Minggu, 31 Desember 2017

Wabup: Jombang Siap Jadi Tempat Rehabilitasi Korban Narkoba

Jombang, Haedar Nashir. Di hadapan sejumlah pejabat, khususnya dari Kementerian Sosial RI, dan BNN Jatim, Wakil Bupati (Wabup) Jombang, Nyai Hj Mundjidah Wahab siap berperan aktif melawan narkoba. Salah satunya dengan dijadikan lokasi dibangunnya tempat rehabilitasi bagi penyakit berbahaya tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Nyai Hj Mundjidah Wahab saat memberi sambutan pada acara workshop Peran Tokoh Agama dalam Pencegahan dan Penanggulangan Narkoba di Jombang, Jawa Timur, Rabu (16/11). Kegiatan ini hasil kerjasama antara pemerintah kabupaten setempat dan PC Muslimat NU Jombang yang dilaksanakan di salah satu hotel di kota santri tersebut.

Wabup: Jombang Siap Jadi Tempat Rehabilitasi Korban Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Wabup: Jombang Siap Jadi Tempat Rehabilitasi Korban Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Wabup: Jombang Siap Jadi Tempat Rehabilitasi Korban Narkoba

"Jombang siap menjadi tempat rehabilitasi bagi korban narkoba," katanya di hadapan pejabat dari Kementerian Sosial RI, BNN Jatim, Forum Pimpinan Daerah atau Forpimda Jombang, serta utusan Muslimat NU se-Jombang.

Bagi Mundjidah, hal itu sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian lantaran kian besarnya angka korban pengguna narkoba di Indonesia. "Jombang sendiri yang merupakan 38 dari kabupaten dan kota di Jawa Timur, ternyata menempati peringat keenam tertinggi," kata Ketua PC Muslimat NU Jombang tersebut.

Baginya, hal tersebut memberikan gambaran bahwa para pengguna dan pengedar obat terlarang dan berbahaya tersebut demikian tinggi di kota santri ini.

Haedar Nashir

Di samping kesiapan untuk dibangunnya tempat rehabilitasi, putri pahlawan nasional yakni KH Abdul Wahab Chasbullah ini tiada henti-hentinya melakukan penyuluhan dan sosialiasai akan bahaya narkoba tersebut. "Termasuk dengan telah dibentuknya laskar anti narkoba dari kepengurusan Muslimat NU di Jombang," ungkapnya.

Haedar Nashir

Bahkan dalam melakukan sosialisasi ke sejumlah desa, laskar yang sudah dikukuhkan oleh Ketua Umum PP Muslimat NU yang juga Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa ini akan dibantu oleh Babinkamtibmas yakni dari unsur TNI, Polri serta perangkat desa.?

Menurut Ibu Mundjidah, kelebihan laskar antinarkoba dari Muslimat NU adalah karena para ibu lebih tahu kondisi keluarga. "Sehingga gerakan ini diharapkan bisa membentuk keluarga yang mampu menjalankan perintah agama dan peraturan negara, termasuk menjauhkan dari pengaruh narkoba," ungkapnya.

Kegiatan yang diikuti sekitar 500 peserta tersebut menghadirkan Waskito Budi Kusumo selaku Direktur Rehablitasi Sosial dan Napza Kemensos RI, serta Kepala Unit Narkoba Rumah Sakit Bhayangkara Jakarta, dr Aisyah Dahlan. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Olahraga Haedar Nashir

IPNU-IPPNU Karanglo Bersilaturahim dengan Pelajar dan Masyarakat

Jombang, Haedar Nashir - Terhitung sebulan, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Ranting Karanglo, Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur berdiri. Saat ini sejumlah pengurus sedang menyiapkan momen pelantikan untuk pengesahan.

Namun, meski belum dilantik, para Pengurus Ranting IPNU-IPPNU Karanglo mulai membangun keakraban dengan masyarakat dengan cara membudayakan silaturrahim kepada warga dan sejumlah tokoh masyarakat.

IPNU-IPPNU Karanglo Bersilaturahim dengan Pelajar dan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Karanglo Bersilaturahim dengan Pelajar dan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Karanglo Bersilaturahim dengan Pelajar dan Masyarakat

Salah satu pengurus IPPNU Ranting Karanglo Izzatul Mufidati menuturkan, sejak sepekan lalu, dirinya dan pengurus yang lain berkeliling desa mendatangi beberapa kediaman tokoh masyarakat. Hal itu untuk meminta mereka berkenan menjadi pembina IPNU-IPPNU Ranting Karanglo.

"Tanggal 20 Januari lalu, saya dan pengurus lainnya sowan ke rumah Pak Hadi, salah satu tokoh masyarakat di desa untuk merunding beliau menjadi pembina sekaligus meminta saran," tuturnya, Kamis (26/1).

Haedar Nashir

Dijelaskan Izzah, setiap pengurus mengunjungi beberapa tokoh masyarakat, ia mengaku selalu direspon positif dan diberikan saran positif pula. "Kalau sulit, jangan patah semangat, karena pasti ada jalan lain," kata Izzah menirukan ucapak Pak Hadi saat itu.

Haedar Nashir

Prihal sama juga didapati pengurus saat bersilaturrahim kepada tokoh masyarakat yang lain. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama, Meme Islam, Lomba Haedar Nashir

GP Ansor dan Fatayat NU Soloraya Ikuti Pelatihan 4 Pilar Kebangsaan

Sukoharjo, Haedar Nashir. Sebanyak 150 anggota GP Ansor dan Fatayat NU se-Solo Raya mengikuti sosialisasi empat pilar kebangsaan di Rumah Aspirasi, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (21/4) kemarin. ?

Dalam sosialisasi tersebut Anggota DPR RI, Mohammad Toha mengatakan, nilai-nilai perjuangan dan rasa nasionalisme harus terus dihidupkan terutama bagi generasi muda saat ini. Hal ini sangat penting untuk mempertahankan negara kesatuan Republik Indonesia.

GP Ansor dan Fatayat NU Soloraya Ikuti Pelatihan 4 Pilar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor dan Fatayat NU Soloraya Ikuti Pelatihan 4 Pilar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor dan Fatayat NU Soloraya Ikuti Pelatihan 4 Pilar Kebangsaan

"Sebagai Banom dari organisasi terbesar seperti NU, mempertahankan NKRI adalah harga mati. Para pejuang bangsa ini, sudah mengorbankan harta dan nyawa untuk negara kesatuan Republik Indonesia. Untuk itu, perjuangan mereka harus dilanjutkan," kata anggota DPR dari Fraksi PKB ini sambil berharap GP Ansor dan Fatayat bisa menjadi pengawal utuhnya NKRI.

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa sangat penting memberikan pemahaman tentang empat pilar kebangsaan. Sehingga masa depan bangsa akan lebih tegak dan kokoh dalam menuju cita-cita proklamasi.

Sementara itu pengasuh Pesantren Al-Muayyad Windan, M. Dian Nafi yang menjadi salah satu nara sumber dalam seminar tersebut menjelaskan tentang keadilan sosial. Baginya bangsa Indonesia perlu bersyukur karena keadilan merupakan pondasi yang ditegaskan di dalam dasar negara dan dijabarkan ke dalam peraturan perundang-undangan yang ditetapkan.

"Keadilan sosial merupakan penghargaan negara atas kenyataan kodrati manusia yang dianugrahi daya cipta dan fasilitas kehidupan untuk menjaga harkat dan membangun martabat dirinya," jelasnya.

Haedar Nashir

Kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan tersebut diselenggarakan oleh MPR RI bekerjasama dengan Lembaga Pelatihan Pendidikan Latihan dan Pemberdayaan Masyarakat (LPLPM) Madani dan Kesbangpolimas Kabupaten Sukoharjo.? (Mashri/Zunus)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan, IMNU, Humor Islam Haedar Nashir

Jejak Gus Dur di Pulau Flores

Oleh Didik Fitrianto. Mantan presiden Indonesia yang mendapatkan tempat di hati masyarakat Flores selain Bung Karno adalah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Sikap Gus Dur yang selalu menyerukan perdamaian dan toleransi mempunyai kesamaan dengan nafas orang Flores yang sangat mencintai perdamaian dan menjunjung tinggi toleransi. Bagi masyarakat Flores Gus Dur bukanlah sekadar mantan presiden tetapi juga tokoh yang menjadi panutan dan referensi soal kehidupan beragama yang belum tergantikan sampai saat ini, terutama pembelaan beliau terhadap kaum minoritas dan tertindas

Jejak Gus Dur di Pulau Flores (Sumber Gambar : Nu Online)
Jejak Gus Dur di Pulau Flores (Sumber Gambar : Nu Online)

Jejak Gus Dur di Pulau Flores

Tidak banyak catatan mengenai perjalanan Gus Dur di Flores, Nusa Tenggara Timur. Tetapi ‘jejak’ Gus Dur tentang konsistensinya akan perdamaian, toleransi, dan pembelaannya terhadap kaum minoritas begitu ‘membekas’ di hati saudara-saudara kita di Pulau Flores. Dalam kunjungan penulis di berbagai pelosok Flores saat mendiskusikan tentang perdamaian dan toleransi antar umat beragama dengan berbagai lapisan masyarakat, nama Gus Dur selalu disebut-sebut. Perbendaraan kata yang selalu muncul saat nama Gus Dur disebut adalah tokoh sederhana, tulus dan pemberani. Ketika penulis bertanya mengapa Gus Dur? Jawab mereka karena Gus Dur adalah tokoh muslim yang selalu membawa kedamaian, sepanjang hidupnya baik melalui perkataan, tindakan, maupun? kebijakannya saat menjadi presiden beliau tidak pernah menyakiti kami.

Pada tahun 2005 Gus Dur pernah mengunjungi kota Maumere, salah satu kota di Flores, di kota yang mempunyai julukan nyiur melambai ini Gus Dur melakukan kunjungan ke Sekolah Tinggi Filsafat Ledalero, sekolah calon Pastor terkemuka dan disegani di Indonesia. Dalam kunjungan tersebut Gus Dur bertemu untuk berdialog dengan para calon Pastor yang kelak akan ikut andil merawat kebhinekaan di republik ini, Gus Dur percaya membangun toleransi di Indonesia yang penuh keberagaman salah satunya dengan jalan dialog yang tulus. Gus Dur meyakini toleransi tidak akan terwujud apabila kecurigaan selalu ada diantara umat beragama, untuk itu membangun kepercayaan dan dialog tanpa henti selalu disuarakan Gus Dur dimanapun beliau berada.

Haedar Nashir

Mencari jejak Gus Dur berupa prasasti maupun monumen tidak akan kita temukan di Pulau Flores. Tetapi akan banyak kita temukan “jejak” Gus Dur di hati dan ingatan masyarakat Flores untuk mengenang sosok yang sangat mencintai perdamaian ini. Pribadi? Gus Dur yang sederhana, terbuka dan tanpa basa-basi membuat ketokohan Gus Dur selalu dikenang, dicintai dan dihormati. Toleransi di Pulau Flores harus kita akui sudah ada sejak ratusan tahun silam, jauh sebelum Gus Dur lahir, tetapi apa yang dilakukan beliau untuk mewujudkan kehidupan beragama yang saling menyanyangi dan melindungi memperkuat keyakinan masyarakat di Pulau Flores bahwa toleransi adalah budaya agung yang mereka miliki yang harus dipertahankan sampai kapan pun.

Haedar Nashir

Tegaknya kebangsaan dan kemanusiaan di Indonesia menurut Gus Dur bisa terwujud apabila fondasi dalam kehidupan bermasyarakat kokoh. Salah satu fondasi yang menjadi perhatian Gus Dur adalah Pluralisme dan kebhinekaan. Gus Dur menyadari Indonesia dibangun diatas keanekaragaman agama, suku dan bahasa. Untuk itu sepanjang hidupnya beliau mendedikasikan waktunya untuk merawat dan menjaganya demi keutuhan bangsa. Walaupun terkadang apa yang dilakukan Gus Dur tersebut menuai kecaman dan penolakan dari sebagian umat Islam sendiri yang menganggap apa yang dilakukan beliau bertentangan dengan ajaran Islam. “Gitu aja kok repot” kata Gus Dur untuk menanggapi serangan dari orang-orang yang dangkal dalam berpikir. Bagi Gus Dur ada dua acuan untuk mengawal pluralisme dan kebhinekaan, yaitu konstitusi dan subtansi nilai-nilai keislaman luhur. Yaitu Islam yang berorientasi pada kebangsaan harus mampu mewarnai kehidupan bernegara.

Di Pulau Flores Gus Dur mendapatkan realitas kehidupan masyarakatnya yang menunjukkan nilai-nilai Islami walaupun mayoritas adalah non muslim. “Ra’aitul Islama dunal muslimin, wa ra’aitul muslimin dunal islam” yang artinya, “Nilai-nilai Islami terlihat di tengah masyarakat nonmuslim, sementara umat Islam hidup tanpa nilai-nilai Islam” pernyataan cendikiawan? muslim Muhammad Abduh tersebut menjadi relevan dengan apa yang dirasakan Gus Dur di Pulau Flores.

Mungkin agak berlebihan tetapi pengalaman penulis selama lima tahun berinteraksi dengan masyarakat Flores merasakan hal sama di mana toleransi dan penghormatan akan kebhinekaan menjadi urat nadi masyarakatnya. Gus Dur dan Pulau Flores memiliki ikatan batin yang sangat kuat, di pulau ini Gus Dur menemukan sebuah masyarakat yang menjunjung tinggi persaudaraan dan penghormatan dari berbagai keyakinan dan kepercayaan. “Jejak” Gus Dur tentunya akan terus dikenang tidak hanya di tanah Flores tetapi di semua tanah yang selalu menyerukan perdamaian.

* Penulis adalah Gusdurian, bekerja di Wetlands International Indonesia, tinggal di Maumere-Flores, NTT

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Khutbah, Kajian, Hikmah Haedar Nashir

Pelajar NU Lamongan Apresiasi Film Kalam-Kalam Langit

Jakarta, Haedar Nashir - Pelajar NU Lamongan merespon segera arahan pengurus Nahdlatul Ulama terkait pemutaran film Kalam-Kalam Langit. Mereka menggelar acara nonton bareng film bermuatan pendidikan itu. Mereka mencoba mengapresiasi produksi film yang mengangkat tradisi pesantren ke layar lebar.

Ketua IPNU Lamongan Muhlisin menjelaskan bahwa film ini sangat mendidik karena mengangkat budaya pendidikan pesantren yang selama ini menjadi cirri khas pendidikan warga NU. Tak hanya itu, film karya sutradara Tarmidzi Abka ini bercerita tentang kisah kearifan masyarakat yang berdasarkan naungan pesantren dan nilai-nilai Islam yang kuat serta nilai-nilai budaya yang ada di wilayah Lombok Barat.

Pelajar NU Lamongan Apresiasi Film Kalam-Kalam Langit (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Lamongan Apresiasi Film Kalam-Kalam Langit (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Lamongan Apresiasi Film Kalam-Kalam Langit

Film ini menceritakan seorang pemuda yang gigih dalam belajar memahami dan menghafalkan Al-Qur’an hingga mahir dalam qira’atul Qur’an. Hanya sayangnya niat itu ditentang oleh ayahnya yang selalu member peringatan agar tidak memperjualbelikan kalam-kalam Illahi demi mendapatkan popularitas di kawasan pesantren.

Haedar Nashir

Lebih menarik lagi film ini melibatkan KetuaUmum NU KH Said Aqil Siroj.

“Lewat nonton bareng ini kami ingin mengajak seluruh kader dan warga NU khususnya untuk ikut mengapresiasi film ini. Ini karya kader NU. Kalau tidak kita yang mengapresiasi, lalu siapa lagi?” pungkas Muhlisin. (Red Alhafiz K)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Syariah, Kyai, Budaya Haedar Nashir

Sabtu, 30 Desember 2017

Perpisahan, Santri Futuhiyah Pentaskan Teater

Demak, Haedar Nashir. “Lihatlah, lihatlah tukang rosok itu. Dia tetap berusaha untuk makan meski keadaan sudah sangat menghawatirkan. Hanya tukang rosok itu yang? tidak mengeluh dengan keadaan desa ini.”

“Ini bukan masalah mengeluh ataupun sabar menghadapi ujian, Pak Bob. Masalah ini menyangkut warga saya. Saya bertanggung jawab dengan keadaan ini, Pak Bob.”

Perpisahan, Santri Futuhiyah Pentaskan Teater (Sumber Gambar : Nu Online)
Perpisahan, Santri Futuhiyah Pentaskan Teater (Sumber Gambar : Nu Online)

Perpisahan, Santri Futuhiyah Pentaskan Teater

Itulah sepenggal adegan dialog dari lakon "Hujan di Ujung Senja" yang? akan dibawakan kelompok terater Fatah dari Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak. Lakon "Hujan Di Ujung Senja" akan dipentaskan dalam rangka Haflah Akhiris Sanah, Khotmil Kutub, dan Muwaadaah atau upacara perpisahan Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Rabu (13/5) malam, di halaman pesantren setempat.

Haedar Nashir

Lakon “Hujan Di Ujung Senja” karya dari Miftahul Khoir memuat kritik terhadap menurunnya moral anak bangsa. Karya ini berawal dari puisi, yang kemudian diubah menjadi naskah drama.

Haedar Nashir

“Sebuah karya yang berawal dari puisi ketika saya galau di suatu senja melihat menurunnya moral anak bangsa dan akhirnya menjadi naskah drama ‘Hujan di Ujung Senja’,” kata Khoir.

Sang sutradara, Sholihul Hadi, juga akan menambahkan beberapa adegan yang menggelitik dan lelucon pada seni pertunjukkan yang semua para pemainnya adalah santri ini.

“Ya, walaupun waktu latihan sangat singkat sekali, hanya sebulan, kami yakin akan memberikan pengalaman baru bagi santri dalam pementasan terater nanti. Ini juga dalam rangka melestarikan pagelaran seni di lingkungan pesantren,” jelas Bang Khul, panggilan akrabnya.

Lakon ini nanti akan dipentaskan oleh 15 santri. Berbagai karakter dimasukkan dalam cerita tersebut.

“Banyak hal saya peroleh saat latihan seperti kedisiplinan, konsentrasi, tanggungjawab, dan lain-lain,” kata Adib Hidayatulloh,? mengungkapkan kegembiraanya atas pengalaman pertamanya ini. (Ben Zabidy/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Halaqoh Haedar Nashir

Edisi Keenam ‘Serambi Al-Muayyad’ Segera Meluncur

Solo, Haedar Nashir. Setelah beberapa bulan dinanti, majalah Serambi Al-Muayyad kembali terbit. Majalah yang dikelola para santri pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Solo ini, akan diluncurkan saat peringatan haul KH Umar Abdul Mannan, Jumat (18/7) mendatang.

Edisi Keenam ‘Serambi Al-Muayyad’ Segera Meluncur (Sumber Gambar : Nu Online)
Edisi Keenam ‘Serambi Al-Muayyad’ Segera Meluncur (Sumber Gambar : Nu Online)

Edisi Keenam ‘Serambi Al-Muayyad’ Segera Meluncur

Kepada Haedar Nashir, seorang redaktur Serambi Al-Muayyad Miftahul Abrori menuturkan, edisi keenam ini membahas hubungan antara tiga sesepuh sekaligus pendiri pesantren Al-Muayyad. Mereka ialah KH Abdul Mannan, KH Ahmad Umar dan KH Ahmad Shofawi.

“Salah satu penulis Muhammad Ishom mengangkat tulisan ini agar lebih banyak orang memahami hubungan para sesepuh. Sebab sebelumnya, kami sering ditanya perihal tersebut. Mereka yang bertanya tidak hanya dari kalangan internal pesantren Al-Muayyad, tetapi juga dari kalangan masyarakat luas,” terang Miftah.

Haedar Nashir

Redaksi Serambi Al-Muayyad kali ini, Miftah melanjutkan, menyajikan kisah inspiratif seseorang warga negara Indonesia dalam menjaga keimanannya selama tinggal di Negeri Paman Sam. Redaksi juga mengulas tema terkait Pilpres, Ramadhan, dan Piala Dunia. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir AlaSantri, Ubudiyah, Aswaja Haedar Nashir

Pemilihan Ketua IPNU Sarana Pembelajaran Demokrasi

Jepara, Haedar Nashir. Madrasah Aliyah (MA) Walisongo Pecangaan menggelar Pemilihan Umum ketua IPNU-IPPNU dan OSIS. Pemilu yang menjadi sarana pembelajaran berdemokrasi? ini diikuti seluruh elemen madrasah yang terdiri dari guru, karyawan dan siswa.

Pemilihan Ketua IPNU Sarana Pembelajaran Demokrasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemilihan Ketua IPNU Sarana Pembelajaran Demokrasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemilihan Ketua IPNU Sarana Pembelajaran Demokrasi

Muhammad Arif Budiman, ketua kegiatan mengatakan sebelum pemilihan telah diadakan beberapa rangkaian kegiatan diantaranya adalah debat kandidat dan mimbar bebas.

“Sebelumnya panitia telah menggelar debat kandidat dan mimbar bebas sebagai sosialisasi visi dan misi kepada seluruh elemen MA Walisongo,” bebernya kepada Haedar Nashir, Senin (15/10).

Haedar Nashir

Budiman memaparkan, pemilihan umum ketua IPNU-IPPNU dan OSIS diikuti masing-masing 4 kandidat. Kandidat ketua IPNU yaitu M Habibullah (X A), Fakhurrois Hidayat (X B), Ahmad Auliya Asror (XI IPA) dan M Syihabuddin (XI IPS). Sedangkan IPPNU adalah Maftuhatun Nurul Millah (X A), Maisa Laili Safitri (X B), Nur Isti Uswatun Khasanah (XI IPA) dan Dini Indra Sari (XI IPS).

Untuk OSIS yaitu Mafaza Nur Aliyah (X A), Ahmad Slamet (XI IPS), Ni’matul Munafi’ah (X B) dan Nor Syarifudin (XI IPA).?

Haedar Nashir

“Dari nama-nama yang diajukan untuk menjadi calon ketua IPNU-IPPNU dan OSIS telah kami lakukan seleksi, baik secara administratif maupun wawancara sehingga hasilnya masing-masing organisasi diikuti oleh 4 kandidat terbaik untuk merebutkan satu kursi,” paparnya.

Pendidikan Kewargaan

Waka kesiswaan Muhlisin mengungkapkan, kegiatan bertujuan memberikan civic education (pendidikan kewargaan) kepada pemilih pemula. “Kegiatan ini untuk mempersiapkan pemilih pemula menghadapi pemilihan umum pada tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Muhlisin pemilihan juga berguna untuk mencetak pemilih yang aktif. “Pada pemilihan ini, seluruh siswa kami wajibkan untuk memilih agar pada pemilu-pemilu kedepan siswa akan aktif untuk mengikuti pesta demokrasi sehingga angka golput di negara ini bisa menurun,” imbuhnya.

Hal senada dilontarkan Rohmadi, kepala madrasah. Menurutnya siswa harus dibekali pendidikan kewargaan sejak di bangku sekolah. “Pendidikan Kewarganegaraan yang didapatkan di kelas harus diaplikasikan. Pemilihan Ketua IPNU-IPPNU dan OSIS ini merupakan salah satu aplikasinya,” lontarnya.

Ia berharap kepada seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan dengan baik. “Siswa-siswi harus mengikuti pemilihan umum dari awal hingga akhir dengan baik sehingga pendidikan kewargaan akan tertanam benar pada diri peserta didik,” harapnya.

Salah satu pemilih, Siti Romdlo Zairotul Ula antusias mengikuti kegiatan tersebut. “Saya antusias mengikuti pemilihan umum ini, karena baru pertama kalinya di gelar secara langsung,” akunya.

Dari 202 pemilih, IPNU yaitu M Habibullah (48), Fakhurrois Hidayat (14), Ahmad Auliya Asror (94) dan M Syihabuddin (43) dan 3 suara batal. Untuk IPPNU yaitu Maftuhatun Nurul Millah (29), Maisa Laili Safitri (21), Nur Isti Uswatun Khasanah (62) dan Dini Indra Sari (86) dan batal 4 suara.?

Sedangkan OSIS hasilnya Mafaza Nur Aliyah (45), Ahmad Slamet (101), Ni’matul Munafi’ah (4), Nor Syarifudin (49) dan 3 dianggap batal.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Daerah, Nahdlatul, Doa Haedar Nashir

Tanggulangi Narkoba, Muslimat NU Pekalongan Dirikan Rumah Pintar Adiksi

Pekalongan, Haedar Nashir. Kementrian Sosial memberikan apresiasi terhadap kegiatan Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Pekalongan. Hal ini karena Muslimat NU Pekalongan dinilai peduli melakukan gerakan terhadap pencegahan penanggulangan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif (NAPZA) salah satunya dengan mendirikan Rumah Pintar Adiksi.?

Tanggulangi Narkoba, Muslimat NU Pekalongan Dirikan Rumah Pintar Adiksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanggulangi Narkoba, Muslimat NU Pekalongan Dirikan Rumah Pintar Adiksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanggulangi Narkoba, Muslimat NU Pekalongan Dirikan Rumah Pintar Adiksi

Rumah Pintar Adiksi yang didirikan Muslimat NU Pekalongan menempati eks Gedung PCNU Jalan Dr Sutomo Kota Pekalongan yang dalam pelaksanaanya rumah pintar terebut akan menjadi pusat rehabilitasi berbasis agama, juga menjadi pilot projek di Kementrian Sosial RI.

Direktorat Jendral Rahabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Waskito Budi Kusumo mengatakan, Kemensos sangat mengapresiasi terhadap Muslimat NU Kota Pekalongan ini, karena gagasanya untuk mendirikan rumah rehabilitasi narkoba.?

“Rumah Pintar Adiksi di Pekalongan ini dalam waktu dekat akan segera dilakukan bimtek, diharapkan agar langkah yang dilakukan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, jangan sampai ada salah langkah dan lain sebagainya,” tandasnya, saat peresmian Rumah Pintar Sahabat Adiksi dan Kampung Pelopor Indonesia Tanpa Narkoba, Muslimat NU Kota Pekalongan, Sabtu (17/6)

Haedar Nashir

Dikatakannya, peran dan kiprah Muslimat NU begitu sangat strategis dalam membina keluarga, kedekatannya terhadap anak-anak dalam setiap hari menjadi penentu dalam pencegahan dan penyalahgunaan terhadap narkoba.?

“ Kemensos RI, sangat menginginkan di daerah lain pun seperti di Pekalongan ini, karena narkoba di seluruh Indonesia telah menjarah kehidupan banyak kalangan,”tandasnya.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kota Pekalongan Hj Nur Khikmah kepada Haedar Nashir menjelaskan bahwa pendirian Rumah Pintar Adiksi tersebut tidak lepas dari dorongan oleh Pimpinan Pusat Muslimat NU, yang dilatarbelakangi dengan dibentuknya Laskar Anti Narkoba.?

"Awalnya ide untuk membuat Rumah Pintar Adiksi ini muncul sepulang dari bimtek, yang diadakan oleh pimpinan pusat di Bekasi Jawa Barat. Sepulangnya langsung kita sikapi dengan melakukan audiensi pemerintah daerah, yang saat itu wakil walikota mendukung sepenuhnya," ungkapnya.

lebih Lanjut ? Nur Khikmah mengatakan, para ibu-ibu muslimat sangat khawatir melihat fakta di lapangan. Banyak di desa-desa yang sudah menjadi korban dan bahkan ada yang menjadi bandar, padahal anak-anak tersebut dari segi pengetahuan agama dan pendidikan lumayan cukup.?

Haedar Nashir

“Sebagai gerakan awal di setiap pengajian rutin hari jumat di masing-masing kelurahan se Kota Pekalongan, selalu disampaikan tentang bahaya narkoba dan juga dilakukan seminar di kalangan pengurus,”imbuhnya.

Nur Khikmah menambahkan, kerja keras yang dilakukan Muslimat NU sekarang mendapat titik terang, sebab gagasan untuk mendirikan rumah pintar adiksi akhirnya terwujud, setelah berkerjasama dengan Institusi Penerima Wajib Lapor ( IPWL) Al Malaa. Bahkan rumah rehabilitasi berbasis psikologi dan agama diresmikan Langsung oleh Direktorat Jendral Rehabilitasi Sosial Kemesnsos RI, sekaligus sebagai pilot project.

Dalam pelaksanaan Rumah Pintar Adiktif yang dikelola Muslimat NU nantinya akan mendapat banyak dukungan, baik dari instansi terkait, dan juga dari internal di Nahdlatul ulama, seperti GP Ansor, Fatayat NU, IPNU IPPNU dan lembaga di lingkungan NU yang salama ini juga telah melakukan kegiatan preventif melalui penyuluhan tentang bahaya narkoba. ( Nafi / Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nusantara Haedar Nashir

PCNU Sumedang Laksanakan Muskercab II

Sumedang, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang pada Sabtu (2/2) melaksanakan kegiatan Musyawarak Kerja Cabang (Muskercab) II di Hotel Kencana Sumedang. 

Kegiatan ini juga melibatkan banom, lanjah dan lembaga yang ada di PCNU Kabupaten Sumedang. 

PCNU Sumedang Laksanakan Muskercab II (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumedang Laksanakan Muskercab II (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumedang Laksanakan Muskercab II

Muskercab adalah forum Musyawarah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama yang bertujuan untuk melakukan Perumusan rencana kerja pelaksanaan Program PCNU sekaligus membuat perencanaan strategis baik untuk perbaikan atau penyempurnaan maupun menganulir program agar tetap sesuai dengan kondisi kebutuhan saat ini.

Haedar Nashir

Pembukaan acara dihadiri perwakilan dari aparat pemerintah, kemenag, DPRD, dan bakal calon bupati dan calon wakil bupati yang ada di Kabupaten Sumedang.

Ketua PWNU Jawa Barat H Eman Suryaman membuka acara Muskercab. Ia berpesan agar membuat program yang menyentuh masyarakat. Jika ada musibah seperti banjir dan bencana alam yang, NU harus tampil paling depan supaya akhlaknya NU ditiru dan diikuti oleh masyarakat banyak. 

Haedar Nashir

Lebih jauh ia mengatakan bahwa janganlah membuat kegiatan penyebaran agama Islam yang bertentangan dengan yang biasa dilakukan oleh Wali Songo, tetapi membuat kegiatan yang tidak berbenturan dengan budaya setempat supaya Sumedang dengan moto Tertib Aman Nyaman Dinamis ANGgun (Tandang) dapat terwujud.

Dalam kesempatan lain, ketua PCNU Kabupaten Sumedang, KH Sa’dulloh, SQ sebelum mengawali kata sambutannya, beliau mewakafkan sebuah mobil Toyota kijang untuk kepentingan warga NU. 

Beberapa tahun sebelumnya, ia juga pernah mewakafkan tanah untuk pembangunan gedung MWCNU di salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Sumedang. Hal ini ia ungkapkan bukannya ria atau ingin dipuji orang, tapi ini bentuk kecintaannya terhadap pembangunan NU di Sumedang.

Dalam sambutannya juga, H Sa’dulloh mengatakan kebanggaanya terhadap perkembangan NU di Sumedang. Terbukti dengan terbentuknya seluruh banom, lanjah, dan lembaga NU di Sumedang. Salah satu yang mesti dibanggakan adalah Lembaga Ma’arif NU yang sudah mempunyai 53 sekolah dari mulai tingkat RA sampai ke tingkat SLTA. Malahan sekarang lagi merintis STAI NU yang sudah berjalan 2 tahun. Ia selalu berharap NU di Sumedang dari tahun ke tahun semakin maju dan terus berkembang.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ayi Abdul Qohar

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hadits Haedar Nashir

Besok, JATMAN Jateng Adakan Manaqib Kubro

Sukoharjo,Haedar Nashir. Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah (JATMAN) Idaroh Wustho Jawa Tengah, akan mengadakan pertemuan yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Anwar Sarang Kabupaten Rembang, Ahad (15/9) besok atau bertepatan dengan 9 Dzulqoidah 1434 H.

Besok, JATMAN Jateng Adakan Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok, JATMAN Jateng Adakan Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok, JATMAN Jateng Adakan Manaqib Kubro

Para peserta yang diundang yakni para pimpinan pengurus JATMAN Jateng diantaranya KH Dzikron Abdullah dan KH Latif Mastur Ihsan, perwakilan JATMAN se-Jateng, Muslimat Thoriqoh, Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah (MATAN) dan tamu undangan lain.

Dalam kegiatan tersebut selain diadakan berbagai pertemuan yang akan membahas agenda organisasi, juga diselenggarakan kegiatan manaqib dan bahstul masail. Yang khas dari bahtsul masail warga thoriqoh ini, tentu meliputi permasalahan kethoriqohan, disamping juga membahas permasalahan yang berkaitan dengan fiqih (syariah).

Haedar Nashir

Salah satu peserta yang dihubungi Haedar Nashir, Idaroh Syu’biyyah Sukoharjo, mengatakan akan mengikuti acara tersebut. “Rencana kami akan berangkat malam Ahad, rombongan dari Sukoharjo kita akan naik 5 mobil,” papar Sekretaris JATMAN Sukoharjo, Mukhlis Suranto.

Haedar Nashir

Suranto menerangkan agenda acara pada kagiatan besok, yakni pada siang harinya akan diadakan sejumlah pertemuan dan bahtsul masail. Sedangkan pada malam harinya akan diisi dengan kegiatan manaqib kubro.

Dan kemungkinan, acara akan ditutup dengan wejangan yang akan disampaikan oleh Rais A’am JATMAN, Habib Muhammad Luthfi bin Ali Yahya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote Haedar Nashir

Jumat, 29 Desember 2017

Dua Tantangan NU Saat ini

Jepara, Haedar Nashir. Ketua Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LBHNU) Kabupaten Jepara Hindun Anisa mengatakan, sebagai organisasi, NU di era globalisasi ini menghadapi banyak tantangan. Di antaranya tantangan di bidang informasi dan Islam "radikal" dan "liberal".

“Website di internet banyak dikuasai oleh kelompok bukan NU,” katanya pada Sarasehan “Mengapa Harus NU?” yang dilaksanakan PAC IPNU-IPPNU Nalumsari di Kampus 2 SMK Terpadu Hadziqiyah desa Tritis kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara, Ahad (08/3).

Dua Tantangan NU Saat ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Tantangan NU Saat ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Tantangan NU Saat ini

Menurut dia, warga NU yang mengakses kaidah agama di internet akan bersinggungan dengan media-media non-NU sehingga sudah saatnya kiai dan santri melek internet.

Haedar Nashir

Tantangan kedua, lanjut perempuan yang sering disapa Neng Hindun, ini NU berhadapan dengan Islam radikal dan liberal.Paham keagamaan NU yang menganut konsep tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), i’tidal (adil) dan tasamuh (toleransi) itu yang membuat negara adikuasa tidak suka dengan kebesaran NU di Nusantara.

Haedar Nashir

Pantas saat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi Presiden ke-4 RI, tegas Neng Hindun, negara adikuasa itu tidak rela orang NU memimpin bangsa. Negeri penguasa itu, tidak pernah memuji Gus Dur namun terus-menerus menjelek-jelekkan putra KH Wahid Hasyim tersebut hingga lengser.

Segala macam cara dilakukan media Barat tersebut. “Mereka (Barat, red) membangun wacana, waktu itu Gus Dur ialah antek Amerika. Padahal saya meyakini kelompok radikal yang menjelek-jelekkan Gus Dur ini suruhan mereka,” sambungnya.

Ia juga menyebut NU mempunyai peran untuk merebut kemerdekaan. Sehingga? organisasi yang bermakna kebangkitan ulama ini bersiteguh untuk mempertahankan NKRI. Kelompok-kelompok yang hendak mengobok-obok eksistensi NKRI sama dengan berhadapan NU.

Misalnya saja Kongres Umat Islam Indonesia yang dilaksanakan di Yogyakarta belum lama ini merupakan contoh kelompok yang hendak mengganti Pancasila sebagai dasar negara dan diganti dengan Islam.

Padahal pada Munas Alim Ulama 1983, lanjut istri KH Nuruddin Amin, itu cukup menegaskan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Karena itu, pembicara lain, Mustaqim Umar menyatakan menjadi orang NU harus bangga. “Tidak usah getun menjadi warga NU. Tunjukkan ke-NU-an kita. Kita harus yakin orang NU berkualitas,” terang Sekretaris LPNU Jepara.

Sebab, kata Mustaqim, NU sangat dihormati dunia dikenal sebagai penebar Islam rahmatan lil alamin. Diterimanya organisasi rahmatan lil alamin di mata dunia lantaran menggunakan pendekatan ala Indonesia.

Kegiatan yang diawali sambutan pengasuh Pesantren Hadziqiyah KH Chayatun Abdullah Hadziq. pada kesempatan itu ia mengatakan, jamiyyah NU yang didirikan KH Hasyim Asyari dan kiai-kiai lain merupakan organisasi untuk mengenal Tuhan Yang Maha Esa. Lebih dari itu, ormas yang dilahirkan 1926 itu merupakan organisasi untuk menyelamatkan bangsa dan negara.

kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari pelajar dan delegasi Banom NU tersebut merupakan pamungkas rangkaian Harlah IPNU ke-61 dan IPPNU ke-60 dari 02 Februari hingga 08 Maret 2015 yang meliputi Ziarah, Karnaval, Bakti Sosial dan Santunan Yatama. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Ubudiyah, Daerah Haedar Nashir

Menikmati Irama Dzikir Peziarah

Setiap hari Jum’at-Ahad atau hari libur tanggal merah, suasana makam wali selalu dipenuhi oleh para peziarah dari penjuru kota di Indonesia. Bahkan bila datang bersamaan, tempat makam wali-wali itu hampir tidak muat menampung peziarah yang berombongan. 

Begitu pula halnya makam Syech Ja’far Shodiq (Sunan Kudus) dan Raden Umar Said (Sunan Muria) selalu penuh sesak hingga harus ada yang menunggu di luar area makam. Suasana demikian tampak saat Haedar Nashir berziarah ke makam Sunaan Kudus, Jum’at malam (24/5).

Ketika Haedar Nashir baru masuk, ruangan makam sudah dipenuhi para peziarah. Dilihat dari logat bahasanya , mereka berasal dari beberapa daerah diantaranya Tasik, Pekalongan dan daerah Jawa timuran.

Menikmati Irama Dzikir Peziarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menikmati Irama Dzikir Peziarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menikmati Irama Dzikir Peziarah

Tanpa menggunakan pengeras suara, mereka (peziarah) membaca  tahlilan, ada yang membaca Yasin dan berdo’a bersama dengan nada suara keras. Bagi yang rombongan, tahlilan dilakukan berjamaah dengan dipimpin seorang imam /kyai.

Saat Tahlilan sudah mulai berdzikir, terasa keindahan irama masing-masing rombongan yang  duduknya bersebelahan di ruangan makam Sunan Kudus.  Dzikir yang dilafadzkan intonasi iramanya berbeda-beda yang dibarengi kekhusukan geleng kepala kekanan dan kekiri.

Disatu  rombongan melafadzkan dengan intonasi ditekan dan putus putus seperti "Laa..ilaaha illallah", begitu pula rombongan lainnya bernada datar menggunakan irama seperti nyanyian. Yang jelas, dari beberapa rombongan yang dalam satu ruangan makam itu sangat berbeda-beda.

Haedar Nashir

Mendengar irama dzikir demikian, Haedar Nashir jadi teringat mauidhah hasanah Rois Am jamiyah Thariqoh al Mu’tabarah An nahdliyyah (Jatman) Habib Lutfiy bin Yahya. Dalam berbagai pengajian, Habib asal pekalongan ini selalu menegaskan suasana makam walisongo merupakan cermin keindahan dari keberagamaan dan perbedaan ummat.

“Meski satu duduk bersebelahan dalam satu ruangangan  dengan  melafadzkan kalimat yang sama (dzikir) namun  iramanya berbeda,  tidak terjadi gesekan dan pergunjingan padahal mereka berasal dari daerah yang berbeda-beda pula. Inilah pelajaran yang berharga  dari indahnya kehidupan berbangsa dan beragama,”kata Habib Lutfiy suatu ketika dalam acara pengajain umum di Kudus.

Haedar Nashir

Disamping itu, Walisongo ini memang mampu membawa keberkahan  segala aspek kehidupan mulai ekonomi, persaudaran dan kebersamaan. “Walisongo atau ulama yang sudah wafat memberkahi yang orang yang hidup,” tambah Habib singkat.

Dari apa yang disampaikan Habib ini memang benar. Bukan saja keberkahannya dalam berziarah tetapi dari irama dzikir para peziarah di makam sudah terasa keindahannya. Ketika kita di ruangan makam, terasa ada ketenangan dan keindahan meski penuh kebisingan irama dzikir para peziarah. (Qomarul Adib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian Sunnah, Ubudiyah Haedar Nashir

Kaum Sarungan Jadi Pelopor Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Pamekasan, Haedar Nashir. Geliat Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Jawa Timur di berbagai kabupaten/kota, menjadi indikasi kuat bahwa kebangkitan ekonomi Indonesia ke depan bakal dipelopori kaum sarungan. Apalagi, omzet BMTNU beserta labanya terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Kaum Sarungan Jadi Pelopor Kebangkitan Ekonomi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaum Sarungan Jadi Pelopor Kebangkitan Ekonomi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaum Sarungan Jadi Pelopor Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Hal demikian diakui Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Pamekasan, Jhon Yulianto, saat dihubungi Haedar Nashir melalui saluran telepon genggamnya, Senin (16/1).

Jhon mengaku heran hingga kini BMTNU tetap bertahan dan meningkat pesat. Kata Jhon, mungkin itu berkah dari perjuangan para kiai dan warga Nahdliyin yang komitmen menjauhi riba.

"Koperasi di pemerintahan tidak mengalami kemajuan secepat BMTNU. Padahal, sifatnya wajib; cukup motong gaji pegawai," terangnya.

Haedar Nashir

Pihaknya yakin BMTNU akan menjadi satu-satunya koperasi yang terus berjuang dalam kemaslahatan umat. Pihaknya menyambut baik dan akan belajar kepada BMTNU terkait bagaimana koperasi konvensional menjadi berbasis syariah.

"Kita ketahui bahwa Islam anti kemiskinan. Dan NU mampu mengongkretkan spirit itu melalui BMTNU-nya yang tersebar di mana-mana serta menyentuh hingga lapisan terbawah masyarakat," tukasnya. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pesantren, IMNU, Nasional Haedar Nashir

Haedar Nashir

Muslimat NU Suarakan Pentingnya Perlindungan Konsumen

Jakarta, Haedar Nashir - Sedikitnya 100 ibu-ibu anggota Muslimat NU Jakarta Utara menjadi peserta kegiatan bertajuk Penyuluhan Konsumen Cerdas di Kantor MUI Jakarta Utara, Selasa (28/2) lalu.

Acara ini terselengara atas kerja sama Muslimat NU Jakarta Utara dan Kementerian Perdagangan RI. Forum ini menghadirkan Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Diah Palupi yang berbicara perihal pentingnya mutu produk terhadap keamanan konsumen dan praktisi perlindungan konsumen Jakarta Aman Sinaga dengan materi peranan badan penyelesaian sengketa konsumen.

Muslimat NU Suarakan Pentingnya Perlindungan Konsumen (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Suarakan Pentingnya Perlindungan Konsumen (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Suarakan Pentingnya Perlindungan Konsumen

Selain itu, Ketua PP Muslimat NU Hj Siti Aniroh SEY juga hadir dan menyajikan materi Perlindungan Konsumen Perspektif Hukum Islam.

Aniroh menegaskan pentingnya Muslimat NU melakukan peningkatan perlindungan kepada konsumen serta mengupayakan tersedianya makanan yang sehat.

Haedar Nashir

“Untuk mewujudkan masyarakat sejahtera dan berkualitas perlu dijiwai ajaran Islam Ahlusunnah wal Jama’ah termasuk dalam penyediaan makanan yang dikonsumsi keluarga,” kata Aniroh.

Sekretaris Muslimat NU DKI Jakarta Yayah Ruchyati menyampaikan pada Kamis (3/2), acara tersebut sangat penting untuk menggerakkan peran Muslimat NU DKI Jakarta dalam memberikan pemahaman betapa perlunya perlindungan bagi konsumen.

Haedar Nashir

“Agar anggota Muslimat bisa menyampaikan pengetahuan mengenai pentingnya pengertian serta pemahaman hukum Undang-undang perlindungan konsumen,” ujar Yayah. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan Haedar Nashir

Bumikan Al-Qur’an, Ma’had Ibnu Katsir Luncurkan Gemma

Jember, Haedar Nashir. Tuntutan layanan Al-Qur’an dari masyarakat yang semakin tinggi, mendorong Ma’had Tahfidz Qur’an Ibnu Katsir Jember meluncurkan program Gerakan Mencintai dan Memuliakan Al-Qur’an (Gemma).

Bumikan Al-Qur’an, Ma’had Ibnu Katsir Luncurkan Gemma (Sumber Gambar : Nu Online)
Bumikan Al-Qur’an, Ma’had Ibnu Katsir Luncurkan Gemma (Sumber Gambar : Nu Online)

Bumikan Al-Qur’an, Ma’had Ibnu Katsir Luncurkan Gemma

Peresmian peluncuran program tersebut dilakukan oleh penasehat Ma’had yang juga Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, Imam Suprayogo di aula Soenarjo, kantor Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka), Jl. PB. Sudirman, Jember, Ahad (10/3) lalu.?

Menurut Imam, pelayanan sekaligus pembumian Al-Qur’an saat ini sudah begitu mendesak. Sebab, “Al-Qur’an mempunyai jawaban terhadap segala problematika masyarakat,” ujarnya.

Haedar Nashir

Imam menambahkan, Al-Qur’an merupakan solusi dari pesoalan bangsa. Sebab, di dalam Alquran sudah ada jawaban dari persoalan apapun yang melanda manusia. ? Dikatakan Imam, dirinya pernah ditanya Menteri Agama soal apa yang harus dilakukan Kemenag dengan mahasiswa.

Haedar Nashir

“Saya sampaikan bahwa mahasiswa harus dekat dengan tiga hal; dekat dengan Al-Quran, masjid dan ulama atau cendekiawan,” katanya seraya menegaskan bahwa mahasiswa yang seperti itu akan memantik sukses.

Sementara itu, Direktur ? Ma’had Tahfidz Quran Ibnu Katsir Jember, Abu Hasanuddin menyatakan bahwa peluncuran Gemma dilatarbelakangi oleh keinginan memenuhi kebutuhan layanan Alquran dari masyarakat. Sebab, masyarakat Jember, masih banyak yang tidak tahu baca tulis Alquran, dan mereka menutut pihaknya untuk menyediakan jasa bimbingan membaca Alquran.?

“Sebagaimana kita tahu pesantren ini memfokuskan pada santri yang ingin menghafal Al-Qur’an, dan mereka rata-rata mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jember. Nah, yang butuh bimbingan Alquran, bukan hanya santri tapi juga masyarakat. Untuk itulah kita buat Gemma,” tutur Ust. Abu Hasanuddin kepada Haedar Nashir.

Dalam kesempatan itu, sejumlah tokoh hadir, di antaranya adalah Rektor STAIN Jember, Prof. Babun Suharto, Muh. Thamrin (tokoh NU), Asiten II Pemab Jember, Slamet Oerip Santoso, Direktris RS. Bina Sehat, Faida dan ratusan undangan.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Aryudi A. Razak

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pahlawan, Kajian Haedar Nashir

Kamis, 28 Desember 2017

Bahaya Dosa Kecil Menurut Ibnu Athaillah

Banyak dari kita membedakan dosa kecil dan dosa besar. Kita cenderung berani menerjang dosa kecil dengan anggapan bahwa sanksi atau siksa yang akan kita terima masih dalam jangkauan kesanggupan kita menanggungnya. Bisa jadi kita keliru karena kita tidak akan pernah tahu apakah siksa atas dosa kecil itu juga ringan?

Perihal ini, Syekh Ibnu Athaillah mengatakan,

Bahaya Dosa Kecil Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahaya Dosa Kecil Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahaya Dosa Kecil Menurut Ibnu Athaillah

? ? ? ? ?

Haedar Nashir

Artinya, “Tak ada dosa kecil ketika kau dihadapkan pada keadilan-Nya.”

Haedar Nashir

Syekh Zarruq menyarankan agar kita tidak melihat seberapa kecil dan seberapa besar dosa yang kita lakukan. Yang harus kita perhatikan, menurutnya, adalah keadilan dan kemurahan Allah. Kedunya ini yang menentukan besar-kecilnya dosa yang kita lakukan.

?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?"

Artinya, “Menurut saya, perhatikanlah keadilan dan kemurahan-Nya, bukan kesalahan dan aibmu baik itu dosa kecil maupun dosa besar. Sesuai dengan (prinsip) ini, tak boleh cenderung (menganggap kecil atau besar dosa) karena kita tidak tahu akan disambut (dengan kemurahan-Nya) atau dihadapkan (pada keadilan-Nya). Yahya bin Muadz RA mengatakan, ‘Jika kemurahan Allah menyelimuti mereka, maka tak satupun kesalahan mereka tersisa. Tetapi jika keadilan-Nya tegak di hadapan mereka, maka tak satupun kebaikan mereka yang tinggal,’” (Lihat Syekh Zarruq, Syarhul Hikam, As-Syirkatul Qaumiyyah, 2010 M/1431 H, halaman 64).

Syekh Ibrahim Al-Aqshara’i As-Syadzili menyebutkan bahwa dosa kecil yang dimaksud tidak selalu pelanggaran menurut syar‘i. Dosa kecil bisa saja berupa kebaikan-kebaikan tingkat terendah, antara lain ibadah yang dilakukan karena mengharap surga atau ibadah yang dilakukan untuk mengharapkan imbalan duniawi baik harta, pangkat, pengaruh, dan lain sebagainya.

?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Menurut saya, tidak ada yang disebut dosa kecil–baik itu menurut ketentuan syar‘i maupun secara kualifikasi, yaitu ibadah mengharap surga di mana ibadah ini adalah sebuah kebaikan bagi kalangan abrar, tapi kesalahan bagi kalangan muqarrabin karena ibadah harusnya tulus hanya karena Allah–melainkan dosa kecil itu berkualitas besar bila kamu dihadapkan pada keadilan-Nya sebab interogasi saat hisab sesuai sabda Rasulullah SAW, ‘Siapa saja yang diinterogasi di saat hisab, maka ia tersiksa.’ (Dosa kecil itu berkualitas besar) sebab penantian siksa, bukan tujuan menikmati percakapan dengan-Nya, sebab penghinaan melalui siksa, atau sebab pengusiran dan penutupan (hijab) sebagai balasan atas dosa kecil itu sesuai kadarnya bagi para pelaku karena keagungan Allah ta‘ala untuk didurhakai dengan dosa kecil, sebanding, atau dosa yang lebih kecil lagi. Apalagi dosa yang lebih besar dari itu; dan karena kebaikan-Nya di tengah kedurhakaanmu,” (Lihat Syekh Ibrahim Al-Aqshara’i As-Syadzili, Ihkamul Hikam, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, cetakan I, 2008 M/1429 H, halaman 54).

Dengan kata lain, kita tidak boleh merasa aman atau mengecilkan dosa kecil. Dosa kecil yang tampaknya ringan bisa jadi berkonsekuensi besar. Contohnya antara lain buang air kecil tanpa istinja sebagaimana diceritakan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah sabdanya. Allah SWT juga mengingatkan bahwa selain memiliki kemurahan, Allah juga memiliki keadilan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sungguh, Tuhanmu memiliki ampunan bagi manusia atas kelaliman mereka. sungguh, Tuhamu mahakeras siksa-Nya,” (Surat Ar-Ra’du ayat 6).

Mengingat keadilan-Nya, kita sebaiknya tidak membeda-bedakan dosa kecil dan dosa besar. Kecuali itu, kita juga seyogianya lebih sering bermunajat kepada Allah untuk mengharapkan kemurahan-Nya. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ahlussunnah, AlaSantri Haedar Nashir

Menaker Hanif Dukung Rencana Apindo Dirikan Pusat Arbitrase dan Mediasi

Jakarta, Haedar Nashir

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mendukung upaya Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang berencana membentuk Pusat Arbitrase dan Mediasi Indonesia (PAMI).

Menaker Hanif Dukung Rencana Apindo Dirikan Pusat Arbitrase dan Mediasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Hanif Dukung Rencana Apindo Dirikan Pusat Arbitrase dan Mediasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Hanif Dukung Rencana Apindo Dirikan Pusat Arbitrase dan Mediasi

 

“Pada prinsipnya pemerintah memberikan dukungan kepada Apindo mau membentuk lembaga arbitrase dan mediasi Indonesia. Ya, silahkan saja, akan tetapi harus sesuai peraturan perundang-undangan,” kata Menaker Hanifsaat menerima audiensi Apindo, Jumat (22/9/2017).

Haedar Nashir

Menaker Hanif berharap nantinya keberadaan PAMI ini dapat membantu kinerja Kemnaker dalam menjaga hubungan industrial yang baik antara pekerja/buruh dan pengusaha.

Haedar Nashir

 

"Inisiasi pembentukan lembaga ini datang dari Apindo. Kami hanya bersifat mendukung saja. Tentunya ini hal yang bagus. Saya harap PAMI bisa membantu Kemnaker dalam menjalankan tugasnya yang dalam hal ini adalah hubungan industrial," katanya.





Menurutnya pengusaha atau buruh, pokoknya siapa saja yang mempunyai masalah hubungan industrial nantinya bisa minta bantuan ke PAMI. "Penyelesaian sengketa melalui mekanisme Arbitrase saya harap akan lebih efisien sehingga mampu meningkatkan produktivitas pelaku usaha,” kata Menaker.

 

Hanif mengingatkan semua pihak harus berkepentingan terhadap peningkatan daya saing. "Kalangan pengusaha dan dunia industri serta Serikat pekerja/serikat buruh juga harus mendukung dan bertanggung jawab peningkatan kompetensi dan  daya saing anggotanya," kata Hanif.

 

Dalam Audiensi tersebut, Ketua Umum Apindo Hariyadi B Sukamdani mengharapkan Menaker Hanif berkenan hadir dan memberikan keynote speech dalam peresmian PAMI.

"Saat ini, PAMI belum secara resmi diluncurkan. Direncanakan launching akan dilaksanakan pada tanggal 28 September 2017 di Jakarta," kata Hariyadi.





Nantinya,  kata Hariyadi, PAMI akan berfungsi untuk membantu pihak-pihak yang berselisih atau yang mempunyai masalah hubungan industrial supaya lebih mudah masuk ke proses-proses penyelesaian. (Red. Kendi Setiawan).  

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tokoh, Lomba Haedar Nashir

Akhir Pekan Ini, Kiai Hasyim Ceramah Maulud di Pesantren Nurul Yaqin

Padang Pariaman, Haedar Nashir. Rais Syuriah Pengurus Besar Nahlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi dijadwalkan menjadi penceramah utama pada peringatan  Maulud Nabi Muhammad saw, Ahad, (18/1) di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kecamatan VIan  Lingkungan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat bertajuk ‘silaturrahmi ideologi dan keilmuan ulama Ahlussunnah Waljamaah di Padang Pariaman’.



Akhir Pekan Ini, Kiai Hasyim Ceramah Maulud di Pesantren Nurul Yaqin (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Pekan Ini, Kiai Hasyim Ceramah Maulud di Pesantren Nurul Yaqin (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Pekan Ini, Kiai Hasyim Ceramah Maulud di Pesantren Nurul Yaqin

Demikian diungkapkan oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Idarussalam pada rapat persiapan panitia, Senin, (12/1) di Pondok Pesantren Nurul Yaqin. Rapat dihadiri Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Padang Pariaman Abdul Hadi, Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Almuhdil Karim Tuanku Bagindo, Kepala Sekretariat Asyraful Anam Tuanku Bagindo Batuah, dan majelis guru.

Menurut Idarussalam, kehadiran mantan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi ini sudah dipersiapkan secara matang. Untuk itu,  lanjutnya, kehadiran Kiai Hasyim bakal dihadiri ribuan jamaah dan tokoh-tokoh masyarakat. 

Haedar Nashir

"Kita ingin kehadiran KH Hasyim Muzadi ini benar-benar dapat menjadi siraman rohani bagi jamaah yang hadir. Banyak informasi terkini dari perkembangan Islam yang ingin kita dengar dari Kiai Hasyim," kata Idarussalam yang juga Kepala BKD Padang Pariaman ini.

Haedar Nashir

Sementara itu, Ketua PC Nahdlatul Ulama Padang Pariaman Abdul Hadi menambahkan, kehadiran KH Hasyim Muzadi ke Ponpes Nurul Yaqin ini merupakan kesempatan baik bagi warga Ahlussunnah Waljamaah di Padangpariaman untuk mendengar langsung berbagai persoalan penting paham Ahlussunnah Waljamaah di tanah air dan dunia.

"Untuk itu, kami mengajak masyarakat Ahlussunnah Waljamaah dan umat Islam di Padang Pariaman dapat menghadiri peringatan Maulud Nabi Muhammad saw dan mendengarkan tausyiah dari KH Hasyim Muzadi," kata Abdul Hadi. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Olahraga Haedar Nashir

Yayasan Bhakti Beri Ansor Waykanan Penghargaan Sam Ratulangi

Waykanan, Haedar Nashir?



Sebagai apresiasi atas sejumlah kiprah positif dilakukan Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Waykanan, Lampung, Yayasan Bhakti Baradatu akan memberikan organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU) di daerah itu penghargaan Sam Ratulangi.

Ketua Yayasan Bhakti Baradatu Markus Tri Cahyono, di Blambangan Umpu, Kamis (9/3), menyatakan, kiprah Ansor di Waykanan dipimpin aktivis Gusdurian Gatot Arifianto bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, seperti aktif mendorong diskusi kebangsaan lintas iman.

Yayasan Bhakti Beri Ansor Waykanan Penghargaan Sam Ratulangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Yayasan Bhakti Beri Ansor Waykanan Penghargaan Sam Ratulangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Yayasan Bhakti Beri Ansor Waykanan Penghargaan Sam Ratulangi

"Gerakan semacam itu sebelumnya jarang dilakukan di Way Kanan, sekarang menjadi cukup intens dilakukan Pemuda Ansor, mulai dari Riungan Kebangsaan, Festival Bhineka Tunggal Ika, Jagongan Ramik Ragom hingga Saresehan Kesetiaan Pancasila dengan merangkul Pemuda Khatolik, Pemuda Hindu, organisasi kepemudaan lain, termasuk para pelajar," ujar dia lagi.

Upaya tersebut menurut Markus, merupakan upaya nyata Pemuda Ansor dalam mengawal dan bergerak mengampanyekan keberagaman di daerah bermotto Ramik Ragom (Beragam) ini.

Haedar Nashir

"Pemuda Ansor Waykanan juga aktif mendorong sejumlah gerakan sosial seperti donor darah, filantropi pendidikan Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional yang mendorong anak kurang mampu memasuki Perguruan Tinggi Negeri. Pada intinya, kiprah-kiprah tersebut positif. Dan kami mengapresiasi langkah-langkah Pemuda Ansor," kata dia lagi.

Penghargaan Sam Ratulangi akan diberikan Yayasan Bhakti Baradatu untuk PC GP Ansor Waykanan beserta 10 ribu bibit ikan nila dan emas bersamaan pembukaan kegiatan Pendidikan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor ke enam di Gedung PCNU, jalan lintas Sumatera, Kampung Tiuhbalak I, Kecamatan Baradatu, Jumat 10 Maret 2017 pukul 13.00 WIB.

Untuk diketahui, Dr Sam Ratulangi merupakan Pahlawan Nasional berkeyakinan Nasrani. Semasa hidupnya, ia selalu bergerak mengedepankan kepentingan masyarakat dan membawa perubahan positif bagi publik.

Pemilik nama lengkap Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi itu terkenal dengan falsafahnya, "si tou timou tumou tou" yang berarti "manusia hidup untuk menghidupkan manusia lain".

"Kami menilai kiprah Ansor Waykanan sejalan dengan falsafah tersebut," papar Markus. (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sunnah Haedar Nashir

Mahathir: Abdullah Ahmad Badawi telah Hancurkan Koalisi Malaysia

Kuala Lumpur, Haedar Nashir. Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad, Ahad (9/3), mengatakan bahwa penggantinya PM Abdullah Ahmad Badawi telah "menghancurkan" koalisi yang berkuasa setelah pemilihan akhir pekan ini yang membawa bencana.



Mahathir: Abdullah Ahmad Badawi telah Hancurkan Koalisi Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahathir: Abdullah Ahmad Badawi telah Hancurkan Koalisi Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahathir: Abdullah Ahmad Badawi telah Hancurkan Koalisi Malaysia

Mahathir, pemimpin Organisasi Melayu Nasional Bersatu (UMNO) yang "mengarsiteki" koalisi Barisan Nasional (BN) selama 22 tahun sebelum mundur pada 2003 silam, menyerang setelah penampilan terburuknya (koalisi) itu dalam sejarah.

   

"Menurut pendapat saya ia telah menghancurkan UMNO, menghancurkan BN dan ia bertanggungjawab atas ini," terang Mahathir kepada wartawan.

   

Haedar Nashir

Mahathir menganjurkan agar Abdullah sebaiknya mundur, dan mengatakan ia telah membuat kesalahan karena memilihnya sebagai perdana menteri.

   

"Saya pikir ia harus bertanggungjawab atas ini. Ia harus menerima 100 persen tanggungjawab," katanya seperti dilansir sumber AFP.

   

Haedar Nashir

"Saya minta maaf tapi saya tampaknya telah membuat pilihan yang salah," tambah Mahathir.

   

Mahathir sebelumnya mengatakan ia tidak pernah menginginkan Abdullah untuk menjabat lebih dari satu kali masa jabatan, dan bahwa ia semestinya memilih Deputi PM Malaysia Najib Razak yang dinilainya berpengaruh dan kini sedang menunggu menjadi pemimpin masa depan.

   

Barisan Nasional telah menderita hasil terburuknya dalam pemilihan Sabtu, yang kehilangan mayoritas dua pertiganya di parlemen untuk pertama kali sejak 1969 dan menyerahkan empat negara bagian lagi pada partai oposisi yang bangkit kembali.

   

Abdullah dihukum karena kejahatan dan inflasi yang meningkat dalam pemilihan yang juga diwarnai oleh ketegangan rasial yang meningkat antara mayoritas Muslim Melayu dan etnik minoritas Cina dan India.

   

"Saya kira rakyat pasti telah sangat marah, semua ras, Cina, Melayu dan India," kata Mahathir.

   

Mahathir menilai pangkal persoalannya adalah karena pemerintahan saat ini "telah menjadi sangat arogan". Arogansi pemerintah itu, menurutnya, tercermin dari sikap pemerintah yang kerap menindas setiap pendapat yang tidak disukai.

Abdullah adalah pengganti yang dicomot Mahathir ketika ia lengser, tapi setelah pemimpin baru itu membuang sebagain dari sejumlah proyek kesayangannya, Mahathir mulai melancarkan tuduhan kepada Badawi yang dinilainya salah urus terhadap perekonomian, nepotisme dan korupsi. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sholawat, Quote Haedar Nashir

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya

Jember, Haedar Nashir. Memungkasi? tahun 2016, Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Sumberjambe, Jember, Jawa Timur? menggelar? peringatan Mualid? Nabi Muhammad SAW di Sumberpakem, Sabtu (31/12) .

Selain peringatan Maulid? Nabi, acara tersebut juga dimaksudkan untuk konsolidasi, evaluasi program dan rencana kegiatan tahun 2017.

“Ya, kita akan segera memasuki tahun 2017, maka kita adakan evaluasi kegiatan yang sudah-sudah, dan kita programkan kegiatan yang lebih baik di tahun depan,” ujar Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Jember, Nyai Hj. Emi Kusminarni saat memberikan sambutan.

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya

Wakil Sekretaris PCNU Jember, Ustadz Moch. Eksan yang didapuk bertaushiyah menegaskan, betapa pentingnya doa. Untaian doa yang dipanjatkan, pasti mempunyai pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan manusia. Namun disadari atau tidak, sebagian umat Islam dewasa ini justru cenderung meremehkan kekuatan doa. Padahal Islam mengajarkan bahwa doa adalah senjata orang mukmin.

“Senjata untuk mendapat rahmat Allah dan senjata untuk menolak laknat Allah,” ujarnya.

Doa, katanya, memiliki kekuatan yang luar biasa dahsyat. Mengapa dahsyat? Karena Allah sendiri yang menyuruh hamba-Nya untuk berdoa dan memastikan akan mengabulkan doa tersebut. Cuma persoalannya, manusia sering meragukan kasih sayang Allah, sehingga tidak yakin doanya dikabulkan. Padahal meragukan kasih sayang Allah, sama artinya dengan berburuk sangka keapda Allah.

Haedar Nashir

“Alllah pasti mengabulkan doa hamba-nya. Kenapa? Sebab, Allah sendiri yang meminta kita berdoa,” jelasnya.

Haedar Nashir

Ia lalu mengurai faidah pembacaan shalawat. Seraya menyitir sebuah hadits, Ustadz Eksan mengungkapkan bahwa siapapun yang membaca shalawat 100 kali dalam sehari, maka Allah akan penuhi 100 hajatnya. Komposisinya adalah 70 hajat dipenuhi di akhirat, dan 30 permintaan dikabulkan di dunia.

“Oleh karena itu, memasuki tahun baru 2017, kini saatnya umat Islam? kembali meneguhkan keyakinannya akan kekuatan doa. Bahwa doa adalah senjata kemenangan untuk izzu Islam wal muslimin,” pungkasnya. (Aryudi A. razaq/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Humor Islam Haedar Nashir

Ini Perbedaan antara Panitia Zakat dan Amil Zakat

Pringsewu, Haedar Nashir. Untuk mengetahui pihak yang berwenang mengangkat amil di Indonesia, dari tingkat nasional sampai desa, diperlukan pemahaman Pengelola Zakat yang ada, sebagaimana dalam UU No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan PP No 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Ini Perbedaan antara Panitia Zakat dan Amil Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Perbedaan antara Panitia Zakat dan Amil Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Perbedaan antara Panitia Zakat dan Amil Zakat

Demikian dikatakan Katib Syuriyah PCNU Pringsewu KH Munawir yang juga merupakan Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Pringsewu saat menjelaskan materi tentang Menejemen Amil Kepada Pengurus MWC NU, Ranting NU dan Takmir Masjid Se Kecamatan ambarawa, Jumat (16/6).

Dari dasar tersebut lanjutnya, dapat diketahui bahwa ada tiga Pengelola Zakat yang ada di Indonesia. Pertama adalah Badan Amil Zakat Nasional atau (BAZNAS) baik ditingkat Nasional, Provinsi maupun Kabupaten. Kedua adalah Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang sudah diberi izin oleh BAZNAS dan ketiga adalah Pengelola Zakat Perseorangan atau Kumpulan Perseorangan dalam Masyarakat di komunitas atau wilayah yang belum terjangkau oleh BAZNAS dan LAZ dan akui oleh BAZNAS Kabupaten atau LAZ Kabupaten.

"Pengangkatan amil adalah kewenangan imam (penguasa tertinggi) seperti dalam definisi amil. Namun demikian, kewenangan itu bisa dilimpahkan kepada para pejabat pembantunya, yang ditunjuk untuk mengangkat amil–yang menurut PP ? No 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat," jelasnya.

Status Kepanitiaan Zakat yang dibentuk atas Prakarsa Masyarakat Seperti di Pedesaan, Perkantoran, Sekolahan yang dibentuk atas prakarsa masyarakat dan tidak diangkat oleh presiden atau pejabat yang diberi kewenangan olehnya, maka keduanya tidak berstatus sebagai amil syari.

Haedar Nashir

"Pengelolaan zakat yang dilakukan oleh Panitia Zakat bisa dibenarkan, tapi terbatas pada menerima zakat dari muzakki dan mendistribusikannya kepada yang berhak," ujarnya.

Selain masalah kewenangan, perbedaan antara Kepanitiaan Zakat dengan amil syari adalah pada gugurnya kewajiban muzakki atas zakat. "Kalau Muzakki menyerahkan zakatnya kepada Amil maka kewajiban membayar zakatnya sudah gugur walaupun ketika umpamanya terjadi Amil tidak menyerahkan zakatnya kepada mustahiq," katanya.

Haedar Nashir

Beda dengan apabila para muzakki menyerahkan zakatnya kepada Panitia Zakat. Karena Panitia Zakat hanya merupakan wakil atau perpanjangan tangan, maka ketika panitia lalai dalam menyalurkan zakat dari muzakki, kewajiban zakat belum gugur.

Oleh karenanya Ia mengjimbau kepada para Panitia Zakat di Masjid dan Musholla maupun Majelis Taklim yang membentuk Kepengurusan Zakat untuk dapat mendapatkan izin dan melegalkan kepengurusan tersebut ke Lazisnu Kecamatan masing-masing sehingga akan benar-benar statusnya menjadi Amil. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Nahdlatul Ulama Haedar Nashir

Rabu, 27 Desember 2017

Ketajaman Hati Kiai Syamsuri Dahlan

Pada tahun 1984 M, Habib Umar bin Ahmad Al-Muthohar dari Semarang sedang mengikuti KKN di Kecamatan Kedungjati, salah satu kecamatan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kala itu, Habib Umar mendapat cerita dari masyarakat setempat yang menyatakan bahwa di Brabo, desa yang masih sekecamatan dengan tempat di mana Habib Umar mengikuti kegiatan purna mahasiswa itu, terdapat ulama sepuh yang alim, shalih.

Sebagaimana biasa, Habib Umar ketika mendengar kisah orang seperti demikian, ingin sekali sowan ngalap (mencari) berkah serta doa-doa kiai tersebut. Dan ia pun datang ke kediaman Kiai Syamsuri Dahlan beserta satu teman lain bernama Ir. Budi (kini Staf Wali Kota Semarang).

Ketajaman Hati Kiai Syamsuri Dahlan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketajaman Hati Kiai Syamsuri Dahlan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketajaman Hati Kiai Syamsuri Dahlan

Sampai di ndalem Kiai Syamsuri, Habib Umar mendapati piantun sepuh itu sedang duduk siang, santai di atas kursi besar dan lebar, khas mebel kuno dengan memakai baju putih tanpa dikancingkan di bagian dada.

Haedar Nashir

Habib Umar menyapa, mengucap salam “Assalamualaikum...”

Melihat ada tamu datang, Kiai Syamsuri segera tergopoh berdiri, menatap tepat menuju pintu di mana Habib ini berdiri, seraya menyambut dengan kalimat hangat

“Waalaikumussalam... Monggo, monggo... Ndhoro Sayyid. Monggo Ndhoro Sayyid”, silakan masuk, Tuan. Silakan masuk.”

Haedar Nashir

Sejurus kemudian Kiai Syamsuri masuk ke dalam ruangan dalam rumah, berganti baju yang lebih layak untuk hormat tamu.

Parasaan heran dan tanda tanya besar menyelimuti hati Habib Umar yang masih terlalu muda dan belum banyak dikenal khalayak seperti sekarang ini, "Bagaimana bisa, Kiai Syamsuri mengenali saya sebagai keturunan Nabi SAW (sayyid/habib) sedangkan Kiai Syamsuri sendiri belum pernah sekalipun bertemu dengan saya,” gumamnya dalam hati.

Usai bincang-bincang cukup, Habib Umar memberanikan diri bertanya, “Mbah, panjenengan belum pernah bertemu saya, bagaimana panjenengan tahu bahwa saya ini termasuk sayyid.”

Gandane ketawis, Bib (aromanya terlihat jelas, Bib)!” Jawab Kiai Syamsuri dengan singkat, jelas. Jawaban ini membuat hati Habib Umar merinding.

Habib Umar mengibaratkan kisah tersebut dengan cerita Nabi Ya’qub saat berpisah dengan Nabi Yusuf, di mana Nabi Ya’qub mengenali baju yang diberikan kepadanya adalah milik Yusuf hanya melalui ciuman aroma baju yang dibawa saudara Nabi Yusuf ketika sudah mendekati rumah sang ayah. Hal ini mereka dapatkan karena kekuatan cinta di antara mereka.

Cerita ini disampaikan Habib Umar Al Muthohar saat menyampaikan mauidhah hasanah di Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo dan diulang kembali saat pelacak Buku Biografi Jejak Kiai Syamsuri Dahlan sowan ke kediamannya di Semarang. (Mundzir)



Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nasional, Pondok Pesantren, Anti Hoax Haedar Nashir

PC IPNU-IPPNU Demak Gelar Orientasi Peningkatan Kinerja

Demak, Haedar Nashir. Dalam rangka membangun semangat segenap pengurus baru PC IPNU-IPPNU Demak masa khidmah 2015-2017 yang baru saja dilantik, mereka menggelar orientasi peningkatan kinerja (upgrading), Ahad (5/4) Siang.?

PC IPNU-IPPNU Demak Gelar Orientasi Peningkatan Kinerja (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPNU-IPPNU Demak Gelar Orientasi Peningkatan Kinerja (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPNU-IPPNU Demak Gelar Orientasi Peningkatan Kinerja

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung NU Demak lantai 3, Jl Sultan Fatah No Demak. Acara diikuti oleh segenap Pengurus IPNU-IPPNU Demak yang berjumlah 100 orang, terdiri dari 50 IPNU dan 50 IPPNU. Kegiatan tersebut mengusung tema ‘Membangun Sinergi, Perkuat Organisasi, dan Kaderisasi’.

Kegiatan ini menghadirkan Ketua GP Ansor Demak H Abdurrahman Kasdi, Lc, MSi yang juga direktur Pasca Sarjana STAIN Kudus serta Ahmad Syafiq selaku mantan Ketua PC IPNU masa khidmat 2010-2012 yang juga DKN CBP PP IPNU masa khidmat 2012-2015 guna menjadi pemateri. Acara dipandu oleh Dzawits Tsiqoh selaku Wakil Ketua Bidang organisasi dan Kaderisasi PC IPPNU Demak.

Haedar Nashir

“Rekan-rekanita, kalian telah resmi dilantik dan sah secara organisasi untuk menjalankan segenap tugas dan fungsi organisasi, namun kiranya agar dalam penyusunan program kerja nantinya dapat terarah, maka kita perlu meng-upgrade semangat dan pemikiran, ibarat perangkat elektronik aplikasi harus di upgrade agar tidak out of date,” ungkap Dzawits memulai acara.

Sementara itu, Ketua PC IPNU Demak, Abdul Halim menuturkan, melalui kegiatan serta pengarahan ? ini, yang melibatkan alumni IPNU-IPPNU serta tokoh dari banom NU lain pihaknya optimis kepengurusan ini bisa bekerja secara totalitas dan optimal dengan melaksanakan beberapa program yang nanti akan dirumuskan pada rapat kerja.

Haedar Nashir

“Kami sangat berharap agar semua pihak mendukung perjuangan kami ini," ujar Abdul Halim.

Senada dengan Abdul Halim, Ketua PC IPPNU Demak, Istiqomah menegaskan agar amanat dijalankan sesuai dengan tugas masing-masing. “Serta tiap pengurus harus memahami apa yang harus dilakukan merujuk berbagai tantangan kedepannya,” tegasnya.

Selain dari dataran PC IPNU-IPPNU Demak, agenda tersebut juga dihadiri perwakilan kader dari tingkat ranting, komisariat, dan anak cabang agar program yang hendak disusun dalam rakercab benar-benar tepat sasaran sesuai kebutuhan kader di grass root. (Rifqi Jamil/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nusantara, Amalan Haedar Nashir

LTMNU Jatim: Sertifikasi Masjid Untuk Menghindari Sengketa

Jember, Haedar Nashir. Terjadinya beberapa kasus sengketa kepemilikan masjid membuat miris banyak pihak. Sebagai tempat ibadah yang nota bene milik umat, masjid sebenarnya tidak perlu disengketakan, tapi kenyataannya tidak sedikit masjid yang menjadi rebutan warga atau antar oknum takmir.?

Itulah yang mendorong Lembaga Takmir Masjid Nadlatul Ulama (LTMNU) Jawa Timur menggelar Pelatihan Manajemen Masjid dan Sosialisasi Sertifikasi Tanah Masjid.?

LTMNU Jatim: Sertifikasi Masjid Untuk Menghindari Sengketa (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Jatim: Sertifikasi Masjid Untuk Menghindari Sengketa (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Jatim: Sertifikasi Masjid Untuk Menghindari Sengketa

“Sertifikasi tanah wakaf masjid itu salah satu tujuannya untuk menghindari masjid dari kemungkinan timbulnya sengketa,” tukas Ketua LTMNU Jawa Timur H Ali Mas’ud Kholqillah di kepada Haedar Nashir sela-sela Pelatihan Manajemen Masjid dan Sosialisasi Sertifikasi Tanah Masjid di aula STAIN Jember, Sabtu (16/2). ?

Haedar Nashir

Ali Mas’ud menambahkan, pihaknya mendorong adanya kesadaran masyarakat untuk melakukan tertib administrasi, khususnya terkait dengan sertifikasi tanah masjid. Sebab, kejelasan status tanah masjid juga ? akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi jamaah.?

Haedar Nashir

Di samping itu, juga supaya jelas siapa pemilik masjid itu. “Sebab, seperti kita ketahui, karena ketidakpahaman pengurus masjid, tidak sedikit masjid NU beralih tangan kepada pihak lain, yang tidak sepaham dengan NU,” ulasnya sambil menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah mendata jumlah masjid di Jawa Timur.

Di tempat yang sama, Ketua LTMNU Cabang Jember, H Muhammad Hasin menyatakan pihaknya siap memfasilitasi masyarakat yang ingin membuat sertifikat tanah masjid.?

“Kami siap mengkomunikasikan dengan notaris atau BPN untuk pembuatan sertifikat itu,” tukasnya.?

Pensiunan guru agama tersebut menambahkan, saat ini pihaknya tengah mendata jumlah masjid di Kabupaten Jember, yang diperkirakan mencapai 2500 buah. Dari pendataan itu, akan diketahui berapa jumlah masjid yang belum bersertifikat. ?

“Kalau belum disertifikat, kita dorong, tapi juga terserah mereka,” urainya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Aryudi A Razaq

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Cerita, Bahtsul Masail, Halaqoh Haedar Nashir

Selasa, 26 Desember 2017

Jihad Saat Ini Menjaga Keutuhan NKRI

Jombang, Haedar Nashir. Resolusi Jihad NU melawan penjajah yang dikeluarkan para kiai sudah 68 tahun berlalu. Dalam konteks kekinian, jihad umat Islam, khususnya warga NU, tidak perlu menggunakan senjata atau turun ke medan perang, tapi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Jihad Saat Ini Menjaga Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad Saat Ini Menjaga Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad Saat Ini Menjaga Keutuhan NKRI

Hal itu mengemuka pada Lokakarya Nderes Seni Budaya Jombangan yang digelar Pengurus Cabang Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia NU Jombang di kantor PCNU, Jombang, Jawa Timur pada Selasa (22/10) malam.

Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Sholahuddin Wahid yang didaulat jadi pembicara, mengungkap masalah jihad yang harus dilakukan NU pada situasi saat ini.

Haedar Nashir

Berangkat dari cerita perjuangan para kiai pendiri NU, kiai yang akrab disapa Gus Sholah itu menyatakan, bahwa untuk menjalankan dan mengamalkan ajaran agama Islam dalam berbangsa dan bernegara, Indonesia tidak harus menjadi negara Islam. Pertimbangannya, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlatar belakang kemajemukan.

Dia menuturkan, pada kurun waktu tahun 1956 - 1957, para tokoh NU saat itu terus mendorong agar Indonesia menjadi negara Islam. Namun, para ulama NU dengan mempertimbangkan kemajemukan yang ada pada bangsa Indonesia, akhirnya mengambil keyakinan bahwa untuk memasukkan nilai-nilai ajaran agama, bukan menjadi negara Islam.

Haedar Nashir

"Para tokoh NU waktu itu, utamanya Rais Aam Bisri Syansuri mengambil kesimpulan bahwa tanpa negara Islam bisa memasukkan ajaran Islam. Ini artinya, pertimbangan keutuhan negara yang lebih diutamakan," ungkap Gus Sholah.

Berangkat dari situasi tersebut, PBNU kala itu menugaskan Ahmad Siddq untuk menyusun dokumen tentang agama dan pancasila. "Hasilnya, Pancasila bukan agama dan tidak bisa menggantikan agama.”

Pada konteks kekinian, jihad apa yang harus dilakukan oleh NU? Para ulama NU dulu menetapkan jihad NU adalah mencari titik temu antara agama dan Pancasila. “Saya pikir itu jihad yang harus terus dilakukan," ujar Rektor UNHASY Tebuireng Jombang ini.

Keyakinan NU untuk mengakui asas Pancasila sebagai dasar Negara memang memiliki kerugian dan keuntungannya. Namun, lanjut cucu Rais Akbar NU KH Hasyim Asy’ari ini, keutuhan NKRI yang tetap terjaga hingga kini merupakan keuntungan yang patut disyukuri bersama.

"Ada kerugiannya, di antaranya partai-partai Islam tidak laku karena asasnya tidak jauh beda dengan partai nasionalis yang ada di Indonesia. Tapi keuntungannya, Indonesia tetap Indonesia yang tetap satu sampai sekarang. Tidak kayak Mesir yang sekarang negaranya kacau balau karena dominasi kepentingan kelompok agama," kata adik Gus Dur ini.

Ketua PC Lesbumi NU Jombang, Suudi Yatmo mengatakan, memaknai resolusi jihad, pihaknya mengambil pilihan untuk merawat dan melestarikan seni dan budaya tradisional. Hal itu berangkat dari kemajemukan yang dimiliki bangsa Indonesia sejak awal berdirinya. "Kita merangkul seluruh elemen seni dan budaya, harapannya apa, supaya bangsa Indonesia bisa tetap satu di tengah keberagaman," ujarnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Aswaja Haedar Nashir

PCNU Pariaman dan CBDRMNU Lakukan Pengobatan Gratis

Pariaman, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Pariaman bekerjasama dengan Community Based Disaster Risk Management (CBDRMNU) selenggerakan pengobatan gratis di dua titik di Kota Pariaman, masing-masing di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Desa Kajai Kecamatan Pariaman Timur dan Kampung Perak Kecamatan Pariaman Tengah. Pengobatan gratis yang berlangsung Kamis (25/2/2010) mendapat sambutan meriah dari masyarakat di sekitarnya.



PCNU Pariaman dan CBDRMNU Lakukan Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pariaman dan CBDRMNU Lakukan Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pariaman dan CBDRMNU Lakukan Pengobatan Gratis

Koordinator Lapangan CBDRMNU Ahmad Ghozi menyebutkan, pengobatan gratis ini diselenggarakan di empat titik. Masing-masing di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Desa Kajai, Kampung Perak, Toboh Palabah Kecamatan Pariaman Selatan dan Mangguang Pariaman Utara. Pengobatan gratis dilaksanakan selama 2 hari. Demikian dilaporkan Kontributor Haedar Nashir Bagindo Armaidi Tanjung di Padang.

Dikatakan Ghozi, pengobatan gratis ini dengan menurunkan tim media dr. Jati Satriyo dan dr. Eva? Rahmatun Nuzul. ”Pengobatan gratis ini merupakan yang ketiga kalinya setelah pasca gempa yang terjadi di Sumatera Barat. Pertama pengobatan gratis dilaksanakan beberapa hari setelah terjadinya gempa di Sumatera Barat. Lamanya kurang lebih 20 hari. Pengobatan kedua, sebulan? pasca gempa yang lamanya juga 20 hari,” kata Ghozi.

Haedar Nashir

Sekretaris PC NU Kota Pariaman M.Nur Tuanku Bagindo yang juga pimpinan Pesantren Nahdlatul Ulum mengatakan, masyarakat sangat antusias menerima layanan pengobatan gratis tersebut. ”Mereka yang berasal dari empat desa, Desa Kajai, Kaluat, Kampung Kandang dan Air Santok sudah antri sejak pagi,” kata M. Nur.

Kita berharap pengobatan gratis ini dapat dilanjutkan di masa mendatang. Sehingga masyarakat yang mengalami sakit dapat terbantu, kata M.Nur menambahkan. (bat)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Ubudiyah Haedar Nashir

Islam Indonesia Bukan Wajah Kebencian

Malang, Haedar Nashir. Wajah Islam Indonesia sejatinya bukan mengajarkan kebencian. Namun, wajah Islam di negeri ini, awalnya disebarkan dengan keramahan terhadap budaya dan tradisi. Penyebaran Islam di kawasan Nusantara, terutama oleh Wali Songo, menggunakan tradisi, musik dan kebudayaan.

Islam Indonesia Bukan Wajah Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Indonesia Bukan Wajah Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Indonesia Bukan Wajah Kebencian

Hal itu ditegaskan dalam Seminar Internasional Islam and Peace di Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang, Jawa Timur, Kamis (16/2). Seminar ini, dihadiri oleh Prof Anne Rasmussen (Professor of Ethnomusicology, The College of William and Mary Virginia-USA), Assoc Prof Yahya Don (Dean of School of Education and Modern Language, Universiti Utara Malaysia), dan Hasan Abadi (Rektor UNIRA Malang).

Prof Anne Rasmussen, mengungkapkan pentingnya toleransi dan perdamaian dalam kehidupan berbangsa-bernegara. Prof Anne merupakan pakar musik dan budaya Islam, yang lama meneliti tentang fenomena musik di Timur Tengah dan Indonesia. "Musik dapat menjadi instrumen untuk mengajarkan dan menyebarkan perdamaian," terang Anne.

Ia menjelaskan tentang toleransi yang menjadi karakter bangsa Indonesia. "Pada tahun 1999, ada Musabaqah Tilawatil Quran di Jakarta. Pada posternya, ada gambar lelaki dan perempuan yang ditampilkan beriringan. Ini penting, menggambarkan cara pandang yang luar biasa, sesuatu yang tidak akan terjadi di Arab Saudi, Pakistan atau Bangladesh," jelas Prof Anne.

Haedar Nashir

Sementara itu, Yahya Don menjelaskan pentingnya perubahan masyarakat yang harus menjadi platform. "Perubahan masyarakat itu penting. Namun, yang harus jelas, ke arah mana perubahan masyarakat tersebut? Jelaslah ke arah perdamaian Islam," ungkapnya.

Perubahan ke arah perdamaian inilah, yang menjadi cara berpikir penting dalam membangun toleransi di tengah masyarakat. Dalam narasinya, Yahya Don menjelaskan tentang pentingnya menggunakan bahasa dalam pendidikan. Ia mengisahkan tentang hambatan budaya dari guru-guru yang menganggap etnis lain dengan tanpa pemahaman komprehensif, yang memicu kebencian.?

"Kita harus mengajar dengan perdamaian, bukan dengan bahasa kebencian. Inilah nilai penting yang perlu disampaikan dari pendidik muslim," terangnya.

Haedar Nashir

Rektor UNIRA Malang, Hasan Abadi mengungkapkan tentang pentingnya memahami nilai-nilai agama dengan beragam tafsir. "Yang paling penting adalah menggunakan pesan-pesan dalam agama. Apa yang dilakukan Gus Dur sangat tepat, dengan gagasan pribumisasi Islam. Jadi, dengan akar budaya bukan skripturalis," jelasnya.?

Dengan demikian, pesan perdamaian dalam Islam tersampaikan dengan media budaya. Di akhir seminar, dilanjutkan perumusan kerja sama UNIRA dengan Universitas Utara Malaysia dalam bidang riset Peace Education dan kerja sama penguatan pendidikan. (Abdillah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Fragmen, Sholawat, Lomba Haedar Nashir