pesantren dan madrasah di Inhu.

Sementara itu dari Panitia Nasional LSN diwakili oleh jajaran direksi, antara lain Cornelius Ariyanto Wibisono, Ade Abdul Aziz, dan Irham Saifuddin. Acara tersebut langsung dikoordinasikan oleh Koordinator Region V Riau-Kepri Ribhan Dwi Jayana. (Ali/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir IMNU, Nusantara Haedar Nashir

Kamis, 03 November 2016

Wakapolri Pimpin Upacara Hari Santri Nasional di Monas

Jakarta, Haedar Nashir. Wakapolri Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Syafruddin didaulat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2016 di Monas Jakarta, Sabtu (22/10).?

Jenderal Bintang tiga ini mengingatkan kepada generasi muda pada umumnya agar bisa meneladani kaum santri. Sebab merekalah elemen generasi muda bangsa yang selalu membangun semngat cinta tanah air.

Wakapolri Pimpin Upacara Hari Santri Nasional di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakapolri Pimpin Upacara Hari Santri Nasional di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakapolri Pimpin Upacara Hari Santri Nasional di Monas

“Saat ini, santri juga menjadi pioner pengembangan Iptek dan Imtak sekaligus sebagai modal memajukan bangsa Indonesia,” ujar Komjen Syafruddin di hadapan sekiat 50.000 santri yang memadati halaman Monas bagian utara.

Syafruddin yang hadir didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan mengimbau kepada masyarakat Indonesia pada umumnya agar bahu-membahu mewujudkan negara yang aman, damai, ramah, dan toleran.

Haedar Nashir

Hal itu menyikapi sering terjadinya tindakan anarkis dari segilintir kelompok dengan mengindahkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang santun dan ramah. Menurutnya, santri harus terus ikut aktif menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

Apel akbar dan upacara Hari Santri di Monas dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, para pimpinan Ormas Islam yang tergabung dalam LPOI, para menteri kabinet, jajaran kepolisian dan TNI, serta para pengurus lembaga dan banom NU. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, Aswaja, Pertandingan Haedar Nashir

Haedar Nashir

Rabu, 02 November 2016

Universitas Al-Ahgaff Yaman Ingatkan Lulusan Bawa Islam Moderat

Tarim, Haedar Nashir

Universitas Al-Ahgaff Tarim, Yaman, kembali menggelar wisuda mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum di auditorium kampus setempat. Peserta wisuda yang memasuki angkatan ke-17 ini didominasi mahasiswa asal Indonesia.

Selain prosesi wisuda, acara ini juga menjadi malam penghargaan Dekan lama Fakultas Syariah dan Hukum DR. Muhammad Abdul Qadir Al-Aydrus yang dinilai telah banyak bersumbangsih untuk Universitas Al-Ahgaff.

Universitas Al-Ahgaff Yaman Ingatkan Lulusan Bawa Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Universitas Al-Ahgaff Yaman Ingatkan Lulusan Bawa Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Universitas Al-Ahgaff Yaman Ingatkan Lulusan Bawa Islam Moderat

“Bawalah Islam yang moderat, walaupun dengan sekte yang berbeda,” kata DR. Muhammad dalam sambutannya, Kamis (28/4) malam itu. “Yang menjadikan Al-Ahgaff masih konsisten menjadi universitas unggulan ini tidak lepas dari jasa besar qism at-tasjil, yang bersikukuh menjaga ketertiban kemahasiswaan dari dulu sampai sekarang,” tambahnya.

Haedar Nashir

Melalui rekaman singkat berdurasi sekitar 5 menit, Rektor Universitas Al-Ahgaff Prof DR Abdullah Muhammad Baharun yang berhalangan hadir mengatakan, ”Sungguh kalian (para wisudawan) telah ditakdirkan belajar di bumi Tarim yang berkah, untuk belajar adab, akhlak dan ilmu syariah.”

Haedar Nashir

Ia lalu memberikan tiga pesan, yakni agar mahasiswa senantiasa berterima kasih kepada sesama manusia, tak berhenti belajar dan membaca buku, serta menyambung silaturahim di kalangan mahasiswa.

Hadir pula dalam kesempatan ini Dekan Fakultas baru, Al-Ustadz Abdullah Awadh bin Smith, Syekh Muhammad Al-Khatib, DR Abdurrahman As-Seggaf Rais Qism Ushul dan Fiqih, DR Alawy Abdul Qadir Al-Aydrus Rais Qism Abhats wal Ifta, Al-Ustadz Abdullah Husain Al-Aydrus Rais Qism Al-Aalat, Al-Ustadz Arafat Al-Maqdi Rais Qism Qanun, sejumlah tamu undangan dan seluruh mahasiswa dari berbagai lintas negara.

Ada sekitar 69 mahasiswa di antaranya 50 mahasiswa berasal dari Indonesia, 1 mahasiswa Malaysia, 1 mahasiswa Thailand, dan sisanya adalah 8 mahasiswa? Yaman dan 9 Somalia.

Sebelum sambutan Dekan baru, secara simbolis mahasiswa angkatan 17 juga memberikan kenang-kenangan berupa podium berlambang Al-Ahgaff yang merupakan sebuah kejutan hadirin malam itu. “Masa depan di pundak kalian, setelah keluar dari sini, peranan apa yang kalian bawa untuk perubahan ummat? Selalu tebarkanlah rasa kasih sayang di antara sesame,” tegas Dekan Fakultas Ustadz Abdullah Awadh. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ahlussunnah, Makam, Santri Haedar Nashir

Sabtu, 29 Oktober 2016

Bersama BNN, Pelajar NU Siap Perangi Narkoba

Jakarta, Haedar Nashir. Ikatan Pelajar Nahlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) berkomitmen turut memberantas narkoba di kalangan pelajar.

Komitmen ini diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman antara IPNU, IPPNU, dan BNN di aula lantai 8 gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (21/2). Penandatanganan dilakukan Ketua PP IPNU Khairul Anam HS, Ketua PP IPPNU Farida Farichah, dan Deputi Bidang Pencegahan BNN Yappi Manafe.

Bersama BNN, Pelajar NU Siap Perangi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama BNN, Pelajar NU Siap Perangi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama BNN, Pelajar NU Siap Perangi Narkoba

Anam mengapresiasi ajakan BNN untuk bersama-sama mencegah penyalahgunaan narkoba. Dengan melibatkan 412 pimpinan cabang aktif yang tersebar di 30 wilayah, kerja sama ini menjadi momentum positif bagi gerakan anti-narkoba.

Haedar Nashir

Farida menambahkan, selain jumlah kader yang ditaksir mencapai 3 juta anggota, IPPNU kini juga aktif di sedikitnya 200 sekolah. ”Ini merupakan potensi. Semoga kerja sama ini tak berhenti pada slogan saja, tapi harus disertai program dan kerja konkret. Dan IPPNU siap menjalankan ini,” tegasnya.

Yappi, atas nama Ketua BNN, mengatakan, IPNU dan IPPNU merupakan institusi yang tepat bagi BNN untuk menyinergikan peran, khususnya dalam upaya pencegahan penyalahgunaan di lingkungan pendidikan yang jumlahnya terus meningkat.

Haedar Nashir

”Total kerugian, baik sosial ataupun ekonomi, dari barang haram ini mencapai 48,2 triliun. Itu untuk tahun 2011. Belum lagi dampak buruk pada kasusu hukum dan kesehatan,” paparnya.

Dalam kesempatan ini, Ketua Penguru Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Iqbal Sulam, Sekretaris Jendral PBNU H Marsdi Syuhud, Deputi Bidang Rehabilitasi BNN Rusman Suria Kusuma, dan Direktur Kerja Sama Charles Victor Sitorus, ikut menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman.

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Anti Hoax Haedar Nashir

Jumat, 28 Oktober 2016

Minta Saran Ulama, Bupati Subang Kunjungi PCNU

Subang, Haedar Nashir. Hj Imas Aryumningsih, Bupati Subang, Jawa Barat meminta saran dan masukan dari ulama terkait kinerja pemerintah agar pemerintahannya yang akan segera berakhir bisa husnul khotimah. 

Minta Saran Ulama, Bupati Subang Kunjungi PCNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Minta Saran Ulama, Bupati Subang Kunjungi PCNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Minta Saran Ulama, Bupati Subang Kunjungi PCNU

Untuk itu, ia beserta rombongan kunjungi kantor PCNU Subang. Dalam kunjungan tersebut Bupati disambut oleh jajaran Mustasyar, Syuriyah, Tanfidziyah, Banom dan Panitia Hari Santri Nasional, Rabu (13/9).

"Kami sampaikan terima kasih karena selama ini NU turut berpartisipasi dalam pembangunan di Kabupaten Subang, pemerintah dan ulama harus bersinergi dalam keberlangsungan pemerintahan di Kabupaten Subang," ujarnya.

Ditambahkannya, saat ini di wilayah pesisir Subang sedang berlangsung proses pembangunan pelabuhan internasional yang akan berdampak pada kehidupan sosial, ekonomi, budaya di masyarakat. 

Haedar Nashir

Dalam menghadapi program tersebut para ulama diminta untuk terlibat dalam proses pembangunan psikis dan mental masyarakatnya.

Sementara itu, KH Musyfiq Amrullah, Ketua PCNU Subang menyampaikan beberapa saran dan pendapat diantaranya mengharapkan agar Subang menjadi daerah relijius dan mempunyai daya tarik masyarakat luar sehingga mampu mengundang wisatawan dan dapat meningkatkan Pendapatan Daerah.

"Kami juga bangga karena Subang dapat penghargaan adipura," tambahnya.

Selain itu, dalam pertemuan selama kurang lebih 1 jam tersebut disampaikan bahwa PCNU Subang akan mengadakan hajat besar yaitu peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada tanggal 22 Oktober.

Diharapkan Pemerintah Daerah turut aktif dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut karena HSN sudah menjadi hari nasional yang mesti diperingati oleh pemerintah. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Syariah, Khutbah Haedar Nashir

Kamis, 27 Oktober 2016

Peduli Nelayan, GP Ansor Gerokgak, Bali Bentuk Banser Maritim

Buleleng, Haedar Nashir?

Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali membentuk satuan khusus Barisan Ansor Maritim (Baritim) sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan pesisir, baik alam dan manusianya.

Ketua PAC, Abdul Karim Abraham mengatakan, pembentukan Baritim pada Ahad (5/3) bukan tanpa alasan, sebab kondisi geografis Kecamatan Gerokgak merupakan wilayah pesisir utara Bali sepanjang kurang lebih 60 km, membentang dari barat ke timur. Pertimbangan yang lain juga, karena mayoritas umat Muslim berada di wilayah pesisir.?

Peduli Nelayan, GP Ansor Gerokgak, Bali Bentuk Banser Maritim (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Nelayan, GP Ansor Gerokgak, Bali Bentuk Banser Maritim (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Nelayan, GP Ansor Gerokgak, Bali Bentuk Banser Maritim

Ia menginginkan Baritim ini bisa menjembatani keinginan nelayan dengan pihak lain, termasuk pemerintah dan investor.

“Nelayan di wilayah Kecamatan Gerokgak rata-rata muslim Nahdliyin, GP Ansor berkeinginan untuk bisa mengawal tatkala ada persolan nelayan dengan pihak luar, seperti contoh dengan pelaku wisata dan industri yang terkadang merugikan nelayan tradisional,” ungkapnya di Buleleng (7/3).

Karim mencontohkan kasus nelayan yang harus terusir karena wilayah pesisirnya dibangun hotel-hotel. Dan yang paling parah, dampak laut karena limbah perusahaan seperti PLTU di Celukanbawang.

Haedar Nashir

“Untuk langkah awal, Baritim akan menginventarisir masalah masalah yang dihadapi nelayan di setiap desa, kemudian kita akan coba mencari jalan keluarnya,” tegasnya.?

Pembentukan Baritim ini ditandai dengan clean up sampah plastik di pulau Menjangan dan pengibaran Bendera Ansor dan Banser di bawah laut Bali.(Abraham Iboy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Syariah, News Haedar Nashir

Senin, 24 Oktober 2016

Mudji Sutrisno: Jadi Presiden Terlalu Kecil bagi Gus Dur

Jakarta, Haedar Nashir. Kehidupan Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tak hanya berkesan di kalangan umat Islam. Sebuah pujian pun datang dari rohaniawan Katolik Prof Dr Mudji Sutrisno. Ia menilai, Gus Dur sanggup mengayomi semua golongan.

Mudji Sutrisno: Jadi Presiden Terlalu Kecil bagi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Mudji Sutrisno: Jadi Presiden Terlalu Kecil bagi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Mudji Sutrisno: Jadi Presiden Terlalu Kecil bagi Gus Dur

“Gus Dur mengemas Islam menjadi Islam yang ramah, humanis, dan humoris. Bahkan, menurut saya, (jabatan) presiden itu terlalu kecil bagi seorang Gus Dur, mestinya ya tetap jadi guru bangsa, sebab itu melebihi status apapun,” ujar budayawan ini.

Pernyataan tersebut Mudji lontarkan pada acara peluncuran buku “Gus Durku, Gus Dur Anda, Gus Dur Kita” karya Muhammad AS Hikam di Function Room, Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta, Ahad (22/9). Selain penulis buku, Hadir pula? Ketua PP Lebumi Zastrouw al-Ngatawi sebagai narasumber.

Haedar Nashir

Mudji berpendapat, kelebihan Gus Dur yang lain adalah komitmennya dalam memperjuangkan demokrasi sebagai sistem politik yang mampu melindungi minoritas maupun mayoritas.

Dalam kesempatan yang sama, Zastrouw menyebut Gus Dur sebagai komunikator ulung yang mampu memahamkan pemikiran keagamaan yang sebetulnya rumit menjadi mudah, dan menjelaskan permasalahan yang dianggap sederhana oleh orang lain secara ilmiah dan rasional.

Haedar Nashir

“Gus Dur kalau dalam istilah saya itu Amfibi Sosial, yaitu mampu hidup dan menyesuaikan diri dan meloncat-loncat di beberapa alam, dari alam bawah ke alam atas, dari alam imajiner ke alam empirik,” imbuhnya.

Zastrouw menilai, Gus Dur merupakan sosok yang tidak pernah mendikotomikan antara tradisionalitas dengan modernitas. “Modernitas yang dianggap superior, di mata Gus Dur adalah sesuatu yang biasa, tradisionalitas yang dipandang secara pegoratif dan seolah-olah disepelakan diangkat oleh Gus Dur ke permukaan,” katanya. (Fathoni/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ubudiyah, Humor Islam, Pesantren Haedar Nashir

Kamis, 20 Oktober 2016

IPNU Pesantren Cipasung Pelopori Gerakan Cipasung Clean and Fresh

Tasikmalaya, Haedar Nashir - Komisariat IPNU Pesantren Cipasung bekerja sama dengan PAC IPNU Singaparna Kabupaten Tasikmalaya mengawali gerakan Cipasung Clean and Fresh di sekitar Kompleks Pesantren Cipasung, Sabtu (20/02). Mereka melakukan pembersihan lingkungan dari pelbagai sampah.

Aksi ini juga diikuti beberapa komunitas yang digerakkan oleh IPNU Singaparna seperti Slankers,Orang Indonesia (OI), Sanggar Gamma, Sanggar Kobong, dan Komunitas Bangkong Teurab.

IPNU Pesantren Cipasung Pelopori Gerakan Cipasung Clean and Fresh (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Pesantren Cipasung Pelopori Gerakan Cipasung Clean and Fresh (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Pesantren Cipasung Pelopori Gerakan Cipasung Clean and Fresh

Gerakan ini memuat aksi bersih-bersih yang dimulai dari Kompleks Pesantren Cipasung kemudian sekitaran pondok sampai ke Jalan Muktamar NU XXIX.

Menurut Koordinator Aksi Cipasung Clean and Fresh Muhammad Najmi, gerakan ini merupakan bentuk komitmen IPNU Cipasung untuk pentingnya menjaga alam.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

“Sekarang ini banyak anak muda yang gengsi dan malu bila berdekatan dengan sampah-sampah atau malah sekarang banyak juga yang terkena virus hedonis yang hanya berpikir untuk dirinya sendiri,” kata Najmi.

Kami berusaha memberi contoh dan mengajak anak muda supaya bisa peduli lingkungan agar kita juga merasakan sangat enak dan betah berada di tempat yang bersih dan sehat, ujar Najmi. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pendidikan, Meme Islam Haedar Nashir

Selasa, 11 Oktober 2016

Tadrij al-Adani, Karya Murid Syekh Nawawi Banten di Bidang Ilmu Sharaf

Kitab Hasyiah Tadrij al-Adani karangan seorang ulama Nusantara ini telah banyak dikaji di Mesir, Turki, dan Iran. Disayangkan, karya momumental ilmu sharaf ini belum mendapat perhatian serius di pesantren maupun perguruan tinggi Islam di Indonesia.Satu lagi kitab langka karangan ulama Nusantara yang menjadi rujukan penting dalam bidang sintaksis Arab (ilmu sharaf): “Hasyiah Tadrij al-Adani ila Qira’ah Syarh al-Sa’d al-Taftazani ‘ala Tashrif al-Zanjani”, karangan Syaikh ‘Abd al-Haqq ibn ‘Abd al-Mannan al-Jawi (w. 1324 H/1906 M), cucu sekaligus murid Syaikh Nawawi al-Bantani al-Jawi.

Tadrij al-Amani merupakan hasyiah (catatan-komentar panjang) atas syarh (penjelasan) al-Taftazani (w. 792 H/ 1390 M) atas matn (teks) al-Zanjani (w. 655 H). Ketiganya (baik matn, syarh, atau pun hasyiah) sama-sama terhitung sebagai kitab terpenting dalam bidang ilmu sharaf. Tadrij al-Amani untuk pertama kalinya dicetak di Maktabah ‘Isa al-Babi al-Halabi di Kairo pada tahun 1348 H (1929 M), atau 23 tahun selepas kewafatan sang pengarang (Syaikh ‘Abd al-Haqq ibn ‘Abd al-Mannan al-Jawi).

Tadrij al-Adani, Karya Murid Syekh Nawawi Banten di Bidang Ilmu Sharaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Tadrij al-Adani, Karya Murid Syekh Nawawi Banten di Bidang Ilmu Sharaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Tadrij al-Adani, Karya Murid Syekh Nawawi Banten di Bidang Ilmu Sharaf

Menimbang nilai penting kitab ini, ia pun banyak dikaji dan disunting (dirasah wa tahqiq) oleh banyak cendikiawan, sekaligus mengalami cetak ulang berkali-kali di berbagai negara Muslim (bukan hanya di negara Arab), seperti di Iran (Kitabkhane Arumiye, Qum, 1338 H; Kitabkhane Farus, Qum, 1994 M; Dar Zain al-‘Abidin, Qum, 2015 M), dan juga di Turki (al-Maktabah al-Hanafiyyah, Istanbul, tt; Maktabah Saida, Diyarbakir, 1436 H; Dar Nûr al-Shabah, Istanbul, 2015 M).

Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi menghimpun dan mensarikan kajian-kajian terpenting dalam ilmu sharaf, memilih teori sintaksis paling baik, sekaligus menyortir pendapat paling akurat. Karena itulah, dalam halaman akhir versi cetakan edisi pertama kitab tersebut (al-Halabi, Kairo, 1929 M), disebutkan bahwa: “kitab ini sangat kaya materi, lugas bahasanya, menghimpun kajian-kajian penting yang banyak terpisah dan tercecer dalam bidang ilmu ini (sharaf/ sintaksis Arab), disertai catatan dan analisa yang tajam, yang menunjukkan akan banyaknya membaca (sang pengarang), luhur ilmunya, dan luas wawasannya”.

Haedar Nashir

Terdapat lima kitab penting ilmu sharaf yang dijadikan rujukan utama Syaikh Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi dalam menulis karyanya ini, yaitu (1) Hasyiah al-Nashir al-Laqqani ‘ala Syarh al-Taftazani, (2) Syarh al-Manshûr al-Thablawi ‘ala Tashrif al-Zanjani, (3) Syarh al-Fushûsh karangan Syaikh Nawawi al-Bantani, (4) Hasyiah al-Dadah Junki ‘ala Syarh al-Taftazani (Dede Cun, ulama Turki-Ottoman), dan (5) Hasyiah al-‘Allamah Qasim al-Ghazzi ‘ala Syarh al-Taftazani.

Haedar Nashir

Dalam asumsi saya, karya ini ditulis tak lama setelah kewafatan Syaikh Nawawi Banten (w. 1316 H/ 1898 M), kakek sekaligus guru dari Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi. Ketika menyinggung rujukan ke-3, yaitu Syaikh Nawawi al-Bantani al-Jawi, Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi mengatakan: “yang mana zaman pun menangis karena kepergiannya, dan ‘arasy al-Mannan pun terguncang karena kematiannya, seorang alim pada masanya, kebanggaan abadi; guruku sekaligus teladanku, al-Marhûm Syaikh Muhammad Nawawi ibn al-Marhûm Syaikh ‘Umar al-Jawi al-Bantani al-Tanari”.

Kitab Hasyiah Tadrij al-Adani karangan seorang ulama Nusantara ini telah (catat: telah) banyak dikaji, disunting, dan diterbitkan di pelbagai negara Muslim (Mesir, Turki, dan Iran). Yang justru disayangkan, karya momumental ilmu sharaf ini justru belum (catat: belum) mendapat perhatian serius (baik inventarisasi naskah kitab, kajian, suntingan, dst) dari sesama anak bangsanya (Nusantara) dan anak kalangannya (santri).

Padahal, dalam kata pengantar kitab ini, Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi mengatakan: “aku menjadikan kitab ini sebagai pengingat bagiku, juga bagi anak-anak sebangsaku, untuk memudahkan memahami Syarh al-Taftazani atas Matn Tashrif al-Zanjani”.

Kenyataan di atas tentu sangat pahit dan membuat sesak dada kita.

Selain mengarang Hasyiah Tadrij al-Adani, Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi juga mengarang al-Aqwal al-Mulhaqat ‘ala Syarh al-Waraqat dalam bidang uhsul fikih. Kitab ini masih berupa naskah-manuskrip yang tersimpan di Perpustakaan Kementrian Wakaf Saudi Arabia di Mekkah. Naskah-manuskrip tersebut menunggu sentuhan tangan “santri-filolog” dari Nusantara, tanah air dan bangsa dimana Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi berasal, untuk segera mengkaji dan menyuntingnya (dirasah wa tahqiq). (A. Ginanjar Sya’ban)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Lomba, Internasional, Ulama Haedar Nashir

Senin, 10 Oktober 2016

Kapan dan Dimana Pertolongan Allah Datang, Itu Rahasia

Pringsewu, Haedar Nashir. Setiap perjuangan bisa dipastikan akan menghadapi berbagai macam cobaan dan ujian. Namun dalam berjuang kita harus tetap optimis untuk meraih tujuan yang ditargetkan.?

"Jika kita pesimis dalam berjuang maka sama saja kita mengecilkan Allah SWT," demikian tegas Mustasyar PCNU Kabupaten Pringsewu H. Sujadi saat menjelaskan tafsir surah An-Nasr pada Ngaji Ahad Pagi atau Jihad Pagi di Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Ahad (18/12).

Kapan dan Dimana Pertolongan Allah Datang, Itu Rahasia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapan dan Dimana Pertolongan Allah Datang, Itu Rahasia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapan dan Dimana Pertolongan Allah Datang, Itu Rahasia

Abah Jadi, begitu beliau biasa disapa, lebih lanjut mengisahkan perjuangan Nabi saat melakukan Fathu Makkah (penaklukan kota Makkah) yang merupakan asbabun nuzul atau turunnya surat tersebut. Hasil perjuangan pun terlihat berkat pertolongan Allah dengan kekalahan orang-orang musyrik dan kemenangan di pihak Nabi.

"Setelah itu orang-orang masuk agama Allah secara beramai-ramai dan berduyun-duyun, bukan perseorangan sebagaimana halnya pada permulaan dakwah," katanya.

Haedar Nashir

Dalam kisah Fathu Makkah tersebut, ujarnya, juga banyak sekali hikmah yang bisa dipetik umat Islam dalam berjuang menegakkan Agama Allah. "Setiap perjuangan selalu ada godaan. Godaan bisa berupa teror, iming-iming, kabar-kabar yang tak jelas ataupun penghianatan," katanya.

Ia mengimbau kepada jamaah untuk senantiasa tidak gentar dengan godaan dan cobaan dalam berjuang. "Kita harus optimis dalam perjuangan. Jangan sampai pesimisme menghinggapi diri kita," tegasnya.

Abah Jadi juga mengingatkan agar dalam perjuangan senantiasa menata hati dengan memurnikan niat dan meyakinkan diri bahwa yang berhak menentukan kesuksesan adalah Allah SWT. Mengutip surat Al-Baqarah ayat 249, Allah telah menegaskan bahwa berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah.

Haedar Nashir

"Namun kapan dan dimana pertolongan Allah akan datang kepada kita semua adalah rahasia dan hanya Allah SWT yang tahu," katanya menjelaskan tafsir dengan rujukan Kitab Tafsir Jalalain. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pesantren Haedar Nashir

Selasa, 27 September 2016

Turba LP Maarif Jepara Berikan Izin Operasional Lembaga Pendidikan

Jakarta, Haedar Nashir - Tahun ini, Lembaga Pendidikan Maarif NU Kabupaten Jepara melakukan turun ke bawah (turba) dari kecamatan ke kecamatan. Turba yang bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Jepara Turba dilakukan untuk pembinaan dan sekaligus penyerahan izin operasional pondok pesantren, madrasah diniyah, dan Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) se-Kabupaten Jepara.

Demikian informasi yang disampaikan Wakil Ketua PCNU Jepara, sekaligus Kepala KUA Kecamatan Keling H Hisyam Zamroni kepada Haedar Nashir, Senin (13/3).

Turba LP Maarif Jepara Berikan Izin Operasional Lembaga Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Turba LP Maarif Jepara Berikan Izin Operasional Lembaga Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Turba LP Maarif Jepara Berikan Izin Operasional Lembaga Pendidikan

Hisyam menambahkan salah satu daerah yang menerima pembinaan dan penyerahan izin operasional adalah di wilayah paling pojok utara kaki Gunung Muria yakni Kecamatan Keling. Pelaksanaan pembinaan dan penyerahan izin operasional di Kecamatan Keling berlangsung Senin, (13/3) pagi di Pendopo Kecamatan Keling.

Haedar Nashir

“Kecamatan Keling menjadi kecamatan ke-14 dari 16 kecamatan di Kabupaten Jepara. Terdapat 2 buah pondok pesantren, 83 TPQ, dan 43 madrasah diniyah di Kecamatan Keling yang menerima pembinaan dan izin operasional,” rinci Hisyam.

Ia menegaskan, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ adalah pondasi mendasar dalam pembinaan akhlakul karimah dan keimanan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Haedar Nashir

“Dengan terpenuhinya izin operasional, kepastian hukum tentang pengelolaan dan proses belajar mengajar menjadi legal, nyaman, dan tenang,” katanya.

Hisyam juga menambahkan, pada kesempatan tersebut Ketua LP Maarif NU Jepara,? H Fathul Huda menyampaikan bahwa pondok pesantren, madin, dan TPQ adalah tempat pemberdayaan keilmuan Islam dari tingkat awal sehingga membutuhkan perhatian serius. Diharapkan pembinaan dan izin operasional akan menguatkan pemahaman ajaran aswaja mereka.

Sementara Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, H Muslih Ahmad menyatakan pentingnya membentuk sinergitas dalam proses pemberdayaan pondok pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ.

“Agar pelayanannya menjadi mudah dan terkontrol tanpa ada hambatan yang berarti dari masyarakat dan pemerintah, khususnya Kanmenag,” ujar Muslih.

Pada kesempatan tersebut turut hadir Ketua RMI Jepara Kiai Rosyif Arwani; Kepala Kanmenag Jepara H Muhdi Zamru; Kapolsek, Danramil, Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Keling. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, PonPes, Kyai Haedar Nashir

Jember Anggarkan Insentif Guru Ngaji Rp 16 milyar

Jember, Haedar Nashir. Pemerintah Kabupaten Jember Jawa Timur, mengalokasikan anggaran untuk guru ngaji sebesar Rp 16 miliar lebih. Anggaran itu tercantum dalam APBD Jember 2017 ini.

"Intensif guru ngaji ini bukan diambilkan dari dana hibah bansos, tapi dari APBD melalui Bidang PAUD dan Dikmas (Pendidikan Masyarakat) pada Dinas Pendidikan, sehingga setiap tahun akan selalu dianggarkan," ujar ? Bupati Jember Jawa Timur, Hj Faida saat memberikan sambutan dalam acara ? istigotsah dan silaturrahim dengan dua ribu lebih guru ngaji di Pondok Pesantren ? Al-Qodiri, Jember beberapa waktu lalu.

Selain guru ngaji, dikatakannya, ada 25 guru yang mengajarkan kitab suci agama selain agama Islam, juga mendapatkan insentif yang sama.?

Jember Anggarkan Insentif Guru Ngaji Rp 16 milyar (Sumber Gambar : Nu Online)
Jember Anggarkan Insentif Guru Ngaji Rp 16 milyar (Sumber Gambar : Nu Online)

Jember Anggarkan Insentif Guru Ngaji Rp 16 milyar

Menurut Bupati Faida, apa yang diberikan Pemerintah Kabupaten Jember saat ini belum seberapa jika dibandingkan dengan ikhtiar guru ngaji dalam mengajarkan Alquran sekaligus ? membina akhlaq generasi muda selama ini. Menurutnya, para guru ngaji adalah ? orang yang tulus dan penuh syukur, mereka tidak pernah menuntut haknya, kecuali hanya berjuang untuk kepentingan agama dan bangsa.

? "Betapa bahagianya kami, Bupati dan Wabup, melihat orang-orang yang wajahnya penuh syukur ini. Untuk itu, perhatian Pemerintah Kabupaten Jember sangat besar terhadap guru ngaji ini,”imbuhnya.

Jika ada guru ngaji sehat, lanjutnya, ? kesetehatannya digunakan untuk masyarakat. Dan jika ada guru ngaji yang sakit, jangan ragu untuk dibawa ke rumah sakit atau Puskesmas. “ Itu tanggungjawab Bupati. Kalau ada pegawai puskesmas tidak melayani guru ngaji , maka pejabatnya akan kita ganti," tandas Bupati ujar Faida menjanjikan.

Haedar Nashir

Dalam silaturrahmi dengan guru ngaji itu, Bupati Faida juga menyerahkan ? insentif ? tahap pertama kepada 2.305 guru ngaji dari enam kecamatan. Jumlah itu adalah sebagian dari 13.500 guru ngaji yang sudah terdata secara resmi.

? “ Mereka masing-masing akan mendapatkan insentif sebesar Rp. 1.200.000 per tahun. Isnsentif tersebut akan dicairkan dalam tiga tahap, yaitu sebelum puasa Ramadhan, menjelang ? dan setelah lebaran,”pungkasnya.

Anggaran insentif guru ngaji di Kabupaten Jember, mulai tahun 2017 ini tidak lagi diambilkan dari APBD pos bantuan sosial (Bansos) atau hibah. Hal ini untuk memudahkan pencairan ? sekaligus menjamin kontinuitas insentif guru ngaji di masa-masa yang akan datang.?

Haedar Nashir

Sebab, jika diambilkan dari dana Bansos, pencairannya harus memenuhi syarat berupa pengajuan proposal dan hanya berlaku sekali pencarian untuk satu nama guru ngaji. Artinya, seorang guru ngaji tidak boleh menerima dana Bansos berulang-ulang. Padahal, insentif guru ngaji akan diberikan secara kontinyu setiap tahun.(Aryudi A. Razaq / Muslim Abdurrahman).

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ulama, Internasional, Nahdlatul Haedar Nashir

Selasa, 20 September 2016

IPNU-IPPNU Bojonegoro Konsen Bentuk Kader Militan

Bojonegoro, Haedar Nashir. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPNU IPPNU) Kabupaten Bojonegoro menggelar Rapat Kerja Cabang (Rekercab) II,  di Aula PCNU Bojonegoro, Sabtu-Ahad, 14-15 Oktober 2017.

Ketua PC IPNU Kabupaten Bojonegoro Muhammad Nur Abidin menjelaskan,Rakercab diikuti seluruh pengurus cabang, PAC, PKPT dan termasuk komisariat se-Kabupaten Bojonegoro. Para peserta dibagi menjadi beberapa komisi.

IPNU-IPPNU Bojonegoro Konsen Bentuk Kader Militan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Bojonegoro Konsen Bentuk Kader Militan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Bojonegoro Konsen Bentuk Kader Militan

"Selanjutnya dari masing-masing komisi menghasilkan program yang lebih fokus pada peningkatan profesionalitas, progresivitas dan integritas kader muda NU yang militan," jelasnya.

Membentuk kader militan dirasa sangat perlu, karena para pelajar harus bisa hadir dan mampu berhadapan di tengah perang pemikiran di zaman yang serba canggih, perkembangan dunia maya dan gencar diisi oleh orang-orang yang disinyalir bisa memecah persatuan agama dan bangsa.

Haedar Nashir

Untuk itu beberapa program akan dilakukan berupa program unggulan di samping program wajib. Hal itu dilakukan untuk menentukan arah program organisasi satu tahun kedepan. Sedangkan, mengenai loyalitas serta profesionalitas kader, pihaknya akan menyiapkan program kerja yang sesuai tantangan zaman saat ini. Sementara itu program wajibnya berupa pelatihan berjenjang.

"Dengan program yang mengarah pada penguatan profesionalitas dan militansi kader, diharap semua lembaga pendidikan mengenal organisasi IPNU IPPNU yang selama ini mempunyai peran penting di kalangan pelajar, baik siswa, santri ataupun mahasiswa," harapnya.

Sementara itu Ketua Majelis Alumni PC IPNU Kabupaten Bojonegoro, Zainal Arifin menuturkan, IPNU-IPPNU merupakan wadah bagi pelajar NU untuk menyampaikan aspirasinya. Sebagai pengurus, wajib menindaklanjuti keinginan para pelajar melalui program sesuai dengan kemampuan.

"Tantangan zaman sekarang sangatlah keras. Kita harus punya akun media sosial utk mendukung biar nanti kita bisa menyebarkan informasi dan kegiatan yang berkaitan dengan pelajar, santri, serta mahasiswa," papar pria yang juga Sekretaris PC Ansor NU Bojonegoro.

Haedar Nashir

Sekretaris PCNU Bojonegoro H Suparno mengapresiasi PC IPNU IPPNU Bojonegoro, dimana roda organisasi tak terasa sudah setengah priodesasi. Rakercab kali ini dia harapkan menjadi bagian dari evaluasi perjalanan Organisasi PC IPNU IPPNU Bojonegoro.

"Semoga bisa menelurkan program yang dirasa sangat perlu dan penting bagi IPNU IPPNU se-Bojonegoro," pungkasnya.(Zid/Kendi Setiawan) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Warta, Humor Islam, Halaqoh Haedar Nashir

Minggu, 18 September 2016

Bukan Hanya Habluminallah dan Habluminannas

Macau, Haedar Nashir ?

Hari Rabu, 7 Juni 2017 atau 12 Ramadhan 1438, tepat sepekan sudah saya tinggal di sebuah apartemen di Macau. Di lantai dasar apartemen, berjejer salon yang harga cukur rambutnya saja bikin saya gak jadi masuk, karena sebesar 90 Macau Pataca (MOP), dan NBSP. Jika dikonversi nilainya sekitar 150 ribu rupiah.?

Bukan Hanya Habluminallah dan Habluminannas (Sumber Gambar : Nu Online)
Bukan Hanya Habluminallah dan Habluminannas (Sumber Gambar : Nu Online)

Bukan Hanya Habluminallah dan Habluminannas

Uang Pataca ini unik, karena hanya laku di Macau, tetapi tidak laku di Hong Kong. Berbeda dengan Dollar Hong Kong yang laku di sini.

Saat mengunjungi Guia Hill Municipal Park and Flora Garden, udara tidak terlalu panas seperti biasanya. Atau jangan-jangan kulit saya yang sudah beradaptasi dengan iklim setempat. Di sini lumrah terlihat anjing yang berjalan-jalan dengan pemiliknya. Binatang itu tampil dengan berbagai jenis model dan ukuran, dari yang kecil sampai yang besar. Tak jarang pula yang tampak seperti boneka.

Dalam Islam sendiri memang tidak terbatas pada hubungan yang terjalin antara manusia dengan Allah (habluminallah) dan hubungan manusia dengan manusia (habluminannas), karena Al Quran surat Ali Imran ayat 112 tersebut bicara dalam konteks orang Yahudi.

Haedar Nashir

Ada juga hubungan terhadap makhluk-makhluk Allah, mulai dari tumbuhan, hewan, bahkan jin sekalipun. Dalam Al-Qur’an banyak sekali hewan disebut di dalamnya. Bahkan ada beberapa yang menjadi nama bagi surat, sebut saja unta dalam surat Al-Ghasyiah, anjing dalam surah Al-Kahfi, Al-Naml (semut), dan al-nahl (lebah) misalnya. Bukankah dalam hadis dikatakan ada yang masuk surga karena anjng dan masuk neraka karena kucing?

Hubungan yang baik juga perlu terjalin dengan diri sendiri misalnya melalui ibadah puasa. Pada saat berpuasa kita sesungguhnya kita mengistirahatkan organ lambung, sehingga pakar kesehatan berpendapat bahwa puasa itu menyehatkan. Puasa juga melatih diri agar menjaga lisan dan pikiran. Hikmah ini tidak lain kecuali agar manusia secara pribadi menjadi lebih sehat dan lebih baik lagi.

Tak berhenti sampai situ, lingkungan dan alam raya ini pun perlu mendapat perhatian dan tata kelola yang baik. Betapa banyak kerusakan alam yang disebabkan oleh ketidakmampuan mengontrol diri. Puasa ialah perisai agar manusia tidak semakin sengsara dengan kerusakan yang ia buat sendiri.?

Di Macau tak seperti di Jakarta yang ketika tiba waktu maghrib, terdengar kumandang adzan bersahut-sahutan, dan serentak semua orang berbuka. Di sini adzan yang ditunggu hanya mengandalkan aplikasi dan tak jarang terlambat tiga sampai lima menit karena lupa melihat handphone. (Saepuloh, dai anggota Tim Inti Dai Internasional dan Media (TIDIM) LDNU yang ditugaskan ke Macau. Kegiatan ini bekerja sama dengan LAZISNU)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam, Olahraga Haedar Nashir