Senin, 31 Juli 2017

Semarak Tadarus Al-Quran di Subulussalam Aceh

Subulussalam, Haedar Nashir

Semaraknya suasana tadarusan membaca Al-Quran di Subulussalam, Aceh kian menambah nuansa bulan Ramadhan di wilayah ini. Kegiatan tadarusan dimulai setelah selesainya pelaksanaan shalat tarawih berjamaah di masjid.

Semarak Tadarus Al-Quran di Subulussalam Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Tadarus Al-Quran di Subulussalam Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Tadarus Al-Quran di Subulussalam Aceh

Pada kegiatan tersebut, mulai dari anak-anak tingkat sekolah dasar (SD) sampai ke kalangan kaum remaja, turut serta. Mereka pun membentuk lingkaran kelompok-kelompok tadarusan dan saling bergiliran membacakan ayat demi ayat di dalam kitab Al-Quran.

Berdasarkan pantauan Haedar Nashir di beberapa masjid, hampir seluruh mushalla dan masjid di wilayah Subulussalam, kegiatan tadarusan diramaikan oleh kalangan anak-anak usia sekolah dasar dan kalangan kaum remaja. Lantunan ayat-ayat suci terdengar membahana lewat corong mikropon, sambut-menyambut dan menggema dari masjid ke masjid sampai dini hari.

Haedar Nashir

Kegiatan tadarusan ini merupakan rutinitas yang sudah membudaya di Subulussalam pada setiap kali bulan Ramadhan. Kelompok peserta tadarus menyelesaikan baca-bacaannya dari Surat Al-Fatihan hingga Juz ‘Amma sebagai target untuk dikhatamkan di malam kedua puluh tujuh Ramadhan, karena malam itu adalah akhir puncak kegiatan tadarusan.

Haedar Nashir

Seperti yang dilakukan oleh Malim Sabar Pardosi, seorang Kepala Desa di Dah, Kecamatan Runding, Subulussalam, Aceh, dimana ia selalu mengajak anak-anaknya untuk mengisi kegiatan tadarusan di masjid desanya, bahkan ia menunggu anak-anaknya sampai selesai melaksanakan tadarus.

"Saya melakukan ini, karena saya ingin anak-anak saya gemar dalam kegiatan-kegiatan religi (keagamaan)," tutur Malim Sabar kepada Haedar Nashir, Senin malam (20/6).

Sementara itu, selain kegiatan tadarus juga ada hal menarik yang dapat ditemui setiap malam pelaksanaan tadarusan, yaitu tatingan-tatingan warga untuk orang-orang bertadarusan.

Tatingan-tatingan tersebut adalah makanan dan minuman yang dihantarkan oleh warga ke masjid. Tatingan-tatingan penganan ini pun juga berlangsung selama kegiatan tadarusan. (Nukman Suryadi Angkat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Tegal, Ahlussunnah, Pendidikan Haedar Nashir

Ma’arif Kabupaten Semarang Adakan Lomba Kreativitas Guru MI

Semarang,Haedar Nashir. Kelompok Kerja Guru (KKG) MI Ma’arif Kabupaten Semarang kembali mengadakan lomba kreativitas guru untuk ketiga kalinya pada hari Rabu 26 November 2014. Lomba tahun ini bertema “bersinergi dengan teknologi menuju madrasah berprestasi”.

Perlombaan tersebut diikuti 33 nominator dari 107 madrasah dibawah naungan LP Ma’arif Kabupaten Semarang. Perlombaan dibagi dalam tiga kategori? yaitu media pembelajaran interaktif, blog madrasah, dan blog guru.

Ma’arif Kabupaten Semarang Adakan Lomba Kreativitas Guru MI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif Kabupaten Semarang Adakan Lomba Kreativitas Guru MI (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif Kabupaten Semarang Adakan Lomba Kreativitas Guru MI

Terpilih sebagai pemenang dalam Lomba ini untuk? kategori Media Pembelajaran Interaktif : Noema Didik Santosa, Nur Rahmat dan Nur Farid Makru ketiganya dari ungaran Barat. Untuk kategori blog Madrasah : MI Cemanggal (Bergas),MI Ma’arif Keji ( Ungaran Barat) dan MI Tarbiyatul Ulum Jembrak (Pabelan) dan untuk kategori Blog guru adalah Moh Safari (Pabelan), Nafian Nugroho (Bergas) dan Ida Ubaidah (Ungaran Barat).

Haedar Nashir

Dalam kesempatan itu Pengurus Cabang NU Kab Semarang H. Ahmad Hanik M.Pd.I memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini dengan harapan semakin banyak tercipta guru-guru? yang kreatif dari rahim LP Ma’arif sehingga mampu melahirkan kader jamiyah yang handal dalam menyongsong perubahan kurikulum.

Hadir dalam kegiatan ini pengurus wilayah Ma’arif Jawa Tengah Drs Faojin yang juga memberikan semangat yang luarbiasa bagi sahabat guru untuk selalu berkarya dan berkreasi sebagai upaya peningkatan kwalitas kompetensi guru dalam melaksanakan tugasnya.

Haedar Nashir

Secara resmi kegiatan ini dibuka oleh kepala kantor kementrian Agama Kab Semarang? Drs. Subadi, M.Si yang didampingi oleh kepala seksi pendidikan madrasah Drs. Muhtadi, MPd. Ia menyampaikan penghargaan secara khusus kepada para pemenang dengan harapan akan semakin banyak guru madrasah yang kreatif maka berdampak positif bagi perkembangan madrasah di kabupaten Semarang. (Har/Alw)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Meme Islam, Cerita Haedar Nashir

Warga Solo Buka Bersama Sinta Nuriyah di Loji Gandrung

Solo, Haedar Nashir. Halaman rumah dinas walikota Solo, Loji Gandrung, pada Sabtu (20/7) sore kemarin terlihat lebih ramai dari biasanya. Sekitar 300 orang yang berasal dari wilayah Solo dan sekitar hadir ke tempat ini untuk mengikuti dialog dan buka puasa bersama Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.

Kota Solo menjadi salah satu kota langganan untuk digelarnya kegiatan buka puasa bersama keluarga Gus Dur ini pada setiap tahunnya ketika bulan Ramadhan tiba. Kegiatan yang diselenggarakan atas kerjasama Pemkot Solo dan Keluarga alumni Ma’had Al Muayyad (Kamal) Solo ini mengangkat tema dialog "Puasa: Sekolah untuk Kesabaran dan Kejujuran".

Warga Solo Buka Bersama Sinta Nuriyah di Loji Gandrung (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Solo Buka Bersama Sinta Nuriyah di Loji Gandrung (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Solo Buka Bersama Sinta Nuriyah di Loji Gandrung

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya ketika istri dari Presiden RI ke-4 ini bisa kembali hadir di Kota Solo. Ia juga menuturkan bahwa Solo yang baru saja mendeklarasikan diri sebagai kota Shalawat terus berupaya menciptakan suasana kota yang nyaman, aman, dan kondusif.

Haedar Nashir

“Solo sudah kita tetapkan sebagai kota Shalawat,” tegasnya.

Sementara Sinta Nuriyah menuturkan bahwa kegiatan ini sudah dilakukannya sejak Gus Dur masih menjadi presiden. Tidak hanya buka puasa bersama yang dilakukan, sahur bersama pun juga ia lakukan dalam setiap tour Ramadhannya.

Haedar Nashir

Di hadapan para warga yang hadir, Sinta menyatakan bahwa tema dialog yang diusungnya ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi bangsa saat ini. “Setiap tahun temanya berubah-ubah sesuai kondisi bangsa,” ujar perempuan kelahiran Jombang, 8 Maret 1948 ini.

Dalam kesempatan tersebut, sosok yang dikenal pluralis ini juga menyatakan, “kita ini hidup di negara Bhinneka Tunggal Ika. Artinya Indonesia ini terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama.”

Mengingat kondisi bangsa yang belakangan ini sering terjadi konflik antar kelompok agama maupun suku, lewat pernyataannya tersebut, Sinta ingin mengajak kepada semuanya untuk senantiasa berbagi kasih dan sayang dalam hal kemanusiaan.

Ia menuturkan bahwa banyak yang berpuasa namun tidak tahu makna dan hakekat puasa itu sendiri. Puasa bukan hanya sebatas pengguguran kewajiban seorang hamba kepada Tuhannya semata. Namun dari puasa kita belajar memaknai hidup lewat mereka yang kurang mampu agar kita saling berbagi.

“Ternyata kaum muslimin dan muslimat ketika menjalankan puasa masih banyak yang belum mengerti tentang makna dan hakekat puasa yang sesungguhnya. Islam itu sangat menjunjung tinggi kemanusiaan maka dari itu kita diajarkan untuk saling berbagi,” tandasnya.

Ia menegaskan bahwa inti dari puasa itu bukan hanya menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu adalah supaya kita sebagai hamba menjadi orang-orang yang bertakwa seperti yang telah tertuang dalam QS Al-Baqarah ayat 183.

Redaktur ? ? : A. Khoirul anam

Kontributor: Ahmad Rodif Hafidz

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Khutbah Haedar Nashir

Serahkan Naskah Akademik, NU Minta Presiden Tetapkan Harlah Pancasila 1 Juni

Pasuruan, Haedar Nashir - Apel Besar Hari Lahir Ke-93 Nahdlatul Ulama (NU) yang diselenggarakan di Candrawilwatikta, Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (30/4), menjadi momen bersejarah. Dalam apel tersebut NU mengusulkan secara resmi kepada Presiden Joko Widodo untuk menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila.

NU sudah melakukan kajian akademik dan hasilnya menentukan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Hal itu sesuai dengan kesaksian dan pernyataan Ketua PBNU Almarhum KH Masykur bahwa kelahiran Pancasila dimulai dari pidato Bung Karno.

Serahkan Naskah Akademik, NU Minta Presiden Tetapkan Harlah Pancasila 1 Juni (Sumber Gambar : Nu Online)
Serahkan Naskah Akademik, NU Minta Presiden Tetapkan Harlah Pancasila 1 Juni (Sumber Gambar : Nu Online)

Serahkan Naskah Akademik, NU Minta Presiden Tetapkan Harlah Pancasila 1 Juni

"NU berpendapat bahwa Pidato Soekarno pada 1 Juni 1945 adalah fakta sejarah yang tak dapat disangkal, dan Soekarno adalah penggali Pancasila," jelas Komandan Apel Besar Harlah, H Saifullah Yusuf.

Haedar Nashir

Naskah akademik yang menguatkan pendapat tersebut telah diberikan secara langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada putri Bung Karno yang juga Presiden RI ke-5 Hj Megawati Soekarnoputri. "Nantinya Naskah akademik akan diserahkan kepada Presiden Jokowi," jelas Gus Ipul, Wakil Gubenur Jatim tersebut.

Ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah saat mengatakan, saat ini hanya ada Hari Kesaktian Pancasila, sedangan hari lahirnya Pancasila belum ada. Menurutnya, usaha NU membuat kajian dan naskah akademik sangat tepat. "Yayasan dan pesantren saja punya tanggal lahir, lah kok bisa Pancasila, puluhan tahun menjadi ideologi dan dasar negara kok tidak punya harlah. Inikan sebuah keniscayaan," terang Kiai Mutawakkil.

Haedar Nashir

"Pancasila terbukti mampu menjadi perekat bagi masyarakat dan membawa ketenteraman di tengah warga Indonesia yang berbeda suku, agama dan kepentingan," lanjutnya.

Dalam apel tersebut dihadiri oleh 10 ribu lebih kader NU, perwakilan organisasi masyarakat, dan sejumlah partai politik. ABG (Anak Buah Gus Dur) dan ABM (Anak Buah Mega) berbaur jadi satu. Terlihat merah, putih, dan hijau menjadi satu. ?

Dalam kesempatan itu, hadir beberapa tokoh antara lain Hj Megawati Soekarnoputri, Wakil Rais Am KH Miftachul Akhyar, Rais Syuriah PBNU KH Mas Subadar, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Pangdam V Brawijaya, Wakil Gubenur DKI Djarot Saifullah, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, dan utusan PCNU se-Jatim serta pengasuh pesantren se-Jatim turut hadir. (Rof Maulana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaNu Haedar Nashir

Sabtu, 29 Juli 2017

Santri Perlu Diajari untuk Profesional

Lumajang, Haedar Nashir. Selama ini kegiatan di pondok pesantren masih didominasi rutinitas di tingkat konsepsi, teori dan gagasan. Kalangan santri pun masih belum mampu beraktivitas di tingkat aktualisasi, implementasi dan aksi. Karenanya, lembaga pendidikan berbasis agama Islam itu pun perlu didorong agar lebih berani beraktualisasi sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Demikian wacana yang mengemuka pada pembukaan Kursus Maintenance Komputer dan Internet untuk Santri yang digelar Pimpinan Pusat (PP) Rabitah Ma’had Islami (RMI) di Lumajang, Jawa Timur, Senin (26/2). Hadir pada acara tersebut Wakil Katib Syuriah PBNU KH Sadid Jauhari, Ketua Umum PP RMI KH Mahmud Ali Zain, Wakil Sektetaris PP RMI HM Sulthan Fatoni dan Wakil Ketua PP RMI Bashori Alwi.

Santri Perlu Diajari untuk Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Perlu Diajari untuk Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Perlu Diajari untuk Profesional

”Kita sering melihat kelompok masyarakat sibuk dengan wacana syariat Islam namun kita tidak pernah tahu wujud aktualisasi ke-Islam-an mereka. Contoh nyata, kita sering mengkaji kitab kuning bab bai’ (transaksi jual-beli), namun kita masih belum mampu menerapkannya dalam kegiatan usaha yang profesional,” kata KH Mahmud Ali Zain.

Menurut Kiai Mahmud, banyak sekali potensi pesantren yang belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan kemampuan beraktualisasi. Kelemahan tersebut, katanya, dapat diatasi dengan cara memperbanyak kursus-kursus. ”Kursus maintenance komputer ini diharapkan dapat menumbuhkan kegairahan berkreasi. Begitu juga kursus internet yang dapat membantu santri untuk mengakses dunia keilmuan di luar komunitas mereka,”terangnya.

Senada dengan Kiai Mahmud, KH Sadid Jauhari mengatakan, sampai saat ini masih saja ada segelintir orang yang memanfaatkan NU untuk tujuan politik praktis. Tindakan tersebut tentu merugikan NU, baik di masa sekarang maupun mendatang. ”Saya minta agar NU tidak diseret ke mana-mana. Karena NU menjaga jarak yang sama dengan semua partai politik. Karena itu, program PP RMI seperti ini perlu diadakan sesering mungkin untuk menegaskan bahwa corak kegiatan NU yang sudah khittah itu, ya yang begini” ujarnya.

Haedar Nashir

Sementara itu, HM Sulthan Fatoni menjelaskan, program kursus komputer yang diikuti oleh 60 santri se-Jember, Pasuruan dan Lumajang itu akan dilaksanakan hingga tiga bulan mendatang. Sedangkan kursus internet selama enam hari. ”Peserta yang berasal dari Lumajang dapat berangkat dari rumahnya, sedangkan yang dari luar Lumajang ditampung di Ponpes Habibul Abrori Suko Lumajang,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Sulthan meyakinkan tentang kesiapan tenaga teknisi. ”Kami bekerjasama dengan satu lembaga profesional yang sanggup menggaransi semua peserta kursus menjadi terampil berkomputer dan berinternet. Program ini dirancang cukup ideal dan diharapkan, pesantren-pesantren yang santrinya ikut kursus tidak lagi mempunyai problem tenaga teknisi komputer dan internet,” kata mantan Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar NU itu. (maz)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir RMI NU Haedar Nashir

Manisnya Korma Ramadhan, Dagangan Sebulan Habis Sehari

Solo, Haedar Nashir. Buah korma merupakan menu khas berbuka puasa. Selain di sunahkan, kurma juga mengandung khasiat yang luar bisa untuk kesehatan. Dengan berbagai macam keistimewaan tersebut, permintaan buah kurma pada bulan Ramadan 2013 meningkat tajam di Solo.

Menurut Nunung, seorang pedangang kurma di kawasan Pasar Kliwon, Solo, pada hari biasa stok kurma sebanyak 100 kilogram (kg) dan baru terjual habis dalam jangka waktu dua minggu, selama bulan puasa kurma dengan berat tersebut hanya habis sehari.

Manisnya Korma Ramadhan, Dagangan Sebulan Habis Sehari (Sumber Gambar : Nu Online)
Manisnya Korma Ramadhan, Dagangan Sebulan Habis Sehari (Sumber Gambar : Nu Online)

Manisnya Korma Ramadhan, Dagangan Sebulan Habis Sehari

“Namun sekarang selama sekira seminggu bulan Puasa ini, permintaan kurma memang meningkat tajam,” ujarnya kepada Haedar Nashir, Sabtu (20/7).

Haedar Nashir

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, selama bulan Puasa ini dirinya harus menyediakan stok mencapai 8 ton. Nunung mengaku, asal kurma tersebut dari negara-negara timur tengah.

Harganya cukup bervariasi. Paling laris dibeli konsumen adalah kurma asal Emirat Arab, Iran, Mesir, dan Irak karena harganya cukup murah sekira Rp30 ribu- Rp50 ribu per kg.

Haedar Nashir

“Yang mahal ada, seperti kurma Madinah harganya di atas Rp100 ribu per kg, sedangkan kurma Nabi bisa mencapai Rp325 ribu per kg,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kamino, Pemilik Toko Almadina, Solo. Dia mengaku bahwa memasuki bulan Ramadan permintaan kurma memang meningkat tajam. 

Bila permintaan pada hari biasa tidak lebih dari 20 kg saja, tetapi saat masuk bulan Ramadhan langsung melonjak tajam hingga lebih dari 100 kg.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Rosyidi

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sejarah, Olahraga Haedar Nashir

Banser Bondowoso Ikuti Apel Operasi Lilin Semeru 2015

Bondowoso, Haedar Nashir? . Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) Kabupaten Bondowoso mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru tahun 2015 yang di adakan oleh Polisi Resort (Polres) Bondowoso. Kegiatan tersebut dilaksanakan di depan Kantor Bupati Bondowoso Jl. Letnan Karsono Kabupaten Bondowoso Jawa Timur Rabu (23/12) pagi.

Banser Bondowoso Ikuti Apel Operasi Lilin Semeru 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Bondowoso Ikuti Apel Operasi Lilin Semeru 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Bondowoso Ikuti Apel Operasi Lilin Semeru 2015

Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bondowoso Muzammil bahwa apel tersebut diikuti 1 peleton Banser yang berisi 35 personil dibawah komando Ketua Kasat Banser Susilo.

Apel tersebut, tambah dia, untuk membantu pengamanan dalam menghadapi hari Natal dan Tahun Baru. "Kegiatan untuk menjaga keamanan dalam rangka hari Natal dan Tahun Baru dimulai pada hari ini sampai dengan tanggal 5 Januari 2016," katanya.

Haedar Nashir

Dengan apel tersebut, Muzammil berharap toleransi umat beragama di Bondowoso tetap terjaga dan.(Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, Makam, Pesantren Haedar Nashir

Haedar Nashir

Jumat, 28 Juli 2017

Hadapi Organisasi Anti-NKRI, Warga NU Bogor Diminta Tenang

Bogor, Haedar Nashir



Pada Hari Sabtu 8 Oktober 2016, PCNU Kota Bogor melantik Pengurus Ranting, MWC dan Lembaga NU se-Kota Bogor di Pesantren Al-Alawiyah, Tanah Sareal, Bogor. Turut hadir di dalam pembengkalan pelantikan, sesepuh NU Kota Bogor H Aji Hermawan.

Di hadapan Pengurus ranting, MWC dan Lembaga NU, Ketua PCNU Kota Bogor, Ifan Haryanto, berpesan agar pengurus PCNU tetap istiqomah pada kredo perjuangan, Membumikan Ajaran Aswaja, Menjaga Tradisi serta Menjaga Keutuhan NKRI.?

Hadapi Organisasi Anti-NKRI, Warga NU Bogor Diminta Tenang (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Organisasi Anti-NKRI, Warga NU Bogor Diminta Tenang (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Organisasi Anti-NKRI, Warga NU Bogor Diminta Tenang

Terkait kredo perjuangan menjaga keutuhan NKRI, Ifan Haryanto menyampaikan bahwa dalam menghadapi isu maraknya gerakan organisasi anti-NKRI di Kota Bogor, warga NU di Kota Bogor diharapkan tetap tenang dan tidak bertindak di luar koridor hukum. Jika gerakan anti-NKRI tersebut sudah pada tahap mengancam keutuhan NKRI, baru NU siap menjadi garda terdepan untuk menjaga keutuhan NKRI.?

“Menjaga keutuhan NKRI merupakan kewajiban setiap warga Nahdliyin, karena NU bukan hanya sekedar benteng NKRI, namun juga salah satu pendiri republik ini,” katanya.?

Haedar Nashir

Ifan menambahkan berbagai bukti komitmen keindonesiaan telah ditunjukkan oleh para pendiri dan pejuang NU, dan sebagai warga NU wajar meneladani komitmen keindonesiaan para sesepuhnya.?

“Salah satu pendiri Nahdlatul Ulama yaitu KH Wahab Chasbullah bahkan telah menciptakan lagu Yalal Wathan yang mengungkapkan rasa kecintaan terhadap tanah air Indonesia, pada tahun 1934, jauh sebelum Indonesia merdeka,” paparnya. (M Zimamul Adli/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Santri, Quote Haedar Nashir

Haedar Nashir

Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran

Makassar, Haedar Nashir. Universitas Islam Makassar mengadakan syukuran dengan dzikir bersama atas Akreditasi Institusi oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) sebagai perguruan tinggi dengan predikat B. Syukuran berlangsung Sabtu 2 Mei 2015 tersebut dipusatkan di Auditorium Drs. KH. Muhyiddin Zain UIM.

Ribuan hadirin mengikuti lantunan dzikir yang dipimpin Sekretaris PWNU Sulawesi Selatan H. Masykur Yusuf. Sementara sujud syukur dipimpin Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anregurutta KH Muh. Sanusi Baco.

Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran

Rektor UIM Dr. Majdah M. Zain dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademika atas doa dan kerja keras mereka sehingga salah satu universitas kebanggaan warga NU tersebut mendapat pengakuan dari BAN-PT.

Haedar Nashir

Dengan penuh rasa syukur, kata dia, sengaja melaksanakan dzikir bersama atau istighosah ini, sebagai bentuk rasa syukur UIM atas karunia Allah Swt yang telah memberikan kekuatan kepada seluruh komponen.

Ia menambahkan, capaian ini dipersembahkan kepada orang-orang yang telah berjasa dan mewakafkan dirinya, demi kemajuan UIM.

Haedar Nashir

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar Prof. Iskandar Idy mengatakan, bahwa kemajuan UIM tak lepas dari kepemimpinan Majdah selaku Rektor. Tentunya dibantu seluruh komponen UIM.

Iskandar Idy mengimbau kepada seluruh civitas akademika untuk saling bahu membahu membangun UIM dan penuh keikhlasan.

Sementara Anregurutta KH. Sanusi Baco dalam taushiahnya meminta kepada seluruh civitas akademika untuk tetap istiqomah mengurus UIM dengan penuh dedikasi dan keikhlasan.

Juga, sambung dia, seluruh civitas akademika senantiasa memperbesar harapannya dan memperkecil kecemasannya agar dalam mengarungi kehidupan, terkhusus mengabdi pada lembaga pendidikan, diwarnai dengan penuh rasa optimis.

Hadir pada kesempatan itu seluruh Pengurus Syuriyah Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Sulsel, Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar, Pejabat Struktural UIM, ribuan mahasiswa UIM dan ratusan anak yatim piatu binaan UIM. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian, Syariah, Berita Haedar Nashir

Kamis, 27 Juli 2017

Sidang Itsbat pada 7 Agustus, Lebaran Diperkirakan Bareng

Jakarta, Haedar Nashir. Pemerintah akan melaksanakan sidang itsbat penentuan 1 Syawal 1434 Hijriyah pada 7 Agustus 2013 sesaat setelah diadakan rukyatul hilal di berbagai dareah. 

Pada saat itu posisi hilal sudah memungkinkan untuk dirukyat (imakur rukyat), dan berdasarkan pengalaman  maka hilal dimungkinkan bisa disaksikan.

Sidang Itsbat pada 7 Agustus, Lebaran Diperkirakan Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)
Sidang Itsbat pada 7 Agustus, Lebaran Diperkirakan Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)

Sidang Itsbat pada 7 Agustus, Lebaran Diperkirakan Bareng

Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam laman Kementerian Agama di Jakarta, Rabu, berharap hari raya Idul Fitri tahun ini akan dirayakan secara bersama oleh semua umat Muslim di Tanah Air.

Haedar Nashir

"Sidang itsbat akan dilaksanakan 7 Agustus, semua ormas Islam kita undang," kata Wamenag kepada wartawan pada acara buka puasa bersama di kediamannya, Jalan Ampera I No. 10, Jakarta Selatan, Selasa sore.

Haedar Nashir

Hadir Duta Besar Arab Saudi Mustafa bin Ibrahim Al Mubarak, para pejabat eselon I, II, dan III Kementerian Agama, serta beberapa direktur BUMN.

Wamenag mengatakan, jika didasarkan pada perhitungan hisab, pada hari pelaksanaan rukyatul hilal atau hari Rabu senja tanggal 7 Agustus 2013, posisi hilal berada di atas dua derajat.

Sesuai pengalaman tahun-tahun yang lalu, apabila hilal di atas dua derajat, maka hilal atau bulan baru dimungkinkan akan bisa disaksikan atau imkanur rukyat.

"Kecuali jika pada hari itu seluruh lokasi pemantauan hilal di Tanah Air terhalang mendung," ujarnya.

Namun Wamenag berharap, hari raya Idul Fitri tahun ini akan dirayakan bersama-sama oleh seluruh masyarakat muslim Indonesia. “Kita berharap lebaran bareng, sehingga lebih menguatkan ukhuwah Islamiyah," ujarnya.

Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil menambahkan, pada sidang itsbat penentuan awal syawal nanti terlebih dahulu dilaksanakan sebuah seminar membahas tentang masalah hisab-rukyat.

"Jika sebelumnya kegiatan sidang dilaksanakan sore hari, itsbat nanti akan dimulai dari siang hari, sekitar pukul 13.30 dengan sebuah seminar membahas permasalahan hisab rukyat, termasuk juga mengenai penetapan yang dilakukan oleh kelompok An Nazir dan Naqshabandi," kata Djamil.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan, Lomba, Aswaja Haedar Nashir

PSSI Riau Sebut Istimewa Pembukaan Liga Santri Nusantara di Inhu

Indragiri Hulu, Haedar Nashir?

Liga Santri Nusantara Region V Provinsi Riau secara resmi dibuka Bupati Indragiri Hulu H. Yopi Arianto di Stadion Nara Singa Rengat 27 Agustus lalu. Acara ini dimulai dari pukul 20.00 hingga pukul 23.30 dihadiri oleh sekira 10.000 orang. Kick off dimeriahkan drumb band dari pesantren setempat yang diikuti oleh defile dari kafilah-kafilah perwakilan 16 pesantren se-Provinsi Riau yang mengikuti Liga Santri.?

Di antara pesantren-pesantren tersebut adalah Pondok Pesantren Salafiyah Babussalam, Pondok Pesantren Syamsyudildin, Pondok Pesantren Nurul Huda, Pondok Pesantren Darul Huda, Pondok Pesantren Al Majdiyah, Pondok Pesantren Khairul Ummah, Pondok Pesantren Al Ihsan, Pondok Pesantren Al Munawwarah, Pondok Pesantren Al Hidayah, Pondok Pesantren Darun Nahda, Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Pondok Pesantren Jabal Nur, Pondok Pesantren Al Kautsar, Pondok Pesantren Tebuireng 4, Pondok Pesantren Baqiyyatussyadiyyah, dan Pondok Pesantren Raudlatul Jannah.

PSSI Riau Sebut Istimewa Pembukaan Liga Santri Nusantara di Inhu (Sumber Gambar : Nu Online)
PSSI Riau Sebut Istimewa Pembukaan Liga Santri Nusantara di Inhu (Sumber Gambar : Nu Online)

PSSI Riau Sebut Istimewa Pembukaan Liga Santri Nusantara di Inhu

Dalam sambutannya, Ketua PSSI Asprov Riau menyebut bahwa pembukaan LSN Region V Riau-Kepri ini meriah sekali dan sudah setara perhelatan SEA Games. "Bayangkan, Indragiri Hilir ini jauh dari ibukota provinsi, tetapi lihatlah ia berani menyelenggarakan event sepakbola di malam hari. Kalau bukan infrastruktur memadai, ini tidak akan terjadi. Inilah istimewanya Liga Santri," ujar Chaidir Ketua Pengprov PSSI Riau.

Sementara itu, Bupati Indragiri Hulu dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Kemenpora dan PBNU atas terselenggaranya Liga Santri. "Pembibitan sepakbola kita harus dimulai sejak dini. Liga Santri ini membantu PSSI untuk menyelenggarakan kompetisi sepakbola di Usia-16. Ini sangat strategis mengingat belum ada kompetisi yang masif dan teratruktur di usia ini," tutur Yopi.

Labih lanjut Yopi mengungkapkan kebanggaannya pada NU. "Sebagai kepala daerah saya sangat bangga kepada NU. Bukan saja karena saya seorang Nahdliyin, tetapi karena sejarah berdirinya negara ini tidak bisa dipisahkan dari keringat, darah dan airmata para kiai, santri dan pesantren yang merupakan basis gerakan dari jam’iyah Nahdlatul Ulama," kata Yopi berapi-api.

Haedar Nashir

Tampak hadir dalam acara tersebut adalah Kadispora Provinsi Riau Doni Aprialdi, perwakilan Kapolda Riau, Kapolres Inhu, Forkompuda Provinsi Riau, Jajaran PWNU Provinsi Riau, Jajaran PCNU Inhu dan pengurus MWC NU se-Kabuoten Inhu. Selain itu perhelatan ini juga diikuti oleh seluruh pesantren dan madrasah di Inhu.

Sementara itu dari Panitia Nasional LSN diwakili oleh jajaran direksi, antara lain Cornelius Ariyanto Wibisono, Ade Abdul Aziz, dan Irham Saifuddin. Acara tersebut langsung dikoordinasikan oleh Koordinator Region V Riau-Kepri Ribhan Dwi Jayana. (Ali/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Aswaja, AlaNu, Anti Hoax Haedar Nashir

Selasa, 25 Juli 2017

Kisah Uwais Al Qarni, Pemuda Istimewa di Mata Rasulullah

“Belum dikatakan berbuat baik kepada Islam, orang yang belum berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tuanya.” Syaikhul Jihad Abdullah Azzam

Di Yaman, tinggallah seorang pemuda bernama Uwais Al Qarni yang berpenyakit sopak. Karena penyakit itu tubuhnya menjadi belang-belang. Walaupun cacat tapi ia adalah pemuda yang saleh dan sangat berbakti kepada ibunya, seorang perempuan wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan.

Kisah Uwais Al Qarni, Pemuda Istimewa di Mata Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Uwais Al Qarni, Pemuda Istimewa di Mata Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Uwais Al Qarni, Pemuda Istimewa di Mata Rasulullah

“Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersamamu. Ikhtiarkan agar ibu dapat mengerjakan haji,” pinta sang ibu.

Haedar Nashir

Mendengar ucapan sang ibu, Uwais termenung. Perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh, melewati padang tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Lantas bagaimana hal itu dilakukan Uwais yang sangat miskin dan tidak memiliki kendaraan?

Uwais terus berpikir mencari jalan keluar. Kemudian, dibelilah seekor anak lembu, kira-kira untuk apa anak lembu itu? Tidak mungkin pergi haji naik lembu. Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi ia bolak-balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. “Uwais gila... Uwais gila..” kata orang-orang yang melihat tingkah laku Uwais. Ya, banyak orang yang menganggap aneh apa yang dilakukannya tersebut.

Haedar Nashir

Tak pernah ada hari yang terlewatkan ia menggendong lembu naik-turun bukit. Makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar pula tenaga yang diperlukan Uwais. Tetapi karena latihan tiap hari, anak lembu yang membesar itu tak terasa lagi.

Setelah 8 bulan berlalu, sampailah pada musim haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kilogram, begitu juga otot Uwais yang makin kuat. Ia menjadi bertenaga untuk mengangkat barang. Tahukah sekarang orang-orang, apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari? Ternyata ia sedang latihan untuk menggendong ibunya.

Uwais menggendong Ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Makkah! Subhanallah, alangkah besar cinta Uwais pada ibunya itu. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.

Uwais berjalan tegap menggendong ibunya wukuf di Ka’bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka’bah, ibu dan anak itu berdoa.

“Ya Allah, ampuni semua dosa ibu,” kata Uwais.

“Bagaimana dengan dosamu?” tanya sang Ibu keheranan.

Uwais menjawab, “Dengan terampuninya dosa ibu, maka ibu akan masuk surga. Cukuplah ridha dari ibu yang akan membawaku ke surga.”

Itulah keinginan Uwais yang tulus dan penuh cinta. Allah subhanahu wata’ala pun memberikan karunia untuknya. Uwais seketika itu juga sembuh dari penyakit sopaknya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya. Tahukah kalian apa hikmah dari bulatan disisakan di tengkuknya Uwais tersebut? Ituah tanda untuk Umar bin Khaththab dan Ali bin Abi Thalib, dua sahabat Rasulullah untuk mengenali Uwais.

Beliau berdua sengaja mencari di sekitar Ka’bah karena Rasulullah berpesan, “Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul. Kalian berdua, pergilah cari dia. Dia akan datang dari arah Yaman, dia dibesarkan di Yaman.”

“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya, demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan).” (HR Bukhari dan Muslim)

Uwais Al Qarni pergi ke Madinah

Setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya Uwais Al Qarni sampai juga di kota Madinah. Segera ia mencari rumah Nabi Muhammad. Setelah ia menemukan rumah Nabi, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam, keluarlah seseorang seraya membalas salamnya. Segera saja Uwais Al Qarni menyakan Nabi yang ingin dijumpainya. Namun ternyata Nabi tidak berada di rumahnya, beliau sedang berada di medan pertempuran. Uwais Al Qarni hanya dapat bertemu dengan Siti Aisyah r.a., istri Nabi. Betapa kecewanya hati Uwais. Dari jauh ia datang untuk berjumpa langsung dengan Nabi, tetapi Nabi tidak dapat dijumpainya.

Dalam hati Uwais Al Qarni bergejolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi dari medan perang. Tapi kapankah Nabi pulang? Sedangkan masih terniang di telinganya pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu,agar ia cepat pulang ke Yaman, “Engkau harus lepas pulang.”

Akhirnya, karena ketaatanya kepada ibunya, pesan ibunya mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi. Karena hal itu tidak mungkin, Uwais Al Qarni dengan terpaksa pamit kepada Siti Aisyah r.a., untuk segera pulang kembali ke Yaman, dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi. Setelah itu, Uwais pun segera berangkat pulang mengayunkan lengkahnya dengan perasaan amat sedih dan terharu.

Peperangan telah usai dan Nabi pulang menuju Madinah. Sesampainya di rumah, Nabi menanyakan kepada Siti Aisyah r.a., tentang orang yang mencarinya. Nabi mengatakan bahwa Uwais anak yang taat kepada orang ibunya, adalah penghuni langit. Mendengar perkataan Nabi, Siti Aisyah r.a. dan para sahabat tertegun. Menurut keterangan Siti Aisyah r.a. memang benar ada yang mencari Nabi dan segera pulang ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama. Nabi Muhammad melanjutkan keterangannya tentang Uwais Al Qarni, penghuni langit itu, kepada sahabatnya, “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia, perhatikanlah ia mempunyai tanda putih di tengah telapak tangannya.”

Sesudah itu Nabi memandang kepada Ali bin Abi Thalib dan Umar bin Khaththab seraya berkata, “Suatu ketika apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi.”

Waktu terus berganti, dan Nabi kemudian wafat. Kekhalifahan Abu Bakar pun telah digantikan pula oleh Umar bin Khaththab. suatu ketika Khalifah Umar teringat akan sabda Nabi tentang Uwais Al Qarni, penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kembali sabda Nabi itu kepada sahabat Ali bin Abi Thalib. Sejak saat itu setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib selalu menanyakan tentang Uwais Al Qarni, si fakir yang tak punya apa-apa itu. yang kerjanya hanya menggembalakan domba dan unta setiap hari? Mengapa Khalifah Umar dan sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib selalu menanyakan dia?

Rombongan kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais Al Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu pun tiba di kota Madinah. Melihat ada rombongan kafilah yang baru datang dari Yaman, segera Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais Al Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu mengatakan bahwa Uwais ada bersama mereka, dia sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib segera pergi menjumpai Uwais Al Qarni.

Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib memberi salam. Tapi rupanya Uwais sedang salat. Setelah mengakhiri salatnya dengan salam, Uwais menjawab salam Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib sambil mendekati kedua sahabat Nabi tersebut dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah dengan segera membalikan telapak tangan Uwais, seperti yang pernah dikatakan Nabi. Memang benar! Tampaklah tanda putihdi telapak tangan Uwais Al Qarni.

Wajah Uwais nampak bercahaya. Benarlah seperti sabda Nabi. Bahwa ia adalah penghuni langit. Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib menanyakan namanya, dan dijawab, “Abdullah”. Mendengar jawaban Uwais, mereka tertawa dan mengatakan, “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?” Uwais kemudian berkata, “Nama saya Uwais Al Qarni”.

Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. akhirnya Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib memohon agar Uwais membacakan doa dan Istighfar untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada Khalifah, “Saya lah yang harus meminta do’a pada kalian”.

Mendengar perkataan Uwais, “Khalifah berkata, “Kami datang kesini untuk mohon doa dan istighfar dari Anda”. Seperti dikatakan Rasulullah sebelum wafatnya. Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais Al Qarni akhirnya mengangkat tangan, berdoa dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menampik dengan berkata, “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.”



Fenomena ketika Uwais Al Qarni Wafat


Beberapa tahun kemudian, Uwais Al Qarni berpulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan di mandikan, tiba-tiba sudah banyak orang yang ingin berebutan ingin memandikannya. Dan ketika di bawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana pun sudah ada orang-orang yang sudah menunggu untuk mengafaninya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburannya, di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa ke pekuburannya, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk menusungnya.   

Meninggalnya Uwais Al Qarni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak kenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais Al Qarni adalah seorang yang fakir yang tidak dihiraukan orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu.

Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, “Siapakah sebenarnya engkau Wahai Uwais Al Qarni? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir, yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari hanyalah sebagai pengembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatnya, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal.mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamannya.”

Berita meninggalnya Uwais Al Qarni dan keanehan-keanehan yang terjadi ketika wafatnya telah tersebar kemana-mana. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya, siapa sebenarnya Uwais Al Qarni. Selama ini tidak ada orang yang mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al Qarni disebabkan permintaan Uwais Al Qarni sendiri kepada Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib agar merahasiakan tentang dia. Barulah di hari wafatnya mereka mendengar sebagaimana yang telah di sabdakan oleh Nabi, bahwa Uwais Al Qarni adalah penghuni langit.

Begitulah Uwais Al Qarni, sosok yang sangat berbakti kepada orang tua, dan itu sesuai dengan sabda Rasulullah ketika beliau ditanya tentang peranan kedua orang tua. Beliau menjawab, “Mereka adalah (yang menyebabkan) surgamu atau nerakamu.” (HR Ibnu Majah).

M. Haromain,

Alumnus Pondok Pesantren Lirboyo Kediri;

Berdomisili di Pondok Pesantren Nurun ala Nur Bogangan Utara Wonosobo


Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hadits, Pendidikan Haedar Nashir

Senin, 24 Juli 2017

Ideologi PMII Harus Sama, Pemetaan Kader Lihat Potensi Lokal

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia kini telah berusia 57 tahun. Organisasi yang didirikan di Surabaya tersebut, telah memiliki kader dari Sabang sampai Merauke. Para alumnusnya telah memasuki beragam bidang, baik di kemayarakatan maupun di pemerintahan.?

Meski demikian, organisasi yang baik adalah organisasi yang melihat masa lalu, potensi saat ini dan terutama tantangan masa depan. Agar PMII bisa terus eksis menjadi organisasi di kalangan mahasiswa.?

Sebagai salah satu upaya menjawab atau saran untuk PMII, Abdullah Alawi dari Haedar Nashir mewawancarai salah seorang alumnusnya, Juri Ardiantoro, yang saat ini menjadi salah seorang Ketua PBNU dan pernah menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat. Berikut petikannya: ? ?

Ideologi PMII Harus Sama, Pemetaan Kader Lihat Potensi Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Ideologi PMII Harus Sama, Pemetaan Kader Lihat Potensi Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Ideologi PMII Harus Sama, Pemetaan Kader Lihat Potensi Lokal





Bagaimana melihat kaderisasi PMII hari ini?

Haedar Nashir

Kaderisasi harus diperluas orientasinya tidak hanya sekadar menambah jumlah kader. Tapi menambah bobot kader. Bobot kader juga harus diperluas tidak hanya sekadar menghiasi dunia politik, tapi dunia profesional. Dan mulai menyiapkan kader-kader untuk mengambil peran di wilayah itu.

Caranya agar PMII bisa seperti itu bagaimana?

Haedar Nashir

Harus ada pemetaan potensi kader dan pemetaan berdasar keunikan kader di tiap-tiap daerah. Jadi, kaderisasi tak harus mesti sama seluruh daerah, seluruh Indonesia. Pada hal-hal yang sangat prinsip tata, nilai, ideologi harus sama. Tapi pada konteks pengembangan kader dan penyiapan kepemimpinan, ya harus memperhatikan karakater atau keunikan daerah. Sehingga kader PMII tidak setiap kader PMII harus ke Jakarta. Caranya harus pemetaan kader dulu yang membangun satu strategi penguatan kelembagaan dan kader serta bisa memanfaatkan sumber daya di lokal. Jadi, tidak harus ke Jakarta.

Kenapa politik masih pusat perhatian PMII?

Makanya harus diperluas framenya, PMII tidak melulu urusan politik. Dunia profesional harus digeluti. Kalaupun politik, adalah politik dalam upaya penyiapan kader kepemimpinan bangsa, yang lebih luas, bukan sekadar anggota DPR.

Hubungan dengan alumni untuk membangun upaya PMII seperti itu?





Alumni harus menjadi inspiratif, bukan sekadar membangun patronase. Kelemahan organisasi mahasiswa itu kan alumninya membangun patronase sehingga membangun blok-blok. Nah, itu yang tidak bagus. Alumni harus bisa mengemong semua. Ini kader siapa, itu kader siapa. Nah, ini mestinya tidak begitu.?

Selain itu, tantangan PMII ke depan itu apa?

Salah satu tantangan organisasi Islam itu sekarang adalah memoderasi menguatnya kelompok garis keras di kalangan anak muda. Bagaimaana memoderasi radikalisme di kalangan anak muda ini yang harus digarap PMII. Jagan asyik di dunianya, lupa urusan gerakan keislaman di kalangan muda yang sudah mulai menguat unsur-unsur Islam garis kerasnya. Bukan hanya membaca buku, tapi memperkuat gerakan praksis untuk memoderasi gerakan Islam garis keras itu.?

PMII mampu melakukan hal itu? ?

Ya mampu karena PMII itu kan sudah menjadi organisasi besar ya, hampir di seluruh daerah mempunyai basis. Cuma ya itu tadi, orientasinya harus diubah tidak hanya urusan politik. Tapi kalaupun politik harus politik tingkat tinggi, jangan melupakan urusan lokal, mushala, kampus.?

Sebagai alumnus PMII, bagi Anda, apa manfaat berorganisasi di PMII itu?

Pada zaman saya itu kan di PMII menjadi tempat, menjadi media dimana kita diperkenalkan dengan bagaimana cara mengkonkretkan semangat kepemudaan yang berbasis agama. Itulah manfaatnya. Kemudian dengan ber-PMII, kita punya pandangan lebih luas, tidak sempit karena bertemu dengan banyak orang dan bertemu banyak perspektif pemikiran, banyak orang; dan kita juga bertemu dengan banyak potensi di tempat lain yang mungkin tidak kita temukan kalau tidak ikut organisasi. ?

Apa pesan pribadi kepada kader-kader PMII di seluruh Indonesia?

Mumpung masih muda dan PMII, berorganisasi tidak sekadar ingin bergaul atau memperoleh status di organisasi, tapi berorganisasi harus memiliki makna untuk dirinya sendiri dan bagi organisasi sendiri, dan bagi masyarakat pada umumnya. Jadi, organisasi menjadi alat untuk memberdayakan dirinya sebelum juga memberdayakan lingkungannya.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nahdlatul Haedar Nashir

NU Pecahkan 2 Rekor Dunia MURI di Peringatan Hari Santri 2016

Jakarta, Haedar Nashir. Di peringatan Hari Santri Nasional 2016, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berhasil memecahkan 2 rekor dunia MURI untuk pembacaan serentak 1 miliar shalawat Nariyah dan kirab terjauh (2000 km).

Kirab Resolusi Jihad NU menempuh jarak dari Banyuwangi ke Jakarta. PBNU menerjunkan sekitar 150 Tim Kirab Resolusi Jihad yang singgah dari tempat bersejarah satu ke tempat bersejarah lain.?

NU Pecahkan 2 Rekor Dunia MURI di Peringatan Hari Santri 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Pecahkan 2 Rekor Dunia MURI di Peringatan Hari Santri 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Pecahkan 2 Rekor Dunia MURI di Peringatan Hari Santri 2016

Antusisme masyarakat dalam menyambut Kirab Resolusi Jihad juga cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan berjejernya masyarakat dan santri di sepanjang jalan untuk menyapa Tim Kirab yang diketuai oleh Wasekjen PBNU Isfah Abidal Aziz.?

“Kirab menggunakan kendaraan dengan jarak terjauh selama ini di dunia hanya dilakukan oleh NU dengan Kirab Resolusi Jihadnya,” ujar Ketua Umum MURI Jaya Suprana saat menyerahkan piagam Rekor Dunia MURI kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sabtu (22/10) dalam apel akbar dan upacara Hari Santri Nasional di Monas Jakarta.?

Haedar Nashir

Demikian juga dengan gerakan pembacaan 1 miliar shalawat nariyah secara serentak yang diinisiasi oleh PBNU. Pembacaan shalawat serentak hanya berlangsung satu malam dengan beberapa jam saja.

Warga NU ramai-ramai mengisi masjid, mushola, majelis taklim, madrasah, pesantren dan kantor-kantor pengurus untuk membaca shalawat nariyah yang bertujuan untuk mendoakan bangsa dan negara Indonesia agar tetap aman, makmur, damai, dan berkeadilan.

Pembacaan shalawat yang diyakini memiliki banyak keberkahan ini juga dilakukan oleh para pengurus PCINU di 24 negara.

“Belum pernah ada muslim di dunia ini yang membaca shalawat hingga 1 miliar secara bersamaan, NU luar biasa sudah melakukannya,” terang Jaya Suprana.

Rekor Dunia MURI ini membuktikan karakter santri dan NU sebagai elemen bangsa yang terus bekerja keras dalam membangun spirit kehidupan bangsa dan negara yang lebih baik di segala bidang kehidupan. Ikhtiar spiritual seperti pembacaan shalawat nariyah juga tidak semata kepentingan kelompok, tetapi demi menjaga keutuhan dan kemakmuran bangsa. (Fathoni)?

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kyai, Hikmah, Pendidikan Haedar Nashir

Minggu, 23 Juli 2017

Presiden dan Masyarakat Peringati Maulid di Monas

Jakarta, Haedar Nashir. Sebagian umat muslim Jakarta memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 H di Lapangan Monumen Nasional (Monas) pada Selasa pagi.

Presiden dan Masyarakat Peringati Maulid di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden dan Masyarakat Peringati Maulid di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden dan Masyarakat Peringati Maulid di Monas

Warga yang kebanyakan mengenakan pakaian putih dan sebagian mengenakan jaket hitam bertulisan "Majelis Rasulullah" pada bagian belakang menghadiri acara yang berlangsung mulai sekitar pukul 08.00 sampai 10.00 WIB tersebut.

Lapangan Monas dipadati warga yang menghadiri acara yang juga dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut. Sebagian bus dan mobil warga yang mengikuti acara tersebut diparkir di Jalan Merdeka Selatan.

Haedar Nashir

Peringatan Maulid Nabi yang dihadiri ribuan orang dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi itu diisi dengan dzikir dan tausyiah oleh Habib Ahmad bin Jindan.

Haedar Nashir

Usai acara sebagian peserta melakukan konvoi menggunakan motor meninggalkan kawasan Monas dan sebagian lainnya berjalan kaki keluar dari area Monas ke kawasan Merdeka Barat dan Merdeka Timur, membuat para pengendara yang melewati jalanan itu memelankan laju kendaraan mereka.

Namun hal itu tidak sampai menimbulkan kemacetan panjang. Aparat kepolisian terlihat mengatur lalu lintas di sekitar kawasan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Rasulullah Muhammad SAW merupakan pemimpin transformatif yang mampu mengubah masyarakat dari jaman kegelapan menuju era baru yang penuh iman.

"Kita berterimakasih pada Muhamad karena beliau telah mengajarkan Islam, membimbing kita, telah memimpin perubahan masa besar, yang sering kita sebut transformasi, dari jaman kegelapan ke jaman penuh cahaya iman," kata Presiden Yudhoyono.

Presiden dalam kesempatan itu mengatakan, pribadi Nabi Muhammad SAW merupakan pribadi paripurna yang harus menjadi teladan pemimpin. Nabi merupakan seorang pekerja keras, selalu menuntut ilmu, dan menjadi pengayom bagi masyarakatnya. 

"Beliau mengayomi semua, membangun toleransi, menjaga ukhuwah dan kerukunan bagi semua yang dipimpin. Ini cocok dikaitkan dengan Indonesia, umat Islam terbesar di dunia tetapi negara kita bangsa yang majemuk," kata Presiden. 

Presiden menambahkan, sifat-sifat kepemimpinan Nabi yang bekerja keras dan pantang untuk menyerah juga harus menjadi contoh bagi bangsa Indonesia untuk terus membangun dan tidak berputus asa. Menurut dia, tidak ada jalan pintas dalam menggapai cita-cita mulia. 

Presiden dalam kesempatan itu juga berpesan, mendekati pemilu 2014, agar semua komponen bangsa menjaga keamanan dan ketertiban serta terus meningkatkan kerukunan. (antara/mukafi niam)

Foto: Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Habib, Anti Hoax Haedar Nashir

Pesantren Lirboyo, Dari Bela Diri Tradisional Hingga Pameran Akik

Kediri, Haedar Nashir. Serangkaian kegiatan dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri dalam rangka menyambut Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang dan Reuni Akbar Pesantren Lirboyo Kediri ke-115.?

Pesantren Lirboyo, Dari Bela Diri Tradisional Hingga Pameran Akik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Lirboyo, Dari Bela Diri Tradisional Hingga Pameran Akik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Lirboyo, Dari Bela Diri Tradisional Hingga Pameran Akik

Diantara kegiatan yang diselenggarakan, yaitu Pasar Rakyat, Pameran Batu Nusantara (Akik) dan Pencak Dor (Open Bar) atau pertarungan terbuka, yakni sebuah pertandingan pencak silat atau beladiri tradisional antar-jawara se-Karesidenan Kediri.?

Acara yang dimulai sejak tanggal 19-26 Mei 2015 itu diselenggarakan atas kerja sama antara Keluarga Besar Pesantren Lirboyo, PCNU Kota Kediri dan PC GP Ansor Kota Kediri serta PT Gudang Garam Kediri.

Haedar Nashir

“Pasar Rakyat dan pameran Akik kita selenggarakan mulai tanggal 19-26 Mei 2015. Khusus untuk pameran Batu Nusantara kita mulai pukul 15.00 sampai pukul 22.00,” ungkap Gus Mamik, salah seorang panitia penyelenggara, Kamis (21/5).

Menurut Ketua GP Ansor Kota Kediri itu, selama pameran batu Nusantara berlangsung akan dilakukan juga lelang On The Sport. “Lelang akan dilakukan ? setiap hari mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai,” katanya.

Haedar Nashir

Selain gelar pameran batu yang saat ini sedang digandrungi masyarakat tersebut, lanjut Gus Mamik, panitia juga akan menggelar kesenian beladiri tradisional warga NU Majapahitan berupa Pencak Dor (Open Bar) atau pertarungan terbuka.?

Dikatakannya pertarungan terbuka, karena setiap jawara pencak silat yang tampil tidak akan pilih-pilih lawan yang akan dihadapi. Semua dilakukan secara terbuka satu lawan satu sesuai aturan di dunia pencak dor. “Siapa saja boleh ambil bagian di acara ini. Yang penting berani dan memiliki teknik bertanding,” terangnya. ?

Biasanya, tandas Mamik, para jawara pencak dor dari masing-masing kabupaten di sekitar Kediri akan tumplek blek di lapangan Aula Muktamar untuk ikut ambil bagian. Tidak jarang Open Bar disaksikan puluhan ribu penonton.? “Ini kesenian klasik yang ? masih bertahan di wilayah Karesidenan Kediri,” katanya. (Imam Kusnin/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pemurnian Aqidah Haedar Nashir

Sabtu, 22 Juli 2017

Air Zamzam Palsu Produksi Semarang Dimusnahkan

Semarang, Haedar Nashir. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah memusnahkan ribuan liter air zamzam palsu yang disita dari sebuah pabrik di Mijen, Semarang, beberapa waktu lalu.

Polisi membuang air zamzam palsu yang menjadi bukti kejahatan itu ke saluran air di Markas Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah di Semarang, Kamis.

Air Zamzam Palsu Produksi Semarang Dimusnahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Air Zamzam Palsu Produksi Semarang Dimusnahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Air Zamzam Palsu Produksi Semarang Dimusnahkan

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Djoko Poerbohadijoyo mengatakan pemusnahan tersebut telah memperoleh penetapan dari pengadilan.

Haedar Nashir

Pejabat Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah serta tersangka dan penasehat hukumnya menyaksikan polisi membuang air dalam ratusan botol dan jeriken siap edar itu ke saluran air.

Polisi menyita air zamzam palsu itu dalam penggerebekan di Semarang. Dalam penggerebekan itu polisi juga menyita sejumlah alat produksi berupa mesin penyaring air, mesin pengemas, serta ribuan kemasan air zamzam palsu siap edar dan menangkap pemilik pabrik. (antara/mukafi niam)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Budaya Haedar Nashir

PW Muslimat NU DKI Gelar Jalan Sehat

Jakarta, Haedar Nashir. Pengurus Wilayah Muslimat NU DKI Jakarta mengadakan pawai jalan sehat. Jalan sehat diikuti arak-arakan panjang yang dimulai di muka Gedung PBNU Kramat Raya, Jakarta Pusat, Ahad (23/6) pagi. Arak-arakan panjang ibu-ibu Muslimat NU DKI Jakarta berakhir di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

PW Muslimat NU DKI Gelar Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
PW Muslimat NU DKI Gelar Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

PW Muslimat NU DKI Gelar Jalan Sehat

Sedikitnya 10.000 peserta arak-arakan jalan sehat. Mereka meliputi pengurus dan kader Muslimat NU DKI Jakarta mulai pengurus ranting hingga anak ranting Muslimat NU di Jakarta. Antara Gedung PBNU dan TIM, arak-arakan jalan sehat menyusuri jalan Raden Saleh, Cikini, dan Gondangdia Raya.

Gelar Jalan Sehat dan lomba menari serta mewarnai oleh siswa-siswi pendidikan anak usia dini (PAUD) binaan Muslimat NU diadakan dalam rangka memperingati harlah ke-67 Muslimat NU. 

Haedar Nashir

“Gerakan Jalan Sehat dimaksudkan bahwa Muslimat NU DKI Jakarta tidak hanya memerhatikan persoalan rohani dengan gerakan dakwah, tetapi juga kesehatan jasmani,” tegas Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta Hj. Hizbiyah Rochim saat dihubungi Haedar Nashir, Ahad (23/6) siang.

Haedar Nashir

Peserta jalan sehat mengenakan seragam training dan kaos putih dengan lengan panjang hijau. Sementara bus dan angkutan yang mengantarkan mereka ke Gedung PBNU tengah memadati halaman parkir TIM.

Sementara Panitia Jalan Sehat Muslimat NU DKI Jakarta membagikan hadiah bagi pemenang lomba menari dan mewarnai yang diiukti oleh siswa-siswi pendidikan anak usia dini (PAUD) binaan Muslimat NU.

Dari atas panggung yang membelakangi Planetarium TIM, panitia membagikan doorprize berupa aneka alat elektronik dan sepeda motor.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pertandingan, Fragmen, Sunnah Haedar Nashir

“Ikrar Janjiku” Antologi Puisi IPNU-IPPNU Jepara

Jepara, Haedar Nashir. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Jepara meluncurkan antologi puisi berjudul “Ikrar Janjiku” di SMK Fadlun Nafis Bangsri Jepara, Jawa Tengah, Ahad (21/12) sore.

“Ikrar Janjiku” Antologi Puisi IPNU-IPPNU Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
“Ikrar Janjiku” Antologi Puisi IPNU-IPPNU Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

“Ikrar Janjiku” Antologi Puisi IPNU-IPPNU Jepara

Kegiatan bersamaan dengan Pelatihan Jurnalistik “Meraih Sukses dengan Jurnalistik” yang diikuti 55 pelajar MA sederajat se-Jepara.

Kumpulan 99 puisi karya pelajar Jepara itu merupakan hasil lomba cipta puisi tingkat MTs sederajat, MA sederajat dan Pimpinan Ranting se-Jepara dalam rangka hari Sumpah Pemuda dan Pahlawan yang diadakan beberapa waktu lalu.

Haedar Nashir

Pemberian judul antologi “Ikrar Janjiku” mengambil dari salah satu pemenang juara I lomba puisi tingkat MTs sederajat, yakni Alfi Lutfiah asal MTs NU Nahdlatul Fata Peketeyan Kedung Jepara.

Haedar Nashir

Ketua IPNU Cabang Jepara Muhammad Khoironi menyatakan, penerbitan antologi puisi merupakan wahana untuk mencurahkan ide kreatif pelajar bidang seni, utamanya puisi.

“Ikrar Janjiku, merupakan bukti kepedulian pelajar yang diwujudkan melalui bait-bait puisi,” terang Khoironi.

Farida Farichah, Ketua Umum PP IPPNU dalam endorsement buku itu memberikan apresiasi atas terbitnya antologi puisi. Senada dengan Khoironi mencipta puisi merupakan bentuk cipta rasa dan karsa dalam meningkatkan kreativitas dan sumber daya pelajar.

Dikemukakan Farida, dengan makin banyaknya ruang-ruang kreatif akan meminimalisir dampak negatif globalisasi. “Misalnya maraknya pemakaian narkoba di kalangan remaja, merosotnya moral dan semakin meningkatnya tindakan kekerasan teruatama terhadap pelajar perempuan,” imbuhnya.

Farida berharap dengan potensi dan semangat moral tinggi pelajar bisa berbuat lebih untuk kemajuan bangsa dan negara. Khoironi menambahkan lewat momen itu ia berharap semakin memacu pelajar Jepara dalam mengasah bakatnya bidang seni puisi. “Sehingga pelajar menjadi pelopor kebangkitan kesenian di Jepara,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya Haedar Nashir

Jumat, 21 Juli 2017

Ini Rekomendasi Bahtsul Masail Kongres Pergunu II Terkait Full Day School

Mojokerto, Haedar Nashir - Komisi Bahtsul Masail Kongres II Pergunu yang digelar di Mojokerto, Jumat (28/10) memfokuskan pembahasan pada bidang pendidikan terkait wacana pemerintah terhadap pemberlakuan Full Day School (FDS). Forum menganggap wacana ini apabila diberlakukan pasti memiliki plus dan minus.

Dalam konteks Nahdlatul Ulama di mana masyarakatnya banyak yang menyelenggarakan kegiatan diniyah, TPQ dan lain sebagainya, Full Day School jelas merugikan karena eksistensi lembaga diniyah dan TPQ yang menjadi karakteristik NU terancam bubar.

Ini Rekomendasi Bahtsul Masail Kongres Pergunu II Terkait Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Rekomendasi Bahtsul Masail Kongres Pergunu II Terkait Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Rekomendasi Bahtsul Masail Kongres Pergunu II Terkait Full Day School

Karena itu, forum menolak pemberlakukan FDS jika pelaksanaannya akan merugikan agama, siswa, orang tua, dan atau lembaga pendidikan lain seperti madrasah diniyah dan lain-lain. Forum menerima dengan catatan FDS dapat dikemas sinergi dengan kegiatan pendidikan lain.

Forum ini menghasilkan rekomendasi kepada pemerintah tentang masalah FDS sebagai berikut.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

1. Gagasan pemberlakukan Full Day School harus didahului dengan kajian komprehensif yang matang (dengar pendapat dari para pihak dan uji publik).

2. Jika Full Day School diberlakukan, maka standar minimal pendidikan harus dipenuhi oleh pemerintah (mengacu pada 8 SNP).

3. Full Day Learning dengan memperhatikan kearifan lokal .

4. Jika Full Day School didiberlakukan, maka penentuan pendidik agama harus disepakati/disetujui oleh wali murid.

5. Materi pendidikan moral dan atau karakter diperbanyak. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Ahlussunnah Haedar Nashir

Kamis, 20 Juli 2017

Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa

Magelang, Haedar Nashir

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menyatakan kiai kampung memiliki peran besar terhadap pembangunan karakter bangsa.

Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Miliki Andil Besar Pembangunan Karakter Bangsa

"Para kiai memiliki andil besar dalam pembangunan karakter, jati diri, dan kepribadian bangsa ini," katanya dalam pengajian umum dalam rangka haul dan khataman di Pondok Pesantren Raudhatut Thullab, di Wonosari Tempuran, Kabupaten Magelang, Jateng, Senin malam.

Ia mengatakan pertahanan dan ketahanan budaya harus diperkuat dalam menghadapi era globalisasi.

Ia menuturkan para ulama, kiai terutama kiai kampung setiap malam ceramah, mengaji jangan dikira kecil peranannya.

"Mereka ikut membangun karakter bangsa Indonesia sehingga dalam memasuki era globalisasi yang sangat ekstrem ini masih banyak umat Islam yang tidak terpengaruh arus globalisasi hasil andil para kiai membangun masyarakat," katanya.

Haedar Nashir

Menurut dia kondisi tersebut sangat jauh berbeda dengan ulama Timur Tengah, begitu memasuki era globalisasi para pemuda bangsa Arab yang sekolah di Amerika Serkat dan Eropa saat pulang ke negerinya masing-masing mereka berubah.

"Namun, bangsa Indonesia tidak. Memang juga ada yang berubah tetapi sedikit. Mereka pulang sekolah dari luar negeri tetap memiliki karakter sebagai bangsa Indonesia," katanya.

Haedar Nashir

Ia menuturkan karakter bangsa Indonesia masih lebih baik dibanding Timur Tengah yang budayanya hancur. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote Haedar Nashir

Rabu, 19 Juli 2017

Cara Mudah Mengakses NU Onlne dari HP

Untuk memudahkan pembaca dalam mengakses Haedar Nashir, beberapa waktu lalu kami telah meluncurkan aplikasi android versi ke-2 yang telah mendapat beberapa penyempurnaan dari berbagai kekurangan yang ada pada versi sebelumnya. Berikut ini cara mengaplikasikannya:

Aplikasi android Haedar Nashir versi ke 2 ini dapat didownload melalui menu google play store. Ketik Haedar Nashir, atau klik link berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.NUonline.NUmobile2

Setelah didownload, Haedar Nashir versi android akan tampil sebagai menu tersendiri berupa logo NU yang bisa dengan mudah diakses sewaktu-waktu.

Cara Mudah Mengakses NU Onlne dari HP (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Mudah Mengakses NU Onlne dari HP (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Mudah Mengakses NU Onlne dari HP

Pada aplikasi android yang baru ini, Haedar Nashir sudah dapat menyesuaikan ukuran tampilan layar pada berbagai versi android pengguna seperti ginger bread, honeycomb, Ice Cream Sandwidch, bahkan Jelly Bean. Pada ukuran huruf (fonts) juga sudah diperbesar, sehingga memudahkan pengakses utuk dapat membaca konten website serta bernavigasi di dalamnya.

Cara yang sama juga bisa dipakai untuk mengakses Radio NU (radio.nu.or.id) dan mengikuti Pengajian Ramadhan live dari beberapa pesantren. Bagi yang belum mendownload Radio Haedar Nashir, buka play store, lalu ketik Radio NU. Selanjutnya ikuti perintahnya.

Haedar Nashir

Selain versi android, versi mobile Haedar Nashir juga sudah diluncurkan sebelumnya. Tanpa harus mendownload versi android, ketika mengetikkan nu.or.id di HP yang terkoneksi dengan internet secara otomatis akan langsung mengarah pada http://m.nu.or.id.  Selanjutnya nikmati versi mobile Haedar Nashir dengan tampilan yang lebih sederhana. Di bagian bawah juga tersedia pilihan jika ingin kembali ke tampilan utama atau versi dekstop. (Puji Utomo/Ardyan Novanto Arnowo)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Nahdlatul Ulama Haedar Nashir

Alissa Wahid Isi Kelas Pemikiran Gus Dur di Bandung

Bandung, Haedar Nashir. Puteri sulung Presiden ke-4 RI, Alissa Qotrunnada Munawaroh (Alissa Wahid) menjelaskan ihwal Sembilan nilai Gus Dur yang selama ini menjadi landasan perjuangannya.

“Kesembilan nilai itu adalah ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, persaudaraan, kesederhanaan, keksatriaan, kearifan lokal/tradisi,” ujar Alissa saat menjadi narasumber pada Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG) yang diselenggarakan oleh Gusdurian Bandung di Aula Dakwah Kantor PWNU Jawa Barat, Jalan Galunggung, Kota Bandung, Ahad (15/1).

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga berharap kepada segenap generasi muda jangan hanya bangga pada sosok Gus Dur semata, melainkan meneladani nilai-nilai dan perjuangannya.

Alissa Wahid Isi Kelas Pemikiran Gus Dur di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid Isi Kelas Pemikiran Gus Dur di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid Isi Kelas Pemikiran Gus Dur di Bandung

“Bagaimana generasi muda kemudian mampu menanamkan nilai-nilai yang diajarkan Gus Dur, tapi kemudian janganlah bangga dengan sosok Gusdur melainkan kepada nilai-nilai yang diperjuangkannya, karena Gus Dur telah meneladankan kepada kita sehingga bisa diteruskan,” jelasnya.

Lebih jauh dirinya menjelaskan bahwa di Indonesia tidak bisa hanya membicarakan Islam saja atau Indonesia saja, melainkan harus seimbang dan harus disatukan bahwa Islam kita adalah Islam Indonesia.

Haedar Nashir

“Konsep Islam Indonesia tentu bertujuan agar terwujud Islam yang Rahmatan lil Alamin. Dan mestinya kita harus sadar betul bahwa Nahdlatul Ulama (NU) ini adalah tulang punggung Islam di Indonesia,” tandasnya.

Kendati sebagai duta besar Islam di kancah dunia, Gus Dur dimata anaknya tersebut juga tidak melupakan bahwa Gus Dur berasal dari masyarakat desa dan tak ada bedanya dengan masyarakat pedesaan pada umumnya.

“Maka itu, Gus Dur ketika menghadiri pengajian-pengajian yang diselenggarakan di pelosok dan pedesaan, beliau sangat fasih dengan bahasa yang merakyat dan khas dengan gaya humorisnya sehingga beliau mudah diterima oleh masyarakat,” pungkasnya. (Ade Mahmudin/Fathoni)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kajian, Pesantren Haedar Nashir

Selasa, 18 Juli 2017

Dilantik, GP Ansor Diminta Revitalisasi Tradisi

Subang, Haedar Nashir?

Pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang masa khidmah 2016-2020 resmi dilantik. Pelantikan dilakukan Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Aam Haerul Amri di Pondok Pesantren Al-Istiqamah, Kebondanas, Pusakajaya, Subang, Selasa (29/11).

Dilantik, GP Ansor Diminta Revitalisasi Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, GP Ansor Diminta Revitalisasi Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, GP Ansor Diminta Revitalisasi Tradisi

Dalam sambutannya, Aam menegaskan tugas dan capaian Pimpinan Cabang hari ini harus betul-betul sampai pada orientasi revitalisasi tradisi.

"Hari ini sudah banyak santri yang tidak menghargai lagi kiainya. Toh kalaupun ada perbedaan, harusnya itu jadi rahmat. Tapi saat ini malah menimbulkan kebencian dan cacian," ujar Aam.

Dikatakan, dengan revitalisasi tradisi inilah kemudian GP Ansor harus bisa menjelma sebagai organisasi kaderisasi yang siap mengawal tradisi khidmah kepada Ulama.

"Termasuk ke depan penguatan sistem kaderisasi harus dioptimalkan untuk menciptakan pemberdayaan potensi kader GP Ansor sendiri," katanya.

Haedar Nashir

Sementara, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Subang, Asep Alamsyah Heridinata menegaskan, pelantikan untuk periode kedua kalinya tersebut akan memaksimalkan seluruh potensi yang ada sehingga bisa lebih baik lagi.

Haedar Nashir

"Beberapa kaderisasi sudah kita lakukan beberapa periode yang lalu. Sehingga ke depan kita akan maksimalkan potensi sumber daya anggota," katanya.

Hadir dalam pelantikan tersebut, Plt. Bupati Subang, Imas Aryumningsih, Dandim 0605 Subang, Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah, Rais Syuriah PCNU Subang KH Agus Salim, Ketua MUI Subang KH Musa Mutaqien, Mustasyar PWNU Jabar KH Tasrifin, Letkol Inf. Budi Mawardi Syam, Kasat Binmas Polres Subang AKP. Sarjono, Ketua PW Ansor Jabar Deni Ahmad Haidar. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Berita Haedar Nashir

Senin, 17 Juli 2017

IPNU-IPPNU Lamongan Gelar Diklat SAR

Lamongan, Haedar Nashir. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Lamongan menggelar diklat Serach and rescue (SAR) dan Kepalangmerahan pada 4 hingga 6 Oktober 2009 kemarin, bertempat di Waduk Gondang Sugio Lamongan

Kegiatan ini dilakukan oleh Lembaga Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Kepanduan Putri (KKP) menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Pertama (Diklatama) dengan mengambil spesifikasi di bidang Serach and rescue (SAR) dan Kepalangmerahan.

IPNU-IPPNU Lamongan Gelar Diklat SAR (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Lamongan Gelar Diklat SAR (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Lamongan Gelar Diklat SAR

Menurut Ketua PC IPNU Lamongan Imam Fadli mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang Kepalangmerahan dan bencana alam. Para peserta juga diajak berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, pengembangan sumber daya manusia alam dan lingkungan, serta berpartisipasi dalam terlaksananya pendampingan dan penguatan masyarakat.

Haedar Nashir

Dalam rilis yang diterima Haedar Nashir, diklat ini diikuti 50 peserta terdiri dari utusan 2 putra dan 2 putri dari Pimpinan Anak Cabang (tingkat kecamatan) IPNU-IPPNU se-Kabupaten Lamongan.

Haedar Nashir

Materi yang disajikan berupa pembalutan dan pembidaian, anatomi dan faal tubuh dasar, pengetahuan obat-obatan dan kesehatan lapangan, survival dan navigasi, pendarahan dan syok, dengan narasumber dari Taruna Siaga Bencana Kabupaten Lamongan, KSR-PMI Lamongan dan Tim Penanggulangan Bencana Nahdlatul Ulama.

Pada akhir acara peserta juga melakukan aksi peduli bencana gempa Padang di sekitar lokasi wisata Waduk Gondang dengan mengumpulkan dana untuk disalurkan ke para korban bencana alam tersebut. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir RMI NU, IMNU Haedar Nashir

Selasa, 11 Juli 2017

Tutup Akhir Tahun dengan Lomba Mars Fatayat NU

Rembang, NU 0nline. Di pengujung tahun 2013, Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menyelenggarakan lomba melantunkan Mars Fatayat NU. Lomba ini diikuti sembilan perwakilan Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU setempat.

Kegiatan yang digelar di lantai dua Kantor PCNU Rembang, Jalan Pemuda Tawang Sari Rembang, Sabtu (28/12) pagi, ini dilaksanakan untuk lebih memahami inti sari dari syair mars. Ketua panitia penyelenggara, Eva Nurlatifa, mengatakan, para kader diharapkan mampu menghafal lagu kebanggaan remaja putri NU itu.

Tutup Akhir Tahun dengan Lomba Mars Fatayat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tutup Akhir Tahun dengan Lomba Mars Fatayat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tutup Akhir Tahun dengan Lomba Mars Fatayat NU

Bukan hanya lomba, kata Eva, kegiatan itu juga menjadi ajang silaturahmi antarpengurus Fatayat NU se-Rembang dalam rangka koordinasi. Fatayat NU Rembang menginginkan para pengurus dapat bersinergi mengembangkan Fatayat NU agar lebih bermanfaat di masyarakat.

Haedar Nashir

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah Khizanatur Rahmah, dalam sambutanya mengajak para kader lebih jeli dalam menentukan pilihan pemimpin di tahun 2014.

“Tahun yang akan datang menjadi tantangan bagi masyarakat NU. Pastilah Nahdliyin akan menjadi incaran bagi orang yang berkepentingan untuk mencalonkan diri, maju sebagai perwakilan masyarakat di parlemen,” katanya Khizanatur Rahmah.

Ketua PC Fatayat NU Rembang Miftahul Muhimmah menjelaskan, perlombaan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sejenis yang pernah diadakan pada periode kepengurusan yang lalu. Dia berharap, lomba melantunkan Mars Fatayat sering dilakukan agar kader bisa mendalami arti yang terkandung dalam syair tersebut. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Daerah Haedar Nashir

IPNU-IPPNU Al-Furqan Cetak Kader Anti-Narkoba

Sumenep, Haedar Nashir. Setelah menjalani kegiatan kaderisasi, peserta Makesta IPNU-IPPNU Komisariat Al-Furqan, Desa Keles, Kecamatan Ambunten, Sumenep, Jawa Timur berkomitmen menjadi pelopor dalam memerangi narkoba. Penutupan acara tersebut diparipurnai dengan orasi kebangsaan oleh Ketua PC IPNU Sumenep, Abror M. Wasil, Jumat (27/5).

IPNU-IPPNU Al-Furqan Cetak Kader Anti-Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Al-Furqan Cetak Kader Anti-Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Al-Furqan Cetak Kader Anti-Narkoba





Sebelumnya, Abror memimpin prosesi pembaitan. Setelah itu, dia mendengungkan ragam bahaya narkoba dan kader pelajar NU harus getol memeranginya.



Haedar Nashir



"Makesta ini merupakan salah satu upaya mematangkan anggota IPNU-IPPNU sebagai kader nahdliyin yang militan, penjaga dan pengawal Islam Ahlussunnah wal Jamaah, Islam Nusantara, serta penjaga dan Pengawal NKRI," tegas Abror.





Haedar Nashir

Dalam kesempatan itu, IPNU-IPPNU Komisariat Al-Furqan tegas menolak paham-paham radikalisme. IPNU-IPPNU Komisariat Al-Furqan juga berkomitmen menyebarkan Islam Rahmatan lil Alamin, bukan Islam yang Laknatan lil Alamin. (Hairul Anam/Fathoni). Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Doa Haedar Nashir

Senin, 10 Juli 2017

Masjid Kini Sepi, Kalah dengan Gadget

Kendal, Haedar Nashir. Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menyayangkan sepinya masjid dari kegiatan keagamaan, pendidikan, dan lainnya. Fungsi masjid kini seolah menjadi tempat shalat lima waktu saja.

Masjid Kini Sepi, Kalah dengan Gadget (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Kini Sepi, Kalah dengan Gadget (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Kini Sepi, Kalah dengan Gadget

Di zaman yang sudah penuh dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan ini, masjid sudah mulai tersisihkan dengan kegiatan duniawi. “Masjid sekarang ini sudah kalah dengan gadget. Betapa tidak, anak-anak kecil dan remaja bukannya pergi ngaji malah mainan HP. Sibuk dengan dunianya sendiri,” ujar Ketua PAC IPNU Sukorejo Budi Irwanto, Senin (23/2).

Menurut alumni STAINU Temanggung ini, masjid seharusnya banyak-banyak diisi kegiatan islami atau diskusi ilmiah. Lebih-lebih anak muda juga ikut dilibatkan.

Haedar Nashir

“Masjid itu kan tempat orang Islam, harus ada kegiatan islami, entah diskusi ilmiah atau pengajian sore. Anak muda juga harus dilibatkan,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Sekretaris IPNU Sukorejo Sukron. Ia menilai, masjid-masjid di sekitarnya sekarang ini sudah jarang yang mengunjungi, terutama di waktu sore. “Dulu, waktu saya masih kecil banyak anak-anak yang mengaji di waktu sore. Tapi sekarang berbeda, masjid-masjid mulai sepi,” ujarnya.

Haedar Nashir

Tidak hanya anak-anak, remaja dan dewasa pun juga sudah seperti enggan memanfaatkan masjid untuk kegiatan keagamaan. Padahal, lanjut dia, masjid merupakan tempat yang seharusnya ramai dengan kegiatan keagamaan.

“Harusnya kan masjid sering-sering digunakan untuk ngaji, biar tidak sepi.” Imbuhnya, yang juga Alumni Pondok Pesantren Darul Amanah Sukorejo ini.

Di kesempatan yang sama, Said Jakfar, Wakil Ketua IPNU Sukorejo juga menyampaikan hal senada. Dirinya mengungkapkan, ramai atau sepinya sebuah masjid ditentukan oleh pengurus masjid itu sendiri. Karena pengurus masjid lah yang memegang peranan dalam menentukan sepi atau tidaknya sebuah masjid.

“Masjid mau sepi atau ramai, bergantung pada pengurusnya kok,” tandasnya.

Menurut mahasiswa tingkat akhir UIN Yogyakarta ini, sudah selayaknya masyarakat punya inisiatif sendiri untuk meramaikan masjid dengan kegiatan yang positif. “Masyarakat harus punya inisiatif sendiri meramaikan masjid,” tambahnya.

Perlu diberikan pemahaman kepada masyarakat tentang masjid.  Menurut Said, masyarakat harus diberikan pemahaman dan penjelasan tentang pentingnya meramaikan masjid.

“Pengurus masjid perlu lah mengadakan kegiatan yang isinya memberikan pemahaman dan penjelasan betapa pentingnya meramaikan masjid,” ujar Said.

Untuk itu, diperlukan adanya sosialisasi agar masyarakat faham betul, bahwa masjid bukan hanya tempat shalat saja. Melainkan bisa digunakan sebagai tempat diskusi sesama pelajar, ataupun dialog mahasiswa.

“Jadi intinya, diskusi atau dialog tidak hanya di adakan di aula melulu. Bisa di masjid,” tuturnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Quote Haedar Nashir

Minggu, 09 Juli 2017

Pemerintah RI dan Singapura Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pelatihan Vokasi

Jakarta, Haedar Nashir

Di akhir kunjungan kerjanya ke Singapura, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengadakan pertemuan informal dengan Menteri Tenaga Kerja Singapura Lim Swee Say di Singapura, Sabtu (16/9).

Pemerintah RI dan Singapura Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pelatihan Vokasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah RI dan Singapura Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pelatihan Vokasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah RI dan Singapura Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pelatihan Vokasi

Dalam pertemuan bilateral ini, kedua menteri sepakat meningkatkan kerja sama pendidikan dan pelatihan vokasi untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing SDM  Indonesia dan Singapura. 

"Dalam pertemuan tadi, kita sepakat meningkatkan dan memperluas kerja sama pelatihan vokasi serta terus berupaya memperbaiki kerjasama di sektor-sektor bidang ketenagakerjaan lainnya," kata Menakerdalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu (16/9).

Turut hadir sebagai delegasi Indonesia antara lain  Dirjen Binalattas Kemnaker Bambang Satrio Lelono, Dubes RI untuk Singapura I Ngurah Swajaya  anggota Komite Vokasi Nasional.

Haedar Nashir

Menaker mengatakan selama ino kerjasama di bidang pendidikan  dan pelatihan vokasi telah berjalan lebih baik. Namun dibutuhkan komitmen lebih untuk pengembangannya.

"Perlu diperkuatnya kembali kerja sama pelatihan vokasi  yang sudah dilakukan serta

komitmen membantu pembenahan kualitas Balai Latihan Kerja dengan melibatkan Kementerian dan  lembaga terkait lainnya  di Singapura," kata Hanif.

Di bidang pelatihan vokasi, kerja sama yang telah dilakukan antara lain dengan Temasek Foundation Polytechnic Singapore International (SPI), Workforce Singapura dan lembaga lainnya.

Bentuk kerjasamanya antara lain berupa konsep kurikulum dan upskilling instruktur vokasi, perbaikan fasilitas  dan sarana serta prasarana pendukung pelatihan vokasi, pemagangan dan informasi pasar kerja.

Haedar Nashir

"Kita akan undang lembaga-lembaga terkait ke Indonesia  untuk bersama-sama memperbaiki kualitas pelatihan vokasi di balai latihan kerja dan lembaga  pelatihan lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia," ujarnya.

Di Indonesia pelaksanaan pelatihan vokasi dilakukan oleh BLK, LPK Swasta, Training Center Industri serta Lembaga pelatihan Kementerian atau lembaga.

Menaker memberikan apresiasi atas pertemuan Menteri-menteri Tenaga Kerja ASEAN awal September lalu, yang sepakat menempatkan Keselamatan dan Kesehatan (K3) sebagai  bagian integral  dalam pembangunan yang inklusif di kawasan ASEAN.

Salah satu poin yang penting yang disepakati afakah  penerapan K3 di kawasan ASEAN yang menjamin bahwa setiap pekerja/ buruh baik itu pekerja lokal maupun pekerja migran berhak atas lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja Singapura Lim Swee Say juga menyatakan siap mempererat kerja dalam bidang pelatihan vokasi dan bidang ketenagakerjaan dengan Indonesia dengan melibatkan lembaga pelatihan dan pelaku industri di Singapura.

"Di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, kedua negara harus mempersiapkan tenaga kerjanya untuk  meningkatkan keterampilan kerja dan bersiap menghadapi perubahan bentuk dan karakter pekerjaan di masa depan, kata Menteri Lim Swee.

Akhirnya, pertemuan ini diharapkan makin mempererat hubungan baik pemerintah Indonesia dan Singapura serta meningkatkan kerjasama di bidang ketenagakerjaan, termasuk peningkatan perlindungan dan kesejahteraan  pekerja migran di kedua negara. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir IMNU, Nasional Haedar Nashir