Jumat, 29 September 2017

35 Persen Peserta BPUN Way Kanan Tapaki PTN Idaman

Way Kanan, Haedar Nashir?

35 persen peserta Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) Way Kanan 2015 dinyatakan lulus mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sehingga bisa menapaki Perguruan Tinggi Negeri (PTN) idaman mereka.

Ketua Alumni Sanlat BPUN Way Kanan 2015 Disisi Saidi Fatah di Blambangan Umpu, Sabtu (11/7) menjelaskan, 5 dari 14 peserta BPUN atau terhitung 35 persen lulus SBMPTN.

35 Persen Peserta BPUN Way Kanan Tapaki PTN Idaman (Sumber Gambar : Nu Online)
35 Persen Peserta BPUN Way Kanan Tapaki PTN Idaman (Sumber Gambar : Nu Online)

35 Persen Peserta BPUN Way Kanan Tapaki PTN Idaman

Mereka adalah, Dicky Afrizal, perwakilan SMAN2 Gunung Labuhan, terjaring di jurusan Biologi Murni, Universitas Lampung (Unila), lalu ? Iwan Supriadi, perwakilan SMAN1 Baradatu, diterima di jurusan Agro Teknologi Universitas Jambi, lantas Frastika Maulia, perwakilan SMAN1 Blambangan Umpu, masuk di jurusan Sosiologi Universitas Sriwijaya. Ketiganya terdaftar sebagai peserta Bidik Misi.

Haedar Nashir

Selanjutnya ? perwakilan SMAN1 Baradatu lainnya, Lastri Dwi Saputri, diterima di jurusan Biologi Murni Universitas Bangka Belitung, lantas ? perwakilan SMAN1 Blambangan Umpu Suryaningsih, tersaring di jurusan Teknik Pertanian Unila. Keduanya tidak terdaftar sebagai penerima Bidik Misi.

Haedar Nashir

"Yang lain belum beruntung termasuk saya. Namun saya akan mencoba Penerimaan Mahasiswa Perluasan Akses (PMPAP). Congratulation buat sahabat-sahabatku yang sukses lolos SBMPTN. Buat yang belum beruntung jangan putus asa, tetap semangat dan optimis," kata Disisi.

BPUN merupakan program utama Yayasan Mata Air. Program ini bertujuan mengantarkan pelajar untuk melanjutkan kuliah di kampus negeri melalui SBMPTN. Di Way Kanan, BPUN pertama kali dihelat PC GP Ansor setempat di Pesantren Tahfidzul Quran km 5 Blambangan Umpu mulai 18 Mei hingga 1 Juni 2015. 9 hingga 17 Mei, 27 peserta belajar mandiri setelah mendapatkan modul dari penyelenggara. Namun saat karantina mulai berlangsung, sejumlah peserta mengundurkan diri sehingga diikuti 14 peserta.

Ketua PC GP Ansor Way Kanan sekaligus Manajer BPUN Way Kanan Gatot Arifianto mengaku senang dan bersyukur atas kelulusan sejumlah peserta BPUN, kendati tidak 100 persen.

"Kami sudah berupaya maksimal kendati hasil dari kerja sosial edukasi tersebut belum maksimal. Ke depan kami akan mengevaluasi kekurangan dan kelebihan Sanlat BPUN yang pertama kali dihelat di daerah ini dengan space waktu yang cukup mepet," papar penggiat Gusdurian Lampung itu pula.

Kepada peserta BPUN yang belum terjaring SBMPTN, Gatot mengimbau untuk mengikuti apa yang akan dilakukan Disisi dengan mengikuti PMPAP. Adapun pihaknya akan mencari informasi beasiswa masuk perguruan tinggi lain yang memungkinkan untuk diikuti.

"Percaya saja dengan Surat Al-Insyirah. Sekali kita belajar menyerah maka itu akan menjadi kebiasaan," ujarnya memotivasi. Koordinator The Society of Indonesian Environmental Journalists ((SIEJ) Lampung itu lalu mengutip pernyataan Alexander Graham Bell: "Ketika satu pintu tertutup maka pintu lain akan terbuka, kadang kita terlalu lama terpaku di depan pintu tertutup itu."

Dengan demikian, kata Gatot menambahkan, berpikir positif dan aktif mencari informasi terkait bea siswa lain lebih baik ketimbang menyesal dan pasif. "Mari bergerak bersama untuk perbaikan diri," ujarnya. Tedy Heriyanto. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sejarah, IMNU, Lomba Haedar Nashir

Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah

Jakarta, Haedar Nashir - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) memandang doa, zikir, dan Jumatan bersama di lapangan Monas pada Jumat (2/12) sebagai teguran moral untuk para penegak hukum di Indonesia. Menurut Kang Said, pemerintah dan terutama aparat penegak hukum perlu melakukan reformasi kelembagaan terutama berkaitan dengan upaya penegakan hukum di Indonesia.

Demikian disampaikan Kang Said kepada Haedar Nashir di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (2/12) malam

Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah

“Ini menunjukkan masyarakat masih belum percaya dengan sikap lembaga hukum,” kata Kang Said.

Aparat penegak hukum dan lembaga peradilan, menurutnya, harus menangkap aspirasi doa bersama yang dilakukan masyarakat di Monas, Jumat lalu. Mereka diharapkan melakukan pembenahan dan menunjukkan kerja-kerja konkret terkait penguatan kelembagaan.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

“Jelas ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah dan lembaga hukum untuk membangun kepercayaan publik.”

Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur ini mengingatkan pemerintah terutama aparat hukum dan lembaga peradilan untuk bekerja sesuai kode etik penegak hukum yang berlaku. Pasalnya kerja mereka selama ini mendapat pantauan dan sorotan publik.

“Ini akumulasi kekecewaan atas lemahnya penegakan hukum untuk kasus apapun di Indonesia selama ini,” tandas Kang Said. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Kiai, Olahraga Haedar Nashir

Empat Seruan NU kepada Pemerintah soal Utang Luar Negeri

Jombang, Haedar Nashir. Secara prinsip, negara harus berkomitmen untuk segera melunasi semua hutangnya. Postur APBN harus ditata sedemikian rupa agar pembangunan tetap berjalan, namun pada saat yang sama hutang juga terbayar.

Demikian dinyatakan Abdul Moqsith saat membacakan hasil sidang Komisi Bahtsul Masail Diniyah Maudluiyah pada rapat pleno Muktamar Ke-33 NU dengan agenda pengesahan sidang-sidang komisi, di alun-alun Jombang, Jawa Timur, Rabu (5/8).

Empat Seruan NU kepada Pemerintah soal Utang Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Seruan NU kepada Pemerintah soal Utang Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Seruan NU kepada Pemerintah soal Utang Luar Negeri

?

Untuk kepentingan ini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Pertama, pada dasarnya yang wajib kita bayar adalah utang-utang pokok, bukan beban bunga. Oleh karena itu sah apabila Pemerintah RI menuntut pembebasan bunga dari negara-negara kreditor.

?

Haedar Nashir

Kedua, Pemerintah harus secara tegas mengontrol anggaran agar tidak bocor, dan menarik kembali uang negara yang telah? dijarah oleh para koruptor, baik dari kalangan pejabat atau pengusaha.

Haedar Nashir

?

"Ketiga, pemerintah sedapat mungkin melakukan efisiensi dengan menggunakan barang dan jasa dalam negeri yang dibarengi dengan kebijakan pro growth, pro job, pro poor, dan pro environment," ujar anggota Komisi Bahtsul Masail Diniyah Maudluiyah itu.

?

Keempat, Pemerintah dianjurkan melakukan optimalisasi dana penerimaan pajak, cukai dan pembiayaan non utang dari keuntungan pengelolaan aset negara, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pembiayaan dari saldo rekening Pemerintah dari penerimaan Rekening Dana Investasi (RDI), Rekening Pembangunan Daerah (RPD), Rekening Pembangunan Hutan (RPH), Saldo Anggaran Lebih (SAL), dan rekening lainnya.

Forum bahtsul masail menyayangkan kondisi bangsa Indonesia yang hingga kini lekat dengan utang luar negeri. Menurut forum, jika dibandingkan dengan data kekayaan sumber daya alam, kondisi tersebut sangat ironis dan mengkhawatirkan, walau pemerintah dengan indikator ekonomi makro masih menyatakan aman. (Mahbib Khoiron)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Makam Haedar Nashir

NU Wakili Indonesia di Global Peace Leader 2010 Seoul Korea

Seoul, Haedar Nashir. Penyelenggaraan Global Peace Leader Conference 2010 yang berlangsung di Seoul Korea Selatan juga mengundang Dr Marsyudi Syuhud, ketua PBNU, sebagai wakil dari Indonesia.



NU Wakili Indonesia di Global Peace Leader 2010 Seoul Korea (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Wakili Indonesia di Global Peace Leader 2010 Seoul Korea (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Wakili Indonesia di Global Peace Leader 2010 Seoul Korea

Pada acara yang berlangsung 11-13 Oktober ini, Marsyudi memberikan sambutan tentang Islam rahmatan lil alamiin yang dikembangkan oleh NU, yang berupaya agar Islam memberi rahmat bagi seluruh alam. Untuk menuju hal tersebut, salah satunya melalui silaturrahmi.

Ia menjelaskan, melalui silaturrahmi, manusia akan saling mengenal dan saling memahami serta menyayangi satu sama lain. Disitu ajaran Islam rahmatan lil alamiin mulai berfungsi. Marsyudi menegaskan, dalam muamalah, Islam mengajarkan tanpa ada sekat muslim atau non muslim.

Haedar Nashir

Acara dihadiri oleh berbagai delegasi dari pemimpin negara maupun tokoh-tokoh agama, dari Amerika, Paraguay, Kenya, China, Jepang, Mongolia, dan lain sebagainya, Chairman Global Peace Festival Dr. Hyun Jin Moon membuka acara tersebut pada 11 Oktober 2010 diGand Hilton Hotel Seoul Korea.

Korea berbagi pengalaman dalam tema Effective Models of Balance Development: The Korean Experience, bagaimana Korea Selatan berhasil menjadi negara terkaya no 13 hanya dalam waktu 50 tahun.

Haedar Nashir

Dalam kesempatan tersebut beberapa lembaga pemerintah Korea seperti KOICA, KDI, Korea Saemaul Undong Center berbagi pengalaman dan menjadi donor bagi negara-negara berkembang untuk membangun komunitas dan kehidupan yang lebih baik.

Global Peace Festival berikut akan diadakan di Jakarta pada tanggal 15 - 17 Oktober di Jakarta. (mad)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaNu, Quote Haedar Nashir

Kamis, 28 September 2017

Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian

Pamekasan. Haedar Nashir - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho berkunjung ke kantor PCNU setempat di Jalan R Abdul Aziz, Selasa (22/11). Kehadirannya disambut langsung oleh Ketua PCNU KH Taufiq Hasyim beserta pengurus teras PCNU.

"Kami berkunjung ke PCNU Pamekasan guna menguatkan tali silaturahmi. Alhamdulillah kehadiran kami disambut dengan hangat dan penuh keakraban," terang Kapolres AKBP Nowo.

Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi PCNU, Kapolres Pamekasan Bahas Ujaran Kebencian

Menurutnya, NU merupakan organisasi terbesar di dunia yang menjunjung tinggi nilai keagamaan dan kebangsaan. Kesetiaannya pada NKRI tidak diragukan lagi.

"Selain bermaksud silaturahmi, kami juga sepakat untuk menjalin kesepakatan atau kerja sama secara kelembagaan," terang AKBP Nowo.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

Kiai Taufiq Hasyim membenarkan bahwa pertemuan kedua pihak menghasilkan beberapa kesepakatan. Salah satunya, berupa kerja sama tentang penyikapan atas hate speech atau ujaran kebencian.

"Insya Allah, Kamis lusa (24/11) pukul 09:00 WIB kami akan menandatangani kerja sama ini di Mapolres tentang hate speech," tetang Kiai Taufiq. (Khairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sunnah Haedar Nashir

Rabu, 27 September 2017

9 PAC Pergunu Pringsewu Dikukuhkan dalam Apel Harlah NU

Pringsewu, Haedar Nashir. Pengurus Anak Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) di Sembilan Kecamatan yang ada di Kabupaten Pringsewu dikukuhkan oleh Pengurus Wilayah Pergunu Provinsi Lampung. Pelantikan tersebut dilaksanakan berbarengan dengan Apel Hari Lahir NU ke 91 tingkat Kabupaten Pringsewu yang dilaksanakan di Komplek Gedung NU Pringsewu.

9 PAC Pergunu Pringsewu Dikukuhkan dalam Apel Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
9 PAC Pergunu Pringsewu Dikukuhkan dalam Apel Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

9 PAC Pergunu Pringsewu Dikukuhkan dalam Apel Harlah NU

Kepengurusan PAC tersebut tertuang dalam Surat Keputusan PW Pergunu Lampung dengan Nomor: 064/KEP/PW.LPG/1/2017 tentang Pengesahan Pengurus Masa khidmah 2016-2021. Sk tersebut dibacakan oleh Sekretaris PW Pergunu Lampung Ihsan Mustofa dilanjutkan dengan Pengukuhan oleh Ketua PW Pergunu Lampung Jamaludin Malik.

Sesaat setelah pelantikan Jamaludin Malik berpesan kepada para pengurus yang telah dilantik untuk sungguh-sungguh dalam berkhidmah di NU melalui Pergunu. Pergunu menurutnya adalah Badan Otonom di NU yang berkomitmen untuk  mengembangkan sistem pendidikan di Indonesia melalui maksimalisasi peran guru sebagai pendidik.

Pergunu dibentuk juga dalam rangkan menata dan mengembangkan Pendidikan khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama. Oleh karenanya Ia mengajak kepada para Guru NU untuk terus dengan maksimal beribadah melalu pendidikan dalam rangka pendidikan yang lebih baik di Indonesia.

Masing-masing Sembilan Pengurus Kecamatan atau PAC Pergunu yang dilantik tersebut diketuai oleh : Kholid Makmun (Banyumas), Basirun (Adiluwih), Misjuli (Gadingrejo), Khozinatul Asror (Pagelaran), Nuritusyanto (Sukoharjo), Taufiq Hidayat (Pringsewu), Kharis Rahman Hakim (Pardasuka) dan Muhammad Yusuf (Pagelaran Utara).

Haedar Nashir

Setelah Kegiatan Pengukuhan tersebut selesai dilaksanakan dilakukan Halaqah Guru NU Kabupaten Pringsewu di Aula Gedung NU dengan materi Pemaparan Program Pergunu Provinsi Lampung dan Penguatan Aswaja bagi Guru oleh KH Abdul Manan dari PBNU. (Muhammad Faizin)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hikmah, Habib, Tokoh Haedar Nashir

Selasa, 26 September 2017

Kasatkornas: Banser Satu Komando Cegah Provokasi

Jakarta, Haedar Nashir. Kepala Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkornas Banser) H Alfa Isnaeni di Jakarta, Jumat (3/1) menegaskan jajarannya merupakan badan semi otonom Gerakan Pemuda Ansor sehingga harus mematuhi instruksi Ketua PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas selaku panglima tertinggi.

Merespon berita-berita terkait permintaan maaf Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) kepada Kiai Ma’ruf Amin, Rais Aam PBNU, maka Satkornas Banser menyatakan bahwa:

Kasatkornas: Banser Satu Komando Cegah Provokasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasatkornas: Banser Satu Komando Cegah Provokasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasatkornas: Banser Satu Komando Cegah Provokasi

Pertama, seluruh kader Banser tetap siaga satu komando di bawah instruksi Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor untuk mencegah provokasi dari pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi saat ini demi kepentingan-kepentingan mereka.

"Kedua, menginstruksikan kepada jajaran Banser se-Indonesia untuk tidak melakukan aksi-aksi pengerahan kader Banser tanpa koordinasi dengan Kepala Satkornas Banser dan berdasarkan instruksi Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor," demikian H Alfa Isnaeni. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Amalan, Hadits Haedar Nashir

Haedar Nashir

Senin, 25 September 2017

Setelah 30 Tahun, MTQ Jateng Kembali Digelar di Surakarta

Surakarta, Haedar Nashir - Kota Surakarta dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Pelajar XXXII se-Jawa Tengah. Acara yang diikuti pelajar setingkat SD, SMP dan SMA ini rencananya bakal dibuka Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Balaikota Surakarta, Rabu (15/11) malam.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Solo, Said mengatakan pihaknya siap untuk menyediakan fasilitas yang baik untuk para peserta selama penyelenggaraan MTQ, Rabu-Sabtu (15- 18/11).

Setelah 30 Tahun, MTQ Jateng Kembali Digelar di Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Setelah 30 Tahun, MTQ Jateng Kembali Digelar di Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Setelah 30 Tahun, MTQ Jateng Kembali Digelar di Surakarta

"Setelah 30 tahun mengantre akhirnya kegiatan ini berlangsung di Solo. Pemkot Solo sangat berkomitmen untuk mensukseskan acara tersebut," tutur Said.

Haedar Nashir

Terdapat tiga cabang yang akan diperlombakan sesuai tingkat pendidikan mulai dari SD/MI, SMP/MTs, serta tingkat SMA, SMK dan MA.

Haedar Nashir

Di antara cabang tersebut yakni tartil Al-Quran, tilawah Al-Quran dan Hifz Al-Quran. Khusus untuk cabang Hifz Al-Quran golongan 1 juz dan tilawah hanya diikuti pelajar jenjang SMP/MTs. Sedang untuk golongan 5 juz dan tilawah diperuntukan untuk pelajar jenjang SMA, SMK dan MA.

Sementara itu, dari pihak tuan rumah Kafilah Solo pun menargetkan untuk memperoleh medali di beberapa cabang.

“Kami realistis saja, pantura itu memang bagus-bagus. Tapi kita siapkan," terang Ketua kafilah Solo yang juga Kepala Seksi Bimas Kemenag Kota Solo Muhammad Nashiruddin.

MTQ Pelajar ke-32 memperebutkan trofi bergilir yang tahun lalu diraih oleh Kabupaten Wonosobo. Pemkot Solo telah menyiapkan bonus berupa uang pembinaan sebesar Rp 1,25 juta untuk masing-masing juara di tiap kategori. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nasional, Pemurnian Aqidah, PonPes Haedar Nashir

Sabtu, 23 September 2017

Peringati Harlah, PCNU Subang Resmikan STEINU

Subang, Haedar Nashir. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama meresmikan peletakan batu pertama pembangunan kampus Sekolah Tinggi Ekonomi Islam NU (STEINU), Rabu (28/1). Peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Subang Ojang Sohandi disusul dengan pejabat Pemkab setempat dan pengurus PCNU Subang.

“Alhamdulillah, hari ini kita akan memulai pembangunan kampus STEINU. Mudah-mudahan ke depan kampus yang sudah lama dicanangkan ini akan terrealisasi dengan baik,” ujar Ketua PCNU Subang KH. Musyfiq Amrullah usai peringatan hari lahir (Harlah) ke-89 NU di Kantor PCNU Subang, Subang, Jawa Barat.

Peringati Harlah, PCNU Subang Resmikan STEINU (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah, PCNU Subang Resmikan STEINU (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah, PCNU Subang Resmikan STEINU

Menurutnya, kampus tersebut akan menjadi kampus kebanggaan warga NU dan masyarakat Kabupaten Subang. Terlebih, pembangunan kampus itu akan melengkapi fasilitas yang ada di kantor PCNU Subang.

Haedar Nashir

“Ini harus kita apresiasi bersama bahwa selain akan dijadikan tempat perkuliahan, kita juga akan menyiapkan sistem kurikulum pendidikan yang secara tegas akan menjaga nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, momentum peringatan Harlah bertema "Konstruksi Revolusi Mental dalam Bingkai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) pada Kehidupan Bernegara dan Bermasyarakat" ini, menjadi spirit gerakan pembangunan revolusi mental yang hari ini mulai digalakan oleh pemerintah pusat.

Haedar Nashir

“NU itu mitra dengan pemerintah. Jika itu baik, harus kita dukung. Tapi jika terjadi polemik, maka porsi NU akan memberikan masukan-masukan yang konstruktif untuk pembangunan bangsa Indonesia,” ucapnya.

Selain peletakan batu pertama, dalam momentum Harlah NU ke 89 ini, PCNU Subang meresmikan Gedung serbaguna yang berada di lantai dua gedung PCNU setempt. Prosesi gunting pita dilakukan langsung oleh Bupati Subang Ojang Sohandi yang merupakan salah satu Musytasyar PCNU Subang.

Dalam prosesi peringatan Harlah NU ini, ribuan Nahdliyin memadati halaman Kantor PCNU hingga tumpah ruah ke jalan raya DDarmodiharjo, Sukamelang. Akibatnya, petugas kepolisian bersama Dinas Perhubungan menututp jalan yang merupakan salah satu jalur paling sibuk di Kabupaten Subang tersebut.

Selain ribuan Nahdliyin, hadir dalam kesempatan tersebut Ketua BKPP Wilayah III Jawa Barat, Wakil Ketua PWNU Jawa Barat, KH Jondin, pejabat Pejabat Pemkab Subang, Pimpinan DPRD dan sejumlah pimpinan partai politik.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Subang, Ojang Sohandi memberikan bantuan dana hibah senilai Rp300 juta untuk PCNU Subang. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Foto: Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah saat peletakan batu pertama.

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Doa, Bahtsul Masail Haedar Nashir

Jumat, 22 September 2017

PBNU Luncurkan Program Bersih-Bersih Masjid Berkah

Jakarta, Haedar Nashir. Ketua PBNU Bidang Dakwah dan Takmir Masjid, KH Abdul Manan Ghani mengatakan bahwa dari 800 ribu masjid yang ada di Indonesia, 80 persennya adalah masjid NU. Ia berharap Masjid-Masjid tersebut dapat dimaksimalisasi fungsinya baik untuk dakwah maupun Ibadah.

PBNU Luncurkan Program Bersih-Bersih Masjid Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Luncurkan Program Bersih-Bersih Masjid Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Luncurkan Program Bersih-Bersih Masjid Berkah

Hal tersebut disampaikannya saat hadir pada acara peluncuran kegiatan Bersih-Bersih Masjid Berkah (BBM Berkah) di Masjid An-Nahdlah Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (18/5).

Ia berharap dengan diadakannya BBM Berkah yang akan dilakukan secara serentak mulai 19-25 Mei 2017 tersebut nantinya Masjid akan dapat membangkitkan ekonomi umat dan juga bisa menyapa umat lebih dekat.

Hal ini sesuai dengan Pesan Sunan Gunung Jati yaitu bahwa Ia menitipkan masjid dengan memberdayakan fakir miskin. "Jadi dari miskin harus berdaya, jangan miskin terus," tegasnya pada Kegiatan BBM Berkah PBNU yang sekaligus dalam rangka menyambut datangnya Bulan Ramadhan ini.

Haedar Nashir

Kegiatan BBM berkah di Ibukota Jakarta, lanjutnya, akan ada melibatkan sekitar 100 masjid yang akan dibersihkan tim PBNU. Kegiatan ini juga diharapkannya dapat menjadi motivasi dan ? semangat pengurus PWNU dan PCNU untuk melakukan kegiatan serupa.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan BBM, Ali Sobirin mengatakan bahwa sebenarnya kegiatan yang ditujukan untuk menghidupkan kembali Masjid tersebut sudah pernah dilakukan sejak akhir 2013. Namun pada tahun ini diluncurkan bersamaan secara nasional.

Oleh karena itu, Ali Shobirin yang juga Wakil Sekretaris Lembaga Tamir Masjid (LTM) PBNU ini mengajak seluruh ummat Muslim untuk ikut andil berpartisasi dalam kegiatan ini. Kegiatan BBM bisa dilakukan seperti membersihkan alas atau karpet di masjid, membersihkan dan mengelap kaca Masjid, membersihkan mimbar, dan membersihkan tempat wudlu ataupun WC.

Hadir pada Acara tersebut perwakilan pengurus masjid dari berbagai daerah seperti Bandung, Bogor, Bekasi, Tangerang, Banten, dan DKI Jakarta. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Nasional, Lomba, Ubudiyah Haedar Nashir

Pendapat Banser Atas Polisi Asmaul Husna di Demo 4 November

Garut, Haedar Nashir - Hadirnya pasukan Asmaul Husna dari Satuan Brimob Polri saat aksi 4 November lalu mendapat perhatian tersendiri dari publik. Namun tidak bagi Banser Garut, Jawa Barat.

Pasalnya pasukan tersebut sudah digunakan Kepolisian Resort Garut saat pengamanan Pilkada 2013, Pilleg dan Pilpres 2014, termasuk Pilkada Pangandaran 2015

Pendapat Banser Atas Polisi Asmaul Husna di Demo 4 November (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendapat Banser Atas Polisi Asmaul Husna di Demo 4 November (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendapat Banser Atas Polisi Asmaul Husna di Demo 4 November

Eks Dansatkorcab Banser Kabupaten Garut yang kini Dansatkorwil Banser Jabar, Yudi Nurcahyadi menjadi saksi teredamnya emosi demonstran ketika berhadapan dengan pasukan Asmaul Husna.

Pasukan yang tugasnya mengumandangkan zikir dan melafalkan nama-nama Allah SWT terbukti sangat efektif menyejukan suasana yang cenderung panas ketika demonstrasi berlangsung.

Haedar Nashir

"Kala itu 2013 Pilkada Garut sampai dua putaran. Demonstrasi hampir tiap hari. Berkat Pasukan Asmaul Husna itulah suasana Garut Kondusif," kata Yudi, Ahad (6/11).

Haedar Nashir

Menurut Yudi, ide pasukan Asmaul Husna dari mantan Kapolres Garut, AKBP H. Arif Rachman SIK MTCP yang kini Wakapolres Jakarta Timur. Arif dikenal sebagai pegiat ESQ di Garut yang dekat dengan Pesantren NU dan Ansor/Banser Garut.

"Maka ketika lihat tivi ada pasukan Asmaul Husna, saya yakin demo ratusan ribu itu akan bisa disejukan. Karena tameng polisi terdepan dengan zikir bukan pentungan," ujarnya.

Yudi pun berharap, pasukan Asmaul Husna dijadikan pasukan unggulan Kepolisian karena terbukti mengajak demonstran berkomunikasi dengan hati, bukan lagi emosi. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Fragmen Haedar Nashir

Pekan Depan Batas Akhir Pendaftaran Liga Santri Region Lampung

Lampung Timur, Haedar Nashir - Panitia pelaksana Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung masih membuka pendaftaran untuk kalangan pondok pesantren se-Kabupaten Lampung yang berminat mengikuti kompetesi Sepak Bola Liga Santri Nusantara tahun 2017.

Demikian disampaikan Koordiantor Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung Munir A Haris melalui sambungan telpon, Sabtu, (29/7).

Pekan Depan Batas Akhir Pendaftaran Liga Santri Region Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Depan Batas Akhir Pendaftaran Liga Santri Region Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Depan Batas Akhir Pendaftaran Liga Santri Region Lampung

“Secara kuantitas jumlah pondok pesantren di wilayah provinsi Lampung cukup banyak. Karena itu kami berharap kepada para kiai pengasuh pesantren yang ada di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung bisa ikut berpartisipasi,” imbuh alumnus Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

“Pendaftaran Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung akan kami tutup pekan depan, pada hari Sabtu, 5 Agustus 2017. Tetapi apabila kuota telah terpenuhi sebanyak 48 tim, maka pendaftaran akan ditutup,” kata Mantan Presiden PMII UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

Haedar Nashir

Haedar Nashir

Sekretaris Panitia Pelaksana Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung Ahmad Fauzi menambahkan, technical meeting (TM) akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 Agustus 2017, pukul 09.00-selesai di LEC Kartika, Jalan Tendean Margo Rejo Selatan Kota Metro Lampung.

“Direncanakan pembukaan Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung, pada Sabtu, 26 Agustus 2017 di Lapangan Merdeka Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung, akan dihadiri tokoh-tokoh NU antara lain; Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Panitia Pelaksana Pusat atau CEO Liga Santri Nusantara (LSN) KH Abdul Ghofarrozin, Menpora H Imam Nahrowi, Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri, Bupati Lampung Timur Hj Chusnunia Chalim, pengurus PWNU Provinsi Lampung, pengasuh-pengasuh pesantren, dan lain-lain,” tegas alumni IAIN Jurai Siwo Kota Metro Lampung ini.

Hal-hal yang kurang jelas berkenaan dengan Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung bisa langsung datang ke sekretariat, Kantor PCNU Lampung Timur, Jalan Ky Khanafiah Nomor 9 Lintas Timur Mataram Marga Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur.

Fan Page Facebook : LSN Zona Lampung. Atau menghubungi Sahabat Asep di nomor kontak 085269310484/0816535603, atau Sahabat Zaenuri dengan nomor 085269703472. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Jadwal Kajian, Kyai, Ulama Haedar Nashir

Kamis, 21 September 2017

LPBINU Kuatkan Pelaksana Program 4 Kabupaten di Jatim

Bandung, Haedar Nashir. Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) menggelar “Pelatihan Desain Perencanaan, Monev, dan Pelaporan” untuk pelaksana program penguatan kelembagaan penanggulangan bencana di Jawa Timur, selama empat hari, 25-28 Agustus 2014 di Hotel Gumilang Regency Bandung, Jawa Barat.

Pelatihan hasil kerja sama antara LPBI NU dan pemerintah Australia melalui AIFDR (Australia Indonesia Facility for Disaster Reduction) dan AIPD (Australia Indonesia Partnership for Decentralization) tersebut diikuti oleh 26 peserta dari empat kabupaten di Provinsi Jawa Timur, yaitu: Situbondo, Sampang, Malang dan Trenggalek.

LPBINU Kuatkan Pelaksana Program 4 Kabupaten di Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Kuatkan Pelaksana Program 4 Kabupaten di Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Kuatkan Pelaksana Program 4 Kabupaten di Jatim

Pelatihan ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas tim pelaksana program agar dapat bekerja sesuai rencana di kabupaten masing-masing. Dalam “Pelatihan Desain Perencanaan, Monev, dan Pelaporan” ini dibahas tiga materi pokok, yaitu desain perencanaan, monitoring dan evaluasi (monev), serta desain pelaporan.

Haedar Nashir

Ketua PBNU KH. Abbas Mu’in saat membuka acara ini menyampaikan, sebagai lembaga dakwah NU memiliki tanggung jawab untuk memberi ruang sebesar-besarnya bagi masyarakat untuk mengaktualisasikan diri di tengah masyarakat.

Haedar Nashir

“Kita harus punya beran di semua aspek, terrmasuk di dalamnya penanggulangan bencana dan pemeliharaan lingkungan. Abbas Muin juga berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat yang bisa diimplementasikan oleh peserta di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Bina Suhendra, Bendahara Umum PBNU, dalam sambutannya menekankan tentang pentingnya manajemen dalam sebuah program. Menurutnya, dalam program terdapat lima komponen, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengawasan (monitoring), evaluasi, dan pelaporan. Berkaitan dengan hal itu, ia menilai pelatihan ini menjadi penting karena membahas semua komponen tersebut.

Ketua LPBINU Avianto Muhtadi mengatakan, terkait upaya penanggulangan bencana, perubahan iklim, dan pelestarian lingkungan, LPBINU perlu menggandeng masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah.? LPBI NU berharap, semoga pelatihan ini tidak hanya bermanfaat bagi peserta pelatihan, tetapi juga bagi masyarakat secara luas di Jawa Timur.

Hadir sebagai narasumber Wakil Sekjen PBNU dr. H. Syahrizal Syarif; bersama trainer (pelatih) dalam pelatihan ini, Henry Pirade dari Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR) dan Yayah Ruchyati dari LPBINU.

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki kemampuan untuk menyusun desain program pengurangan risiko bencana, membuat instrumen serta melakukan monitoring dan evaluasi, menyusun laporan kegiatan dan? laporan program,? serta memahami strategi program dan memantau perkembangan kegiatan pengurangan risiko bencana di kabupaten masing-masing. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Fragmen, AlaSantri Haedar Nashir

Rabu, 20 September 2017

Inilah Perwira TNI Didikan Hizbullah

Jakarta, Haedar Nashir. Para kiai dan santri terlibat di lapangan dalam membela tanah air yang akan diserang kembali oleh Belanda para perang kemerdekaan. Setelah perang usai, sebagian besar kelompok santri kembali ke pesantren untuk mengajar agama, tetapi ada beberapa yang akhirnya tetap aktif dalam dunia militer.?

Berikut nama-nama perwira TNI yang merupakan hasil didikan Hizbullah, salah satu kelompok pasukan perlawanan yang berasal dari kelompok santri seperti disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PBNU H Slamet Effendy Yusuf.?

Inilah Perwira TNI Didikan Hizbullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Perwira TNI Didikan Hizbullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Perwira TNI Didikan Hizbullah

1. Mayor KH. Mustofa Kamil-Banten?

2. Mayor KH. Mawardi-Surakarta?

Haedar Nashir

3. Mayor KH. Zarkasi- Ponorogo?

4. Mayor KH. Mursyid-Pacitan?

5. Mayor KH. Sahid-Kediri?

6. Mayor KH. Abdul Halim-Majalengka?

7. Mayor KH. Thohir Dasuki-Surakarta?

Haedar Nashir

8. Mayor KH. Rajiun-Jakarta?

9. Mayor KH. Munasir Ali-Mojokerto?

10. Mayor KH. Wahib Wahab-Jombang?

11. Mayor KH. Hasyim Latif-Surabaya?

12. Mayor KH. Zainuddin-Besuki?

13. Mayor KH. Zein Thovib-Kediri?

Selain yang berasal dari Hizbullah, terdapat beberapa perwira TNI berlatar belakang santri ex-PETA. Berikut nama-namanya.?

1. Brigjen KH. Sulam Syamsun?

2. Brigjen KH. Zein Toyib?

3. Brigjen KH. M. Rowi?

4. Brigjen KH Abdul Manan Wijaya?

5. Brigjen KH Iskandar Sulaiman?

6. Brigjen KH. Abdullah Abbas?

Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Bahtsul Masail, Tegal Haedar Nashir

Senin, 18 September 2017

NU Sulsel Libatkan Pesantren Perangi TB dan HIV/AIDS

Makassar, Haedar Nashir. Pengurus Wilayah Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan mengadakan Seminar TB dan HIV-AIDS melalui Pemberdayaan Pesantren, Kamis (14/5), di Hotel Grand Asia Panakukang, Makassar, Sulawesi Selatan.

NU Sulsel Libatkan Pesantren Perangi TB dan HIV/AIDS (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sulsel Libatkan Pesantren Perangi TB dan HIV/AIDS (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sulsel Libatkan Pesantren Perangi TB dan HIV/AIDS

Wakil Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Sulsel Dr Arfah Shiddiq dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang melibatkan pesantren dan badan otonom NU untuk mengambil peran mengurangi penularan penyakit Tuberklosis dan HIV-AIDS.

Di hadapan ratusan peserta, dr. Erwan dari Dinas Kesehatan Sulsel mengungkapkan, dewasa ini penyebaran penyakit TB dan HIV-AIDS di Indonesia sudah masuk ambang penderita yang sangat tinggi, sehingga dibutuhkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat.

Haedar Nashir

Peserta seminar kesehatan kali ini berasal dari tokoh pesantren, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI), rumah sakit Islam, aktivis badan otonom NU, LSM, dan ratusan kader TB Muslimat NU se-kota Makassar.

Mereka mendapatkan materi seputar penularan TB, HIV-AIDS, serta cara mencegahnya oleh Ketua Umum PP LKNU Dr. dr. Imam Rasjidi, peran LKNU Sulsel dalam menanggulangi penyebaran TB dan HIV-AIDS di Sulawesi Selatan (Prof. Dr. dr. Syafar), TB, HIV-AIDS menurut Islam (Dr. dr. Khidri Alwi), dan peran pemerintah menanggulangi HIV-AIDS (dr. Yuli dari Dinas Kesehatan). (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Sholawat Haedar Nashir

Pelantikan dan Makesta Raya IPNU-IPPNU Kota Cirebon

Cirebon, Haedar Nashir. Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) kota Cirebon dilantik di kampus UNU II kota Cirebon, Sabtu (28/11). Usai pelantikan, pengurus baru segera mengadakan Makesta dengan 60 peserta lebih selama dua hari, Sabtu-Ahad (28-29/11). Peserta terdiri atas utusan anak cabang dan komisariat yang ada di sekolah.

Hadir pada pelantikan beberapa tamu undangan di antaranya utusan PW IPNU Jawa Barat, Rais Syuriyah kota Cirebon, PCNU kota Cirebon, Fatayat kota Cirebon, Muslimat kota Cirebon, IPNU-IPNU kabupaten Cirebon, dan para tamu undangan lainnya.

Pelantikan dan Makesta Raya IPNU-IPPNU Kota Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelantikan dan Makesta Raya IPNU-IPPNU Kota Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelantikan dan Makesta Raya IPNU-IPPNU Kota Cirebon

Ketua IPNU kota Cirebon Chanifuddin Fauzan yang biasa disapa Hanif terpilih untuk masa bakti 2015-2017.

Haedar Nashir

“Mudah-mudahan saya bisa mengemban amanat sebagai ketua IPNU pada masa sekarang dengan lebih baik dan lebih bertanggung jawab lagi. Juga mampu membawa nama IPNU dan lebih memperkenalkan IPNU di kalangan pelajar NU yanga ada di kota Cirebon ini,” kata Hanif.

Ketua pelaksana Nunung Nurjannah Jayastri berharap acara pelantikan dan Makesta ini bisa berjalan lancar tanpa halangan apapun. (Nurjanah/Alhafiz K)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Syariah, Sholawat Haedar Nashir

Minggu, 17 September 2017

Ramadhan di Piala Dunia Jadi Tantangan Pemain Muslim

Kairo, Haedar Nashir. Seiring dengan dibukanya pagelaran Piala Dunia 2014 di Brazil, beberapa kalangan melihat para bintang sepak bola Muslim dalam beberapa tim berbeda yang akan berlaga dalam bulan Ramadhan, yang pertama kali terjadi pada 1986.

Secara kebetulan, Piala Dunia tahun ini yang dimulai pada 12 Juni bersamaan dengan Ramadhan yang akan datang pada 27 Juni, sehingga menjadi dilemma bagi pemain bola Muslim. Bulan suci tersebut akan jatuh pada hari pertama putaran kedua pada 28 Juni.

Ramadhan di Piala Dunia Jadi Tantangan Pemain Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan di Piala Dunia Jadi Tantangan Pemain Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan di Piala Dunia Jadi Tantangan Pemain Muslim

Turnamen tersebut melibatkan partisipasi sejumlah besar pemain Muslim di berbagai tim negara Eropa dan Afrika yang mewakili enam negara mayoritas Muslim.

Haedar Nashir

Para bintang tersebut meliputi skuad Perancis, termasuk pemain Real Madrid Karim Benzema, pemain Liverpol Mamadou Sakho, bek Arsenal Bacary Sagna and pemain Newcastle Moussa Sissoko, semuanya Muslim.

Sementara itu, pemain Manchester City dan Liverpool, dua bersaudara dari Pantai Gading Yaya dan Kolo Toure, mantan striker Arsenal Gervinho dan gelandang Newcastle Cheick Tiote juga Muslim.

Haedar Nashir

Mayoritas kesebelasan Bosnia yang dipimpin oleh pemain Manchester City Edin Dzeko, juga Muslim.

Demikian pla pemain liga Premier Belgia duo Marouane Fellaini dan Moussa Dembele, pemain kunci Swiss Xherdan Shaqiri dan playmaker Arsenal dan timnas Germany Mesut Ozil, semuanya Muslim.

Algeria, Iran, dan Bosnia dan Herzegovina semuanya merupakan negara-negara Muslim yang timnya ikut bertanding dalam Piala Dunia 2014.

Di Rio de Janeiro, puasa hanya akan berlangsung selama 11 jam sehari, dibandingkan dengan 17-18 jam di bagian lain di dunia.

Ujian

Saat banyak pemain memutuskan untuk tidak berpuasa selama Ramadhan, beberapa pemain lainnya seperti Kolo Toure, menyatakan untuk menjalani puasa.

“Anda membutuhkan disiplin. Bagi saya, lima hari pertama merupakan hari yang sulit, tetapi setelah itu, tubuh anda akan menyesuaikan dan anda akan merasa bahagia,” kata Toure dalam sebuah wawancara tahun lalu yang dikutip Daily Mail.

“Anda membersihkan badan anda dan merasa lebih kuat setelah Ramadhan. Saya pikir, ini menakjubkan bagaimana Ramadhan dapat membuat anda sungguh kuat.”

“Saya telah menjalani Ramadhan selama setelah tahun-tahun saya di sepak bola. Sangat penting untuk makan makanan yang tepat karena anda dapat memperoleh tambahan makanan atau kekurangan dalam tubuh anda.”

“Juga penting untuk minum dengan baik. Anda harus sadar apa yang anda lakukan karena tubuh anda kehilangan sesuatu. Dengan bantuan dokter dan orang-orang di klub, kami mencoba untuk itu. Mereka memberi saya sesuatu yang dapat membantu menjadi lebih baik,” katanya. (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Syariah, Amalan Haedar Nashir

Kebijakan Ekonomi Pemerintah Belum Berpihak ke Rakyat Kecil

Jakarta, Haedar Nashir. Sekretaris Jenderal PBNU H Marsudi Syuhud menyampaikan kritik atas kebijakan ekonomi yang dijalankan Pemerintah. Disusun dan dijalankan di era reformasi, dalam praktiknya kebijakan perekonomian masih jauh dari perwujudan cita-citanya, yaitu menyejahterakan masyarakat secara adil dan merata.

“Di era reformasi saat ini, supremasi hukum belum tegak, dan korupsi masih belum bisa diberangus secara maksimal. Ini yang mengakibatkan cita-cita mewujudkan masyarakat yang sejahtera dengan adil dan merata belum bisa tercapai,” ungkap Marsudi dalam desertasinya, saat sidang terbuka promosi gelar doktor bidang ekonomi di Universitas Trisakti, Jakarta, Selasa (11/3/2014). Desertasi Marsudi berjudul ‘Kebijakan Ekonomi Indonesia di Era Reformasi dalam Perspektif Islam’.

Kebijakan Ekonomi Pemerintah Belum Berpihak ke Rakyat Kecil (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebijakan Ekonomi Pemerintah Belum Berpihak ke Rakyat Kecil (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebijakan Ekonomi Pemerintah Belum Berpihak ke Rakyat Kecil

Marsudi juga mengatakan, umat Islam sebagai penduduk mayoritas di Indonesia telah sepakat dengan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan dasar Pancasila dan UUD 1945. NKRI adalah sarana untuk memakmurkan bangsa Indonesia melalui kebijakan pemerintahnya.?

Haedar Nashir

“Islam mengajarkan, kebijakan pemimpin (Pemerintah) terhadap rakyatnya harus terkait dengan kemaslahatan mereka. Tapi nyatanya kebijakan ekonomi di era reformasi belum mampu mewujudkan cita-cita reformasi itu sendiri. Indonesia memerlukan alternatif model kebijakan ekonomi Indonesia yang lebih berpihak kepada mustad’afiin, sebagaimana dalam ajaran Islam,” lanjutnya.

Untuk bisa memberikan rekomendasi penyelesaian masalah perekonomian tersebut, Marsudi melakukan riset dengan mengangkat lima pertanyaan simpul menggunakan tiga metode berbeda, yaitu Analisis Kebijakan Willian Dunn (2003), dan metode Tauhidy String Relation (TSR) yang terkonfirmasi (ijma’) dengan metode Thariqah Istidlaliyah Nahdlatul Ulama (TISNU).

Haedar Nashir

Dari riset yang dilakukannya Marsudi menyimpulkan dua hal. Pertama, kebijakan ekonomi Pemerintah yang visi, misi, dan tujuannya terlihat baik di perencanaan, dalam implementasinya masih jauh dari cita-cita yang ditetapkan. Kedua, kebijakan ekonomi Pemerintah mestinya tidak hanya memakai teori ekonomi konvensional yang faktanya sampai saat ini belum bisa menjawab tuntutan reformasi. Teori kebijakan ekonomi Islam dipandang lebih sesuai dengan UUD 1945.

“Pemerintah harus melakukan kebijakan ekonomi yang berkeadilan, pemerataan dan berkemakmuran bersama antara yang kecil dan besar, antara korporat dan UMKM, ? tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi ? tapi juga pemerataan. Sesukses apapun kebijakan ekonomi diterapkan, tidak bisa disebut berhasil jika tidak merata dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” tegas Marsudi dalam sarannya.

Dari disertasi yang disampaikannya tersebut, salah seorang penguji menanyakan penyebabnya, dan Marsudi menjawab akibat perundang-undangan yang dilahirkan dalam penerapannya tidak memihak kepada rakyat kecil. Beberapa undang-undang tersebut antaranya lain tentang Mineral dan Pertambangan.

“Adanya sejumlah undang-undang yang tidak berpihak ke rakyat tersebut, kami saat ini sedang akan mengajukan judicial riview,” pungkas Marsudi yang diakhir sidang mendapatkan nilai sangat memuaskan. (Samsul Hadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Hadits, Anti Hoax Haedar Nashir

Jaring Kader Terbaik, Kaderisasi Jadi Kunci Penting

Jakarta, Haedar Nashir

Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Aminuddin Ma’ruf menegaskan bahwa kaderisasi merupakan kunci penting dalam menjaring kader terbaik. 

Jaring Kader Terbaik, Kaderisasi Jadi Kunci Penting (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaring Kader Terbaik, Kaderisasi Jadi Kunci Penting (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaring Kader Terbaik, Kaderisasi Jadi Kunci Penting

Lebih jauh, Amin menyebut bahwa kaderisasi tersebut dapat dilakukan tidak sebatas mengandalkan kader yang berasal dari satu fakultas atau jurusan.

“Kaderisasi di Jakarta Selatan harus lebih banyak menyasar berbagai kampus atau jurusan yang sebelumnya belum terdapat PMII agar lebih besar kemungkinan kita menjaring kader-kader terbaik,” tegas Aminuddin dalam pelantikan Pegurus PMII Cabang Jakarta Selatan yang bertajuk Memupuk Loyalitas dan Pengabdian Kader untuk Kejayaan Organisasi, Jakarta, Kamis (5/5).

Menurutnya keberadaan kader-kader PMII dari beragam kampus dan jurusan sangat penting dalam rangka memperbanyak peluang distribusi kader PMII di sektor-sektor yang dibutuhkan baik di dalam pemerintahan maupun masyarakat.

Haedar Nashir

“Jangan hanya mengandalkan input kader homogen atau satu jurusan. Itu tentu sulit,” tegasnya.

Menyambung visi memperbanyak kaderisasi, PB PMII menuntut PC PMII Jaksel untuk lebih masif dalam membentuk komisariat atau rayon-rayon baru sehingga, pengurus cabang dalam hal ini sudah harus mematok target terkait peluang berdirinya komisariat baru di berbagai universitas di Jakarta Selatan selama satu tahun ke depan.

“Parameter target selama satu tahun harus jelas dari sekarang,” tutup Ketum PB PMII yang berasal dari PC PMII Jakarta Timur ini. 

Dalam kesempatan tersebut ia juga menyebut bahwa Cabang PMII regional Jakarta Selatan ini sebagai parameter kaderisasi DKI Jakarta.

“Cabang Jakarta Selatan ini istimewa karena selama ini sudah menjadi parameter kaderisasi se-DKI Jakarta. Terlebih sahabat Munandar Nugraha yang saat ini menjabat sebagai Ketua Kaderisasi Nasional PB PMII juga berasal dari Jakarta Selatan,” Amin.

Haedar Nashir

PC PMII Jaksel yang dilantik langsung oleh Ketum PB PMII diketuai oleh Rohim yang disusul oleh Rio Saputra sebagai sekretaris umum dan Arifin sebagai ketua satu. Dalam struktur kepengurusan mabincab, PC PMII Jaksel berada di bawah Addin Jauharuddin yang pernah menjabat sebagai ketua umum PB PMII periode 2011-2013. (Harsenda Sari/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Meme Islam, Jadwal Kajian Haedar Nashir

Sabtu, 16 September 2017

Bibit Samad Rianto Ajak Mahasiswa Awasi Dana Desa

Probolinggo, Haedar Nashir. Institut Agama Islam (IAI) Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo, Sabtu (14/10) siang, menggelar kuliah tamu dengan tema “Perguruan Tinggi Membangun Desa, Mewujudkan Pengelolaan Dana Desa Yang Transparan dan Akuntabel”.

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan mahasiswa dan dosen dari tiga perguruan tinggi Pondok Pesantren Nurul Jadid (IAI Nurul Jadid, STT Nurul Jadid dan STIKes Nurul Jadid) Paiton ini juga dihadiri oleh Ketua Satuan Petugas (Satgas) Dana Desa (DD) yang juga mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto.

Bibit Samad Rianto Ajak Mahasiswa Awasi Dana Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Bibit Samad Rianto Ajak Mahasiswa Awasi Dana Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Bibit Samad Rianto Ajak Mahasiswa Awasi Dana Desa

Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid yang juga Ketua Biro Dikti Pesantren Nurul Jadid KH Hamid Wahid mengatakan, kegiatan ini digelar untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang tujuan dibentuknya Satgas Dana Desa. Yaitu bukan untuk menangkap kepala desa akan tetapi membantu merumuskan kebijakan dan pengawasan pelaksanaan penggunaan Dana Desa.

“Memberikan wawasan kepada mahasiswa dan civitas pesantren tentang peran Satgas Dana Desa dalam membantu mengevaluasi regulasi terkait Dana Desa, sosialisasi dan advokasi, monitoring dan evaluasi, harmonisasi hubungan antar lembaga serta menindaklanjuti pengaduan masyarakat atas dugaan terjadinya penyimpangan penggunaan Dana Desa,” katanya.

Menurut Kiai Hamid, kegiatan ini sangat bermanfaat dalam memberikan ruang kepada mahasiswa dan civitas pesantren untuk memberikan dukungan kepada Satgas Dana Desa dalam mengawal pengelolaan  dan penggunaan Dana Desa. Sebagai bentuk pelibatan perguruan tinggi berbasis pesantren dalam membantu Satgas Dana Desa pada pengelolaan dan penggunaan Dana Desa yang transparan dan akuntabel.

Haedar Nashir

“Melalui kuliah tami ini diharapkan menggugah kesadaran mahasiswa untuk terlibat aktif dalam proses pembangunan yang transparan dan akuntabel tanpa korupsi. Sekaligus mensinergikan antara peran perguruan tinggi berbasis pesantren dengan Satgas Dana Desa dalam mencegah tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang,” tegasnya.

Sementara Ketua Satgas Dana Desa Bibit Samad Rianto meminta para mahasiswa untuk mengawasi pemanfaatan DD yang rawan menjadi lumbung para koruptor. “Kegiatan ini bertujuan sebagai edukasi bagi mahasiswa untuk memerangi penyalahgunaan DD sejak dini,” katanya.

Menurut Bibit, dari penelusuran Satgas DD selama 6 bulan terakhir, penyalahgunaan DD cenderung semakin meningkat. “Hal ini dibuktikan dengan maraknya kasus operasi tangkap tangan yang dilakukan satgas maupun KPK,” terangnya.

Bibit mengharapkan agar para mahasiswa dan civitas akademika turut mengawasi penggunaan DD. Pasalnya, peranan dunia pendidikan sangat penting dalam mencegah korupsi DD. “Mahasiswa dan masyarakat segera melapor ke satgas jika menemukan penyalah gunaan DD. Hanya saja, laporan ini harus disertai bukti valid, bukan sekadar surat kaleng,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir IMNU, Aswaja Haedar Nashir

Jumat, 15 September 2017

Mengapa NU Menerima Pancasila sebagai Asas?

Tokoh paling penting yang menjadi “arsitek” penerimaan NU terhadap Pancasila adalah KH Achmad Siddiq (Rais Aam PBNU 1984-1989). Berikut ini penuturan sesepuh NU, KH Muchit Muzadi (88), sekretaris Kiai Achmad Siddiq yang sama-sama pernah menjadi murid KH Hasyim Asy’ari di Pesantren Tebuireng. (*Red)

Bagi saya KH Ahmad Shiddiq itu adalah seorang ulama yang memiliki ilmu pengetahuan yang komplit. Komplit kenapa? Karena ia memiliki pemikiran-pemikiran yang cukup mendalam tentang agama, hubungan agama dengan kehidupan kemasyarakatan, hubungan agama dengan kehidupan berbangsa dan bernegara dan lain sebagainya.

Seperti contoh, dalam merumuskan hubungan Pancasila dan Islam dalam Nahdlatul Ulama. Umumnya orang hanya melihat bahwa Pancasila tidak ada yang bertentangan dengan Islam maka dibilang Islami. Namun tidak dengan KH Achmad Siddiq. Ia melihat bahwa pola hubungan dan posisi agama dan Pancasila dalam kehidupan bernegara adalah lebih dari itu.

Saya sendiri dahulu pernah bertanya masalah ini kepada Beliau. “Kiai, Mengapa kita harus menerima Pancasila sebagai asas NU ?.”

Mengapa NU Menerima Pancasila sebagai Asas? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengapa NU Menerima Pancasila sebagai Asas? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengapa NU Menerima Pancasila sebagai Asas?

Ia menjawab: “Nahdlatul Ulama sendiri dalam Anggaran Dasarnya yang pertama diterangkan bahwa NU didirikan berdasarkan tujuan-tujuan, bukan asas.”

“Kita tidak usah mempertentangkan NU dengan asas negara. Karena NU tidak berbicara mengenai asas. Melainkan tujuan.”

Haedar Nashir

Lalu sekarang apa tujuan NU? Ialah melaksanakan semua yang akan menjadikan kemaslahatan Ummat Islam.

Kiai Achmad Siddiq tidak setuju kalau Islam itu dijadikan asas sebuah organisasi atau partai. Adalah keliru jika menjadikan Islam sebagai asas, karena justru akan merendahkan Islam sendiri. Islam adalah agama ciptaan Allah, sedangkan organisasi ciptaan manusia. Islam jauh diatas asas, karena Islam adalah Din-Allah.

Haedar Nashir

Seperti zaman dahulu, Masyumi yang mencantumkan Asas Islam adalah keliru karena justru memelorotkan Islam dengan menyamakannya dengan berbagai isme-isme yang lain.

Zaman dahulu, NU memusyawarahkan tentang hubungan Islam dan asas negara berjam-jam. Satu jam lamanya Kiai Shiddiq terdiam merenungkan masalah ini. Dan ketika mendapatkan hasilnya, langsung Ia memutuskan di depan rapat, dan terdiamlah semua hadirin yang berdebat.

Itulah salah satu kelebihan dari Kharisma Kiai Achmad, yang mana hal itu dikarenakan kedalaman Ilmunya. Saya menaruh hormat yang besar kepadanya akan hal ini. Meskipun Ia lebih muda dari pada saya 50 (lima puluh) hari lamanya. Karena saya lahir pada 24 Desember 1925, sedang Kiai Achmad lahir pada 24 Januari 1926. Akan tetapi karena keilmuan Beliau jauh di atas saya maka meskipun saya lebih tua saya harus hormat kepadanya.

?

*Ditranskrip oleh kontributor Haedar Nashir Malang, Ahmad Nur Kholis, dari pidato KH Muchit Muzadi yang disampaikan dalam acara Workshop Aswaja dengan tema “Revitalisasi nilai-nilai Aswaja di Tengah Ancaman Gerakan Transnasional di Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Hikam, 8 Februari 2014.

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Lomba, Cerita, Pesantren Haedar Nashir

Kamis, 14 September 2017

Dilantik, IPNU-IPPNU Nalumsari Bertekad Perkuat Ideologi Aswaja

Jepara, Haedar Nashir

Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Desa Nalumsari, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Jumat (15/1) resmi dilantik oleh Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara di Gedung MI Sabilul Huda Nalumsari Jepara.

Dilantik, IPNU-IPPNU Nalumsari Bertekad Perkuat Ideologi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, IPNU-IPPNU Nalumsari Bertekad Perkuat Ideologi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, IPNU-IPPNU Nalumsari Bertekad Perkuat Ideologi Aswaja

Acara yang dikemas dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dimeriahkan oleh grup rebana al-Muhibbun yang merupakan grup baru bentukan IPNU-IPPNU Nalumsari, sekaligus peluncuran terbentuknya grup rebana tersebut.?

Dalam sambutannya, Ketua IPNU Nalumsari, Mushoffa Afifi kedepan bertekat untuk lebih memperkuat ideologi aswaja dikalangan pelajar NU.

"Sengaja kami mengangkat tema komitmen pelajar Islam dalam Aswaja, untuk lebih menguatkan Ideologi Aswaja pelajar NU Nalumsari," katanya dihadapan puluhan kader NU.

Lebih lanjut Sofa menguraikan, akhir-akhir ini banyak organisasi-organisasi yang radikal dan menyimpang dari ajaran Islam. "Maka dari itu perlunya penguatan ideologi Aswaja dikalangan pemuda NU," ujar santri Qudsiyyah Kudus ini.

Haedar Nashir

Sementara itu, Wakil Ketua PC IPNU Jepara, Muhammad Shiddiq memberi apresiasi terhadap para pengurus IPNU-IPPNU Nalumsari yang sudah dilantik. "Atas nama cabang kami mengapresiasi kepengurusan IPNU-IPPNU Nalumsari yang selama ini selalu aktif di kecamatan Nalumsari dan juga di kabupaten Jepara," tegasnya.

Karena apa, tambahnya, IPNU-IPPNU Nalumsari selalu hidup dan aktif dari sejak berdiri sampai sekarang. "IPNU-IPPNU Nalumsari merupakan salah satu ranting terbaik di kecamatan nalumsari," terangnya.

Disamping itu, banyak kader-kadernya yang telah terbukti dari setiap tingkatan memiliki kiprah yang cukup berpengaruh. Siddiq juga memberi dorongan semangat kepada pengurus untuk ikhlas dalam menjalankan organisasi. "Menjalankan organisasi harus kita niatkan karena Allah, karena IPNU-IPPNU hanya sebagai wadah berorganisasi," ujar mantan ketua PAC IPNU Nalumsari ini. (Yusrul Wafa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Makam Haedar Nashir

Mapala dan PMII IAINU Kebumen Bantu Korban Banjir Alian

Kebumen, Haedar Nashir. Mahasiswa Pencita Alam Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komsiariat kampus tersebut menggalang dana sosial untuk membantu dampak banjir bandang di Kecamatan Alian, Kebumen, Jawa Tengah.

Mapala dan PMII IAINU Kebumen Bantu Korban Banjir Alian (Sumber Gambar : Nu Online)
Mapala dan PMII IAINU Kebumen Bantu Korban Banjir Alian (Sumber Gambar : Nu Online)

Mapala dan PMII IAINU Kebumen Bantu Korban Banjir Alian

Penggalangan dana dilakukan para mahasiswa NU tersebut sejak Sabtu pagi hingga sore (29/11) di jalan utama Kebumen, tepatnya Tugu Lawet dan tempat strategis lainnya.

Pengalanag  dana mendapatkan total Rp 6.200.000,-00. Uang tersebut langsung dibelikan bahan kebutuhan pokok yaitu1 kwintasl beras, 50 dus mie, 1 karton minyak goreng, 20 kg gula, 1 karton kopi, 1 bal teh, dan minuman berupa botol sebanyak 20 dus. Semua barang itu langsung diantarkan ke lokasi setelah magrib di posko 2 Krakal Alian.

Haedar Nashir

Mapala IAINU Kebumen bukan hanya menggalang bantuan, sejak pertama banjir, mereka bekerja sama dengan BPBD dan RAPI berada di lapangan, melakukan evakuasi korban. Anggota Mapala yang perempuan bekerja di bagian adminitrasi pendataan korban atau di pos utama balai desa menerima laporan dari tim RAPI dan BPBD Kebumen.

Haedar Nashir

“Sampai saat ini Mahasiswa Pencita Alam  masih berada di lokasi sejak awal kejadian tanggal 26-29 November 2014 sebagi relawan untuk mendeteksi kebutuhan masyarakat yang terkena korban,” ungkap Bahrun Alimurtopo, mahasiswa kampus tersebut.

Menurut dia, Mapala IAINU masih berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam pengadaan komsumsi. Saat ini warga belum bisa memasak karena rumah mereka dalam proses pembersiahan. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir IMNU Haedar Nashir

Rabu, 13 September 2017

Stan Pameran Silatnas Ayo Mondok Mirip Masjid Jinggo ala Tiongkok

Pasuruan, Haedar Nashir - Bentuk stan pameran pada acara Silaturrahim Nasional (Silatnas) Gerakan Ayo Mondok 2016 yang diinisiasi PP Rabithah Maahid Islamiyah NU kali ini terlihat mirip dengan masjid Jinggo yang bergaya Tiongkok. Di atas bangunan stan terlihat tulisan berlafal “Allah”. Silatnas sendiri berlokasi di area Taman Chandra Wilwatikta Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jumat-Ahad (13-15/5).

Ketua panitia lokal KH Ahmad Taufik (Gus Taufik) mengatakan, "Itu temanya Masjid Jinggo, salah masjid Pandaan yang dibangun oleh Pemkab Pasuruan.”

Stan Pameran Silatnas Ayo Mondok Mirip Masjid Jinggo ala Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)
Stan Pameran Silatnas Ayo Mondok Mirip Masjid Jinggo ala Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)

Stan Pameran Silatnas Ayo Mondok Mirip Masjid Jinggo ala Tiongkok

Pemkab Pasuruan beberapa tahun lalu membangun masjid dengan arsitektur bergaya China, karena untuk mengabadikan penyebaran Islam di tanah Jawa melalui berapa jinggo yang pernah datang ke Pasuruan. “karena pasukannya, orang-orang pernah ikut memperkuat Islam di Pasuruan," kata Gus Taufik di sela kegiatan pembukaan diskusi terbatas, Sabtu (14/5) siang.

Haedar Nashir

Jasa mereka kemudian diabadikan menjadi Masjid Jinggo. Untuk itu pihak panitia mengambil inspirasi pameran itu dari Masjid Jinggo.

Ia menjelaskan, pameran tersebut diikuti 70 stan yang terdiri atas 50 stan berbagai pegawai kecamatan dan dinas-dinas di Pemkab Pasuruan. Sementara 20 stan lainnya diisi oleh komunitas Nahdlatul Ulama.

"Masjid Jinggo ini merupakan ikon masyarakat Pandaan," terangnya.

Haedar Nashir

Terlihat mulai awal Silatnas dibuka suasana pameran waktu itu ramai didatangi pengunjung dari berbagai daerah yang ingin melihat-lihat atau membeli produk-produk unggulan kreativitas mereka. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pesantren, Hikmah Haedar Nashir

Protes Malaikat Ketika Manusia Didaulat sebagai Khalifah

Pringsewu, Haedar Nashir. Pengasuh Pondok Pesantren Al Muawanah Fajaresuk, Pringsewu KH Tamrin Mahera pada Ngaji Ahad (Jihad) pagi (30/8) mengupas kandungan makna yang termaktub dalam Al Quran surat Al-Baqarah ayat 30. Yaitu dialog antara malaikat dengan Allah SWT tentang manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Protes Malaikat Ketika Manusia Didaulat sebagai Khalifah (Sumber Gambar : Nu Online)
Protes Malaikat Ketika Manusia Didaulat sebagai Khalifah (Sumber Gambar : Nu Online)

Protes Malaikat Ketika Manusia Didaulat sebagai Khalifah

Kiai Tamrin menerangkan bahwa pada mulanya para malaikat tidak setuju jika manusia didaulat sebagai khalifah di bumi karena akan berbuat kerusakan dan saling menumpahkan darah.

Hal ini berbeda jauh dengan para malaikat yang senantiasa bertasbih dengan memuji dan mensucikan Allah SWT. Protes malaikat ini dijawab dengan firmanNya, "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

Haedar Nashir

Mendengar hal itu, para malaikat pun merasa bersalah dan kemudian mengelilingi Arsy sebanyak tujuh kali sebagai upaya untuk menebus kesalahannya sembari mengucapkan tasbih mengagungkan Allah SWT.

dari penjelasan itu, menurut Kiai Tamrin, manusia seharusnya mencontoh para malaikat yang ketika berbuat kesalahan segera menebus kesalahannya dengan berbuat sesuatu. "Semakin takut kepada Allah semakin bagus. Ketakutan harus ditunjukkan dengan perilaku, tidak berdiam diri saja," ujarnya.

Haedar Nashir

Sikap seperti ini harus dilakukan siapapun dan dimanapun. "Mari Beristighfar sebagai upaya untuk menunjukkan rasa bersalah kita sekaligus mengharap apa yang sudah kita lakukan akan diampuni oleh Allah," ajaknya.

Nampak hadir pada Kegiatan Jihad Pagi tersebut Mustasyar PCNU Pringsewu KH Sujadi yang menjadi moderator, Wakil Ketua PWNU Lampung H. Heri Iswahyudi, Ketua MUI Kabupaten Pringsewu KH Hambali, Ketua PHBI Kabupaten Pringsewu H. Suyadi dan Ketua LBM NU Provinsi Lampung Ustadz Munawir. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Aswaja, Kajian Haedar Nashir

Selasa, 12 September 2017

Imam Aziz Akan Terima Anugerah Perdamaian di Korea

Jakarta, Haedar Nashir. Ketua PBNU Imam Aziz menerima kunjungan kehormatan lima orang tamu dari The Jeju 4.3 Peace Foundation (Yayasan Perdamaian Jeju 3 April) Korea. Rombongan tersebut diterima Imam di lantai 4 gedung PBNU Jl Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Selasa (27/1) sore.

Salah satu organisasi nonprofit Korea ini berencana memberikan anugerah perdamaian kepada Imam Aziz atas jasanya mengadvokasi para korban kekerasan Tragedi Gerakan 30 September 1965 (Gestapu).

Imam Aziz Akan Terima Anugerah Perdamaian di Korea (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Aziz Akan Terima Anugerah Perdamaian di Korea (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam Aziz Akan Terima Anugerah Perdamaian di Korea

Kepada Imam Aziz, ketua rombongan dari Korea, Prof Koh Younghun, menyatakan rasa bahagia dan terima kasihnya atas penerimaan kunjungan mereka. Atas nama Jeju Foundation, Koh menyampaikan kabar gembira terkait penganugerahan “The Jeju 4.3 Peace Award” untuk Ketua PBNU kelahiran Pati ini.

Haedar Nashir

“Kami mengucapkan terima kasih banyak telah meluangkan waktu. Pada kesempatan ini, kami mengabarkan bahwa Pak Imam terpilih sebagai penerima anugerah perdana istimewa dari Jeju Peace Foundation yang baru berdiri tahun lalu,” ujar Koh.

Koh berharap, kunjungan tersebut makin menguatkan hubungan persahabatan kedua negara kian kuat. “Harapan kami, hubungan Korea-Indonesia makin baik. Kami melihat NU paling besar di Indonesia, bahkan di dunia. Harapan kami, pengalaman Pak Imam selama di Korea nantinya dapat ditularkan di sini,” harapnya.

Haedar Nashir

Menurut Koh, acara penganugerahan kepada para tokoh perdamaian akan digelar pada 1 April 2015 di Korea. Dua hari berikutnya, 3 April mereka diminta untuk mengikuti upacara peringatan tragedi pembantaian warga tertuduh komunis di Pulau Jeju, Korea, yang menewaskan tak kurang dari 30.000 jiwa. Imam Aziz dan para penerima anugerah? lainnya dijadwalkan tinggal sepekan di Negeri Ginseng.

Dalam catatan aktivis perdamaian Korea, Imam Aziz menginisiasi berdirinya Syarikat (Masyarakat Santri untuk Advokasi Rakyat) Indonesia untuk kepentingan rekonsiliasi masyarakat sipil.

Kepada mereka, Imam menceritakan kembali pengalamannya saat menginisiasi Syarikat Indonesia yang memiliki jaringan di 35 kota. “Masing-masing kota menginvestigasi para korban peristiwa 1965. Antara lain para eks pulau Buru, ibu-ibu atau perempuan yang jadi korban, serta orang-orang NU yang tertuduh sebagai pembunuh,” paparnya.

Menurut Imam Aziz, problem yang masih tersisa dari tragedi 1965 adalah belum adanya langkah berarti dari pemerintah. “Sampai sekarang, pemerintah belum memiliki langkah konkret bagi tragedi itu. Akibatnya, kekerasan selalu terulang. Lihat saja ketika Pilpres kemarin, isu PKI muncul lagi untuk menyerang lawan politik,” ungkapnya.

Imam Aziz berharap, paling tidak tahun ini persoalan tragedi 1965 selesai. “Harapan saya, pemerintah mau minta maaf seperti pernah dilakukan Presiden Gus Dur dulu. Minimal ada pernyataan menyesal atas peristiwa itu. Kemudian, ada jaminan perbaikan hak-hak politiknya,” tandas Imam.

Imam mengaku sangat bangga dan berterima kasih kepada The Jeju 4.3 Peace Foundation yang akan memberikan penghargaan kepada dirinya. “Saya menilai ini merupakan penghargaan tidak hanya bagi saya pribadi. Namun juga para sahabat di Syarikat dan bagi NU secara keseluruhan,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Nasional Haedar Nashir

Senin, 11 September 2017

Hari Kartini, IPPNU Bandung Deklarasi Pelajar Anti Narkoba

Bandung, Haedar Nashir. Dalam peringatan Hari Kartini, Selasa (21/4) kemarin, Pimpinan Cabang IPPNU kota Bandung menyatakan Deklarasi Pelajar Anti Narkoba di MTs Sirnamiskin, Kopo, kota Bandung, Barat. Deklarasi ini diikuti oleh seratusan pelajar dari tingkat MTs, MA dan SMK beserta para staf guru yang berada dalam satu Yayasan Sirnamiskin itu.

“Yang melatarbelakangi deklarasi pelajar adalah sebagaimana diketahui narkoba kini marak di kalangan pelajar, banyak pelajar yang sudah mengkonsumsi narkoba, sehingga IPPNU bertekad untuk mendeklarasikan bahwa pelajar (NU) di kota bandung bebas dan tidak akan mengenal narkoba,” kata Ketua IPPNU kota Bandung Dhilla Nuraeni Az-Zuhri kepada Haedar Nashir.

Hari Kartini, IPPNU Bandung Deklarasi Pelajar Anti Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Kartini, IPPNU Bandung Deklarasi Pelajar Anti Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Kartini, IPPNU Bandung Deklarasi Pelajar Anti Narkoba

Dhilla nama sapaannya memandang penting bagi pelajar, khususnya IPPNU untuk menyikapi permasalahan narkoba, karena narkoba bukanlah budaya dari bangsa Indonesia di samping itu juga dapat menyengsarakan rakyat Indonesia.

Haedar Nashir

“Narkoba juga kejahatan yang luar biasa di mana kita sebagai pelajar harus menjauhi narkoba,” ujarnya.

Deklarasi Anti Narkoba, lanjut Dhilla, berupaya untuk berkomitmen bahwa pelajar di kota Bandung selamanya tidak akan mengenal narkoba serta menyatakan perang terhadap narkoba. “Tidak akan melakukan kegiatan penyalahgunaan narkoba dan akan menciptakan generasi Indonesia yang aktif, kreatif, inovatif dan berprestasi tanpa narkoba,” tambah dia.

Haedar Nashir

Dengan pengawalan yang rapi dan tertib dari Banser kota Bandung, sosialisasi tentang bahaya narkoba dan deklarasi yang dihadiri oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Bandung itu berjalan dengan lancar. Sementara yang memimpin pembacaan teks Deklarasi Anti Narkoba adalah salah satu staf BNN dari bagian Tim Pencegahan, lalu teks deklarasi yang dibacakan diikuti serentak oleh peserta deklarasi. 

Menurut Dhilla, tindak lanjut dari deklarasi tersebut pihak IPPNU dan  BNN Kota Bandung akan melibatkan sekolah-sekolah dengan secara rutin tiap bulan memberikan penyuluhan serta aksi untuk tidak mengkonsumsi narkoba.

Dhilla berharap dengan diadakannya deklarasi tersebut dapat menjadikan pelajar Indonesia khususnya kota Bandung semakin sadar bahwa narkoba itu sangat brbahaya. “Pelajar Indonesia harus terbebas dari narkoba, karena narkoba akan merusak generasi penerus bangsa dan agama,” harap alumni Universitas Islam Nusantara itu.

Selain sosialisasi tentang bahaya narkoba dan deklarasi pelajar anti narkoba, dalam acara yang berlangsung sehari itu PC IPPNU juga menggelar Semarak Hari Kartini dengan mengadakan kompetisi pemilihan Mojang Jajaka yang ikuti oleh para siswa-siswi di kota Bandung. (M Zidni Nafi’/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir AlaNu, Kiai, Pertandingan Haedar Nashir

Minggu, 10 September 2017

IPNU-IPPNU Buka Puasa dan Tarawih bersama Jamaah Ahmadiyah

Wonosobo, Haedar Nashir

Sejumlah pemuda yang tergabung dalam organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Watumalang, Wonosobo, Jawa Tengah, Ahad (19/6), menggelar acara buka puasa dan tarawih bersama jamaah Ahmadiyah di Masjid Al-Mubarok Dusun Sumber, Desa Lumajang, Kecamatan Watumalang yang merupakan basis terbesar jamaah Ahmadiyah di Kabupaten Wonosobo.

IPNU-IPPNU Buka Puasa dan Tarawih bersama Jamaah Ahmadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Buka Puasa dan Tarawih bersama Jamaah Ahmadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Buka Puasa dan Tarawih bersama Jamaah Ahmadiyah

Ketua Pengurus Takmir Masjid Al-Mubarok Satoto, yang mewakili jamaah Ahmadiyah memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan yang dilakukan oleh kader IPNU-IPPNU Watumalang tersebut. Ia mengaku bangga bahwa kader IPNU-IPPNU mau menjaga silaturahim dengan umat Islam lain meskipun mempunyai perbedaan secara ideologis. Selain itu, ia juga memuji Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas Islam yang memegang erat nilai-nilai toleransi.

"Dalam keadaan bangsa Indonesia yang sedang dilanda krisis moral ini, kami merasa bangga memiliki Nahdlatul Ulama yang merupakan ormas Islam yang sangat toleran terhadap kelompok lain, bukan hanya dalam internal Islam saja. Akan tetapi kepada umat agama lain," tambahnya.

Haedar Nashir

Sementara itu, M. Sairin, senior IPNU Watumalang, mengungkapkan bahwa acara tersebut merupakan upaya untuk menjaga tali silaturahim dan kesatuan serta persatuan umat Islam yang akhir-akhir ini banyak diwarnai dengan perpecahan.

"Dengan acara ini kami berharap kerukunan antarumat Islam selalu terjaga, perbedaan bukanlah alasan untuk saling berpecah-belah. Saling menghargai perbedaan adalah hal yang sangat penting untuk selalu dilakukan," tuturnya.

Haedar Nashir

Bukan hanya itu, dalam acara tersebut IPNU-IPPNU Kecamatan Watumalang memberikan sejumlah Al-Quran kepada Masjid Al-Mubarok sebagai kenang-kenangan yang diharapkan dapat dipergunakan untuk kemanfaatan jamaah Ahmadiyah di sana. Acara tersebut ditutup dengan taushiyah yang disampaikan Ketua Tanfidziyah MWCNU Watumalang Kiai Mansyur. Ia menekankan pentingnya bersyukur kepada Allah dan hikmah di balik bulan Ramadhan.

Acara buka dan tarawih bersama tersebut merupakan rangkaian kegiatan Ramadhan yang secara rutin dilakukan oleh IPNU-IPPNU Kecamatan Watumalamg yang selanjutnya akan disusul dengan kegiatan serupa serta santunan anak yatim di daerah Watumalang pada Sabtu (25/6), sebagai acara puncak dari rangkaian kegiatan tersebut. (Bujang Fajar Al-fatih/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pemurnian Aqidah, Pondok Pesantren, Berita Haedar Nashir

Konfercab IPNU-IPPNU Malang Disambangi Kiai Tolhah Hasan

Malang, Haedar Nashir. Menjadi sangat lengkap dan hangat suasana Konferensi Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Malang ke XIV-XIII ketika hadir sang tokoh sekaligus pakar Pendidikan Nahdlatul Ulama’ Prof Dr KH M Tolhah Hasan.?

Konfercab IPNU-IPPNU Malang Disambangi Kiai Tolhah Hasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab IPNU-IPPNU Malang Disambangi Kiai Tolhah Hasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab IPNU-IPPNU Malang Disambangi Kiai Tolhah Hasan

Di sela-sela kesibukan beliau yang sangat padat, ia berkenan menghadiri undangan panitia untuk memberikan semangat dan wawasan pada generasi muda NU agar menjadi kader yang professional dan berdedikasi tinggi untuk kemajuan bangsa Indonesia. ?

Kehadiran Mantan Menteri Agama RI 1999-2001 ini diharapkan bisa menambah wawasan kepada seluruh yang hadir pada kegiatan konferensi tersebut tentang pentingnya berorganisasi khususnya IPNU-IPPNU dan perannya dalam mewujudkan Indonesia yang maju.?

Haedar Nashir

Mantan wakil rais aam ini berpesan “Kader IPNU-IPPNU harus tamat pendidikannya menjadi generasi emas 10 tahun mendatang untuk menghadapi dampak arus globalisasi yang mana kita dihadapkan dengan masyarakat yang terbuka dan berpendidikan sehingga berpikir rasionalis dan kritis, serba bersaing serta materialis menggeser nilai-nilai moral dan berbuat semaunya tanpa mempertimbangkan nilai-nilai agama”.?

Haedar Nashir

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ika Rosaria?

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pendidikan, Kyai, IMNU Haedar Nashir

Petani Dominasi Calhaj Brebes

Brebes, Haedar Nashir 

Seperti tahun-tahun sebelumnya, semangat kalangan petani untuk melaksanakan rukun Islam kelima paling tinggi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tercatat yang bekerja sebagai petani ada 190 orang (22,11%).

Hal itu diterangkan Sekretaris Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1434 H/2013 M H Moh Aqso, usai pemberangkatan kloter 14 Calhaj Brebes di halaman Islamic Center, Jalan Yos Sudarso Brebes Jumat (13/9).

Petani Dominasi Calhaj Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Petani Dominasi Calhaj Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Petani Dominasi Calhaj Brebes

Kalangan pegawai negeri menempati urutan kedua yaitu 188 orang (21,88%) dan pegawai swasta 172 orang (20,02%). “Pegawai Negeri mulai ada peningkatan yang mayoritas dari kalangan PNS guru, barangkali ini dari meningkatnya tunjangan sertifikasi guru,” terang Aqso. 

Haedar Nashir

Pada tahun ini, sekitar 859 jamaah calon haji (Calhaj) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah berangkat ke Saudi Arabia dari halaman Islamic Center Brebes. Mereka dibagi dalam tiga tahap, yakni kelompok terbang (kloter) 12,13, dan 14 menuju embarkasi Adi Soemarmo Solo. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir

Haedar Nashir Pendidikan, Internasional, Makam Haedar Nashir

Jumat, 08 September 2017

Mbah Moen Sebut Kitab Kuning Paling Banyak Dibaca di Indonesia

Rembang, Haedar Nashir

Dalam sebuah taushiyah, Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair mengajak untuk meningkatkan belajar kitab kuning. Hal ini disampaikannya saat mengisi acara taushiyah dan Doa Bersama Masyarakat di Desa Gandrirojo Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Kamis (14/4) lalu.

Mbah Moen mengungkapkan, Indonesia adalah negara dengan jumlah muslim terbesar juga masih banyak orang yang peduli mengaji kitab. Ia juga mengatakan bahwa di pondok pesantren Sarang Rembang mulai ramai tahun 1800-an hingga saat ini. Dan tetap menjunjung tinggi budaya ngaji kitab kuningnya.

Mbah Moen Sebut Kitab Kuning Paling Banyak Dibaca di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Moen Sebut Kitab Kuning Paling Banyak Dibaca di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Moen Sebut Kitab Kuning Paling Banyak Dibaca di Indonesia

"Saya melihat di pondok yang maju dan ramai, tapi masih sulit ngaji kitabnya. Tapi alhamdulillah di Indonesia masih banyak orang yang belajar kitab. Inilah keindahan Indonesia," jelas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Desa Karangmangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang tersebut.

Ia juga mengatakan, bahwa kemarin salah satu putranya mewakili Asia untuk bertemu dengan tokoh-tokoh agama, yakni agama Islam dan Kristiani di Maroko dan Prancis. Ini menunjukkan bahwa tidak ada organisasi besar di dunia seperti Nahdlatul Ulama. "Yang masih banyak ngaji kitab kuning itu hanya ada di Indonesia. Itu saja masih membuat saya kaget dan merasa aneh. Kalau dulu anak kiai masih suka ngaji, tapi sekarang sudah tidak lagi," terang Mbah Moen.

Haedar Nashir

Di pondok Al-Anwar, lanjut Mbah Moen, ada yang khusus belajar latin. Ada juga yang ngaji arab. Yang ngaji arab ini semakin habis peminatnya. Padahal tulisan yang dipakai di surga itu tulisan Arab. "Di surga gak ada abjad a, b, c, d. Walaupun agama Islam semakin ramai, tapi sulit untuk mengembalikan manusia ke asal keislamannya. Yakni kitab Quran sebagai panutan," terangnya.

Mbah Moen mengajak, walaupun sekolahnya formal tetap diajarkan kitab-kitab yang menggunakan makna kembali kepada madzhab empat, yaitu Hanafi, Maliki, Syafii dan Hambali. "Itu harus dibudayakan, belajar kitab-kitab yang ditulis dengan bahasa Arab. Sebab besok di surga itu gak ada jalannya kecuali menggunakan bahasa Arab," tutupnya. (Aan Ainun Najib/Fathoni)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Pendidikan, Kyai, Doa Haedar Nashir

PWNU NTT Berbagi Daging Kurban kepada Nonmuslim

Kupang, Haedar Nashir. Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Timur membagikan 200 kantong Daging Kurban Idul Adha 1437 H pada Selasa, (13/9) di Sekretariat PWNU.

Ketua PWNU NTT Jama Ahmad mengatakan, bentuk perhatian NU dalam berkurban tidak memandang latar belakang perbedaan agama. Daging kurban PWNU NTT diberikan juga kepada umat nonmuslim.

PWNU NTT Berbagi Daging Kurban kepada Nonmuslim (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU NTT Berbagi Daging Kurban kepada Nonmuslim (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU NTT Berbagi Daging Kurban kepada Nonmuslim

Sementara itu Sekretaris PWNU NTT Abdullah P. Ulumando mengatakan, PWNU dalam momen Idul Adha menyembelih dua ekor sapi dan dua ekor Kambing.

Haedar Nashir

"Kita korban dua ekor sapi dan dua ekor kambing. Ini bagian dari bentuk perhatian NU kepada masyarakat pinggiran Kota Kupang maupun umat nonmuslim," katanya.

Hadir saat pembagian hewan kurban, Rais Syuriyah PWNU NTT KH Abdul Kadir Makarim, Waki Rais Syuriyah H. Mandar Langi Pua Upa, H. Ali Rosidi dan Banom NU NTT, GP Ansor dan Banser, serta beberapa banom lainnya. (Ajhar Jowe/Abdullah Alawi)

Haedar Nashir

Dari Nu Online: nu.or.id

Haedar Nashir Budaya, Kajian, Kajian Islam Haedar Nashir